Perlunya mengingatkan menggunakan kekuatan.

Perlunya mengingatkan menggunakan kekuatan.

 

 

Bismi ‘l-lahi ‘r-rahmani ‘r-rahiem.

 

 

Allah SwT sudah mengingatkan kita dengan firmanNya:

 

“WASPADAI, HINDARI, BENCANA SIKSA UMUM YANG AKAN MENIMPA BUKAN KHUSUS ATAS ORANG-ORANG KALIAN YANG BERBUAT ANIAYA SAJA. KETAHUILAH ALLAH ITU SANGAT KERAS SIKSANYA” (QS al-Anfal [8]:28)

 

Secara tersirat mudah kita fahami bahwa siksa, bencana, atau malapetaka yang diancamkan Allah itu adalah malapetaka yang  merupakan akibat dari tindakan orang-orang yang aniaya. Kenapa hal itu terjadi adalah akibat lanjut dari “kelemahan” atau tidak acuhnya orang-orang baik terhadap masyarakat di sekitarnya, masyarakat di kampung setempat, di wilayah yang lebih luas, ataupun bahkan di seluruh negara. Dalam hal ini lebih lanjut sebenarnya kita sudah sering mendengar peringatan para pemikir bahwa langkah menuju ke kebajikan yang tidak terorganisasi dengan baik akan terkalahkan oleh upaya ke kebatilan yang terorganisasi dengan baik.

 

Rasulullah Muhammad saw sudah menggingatkan pentingnya langkah-langkah pencegahan dengan mengingatkan pentingnya langkah “amar ma’ruf, nahi munkar”  dengan menyebutkan:

 

“Pilih, kalian melakukan amar ma’ruf <menyuruh berbuat baik> dan nahi ‘anil munkar <mencegah kemungkaran>, ataukah Allah akan menjadikan orang-orang yang memusuhimu menguasaimu; jika sudah demikian maka jikapun kemudian orang-orang baik kalian berdoa tidaklah akan dikabulkan lagi oleh Allah”.(Musnad Ahmad 22223)

 

“Siapa saja melihat kemungkaran di masyarakat kalian, haruslah mengatasinya dengan tangannya (kekuasaannya). Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya; ini adalah pertanda selemah-lemahnya iman.” (Shahih Muslim 70)

 

Pentingnya kekuatan ini terlihat juga dalam upaya penyelamatan, pemberian pertolongan. Dalam hal ini ada contoh dalam kasus penyelamatan orang yang teraniaya maupun si penganiaya.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim (aniaya) dan yang dizhalimi”. Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, jelas kami faham menolong orang yang dizhalimi, tetapi bagaimana kami harus menolong orang yang berbuat zhalim?”  Beliau bersabda: “Pegang tangannya (agar tidak berbuat zhalim) ” (Shahih Bukhary 2264).

Di sejumlah riwayat disebutkan dalam berbagai redaksinya, misalnya “Apabila ia berbuat zhalim/aniaya, maka cegahlah ia untuk tidak berbuat kezhaliman; itu berarti menolongnya (Shahih Muslim 4681), “Caranya, kau cegah supaya ia tidak berbuat aniaya”. (Musna Ahmad 12606), “Jika ia orang yang menzhalimi, maka hendaklah ia dicegah, karena tindakan itu adalah cara menolongnya.” (Sunan Darimi 2365), “Engkau mencegahnya atau menahannya dari kezhaliman; itulah cara menolongnya.” (Shahih Bukhary 6435).

Bagaimana halnya jika si pelaku aniaya iu kelompok atau orang kuat? Bagaimana pula jika pelaku itu pejabat? Di sinilah mudah kita fahami bahwa kita perlu kekuatan, kekuasaan, untuk menegakkan kebenaran dan mengatasi kejahatan.

 

Dalam kehidupan bermasyarakat bernegara di Indonesia, kita terikat pada kesepakatan bersama yang berupa ketentuan dan perundang-undangan, yang seibarat perjanjian, yang harus dipenuhi. Dengan kata lain, jika ummat Islam di Indonesia ingin tidak “dikuasai” oleh orang-orang yang memusuhinya, maka kita tidak boleh memberi kesempatan berkuasanya orang-orang secara langsung ataupun dengan peluang untuk membuat peraturan ataupun perundang-undangan yang merugikan. Artinya ummat Islam dalam PEMILU harus demi Allah menggunakan haknya, kesempatan, untuk hanya memilih yang terbaik. Jika “tak ada” yang baik, pilihlah yang paling sedikit berpeluang salah.

 

Allah akan memintai pertanggungjawaban atas yang kita lakukan! Semoga Allah “membuka mata” kita, menampakkan kepada kita jalan yang terbaikNya.

 

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

========================================

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Beramallah dengan mem-forward pelita hikmah ini. Untuk terus menerima ataupun membuka posting lainnya kirim e-mail ke: pelita-hikmah-subscribe@yahoogroups.com. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

H.R.M. Tauhid-al-Amien, dr., MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

0 Responses to “Perlunya mengingatkan menggunakan kekuatan.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: