Penghapus pahala amal

130829    Menghindari penghapus nilai amal.

 Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 Allah swt telah banyak memberi peluang kepada kita untuk memperoleh banyak pahala. Misalnya saja setiap keinginan untuk berbuat baik sudah diberi nilai pahala satu, itu baru berniat; jika niat itu jadi dilaksanakan maka pahala itu paling tidak diberi dua; bahkan dapat lebih, tergantung pada kesungguhan upaya maupun keikhlasannya. Secara sederhana Allah menggambarkan pahalanya itu dengan angka 700 kali lipat, walaupun kadang-kadang dinyatakan sekedar “lebih baik dari nilai amalnya”, ataupun “yang tak ada putus-putusnya.” Rasulullah Muhammad saw pernah menggambarkan pahala “sebesar gunung Uhud” sebagai balasan dari sedekah sebiji kurma. Untuk pahala puasa Allah secara khusus menyebutkan “Aku sendiri yang membalasnya (dengan yang tak berbatas)”, walaupun yang disebutkan oleh Rasulullah saw pahala amalan dalam masa ini paling tidak sepuluh kali lipat dibandingkan di hari lain.

 Namun demikian ada hal yang harus kita perhatikan, yaitu adanya peluang amal “shalih” yang berdosa, yang tak berpahala, yang nilainya berkurang, yang jadi batal, atau terhapus pahalanya. Kita dapat memperhatikan apa yang diberitahukan oleh Rasulullah bahwa yang termasuk kelompok orang-orang yang pertama diadili dan diputuskan untuk harus masuk neraka adalah mereka yang terkenal sebagai pejuang (syuhada’). Ketika orang yang begini ini ditanya apa yang telah dilakukan, dia menjawab:”Berjuang di jalan Allah”; namun Allah menimpali “Bohong kamu. Kamu ‘berjuang’ untuk dikenal orang sebagai pejuang, bukannya untuk Allah! Dan kamu telah mendapatkannya; kini masuklah kamu ke neraka”. Orang ini dilemparkan ke neraka. Begitu pulalah kemudian dihadapkanlah mereka yang terkenal sebagai dermawan, dan qari’ (pembaca qur’an); mereka ditanyai tentang amalan mereka. Semua mereka itu berdosa karena beramal bukan demi Allah, tetapi demi “memperoleh nama”.

 Secara umum dapat dikatakan bahwa yang termasuk dapat membatalkan atau menghapuskan nilai pahala adalah kekafiran (dalam segala bentuknya dai segi hati, perkataan, maupun tindakan; termasuk yang kalau berkarya hanya berorientasi dunia) ataupun kemurtadan (keluar dari keislaman). Namun Allah bukanlah pendendam, tetapi pemaaf, sehingga ancaman hukuman-hukuman penghapusan nilai amal itu hanya dilaksanakan jika yang bersangkutan tidak berbenah diri (bertaubat) sampai matinya; sejarah awal-awal masa perkembangan Islam menunjukkan bahwa pertaubatan akan meniadakan hukuman yang diancamkan Allah itu, semisal yang terkenal dalam sejarah perilaku kehidupan Khalifah Umar ibnu Khaththab r.a.

 Marilah kita selalu berusaha untuk menjaga hati, ucapan, maupun tindakan dari yang mengarah ketidak-ikhlasan, kemusyrikan, kekafiran, ataupun bahkan kemurtadan. Semoga upaya itu dapat meningkatkan mutu amal kita, menghindarkan dari kesia-siaan amal.

 Semoga amal ibadah kita diterima Allah.

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

                                    e-mail: tauhidhw@gmail.com

                                    URL   : tauhid.wordpress.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

0 Responses to “Penghapus pahala amal”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: