Proyek di BKM.

Pemikiran lanjut proyek di BKM.

Untuk “memulai” suatu usaha pada dasarnya orang dapat numpang nama (mengikuti produk yang sudah terkenal), memulai produk baru, ataupun melakukan inovasi.  Untuk yang pertama itu misalnya menjual bakso di area yang sudah terkenal ada atau banyak penjual bakso, dengan harapan ada juga yang membeli bakso padanya; untuk ini harus ada keunggulan dibandingkan dengan bakso yang sudah ada.  Untuk yang kedua misalnya mulai menjual soto di wilayah yang banyak pendjual bakso, dengan harapan bagi yang sudah jemu dengan bakso dapat beralih ke soto yang ditawarkannya. Untuk yang ke tiga misalnya menawarkan bakso kotak, bakso goreng, ataupun bakso ikan di kawasan penjual bakso. Semua itu memang bukan tanpa tantangan, termasuk tantangan dari mereka yang merasa tersaingi. Oleh karena itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan setiap langkah hendaklah selalu didasarkan pada fastabiqul khairat (for a better service), bukannya untuk mematikan usaha orang lain.

 

Dari gagasan “kasar” yang mungkin asal tulis oleh sebagian peserta kajian BKM dalam Perpala yang lalu ada yang dapat dilakukan secara perseorangan ataupun beberapa orang semisal yang akan jual bakso goreng,  tahu campur, es tape, kopi joss; bentuk ini peluang berkembangnya biasaanya lambat. Adapun yang  berbentuk pengolahan untuk produk, yang melibatkan banyak orang akan berpeluang untuk lebih cepat berkembang luas, semisal produksi emping garut, sambal pecel, kripik tempe, criping pisang, pertanian, dengan pola produsi maupun pemasaran yang tepat. Semua itu dapat dimulai dengan modal yang tidak terlalu besar ataupun patungan. Di sisi lain tampaknya ada yang memang pandangan jauh ke depan sehingga memikirkan untuk melakukan kegiatan yang biasanya bukan lagi skala kecil, semisal ternak sapi, ternak kambing etawa, yang memerlukan modal besar; walaupun dalam skala kecilnya dapat berupa “pemeliharaan” hewan ternak yang dapat dilakukan secara perseorangan. itu semua yang difikirkan oleh  para pandu Penghela; pandu  Penuntut pasti punya ide yang lebih luas lagi. 

 

Untuk pemasaran dalam bentuk sederhananya dapat dilakukan dalam bentuk langsung menggelar dagangan ataupun menjajakan produk dari satu tempat ke tempat lain. Untuk yang lebih maju dapat menggunakan selebaran, poster, ataupun spanduk. Yang lebih maju lagi dapat menggunakan jalur internet ataupun iklan komerisal, dengan ataupun tanpa memberikan contoh (sample). Jalur persyarikatan juga dapat digunakan, semisal kordinasi lewat koperasi di persyarikatan ataupun jalur antar Kwarda.

 

Pada prinsipnya mereka yang punya kesamaan minat (5-40 orang) dapat dikordinasikan oleh KwarCab, KwarDa, ataupun KwarWil untuk dapat belajar atau berlatih bersama dengan ataupun tanpa meggunakan nara sumber maupun sarana dari luar. Bahan pelajaran untuk pelatihan dapat diperoleh dari koran, majalah, ataupun buku terkait yang dapat dijumpai di perpustakaan, instansi tekait, ataupun jaringan internet.

 

0 Responses to “Proyek di BKM.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: