Posts Tagged 'neraka'

Tak luput dari amatan Allah…

140507

Tak luput dari amatan Allah.

Bismi ‘l-lahi ‘r-rahmani ‘r-rahiem.

Tidak sedikit orang yang merasa “aman” ketika melakukan suatu perbuatan buruk, pelanggaran, dosa, kejahatan, ataupun lainnya yang tercela. Dia merasa aman karena tak ada polisi, pengawas, ataupun orang lain yang melihatnya. Rupanya orang yang seperti ini mengingkari atau lupa bahwa ia tak dapat luput dari teramati oleh Allah SwT; bahkan yang masih dalam hati saja sudah diketahui olehNya!

KETAHUILAH SESUNGGUHNYA KEPUNYAAN ALLAHLAH APA YANG DI LANGIT DAN DI BUMI. SESUNGGUHNYA DIA MENGETAHUI KEADAAN YANG KAMU BERADA DI DALAMNYA (SEKARANG). DAN (MENGETAHUI PULA) HARI (MANUSIA) DIKEMBALIKAN KEPADANYA, LALU DITERANGKANNYA KEPADA MEREKA APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN; ALLAH MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU. (Surah an-Nur [24] ayat 64)

Apapun yang dilakukan oleh seseorang pasti “terekam” dalam catatan Allah di Lauhul Mahfuzh, termasuk jika “melakukan” berdiam diri tidak berbuat apapun, yang catatan Allah itu sangatlah teliti sebagaimana digambarkan oleh Allah:

KAMU TIDAK BERADA DALAM SUATU KEADAAN DAN TIDAK MEMBACA SUATU AYATPUN DARI AL-QUR’AN DAN KAMU TIDAK MENGERJAKAN SUATU PEKERJAAN, MELAINKAN KAMI MENJADI SAKSI ATASMU DI WAKTU KAMU MELAKUKANNYA; TIDAK LUPUT DARI PENGETAHUAN TUHANMU BIARPUN SEBESAR ZARRAH (ATOM) DI BUMI ATAUPUN DI LANGIT. TIDAK ADA YANG LEBIH KECIL DAN TIDAK (PULA) YANG LEBIH BESAR DARI ITU, KECUALI BAHWA (SEMUANYA TERCATAT) DALAM KITAB YANG NYATA (LAUHUL-MAHFUZH).(Surah Yunus [10] ayat 61)

Allah Maha Kuasa, dapat berbuat apa saja jika mau. Namun Allah telah membekali manusia dengan segala potensi yang diperlukan untuk sarana hidupnya di dunia, sarana yang akan dimintakan pertanggungjawaban dari penggunaannya. Allah juga memberi apa yang diinginkan syaithan ketika dia dinyatakan bersalah karena pembangkangannya, yang ketika diusir dari surga itu dia minta kesempatan hidup panjang untuk menyesatkan manusia.

APAKAH TUHAN YANG MENJAGA SETIAP DIRI TERHADAP APA YANG DIPERBUATNYA (SAMA DENGAN YANG TIDAK DEMIKIAN SIFATNYA)? MEREKA MENJADIKAN BEBERAPA SEKUTU BAGI ALLAH. KATAKANLAH: “SEBUTKANLAH SIFAT-SIFAT MEREKA ITU, ATAU APAKAH KAMU HENDAK MEMBERITAKAN KEPADA ALLAH APA YANG TIDAK DIKETAHUINYA DI BUMI, ATAUKAH KAMU MENGATAKAN (TENTANG HAL ITU) SEKEDAR PERKATAAN DI LAHIR SAJA?”. BAHKAN ORANG-ORANG KAFIR ITU DIJADIKAN (OLEH SYAITAN) MEMANDANG BAIK TIPU DAYA MEREKA, DAN DIHALANGINYA DARI JALAN (YANG BENAR). BARANG SIAPA YANG DIBIARKAN SESAT OLEH ALLAH, MAKA BAGINYA TAK ADA SEORANGPUN YANG AKAN MEMBERI PETUNJUK.(Surah ar-Ra’d [13] ayat 33)

Di hari kiamat nanti untuk masing-masing manusia dibukakan catatan sejarah hidupnya secara lengkap, meliputi apa yang telah dikerjakannya, dilalaikannya, maupun difikirkannya.

AKAN DIBERI KABAR KEPADA MANUSIA DI HARI ITU APA YANG DAHULU TELAH DIKERJAKANNYA DAN APA PULA YANG DILALAIKANNYA.(Surah al-Qiyamah [75] ayat 13)

DAN DILETAKKANLAH KITAB REKAMAN AMAL ITU, LALU KAMU AKAN MELIHAT ORANG-ORANG YANG BERSALAH KETAKUTAN TERHADAP APA YANG (TERTULIS) DI DALAMNYA, DAN MEREKA BERKATA: “ADUHAI CELAKA KAMI, KITAB APAKAH INI YANG TIDAK MENINGGALKAN YANG KECIL DAN TIDAK (PULA) YANG BESAR, MELAINKAN IA MENCATAT SEMUANYA”; MEREKA DAPATI APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN ADA (TERTULIS). DAN TUHANMU TIDAK MENGANIAYA SEORANG JUAPUN”.(Surah al-Kahfi [18] ayat 49)

Dengan catatan selengkap itu, yang juga menuliskan “bonus” besar (sampai 700 kali ataupun lebih, yang tak terkira lagi) atas hal-hal yang benar yang telah dilakukannya, dan juga penghapusan-penghapusan dosa yang karena mereka telah bertaubat atasnya; balasan surga ataukah neraka adalah merupakan salah satu keadilan yang diberikan oleh Allah terhadap manusia; Allah tidak aniaya atas hambaNya.

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

Semoga uraian bermanfaat. Untuk menerima posting ainnya, silakan JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/ atau kirim e-mail ke pelita-hikmah.subscribe@yahoogroups.com.  Jika ingin kajian masalah tertentu silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

 

H.R.M. Tauhid-al-Amien, dr.(UNAIR), MSc. (SEAMEO-UI), DipHPEd. (UNSW), AIF., AIFO.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292 

Untuk selamat di saat qiyamat

121225  Untuk selamat di saat qiyamat

Bismi ‘l-lahi ‘r-rahmani ‘r-rahiem.

Tidak dapat disangkal bahwa berita tentang qiyamat cukup menarik. Orang pun banyak  yang mereka-reka kapan dan bagaimana qiyamat itu akan terjadi. Ummat Islam sebenarnya sudah diingatkan oleh Rasulullah Muhammad saw. bahwa saat qiyamat sudah “dekat” dengan menunjukkan sejumlah tanda-tandanya. Namun Rasulullah juga  memberikan gambaran bahwa “kedekatan” ke saat qiyamat itu relatif dalam artian bahwa selama masih ada orang yang menyembah Allah SwT, maka qiyamat “pasti” belum akan diberlakukan oleh Allah.

Yang lebih perlu kita perhatikan terkait dengan qiyamat itu adalah bahwa qiyamat itu merupakan “pengadilan” bagi manusia, untuk menilai apakah seseorang pantas masuk surga ataukah harus ke neraka (meskipun ada yang di situ hanya “sementara”). Catatan sejarah hidupnya (track record) dibuka, lalu diperhitungkan nilainya. Secara sederhana hal ini digambarkan Allah dalam firmanNya:

 DAN DILETAKKANLAH KITAB (seibarat NetBook, yang berisi file-file data sejarah hidup seseorang, termasuk videonya), LALU KAMU AKAN MELIHAT ORANG-ORANG YANG BERSALAH KETAKUTAN TERHADAP APA YANG (TEREKAM) DI DALAMNYA, DAN MEREKA BERKATA: “ADUHAI CELAKA KAMI, KITAB APAKAH INI YANG TIDAK MENINGGALKAN YANG KECIL DAN TIDAK (PULA) YANG BESAR, MELAINKAN IA MENCATAT SEMUANYA; DAN MEREKA DAPATI APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN ADA (TERTULIS)… (Surah al-Kahfi [18] ayat 49)

 

Walaupun Allah maupun RasulNya berulang kali juga menyebutkan “siksaNya sangat pedih”, yang juga menggambarkan betapa hebat beberapa dari macam siksaan neraka itu, namun Allah juga menegaskan:

 

…DAN TUHANMU TIDAK MENGANIAYA SEORANG JUAPUN (siksa itu adalah balasan atau akibat dari perbuatan manusia sendiri)”. (Surah al-Kahfi [18] ayat 49)

 

SESUNGGUHNYA ALLAH  TIDAK  MENGANIAYA  SESEORANG  WALAUPUN   SEBESAR ZARRAH; DAN JIKA ADA KEBAJIKAN SEBESAR ZARRAH, NISCAYA ALLAH AKAN MELIPAT GANDAKANNYA DAN MEMBERIKAN DARI SISINYA PAHALA YANG BESAR. (Surah an-Nisa’ [4] ayat 40)

 

Bahkan di ayat di atas Allah menunjukkan sifatNya “Kasih-sayangNya lebih besar dari murkaNya”, maka Allah pun “menggali” kebaikan-kebaikan ataupun peluang permaafan atas apa yang dilakukannya. Oleh karena itulah balasan atas “kebaikan” manusia dihargai berlipat ganda paling tidak 10 kali, 700 kali, ataupun “tak terhingga”; bahkan niat baik saja sudah dinilai 1. Adapun kesalahan atau dosa dicatat dengan satu nilai saja, ataupun bahkan nilai dosa itu akan dihapus jika si pelaku bertaubat. Semua itu lewat proses, yang tak ada kecurangan pembuktian maupun persaksian di dalamnya, antara lain digambarkan Allah:

 

PADA HARI INI KAMI TUTUP MULUT MEREKA; DAN BERKATALAH KEPADA KAMI TANGAN MEREKA DAN MEMBERI KESAKSIANLAH KAKI MEREKA TERHADAP APA YANG DAHULU MEREKA USAHAKAN. (Surah Ya Sin [36] ayat 65)

 

AKAN DIBERI KABAR KEPADA MANUSIA DI HARI ITU APA YANG TELAH DIKERJAKANNYA DAHULU ITU (di dunia) DAN APA PULA YANG DILALAIKANNYA. (Surah al-Qiyamah [75] ayat 13)

 

KAMI AKAN MEMASANG TIMBANGAN YANG TEPAT PADA HARI KIAMAT, MAKA TIADALAH DIRUGIKAN SESEORANG BARANG SEDIKITPUN. DAN JIKA (AMALAN ITU) HANYA SEBERAT BIJI SAWIPUN PASTI KAMI MENDATANGKAN (PAHALA)NYA. DAN CUKUPKAH KAMI MENJADI ORANG-ORANG YANG MEMBUAT PERHITUNGAN. (Surah al-Anbiya’ [21] ayat 47)

 

 

Begitulah saat-saat yang masing-masing kita akan mengalami, yang kita dituntut untuk mempersiapkan diri untuk menjalaninya. Walaupun “qiyamat besar” mungkin masih akan “lama” seolah-olah kita masih dapat berleha-leha, namun ada “qiyamat kecil” (baca: kematian) yang kita tidak tahu kapan datang, yang masa menjelangnya merupakan kesempatan “singkat” yang kita tidak boleh menyia-nyiakannya. Marilah kita berusaha menambah amal baik kita, meninggalkan amal buruk, marilah kita bertaubat atas amal buruk kita yang lalu.

 

 

Semoga Allah masih memberi kita kesempatan berbenah diri.

 

 

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292