Archive Page 2

Kiat kuat berpuasa

Kiat kuat berpuasa.

(rev 11 Juni 2014M)

Puasa bukanlah masa istirahat; kegiatan kerja produktif harus tetap berlangsung. Rasulullah berangkat berperang ada kalanya di dalam bulan Ramadhan, dan dalam keadaan  berpuasa.  Sumber energi kerja bukanlah hanya dari hasil pencernaan makanan yang baru dimakan, tetapi juga dari cadangan yang telah ada dalam tubuh, terutama lemak. Rasa “tak enak” (lemah) pada hakikatnya lebih dipengaruhi oleh akibat kosongnya lambung.

1. Makan sahurlah di akhir waktunya.
2. Makan sahur dengan memenuhi syarat  “4-Sehat 5-Sempurna”. 
3. Makanan sahur sebaiknya yang kasar (jangan berupa bubur), dengan cukup banyak sayur (agar makanan lebih lama tertahan di dalam lambung), tanpa kekurangan lemak dan protein.
4. Cukupi kebutuhan air dengan minum cukup air atau makanan berkuah sejak berbuka; kurang air akan melemahkan tubuh, memudahkan emosional.
5. Segeralah berbuka dengan makanan ringan yang mudah dicerna (yang manis; misalnya kurma, pisang, kolak). Cukupilah kebutuhan gizi nantinya belakangan saja tanpa harus terburu-buru.
6. Lakukanlah pekerjaan dalam tingkat ringan (aerobic, yang membakar lemak); cadangan energi yang berupa lemak ini “tak terbatas”. Pada tingkat ini tubuh tidak banyak mengeluarkan keringat, tak mudah lemah atau “haus” oleh kekurangan air.
7. Hindari kelemahan dini dengan menghindari kerja berat (anaerobic, yang akan banyak membakar cadangan karbohidrat dalam tubuh); cadangan ini (terutama glikogen di liver) biasanya sudah habis sekitar lohor.
8. Mudahkan pembakaran lemak dengan bersikap ceria; sikap ini meningkatkan tersedianya hormon adrenalin yang memudahkan pemecahan lemak untuk dibakar. 
9. Segarnya tubuh seusai minum ketika maghrib tiba adalah karena “kesegaran jiwa”; bahan yang baru saja disantap itu belum terserap!

Semoga bermanfaat.

HRM Tauhid-al-Amien, dr, MSc, DipHPEd, AIF, AIFO    

Berkarya dari mengolah limbah.

 

Salah satu langkah untuk menyelamatkan bumi adalah upaya untuk sebanyak mungkin mengurangi limbah dengan berbagai macam cara, misalnya 3R (Reduce, Reuse, Recycle atau Kurangi jumlah, Pakai lagi, Daur ulang); semua langkah itu memang dapat terkait dengan uang, namun secara menyeluruh kita dapat berhemat uang, ataupun bahkan  di tangan orang yang MAU BERUSAHA langkah-langkah itu dapat menghasilkan uang:  “Dari sampah mendulang rupiah”

Daur ulang (recycle) yang cukup terkenal antara lain pemanfaatan limbah kayu (produksi kerajinan tangan, sarana pendidikan, karya seni/boneka), ban bekas (kursi, meja, tali), kain perca  (boneka, lap, keset, aplikasi, pakaian anak, kantong HP), kulit ikan (dompet, sepatu, tas, gantungan kunci), limbah kerang (hiasan dinding, kalung, gelang, kaligrafi, asbak, kap lampu, tempat tissue), karpet (keset, sandal), tali pita peti kemas (tas anyaman, tas belanja, sandal tempat tissue, kotak sampah), limbah kaca (aksesori, manik-manik, “patung kaca”, hiasan meja), kertas bekas (kantong belanja, “masak ulang” kertas untuk kartu nama, undangan, wadah aksesori), kantong semen (tas belanja, kantong belanja), kertas koran (kantong belanja, tas dari gulungan atau tali pilinan dari kertas koran yang telah “diolah”), dan masih sangat banyak lagi….

Bagaimana “mengolah”  limbah itu cukup banyak diunggah di internet (gunakan kata kuci semisal: how to, recycle, success,  bagaimana, usaha sampingan, berbahan limbah)  juga  banyak ditulis di koran, majalah, ataupun buku.

Keberhasilan mereka yang berusaha di bidang ini lebih tergantung pada kesungguhan si pengusaha untuk mau menekuni maupun mengembangkan ide atau usahanya, mengarah untuk “bisa buat, bisa jual, dan bisa untung”

Tak luput dari amatan Allah…

140507

Tak luput dari amatan Allah.

Bismi ‘l-lahi ‘r-rahmani ‘r-rahiem.

Tidak sedikit orang yang merasa “aman” ketika melakukan suatu perbuatan buruk, pelanggaran, dosa, kejahatan, ataupun lainnya yang tercela. Dia merasa aman karena tak ada polisi, pengawas, ataupun orang lain yang melihatnya. Rupanya orang yang seperti ini mengingkari atau lupa bahwa ia tak dapat luput dari teramati oleh Allah SwT; bahkan yang masih dalam hati saja sudah diketahui olehNya!

KETAHUILAH SESUNGGUHNYA KEPUNYAAN ALLAHLAH APA YANG DI LANGIT DAN DI BUMI. SESUNGGUHNYA DIA MENGETAHUI KEADAAN YANG KAMU BERADA DI DALAMNYA (SEKARANG). DAN (MENGETAHUI PULA) HARI (MANUSIA) DIKEMBALIKAN KEPADANYA, LALU DITERANGKANNYA KEPADA MEREKA APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN; ALLAH MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU. (Surah an-Nur [24] ayat 64)

Apapun yang dilakukan oleh seseorang pasti “terekam” dalam catatan Allah di Lauhul Mahfuzh, termasuk jika “melakukan” berdiam diri tidak berbuat apapun, yang catatan Allah itu sangatlah teliti sebagaimana digambarkan oleh Allah:

KAMU TIDAK BERADA DALAM SUATU KEADAAN DAN TIDAK MEMBACA SUATU AYATPUN DARI AL-QUR’AN DAN KAMU TIDAK MENGERJAKAN SUATU PEKERJAAN, MELAINKAN KAMI MENJADI SAKSI ATASMU DI WAKTU KAMU MELAKUKANNYA; TIDAK LUPUT DARI PENGETAHUAN TUHANMU BIARPUN SEBESAR ZARRAH (ATOM) DI BUMI ATAUPUN DI LANGIT. TIDAK ADA YANG LEBIH KECIL DAN TIDAK (PULA) YANG LEBIH BESAR DARI ITU, KECUALI BAHWA (SEMUANYA TERCATAT) DALAM KITAB YANG NYATA (LAUHUL-MAHFUZH).(Surah Yunus [10] ayat 61)

Allah Maha Kuasa, dapat berbuat apa saja jika mau. Namun Allah telah membekali manusia dengan segala potensi yang diperlukan untuk sarana hidupnya di dunia, sarana yang akan dimintakan pertanggungjawaban dari penggunaannya. Allah juga memberi apa yang diinginkan syaithan ketika dia dinyatakan bersalah karena pembangkangannya, yang ketika diusir dari surga itu dia minta kesempatan hidup panjang untuk menyesatkan manusia.

APAKAH TUHAN YANG MENJAGA SETIAP DIRI TERHADAP APA YANG DIPERBUATNYA (SAMA DENGAN YANG TIDAK DEMIKIAN SIFATNYA)? MEREKA MENJADIKAN BEBERAPA SEKUTU BAGI ALLAH. KATAKANLAH: “SEBUTKANLAH SIFAT-SIFAT MEREKA ITU, ATAU APAKAH KAMU HENDAK MEMBERITAKAN KEPADA ALLAH APA YANG TIDAK DIKETAHUINYA DI BUMI, ATAUKAH KAMU MENGATAKAN (TENTANG HAL ITU) SEKEDAR PERKATAAN DI LAHIR SAJA?”. BAHKAN ORANG-ORANG KAFIR ITU DIJADIKAN (OLEH SYAITAN) MEMANDANG BAIK TIPU DAYA MEREKA, DAN DIHALANGINYA DARI JALAN (YANG BENAR). BARANG SIAPA YANG DIBIARKAN SESAT OLEH ALLAH, MAKA BAGINYA TAK ADA SEORANGPUN YANG AKAN MEMBERI PETUNJUK.(Surah ar-Ra’d [13] ayat 33)

Di hari kiamat nanti untuk masing-masing manusia dibukakan catatan sejarah hidupnya secara lengkap, meliputi apa yang telah dikerjakannya, dilalaikannya, maupun difikirkannya.

AKAN DIBERI KABAR KEPADA MANUSIA DI HARI ITU APA YANG DAHULU TELAH DIKERJAKANNYA DAN APA PULA YANG DILALAIKANNYA.(Surah al-Qiyamah [75] ayat 13)

DAN DILETAKKANLAH KITAB REKAMAN AMAL ITU, LALU KAMU AKAN MELIHAT ORANG-ORANG YANG BERSALAH KETAKUTAN TERHADAP APA YANG (TERTULIS) DI DALAMNYA, DAN MEREKA BERKATA: “ADUHAI CELAKA KAMI, KITAB APAKAH INI YANG TIDAK MENINGGALKAN YANG KECIL DAN TIDAK (PULA) YANG BESAR, MELAINKAN IA MENCATAT SEMUANYA”; MEREKA DAPATI APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN ADA (TERTULIS). DAN TUHANMU TIDAK MENGANIAYA SEORANG JUAPUN”.(Surah al-Kahfi [18] ayat 49)

Dengan catatan selengkap itu, yang juga menuliskan “bonus” besar (sampai 700 kali ataupun lebih, yang tak terkira lagi) atas hal-hal yang benar yang telah dilakukannya, dan juga penghapusan-penghapusan dosa yang karena mereka telah bertaubat atasnya; balasan surga ataukah neraka adalah merupakan salah satu keadilan yang diberikan oleh Allah terhadap manusia; Allah tidak aniaya atas hambaNya.

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

Semoga uraian bermanfaat. Untuk menerima posting ainnya, silakan JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/ atau kirim e-mail ke pelita-hikmah.subscribe@yahoogroups.com.  Jika ingin kajian masalah tertentu silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

 

H.R.M. Tauhid-al-Amien, dr.(UNAIR), MSc. (SEAMEO-UI), DipHPEd. (UNSW), AIF., AIFO.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292 

Corona Virus, MERS CoV

Asy-Syifa’                   Hidup Sehat       dr. HRM Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF, AIFO

Corona, mungkin menjadi oleh-oleh 

 

Nama corona cukup menarik atau menantang karena maknanya yang berarti mahkota, menantang karena virus dengan nama ini akhir-akhir ini cukup merisaukan karena di Arab Saudi pernah mematikan 49 orang dari 104 penderitanya; katakanlah peyakit ini juga “belum ada obatnya”.

Virus Corona MERS CoV yang akhir-akhir ini banyak dibahas hanya ”kebetulan” saja yaitu dengan adanya peluang besar penyebarannya karena mendekati musim hajji,  padahal penyakit oleh virus ini menyeruak di Arab Saudi, walaupun di Eropa maupun Tunisia juga ada. Virus macam ini yang sebelumnya sudah ada, yang terkenal adalah Human Coronnavirus 229E, OC43, SARS-CoV, NL63, HKU1.  Virus MERS CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus) mulai diyakini sebagai virus “baru” di akhir tahun 2012  yang lalu, dan masuk ke dalam peraturan kesehatan di Arab Saudi 4 Juni 2013; ternyata penderita merebak sejak 30 Agustus 2013, sehingga “dunia” terpaksa harus bersiap-siap.

Penyakit yang disebabkan oleh virus MERS CoV ini boleh dikata “sama” dengan flu biasa, tetapi jauh lebih ganas, yaitu berupa munculya demam tinggi (lebih dari 38oC) dengan batuk hebat, sebagai petunjuk adanya peradangan saluran pernafasan. Masa tunas virus penyakit biasanya tidak lebih dari 10 hari sejak tertulari. Paru-paru akan menunjukkan gejala pneumonia (batuk, sesak, demam) yang dapat merupakan akibat berkembangnya virus ini sendiri ataupun karena kuman yang “biasa” ada di dalam paru ikut-ikutan menyerang dengan hebat. Kadang-kadang serangan ini cukup parah sampai mengganggu kecukupan oksigen di dalam tubuh sehingga sampai merusak ginjal. Dahak dengan virus yang tertelan juga berpeluang untuk menimbulkan gangguan di saluran pencernaan, yang bisanya muncul sebagai berak-berak. Jika lebih parah lagi penderita dapat mengalami sepsis , yaitu infeksi tubuh secara menyeluruh karena virus ataupun kuman lain yang telah terbawa oleh aliran darah; jika sampai ke otak penderitanya akan kejang-kejang. Keadaan sakit yang parah itu dapat membawa ke kematian oleh gangguan umumnya ataupun akibat kegagalan fungsi-fungsi tubuhnya. 

Untuk memastikan adanya virus MERS CoV ini tidak mudah karena memerlukan mikroskop elektron, sedangkan pemeriksaan serologis (laboratorium darah untuk mengenali virus itu) belum ada. Oleh karena itu dugaan adanya penyakit oleh virus ini lebih didasarkan pada adanya sejumlah fakta demam yang mendadak tinggi, batuk parah, berada di atau baru pulang dari Timur Tengah dalam waktu 10 hari, dan tidak terbukti mengidap penyakit lain sebelumnya yang mengarah ke munculnya gejala-gejala parah seperti itu, apalagi jika ada tanda-tanda sepsis.

Sampai saat ini belum ditemukan  obat yang dapat membasmi virus MERS CoV ini, walaupun awal September 2013 ini dilaporkan adanya pasangan obat (ribavirin + interferon alpha-2b) yang dapat “menghambat” (stop replication) virus ini, walaupun obat ini juga bukan tanpa bahaya. Namun demikian itu bukan berarti penderita yang sakit lalu dibiarkan begitu saja; obat-obat tetap diberikan untuk mengatasi gejala yang ada (tambah cairan infus; demam, batuk, sesak) ataupun antibiotika untuk menekan kuman yang ikut-ikutan “nimbrung” dan memperparah keadaan.

 

Pemeo menyebutkan “Mencegah lebih baik dari mengobati”; ini juga berlaku terhadap penyakit oleh virus  MERS CoV ini. Virus ini belum dapat “dibiakkan” sehingga sifat-sifatnya belum banyak diketahui, termasuk bagian mananya yang dapat digunakan untuk mengenalinya oleh sistem kekebalan tubuh, sehingga upaya untuk menyiapkan vaksin pencegahnya juga belum berhasil, apalagi untuk mengenali obat apa yang dapat mematikannya.

Sama halnya dengan flu, penyebaran penyakit yang disebabkan oleh  virus MERS CoV ini tak nampak; pada dasarnya penularan terjadi akibat dari masuknya virus ke dalam tubuh seseorang. Ini terjadi misalnya lewat percikan liur ataupun ingus yang mengandung virus ini yang terhirup ketika penderita bersin-bersin ataupun batuk. Oleh karena itu “kontak” dengan pengidap penyakit ini perlu dihindari, ataupun perlu memperhatikan sarana-sarana untuk menghindari penularaan ini, misalnya dengan memakai masker. Tangan harus dicuci baik-baik setelah  memegang barang-barang (termasuk uang, pensil, HP) yang mungkin tercemar oleh virus MERS CoV dari penderitanya, agar tangan itu tidak menyampaikan virus itu ke jalur penularannya di tubuh kita , yaitu ke selaput lendir mata, hidung, ataupun mulut.  

Karena masa tunas penyakit oleh  virus  MERS CoV ini dapat sampai 10 hari, maka yang pulang dari berhaji harus bersedia “menyelamatkan” tamu mereka yang bersilaturakhim kepadanya dengan selalu memakai masker ketika menerima tamu, agar tidak memberi “oleh-oleh” yang berupa penyakit oleh  virus MERS CoV ini.

Semoga uraian di atas bermanfaat.

Ternak kelinci.

Ternak Kelinci. Secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa beternak kelinci sama dengan beternak kambing dalam ukuran kecil; keduanya adalah upaya untuk mmenghasilkan daging untuk meningkatkan konsumsi protein. Ukuran kelinci yang demikian kecil tidak memerlukan ruang yang besar; pakannya pun sedikit dan sederhana. Oleh karena itu cukup “mudah” juga untuk dijadikan “kerja sampingan”. Dengan ketekunan dan kesungguhan, insya Allah akan diperoleh “keuntungan” walaupun dengan modal kecil. Jika berminat silakan buka website (yang cukup tersedia), misalnya:
http://panduanusaha.com/kelinci-pedaging-sebagai-usaha-sampingan/
http://mohtarkhoiruddin.blogspot.com/2013/06/cara-budidaya-kelinci-pedaging-mudah.html
http://ternakviterna.blogspot.com/2013/02/panduan-cara-budidaya-ternak-kelinci-pedaging-nasa-naturalnusantara-viterna-pocnasa-hormonik-distributor-resmi.html

Hari tenang.

HARI TENANG.

Ketika ditanyakan bagaimana harus menolong orang yang berbuat zhalim (aniaya),  Rasulullah menjawab: “Pegang tangannya (agar tidak berbuat zhalim) (Shahih Bukhary 2264). Riwayat itu mengisyaratkan bahwa untuk berhasilnya “amar makruf nahi munkar” perlu kekuatan,kekuasaan.

Jangan biarkan yang memusuhi ummat Islam berkuasa menentukan peraturan-peraturan.

Fikirkan dengan tenang, siapa yang akan Anda pilih. Jika tak ada yang ideal, pilihlah saja yang terbaik dari yang ada. Semoga masih diridhai Allah.

 

Perlunya mengingatkan menggunakan kekuatan.

Perlunya mengingatkan menggunakan kekuatan.

 

 

Bismi ‘l-lahi ‘r-rahmani ‘r-rahiem.

 

 

Allah SwT sudah mengingatkan kita dengan firmanNya:

 

“WASPADAI, HINDARI, BENCANA SIKSA UMUM YANG AKAN MENIMPA BUKAN KHUSUS ATAS ORANG-ORANG KALIAN YANG BERBUAT ANIAYA SAJA. KETAHUILAH ALLAH ITU SANGAT KERAS SIKSANYA” (QS al-Anfal [8]:28)

 

Secara tersirat mudah kita fahami bahwa siksa, bencana, atau malapetaka yang diancamkan Allah itu adalah malapetaka yang  merupakan akibat dari tindakan orang-orang yang aniaya. Kenapa hal itu terjadi adalah akibat lanjut dari “kelemahan” atau tidak acuhnya orang-orang baik terhadap masyarakat di sekitarnya, masyarakat di kampung setempat, di wilayah yang lebih luas, ataupun bahkan di seluruh negara. Dalam hal ini lebih lanjut sebenarnya kita sudah sering mendengar peringatan para pemikir bahwa langkah menuju ke kebajikan yang tidak terorganisasi dengan baik akan terkalahkan oleh upaya ke kebatilan yang terorganisasi dengan baik.

 

Rasulullah Muhammad saw sudah menggingatkan pentingnya langkah-langkah pencegahan dengan mengingatkan pentingnya langkah “amar ma’ruf, nahi munkar”  dengan menyebutkan:

 

“Pilih, kalian melakukan amar ma’ruf <menyuruh berbuat baik> dan nahi ‘anil munkar <mencegah kemungkaran>, ataukah Allah akan menjadikan orang-orang yang memusuhimu menguasaimu; jika sudah demikian maka jikapun kemudian orang-orang baik kalian berdoa tidaklah akan dikabulkan lagi oleh Allah”.(Musnad Ahmad 22223)

 

“Siapa saja melihat kemungkaran di masyarakat kalian, haruslah mengatasinya dengan tangannya (kekuasaannya). Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya; ini adalah pertanda selemah-lemahnya iman.” (Shahih Muslim 70)

 

Pentingnya kekuatan ini terlihat juga dalam upaya penyelamatan, pemberian pertolongan. Dalam hal ini ada contoh dalam kasus penyelamatan orang yang teraniaya maupun si penganiaya.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim (aniaya) dan yang dizhalimi”. Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, jelas kami faham menolong orang yang dizhalimi, tetapi bagaimana kami harus menolong orang yang berbuat zhalim?”  Beliau bersabda: “Pegang tangannya (agar tidak berbuat zhalim) ” (Shahih Bukhary 2264).

Di sejumlah riwayat disebutkan dalam berbagai redaksinya, misalnya “Apabila ia berbuat zhalim/aniaya, maka cegahlah ia untuk tidak berbuat kezhaliman; itu berarti menolongnya (Shahih Muslim 4681), “Caranya, kau cegah supaya ia tidak berbuat aniaya”. (Musna Ahmad 12606), “Jika ia orang yang menzhalimi, maka hendaklah ia dicegah, karena tindakan itu adalah cara menolongnya.” (Sunan Darimi 2365), “Engkau mencegahnya atau menahannya dari kezhaliman; itulah cara menolongnya.” (Shahih Bukhary 6435).

Bagaimana halnya jika si pelaku aniaya iu kelompok atau orang kuat? Bagaimana pula jika pelaku itu pejabat? Di sinilah mudah kita fahami bahwa kita perlu kekuatan, kekuasaan, untuk menegakkan kebenaran dan mengatasi kejahatan.

 

Dalam kehidupan bermasyarakat bernegara di Indonesia, kita terikat pada kesepakatan bersama yang berupa ketentuan dan perundang-undangan, yang seibarat perjanjian, yang harus dipenuhi. Dengan kata lain, jika ummat Islam di Indonesia ingin tidak “dikuasai” oleh orang-orang yang memusuhinya, maka kita tidak boleh memberi kesempatan berkuasanya orang-orang secara langsung ataupun dengan peluang untuk membuat peraturan ataupun perundang-undangan yang merugikan. Artinya ummat Islam dalam PEMILU harus demi Allah menggunakan haknya, kesempatan, untuk hanya memilih yang terbaik. Jika “tak ada” yang baik, pilihlah yang paling sedikit berpeluang salah.

 

Allah akan memintai pertanggungjawaban atas yang kita lakukan! Semoga Allah “membuka mata” kita, menampakkan kepada kita jalan yang terbaikNya.

 

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

========================================

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Beramallah dengan mem-forward pelita hikmah ini. Untuk terus menerima ataupun membuka posting lainnya kirim e-mail ke: pelita-hikmah-subscribe@yahoogroups.com. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

H.R.M. Tauhid-al-Amien, dr., MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292