Arsip untuk April, 2014

Corona Virus, MERS CoV

Asy-Syifa’                   Hidup Sehat       dr. HRM Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF, AIFO

Corona, mungkin menjadi oleh-oleh 

 

Nama corona cukup menarik atau menantang karena maknanya yang berarti mahkota, menantang karena virus dengan nama ini akhir-akhir ini cukup merisaukan karena di Arab Saudi pernah mematikan 49 orang dari 104 penderitanya; katakanlah peyakit ini juga “belum ada obatnya”.

Virus Corona MERS CoV yang akhir-akhir ini banyak dibahas hanya ”kebetulan” saja yaitu dengan adanya peluang besar penyebarannya karena mendekati musim hajji,  padahal penyakit oleh virus ini menyeruak di Arab Saudi, walaupun di Eropa maupun Tunisia juga ada. Virus macam ini yang sebelumnya sudah ada, yang terkenal adalah Human Coronnavirus 229E, OC43, SARS-CoV, NL63, HKU1.  Virus MERS CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus) mulai diyakini sebagai virus “baru” di akhir tahun 2012  yang lalu, dan masuk ke dalam peraturan kesehatan di Arab Saudi 4 Juni 2013; ternyata penderita merebak sejak 30 Agustus 2013, sehingga “dunia” terpaksa harus bersiap-siap.

Penyakit yang disebabkan oleh virus MERS CoV ini boleh dikata “sama” dengan flu biasa, tetapi jauh lebih ganas, yaitu berupa munculya demam tinggi (lebih dari 38oC) dengan batuk hebat, sebagai petunjuk adanya peradangan saluran pernafasan. Masa tunas virus penyakit biasanya tidak lebih dari 10 hari sejak tertulari. Paru-paru akan menunjukkan gejala pneumonia (batuk, sesak, demam) yang dapat merupakan akibat berkembangnya virus ini sendiri ataupun karena kuman yang “biasa” ada di dalam paru ikut-ikutan menyerang dengan hebat. Kadang-kadang serangan ini cukup parah sampai mengganggu kecukupan oksigen di dalam tubuh sehingga sampai merusak ginjal. Dahak dengan virus yang tertelan juga berpeluang untuk menimbulkan gangguan di saluran pencernaan, yang bisanya muncul sebagai berak-berak. Jika lebih parah lagi penderita dapat mengalami sepsis , yaitu infeksi tubuh secara menyeluruh karena virus ataupun kuman lain yang telah terbawa oleh aliran darah; jika sampai ke otak penderitanya akan kejang-kejang. Keadaan sakit yang parah itu dapat membawa ke kematian oleh gangguan umumnya ataupun akibat kegagalan fungsi-fungsi tubuhnya. 

Untuk memastikan adanya virus MERS CoV ini tidak mudah karena memerlukan mikroskop elektron, sedangkan pemeriksaan serologis (laboratorium darah untuk mengenali virus itu) belum ada. Oleh karena itu dugaan adanya penyakit oleh virus ini lebih didasarkan pada adanya sejumlah fakta demam yang mendadak tinggi, batuk parah, berada di atau baru pulang dari Timur Tengah dalam waktu 10 hari, dan tidak terbukti mengidap penyakit lain sebelumnya yang mengarah ke munculnya gejala-gejala parah seperti itu, apalagi jika ada tanda-tanda sepsis.

Sampai saat ini belum ditemukan  obat yang dapat membasmi virus MERS CoV ini, walaupun awal September 2013 ini dilaporkan adanya pasangan obat (ribavirin + interferon alpha-2b) yang dapat “menghambat” (stop replication) virus ini, walaupun obat ini juga bukan tanpa bahaya. Namun demikian itu bukan berarti penderita yang sakit lalu dibiarkan begitu saja; obat-obat tetap diberikan untuk mengatasi gejala yang ada (tambah cairan infus; demam, batuk, sesak) ataupun antibiotika untuk menekan kuman yang ikut-ikutan “nimbrung” dan memperparah keadaan.

 

Pemeo menyebutkan “Mencegah lebih baik dari mengobati”; ini juga berlaku terhadap penyakit oleh virus  MERS CoV ini. Virus ini belum dapat “dibiakkan” sehingga sifat-sifatnya belum banyak diketahui, termasuk bagian mananya yang dapat digunakan untuk mengenalinya oleh sistem kekebalan tubuh, sehingga upaya untuk menyiapkan vaksin pencegahnya juga belum berhasil, apalagi untuk mengenali obat apa yang dapat mematikannya.

Sama halnya dengan flu, penyebaran penyakit yang disebabkan oleh  virus MERS CoV ini tak nampak; pada dasarnya penularan terjadi akibat dari masuknya virus ke dalam tubuh seseorang. Ini terjadi misalnya lewat percikan liur ataupun ingus yang mengandung virus ini yang terhirup ketika penderita bersin-bersin ataupun batuk. Oleh karena itu “kontak” dengan pengidap penyakit ini perlu dihindari, ataupun perlu memperhatikan sarana-sarana untuk menghindari penularaan ini, misalnya dengan memakai masker. Tangan harus dicuci baik-baik setelah  memegang barang-barang (termasuk uang, pensil, HP) yang mungkin tercemar oleh virus MERS CoV dari penderitanya, agar tangan itu tidak menyampaikan virus itu ke jalur penularannya di tubuh kita , yaitu ke selaput lendir mata, hidung, ataupun mulut.  

Karena masa tunas penyakit oleh  virus  MERS CoV ini dapat sampai 10 hari, maka yang pulang dari berhaji harus bersedia “menyelamatkan” tamu mereka yang bersilaturakhim kepadanya dengan selalu memakai masker ketika menerima tamu, agar tidak memberi “oleh-oleh” yang berupa penyakit oleh  virus MERS CoV ini.

Semoga uraian di atas bermanfaat.

Ternak kelinci.

Ternak Kelinci. Secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa beternak kelinci sama dengan beternak kambing dalam ukuran kecil; keduanya adalah upaya untuk mmenghasilkan daging untuk meningkatkan konsumsi protein. Ukuran kelinci yang demikian kecil tidak memerlukan ruang yang besar; pakannya pun sedikit dan sederhana. Oleh karena itu cukup “mudah” juga untuk dijadikan “kerja sampingan”. Dengan ketekunan dan kesungguhan, insya Allah akan diperoleh “keuntungan” walaupun dengan modal kecil. Jika berminat silakan buka website (yang cukup tersedia), misalnya:
http://panduanusaha.com/kelinci-pedaging-sebagai-usaha-sampingan/
http://mohtarkhoiruddin.blogspot.com/2013/06/cara-budidaya-kelinci-pedaging-mudah.html
http://ternakviterna.blogspot.com/2013/02/panduan-cara-budidaya-ternak-kelinci-pedaging-nasa-naturalnusantara-viterna-pocnasa-hormonik-distributor-resmi.html

Hari tenang.

HARI TENANG.

Ketika ditanyakan bagaimana harus menolong orang yang berbuat zhalim (aniaya),  Rasulullah menjawab: “Pegang tangannya (agar tidak berbuat zhalim) (Shahih Bukhary 2264). Riwayat itu mengisyaratkan bahwa untuk berhasilnya “amar makruf nahi munkar” perlu kekuatan,kekuasaan.

Jangan biarkan yang memusuhi ummat Islam berkuasa menentukan peraturan-peraturan.

Fikirkan dengan tenang, siapa yang akan Anda pilih. Jika tak ada yang ideal, pilihlah saja yang terbaik dari yang ada. Semoga masih diridhai Allah.

 

Perlunya mengingatkan menggunakan kekuatan.

Perlunya mengingatkan menggunakan kekuatan.

 

 

Bismi ‘l-lahi ‘r-rahmani ‘r-rahiem.

 

 

Allah SwT sudah mengingatkan kita dengan firmanNya:

 

“WASPADAI, HINDARI, BENCANA SIKSA UMUM YANG AKAN MENIMPA BUKAN KHUSUS ATAS ORANG-ORANG KALIAN YANG BERBUAT ANIAYA SAJA. KETAHUILAH ALLAH ITU SANGAT KERAS SIKSANYA” (QS al-Anfal [8]:28)

 

Secara tersirat mudah kita fahami bahwa siksa, bencana, atau malapetaka yang diancamkan Allah itu adalah malapetaka yang  merupakan akibat dari tindakan orang-orang yang aniaya. Kenapa hal itu terjadi adalah akibat lanjut dari “kelemahan” atau tidak acuhnya orang-orang baik terhadap masyarakat di sekitarnya, masyarakat di kampung setempat, di wilayah yang lebih luas, ataupun bahkan di seluruh negara. Dalam hal ini lebih lanjut sebenarnya kita sudah sering mendengar peringatan para pemikir bahwa langkah menuju ke kebajikan yang tidak terorganisasi dengan baik akan terkalahkan oleh upaya ke kebatilan yang terorganisasi dengan baik.

 

Rasulullah Muhammad saw sudah menggingatkan pentingnya langkah-langkah pencegahan dengan mengingatkan pentingnya langkah “amar ma’ruf, nahi munkar”  dengan menyebutkan:

 

“Pilih, kalian melakukan amar ma’ruf <menyuruh berbuat baik> dan nahi ‘anil munkar <mencegah kemungkaran>, ataukah Allah akan menjadikan orang-orang yang memusuhimu menguasaimu; jika sudah demikian maka jikapun kemudian orang-orang baik kalian berdoa tidaklah akan dikabulkan lagi oleh Allah”.(Musnad Ahmad 22223)

 

“Siapa saja melihat kemungkaran di masyarakat kalian, haruslah mengatasinya dengan tangannya (kekuasaannya). Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya; ini adalah pertanda selemah-lemahnya iman.” (Shahih Muslim 70)

 

Pentingnya kekuatan ini terlihat juga dalam upaya penyelamatan, pemberian pertolongan. Dalam hal ini ada contoh dalam kasus penyelamatan orang yang teraniaya maupun si penganiaya.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim (aniaya) dan yang dizhalimi”. Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, jelas kami faham menolong orang yang dizhalimi, tetapi bagaimana kami harus menolong orang yang berbuat zhalim?”  Beliau bersabda: “Pegang tangannya (agar tidak berbuat zhalim) ” (Shahih Bukhary 2264).

Di sejumlah riwayat disebutkan dalam berbagai redaksinya, misalnya “Apabila ia berbuat zhalim/aniaya, maka cegahlah ia untuk tidak berbuat kezhaliman; itu berarti menolongnya (Shahih Muslim 4681), “Caranya, kau cegah supaya ia tidak berbuat aniaya”. (Musna Ahmad 12606), “Jika ia orang yang menzhalimi, maka hendaklah ia dicegah, karena tindakan itu adalah cara menolongnya.” (Sunan Darimi 2365), “Engkau mencegahnya atau menahannya dari kezhaliman; itulah cara menolongnya.” (Shahih Bukhary 6435).

Bagaimana halnya jika si pelaku aniaya iu kelompok atau orang kuat? Bagaimana pula jika pelaku itu pejabat? Di sinilah mudah kita fahami bahwa kita perlu kekuatan, kekuasaan, untuk menegakkan kebenaran dan mengatasi kejahatan.

 

Dalam kehidupan bermasyarakat bernegara di Indonesia, kita terikat pada kesepakatan bersama yang berupa ketentuan dan perundang-undangan, yang seibarat perjanjian, yang harus dipenuhi. Dengan kata lain, jika ummat Islam di Indonesia ingin tidak “dikuasai” oleh orang-orang yang memusuhinya, maka kita tidak boleh memberi kesempatan berkuasanya orang-orang secara langsung ataupun dengan peluang untuk membuat peraturan ataupun perundang-undangan yang merugikan. Artinya ummat Islam dalam PEMILU harus demi Allah menggunakan haknya, kesempatan, untuk hanya memilih yang terbaik. Jika “tak ada” yang baik, pilihlah yang paling sedikit berpeluang salah.

 

Allah akan memintai pertanggungjawaban atas yang kita lakukan! Semoga Allah “membuka mata” kita, menampakkan kepada kita jalan yang terbaikNya.

 

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

========================================

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Beramallah dengan mem-forward pelita hikmah ini. Untuk terus menerima ataupun membuka posting lainnya kirim e-mail ke: pelita-hikmah-subscribe@yahoogroups.com. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

H.R.M. Tauhid-al-Amien, dr., MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

Kompor spiritus

Kompor spiritus

Untuk berkemah ataupun persiapan ke Jambore Nasional HW di Makassar tahun 2015 nanti, ada baiknya mengenal kompor spiritus (alcohol stove) yang sederhana untuk keperluan “sendiri”. Dengan 15 ml spiritus saja kompor ini dalam waktu kurang dari 5 menit dapat mendidihkan air dua cangkir, cukup untuk memasak sebungkus mi instan. Kompor ini dibuat dari dua kaleng aluminium bekas minuman 330 ml (10 oz.), walaupun kompor spiritus yang buatan pabrik ada yang dijual dengan harga sekitar US$ 65,-

Cara membuat:

  1. Siapkan dua kaleng aluminium bekas, untuk dasar dan “sumbu”.
  2. Buat 1-4 lubang di tengah pantat kaleng sumbu; nantinya untuk mengisikan spiritus.
  3. Buat “garis potong“ melingkar pada kaleng sumbu setinggi 3 cm dari pantat; pada kaleng dasar setinggi 2,5 cm, dan “garis batas” setinggi 0,5 cm.
  4. Potong kaleng pada garis potong yang di buat itu dengan menggunaan “cutter”; tumpulkan pinggiran potongan dengan menggunakan kertas empelas ataupun batu.  Jika dikerjakan di rumah, ambil buku tebal sisipkan bilah kater di antara halaman buku setinggi 2,5 cm lalu putar kaleng sedemikian rupa sehingga ujung kater membuat garis potong di kaleng itu; putar terus dengan berhati-hati berulang kali maka kaleng dapat terpotong dengannya.  Lakukan hal yang sama untuk bakal bagian sumbu dengan memindah ketinggian letak bilah kater menjadi 3 cm.
  5. Lebarkan pinggir bagian sumbu dengan menekankannya sambil memutar-mutarnya ke pantat gelas besar sampai pinggir bagian bawah dapat didorong masuk.
  6. Satukan pasangan dasar dan sumbu itu dengan menekannya keduanya pelan-pelan sampai pinggir bagian sumbu mencapai garis batas (lihat tahap 3 di atas); untuk ini dapat dibantu menekannya dengan menggunakan papan atau buku tebal.
  7. Dengan menggunakan jarum kasur ataupun jarum tempel (pines) bertangkai buatlah sebanyak 32 lubang sumbu di tepi luar “pantat”. Untuk ini tandai dulu titik lubang di sudut 0, 180, 90, dan 270  derajat. Selanjutnya tandai titik tengah antara dua titik yang berdekatan (menjadi 8), kemudian ulang lagi untuk menjadi 16, dan ulang sekali lagi untuk menjadi 32.
  8. Kompor siap dipakai; isikan sekitar 15 ml spiritus. Untuk menghindarkan terjadinya ledakan maka lubang pengisian spiritus itu ditutup dengan koin sebelum kompor dinyalakan.  Untuk pemanasan (priming) kompor diletakkan pada alas gelas, tutup kaleng semir, kertas, kain, ataupun serat fiberglass yang nanti dituangi sedikit spiritus untuk disulut. Setelah cukup pemanasan maka dari lubang-lubang sumbu akan keluar uap spiritus yang membentuk nyala api karena terbakar.
  9. Dudukan tempat masak dapat dibuat dari kerangka kawat, seng, ataupun batu. Untuk efisiensi panas, upayakan pantat tempat masak sekitar 3,5 cm di atas kompor. Akan lebih baik lagi jika juga dibuatkan pelindung dari tiupan angin; pelindung ini dapat dibuat dari seng, kaleng besar, batu bata, papan ataupun karton tebal (awas jangan ikut terbakar!).
  10. Selamat mencoba.