Amal yang berkembang

130917

 Amal yang berkembang.

(Multiplying actions)

 

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 

Secara sederhana dapat kita gambarkan bahwa keikhlasan kita akan meningkatkan nilai amal kita, sehingga nilainya bukan hanya dua, sepuluh, tujuh ratus, tetapi menjadi tak terhingga, bahkan tak ada berhentinya karena tak terukur lagi. Oleh karena itulah seibarat berinvestasi kita dapat memilih jalur mana yang hendak kita ambil.

 Semisal kita punya uang seratus ribu rupiah yang siap untuk kita infaq-kan. Kalau uang itu kita serahkan langsung kepada seorang pengemis mungkin saja kita langsung mendapat nilai sepuluh. Jika uang itu kita serahkan kepada seorang mahasiswa kita dengan pesan agar diserahkan kepada pengemis yang semula hendak kita beri shadaqah, nilainya berpeluang naik oleh “bonus” karena kita dengan cara itu juga mengajari mahasiswa itu untuk berinfaq. Misalnya saja kemudiannya mahasiswa itu setelah lulus dan “berkedudukan” juga berinfaq dengan lima ratus ribu karena mencontoh kita, maka Allah SwT akan memberi kita bonus senilai lima ratus ribu, sama dengan pahala yang diterima mantan mahasiswa itu tanpa mengurangi sedikitpun pahala si mahasiswa itu. Jika mantan mahasiswa itu juga melakukan hal yang sama dengan yang telah kita “ajarkan” kepadanya kepada banyak orang, maka mantan mahasiswa itu akan mendapat “banyak” pahala dengan bonus seperti yang kita peroleh tadi itu … dan kita pun akan mendapat tambahan dan tambahan bonus yang tak dapat kita perhitungkan lagi banyaknya selama masih ada yang meneruskan “cara” itu sampai hari kiamat nanti. Begitulah gambaran sederhana pahala bagi orang kreatif ataupun perintis, yang “mudah” dilakukan oleh orang yang berilmu ataupun orang yang punya harta, yang menyadari adanya potensi yang diberikan Allah kepada dirinya.

 Lebih lanjut perlu kita ingat kembali apa yang sudah diingatkan oleh Allah kepada kita dalam firmanNya:

 DAN CARILAH DARI APA-APA YANG TELAH DIBERIKAN ALLAH KEPADAMU SANGU BUAT HIDUPMU DI KAMPUNG AKHIRAT, TANPA MELUPAKAN NASIBMU DI DUNIA” (QS al-Qashash [28]:77)

 

Dalam kaitan ini lebih lanjut perlu juga kita perhatian peringatan (warning) yang telah diberikan oleh Rasulullah saw agar kita tidak kehilangan peluang:

 Perhatikan untuk dapat memanfaatkan lima hal sebelum datangnya lima hal penggantinya:(1) hidupmu sebelum matimu, (2) sehatmu sebelum sakit, (3) waktu senggangmu sebelum sibuk,(4) masa mudamu sebelum tua, (5) kayamu sebelum miskin” (HSR Hakim, Baihaqi, Ahmad, Abu Nu’aim).

 “Apabila manusia (anak Adam) mati, maka terputuslah semua peluang pahala beramalnya kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyah (penyerahan harta untuk kemanfaatan umum), ilmu yang manfaatnya dapat diambil darinya, dan anak shalih yang mendoakannya” (HHR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, Nasa’i)

 Semoga kita dapat memanfaatkan peluang yang masih diberikan Allah kepada kita, yang dengannya kita berharap keadaan ummat Islam kian membaik dengan lebih cepat.

 

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

 

0 Responses to “Amal yang berkembang”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: