PosKes-Masjid untuk Hidup Sehat.

PROGRAM PENGEMBANGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

BERBASIS MASJID DAN RUMAH TANGGA

MELALUI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

 

 

 

PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu aspek dalam konsep pembinaan masyarakat sehat; melalui pengembangan PHBS berpusat di lingkungan masjid maupun di lingkungan Rumah Tangga jamaah masyarakat akan mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri dalam mewujudkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Kesadaran masyarakat dan berbagai institusi terkait untuk melaksanakan PHBS masih perlu dioptimalkan.

Implementasi PHBS di rumah tangga dilihat pada penerapan 10 indikator PHBS umum di rumah rangga, yaitu:

1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan,

2) Memberi bayi ASI Eksklusif,

3) Menimbang Balita Setiap Bulan,

4) Menggunakan Air Bersih,

5) Mencuci Tangan dengan sabun,

6) Menggunakan Jamban Sehat,

7) Memberantas Jentik nyamuk,

8) Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari,

9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari,

10)Tidak Merokok di dalam rumah.

Implementasi PHBS di rumah ibadah (masjid) yang terkait dengan penerapan 10 indikator PHBS di rumah ibadah, terutama:

1) Mencuci Tangan dengan sabun,

2) Menggunakan jamban sehat,

3) Membuang sampah di tempat sampah,

4) Tidak merokok,

5) Tidak mengkonsumsi NAPZA,

6) Tidak meludah di sembarang tempat,

7) Memberantas jentik nyamuk.

Fakta.

Data kelompok yang mempraktikkan perilaku PHBS di tahun 2009, baru 64,41% sarana yg telah terbina kesehatannya dengan keragaman pencapaian yang meliputi:

institusi pendidikan (67,52%),

tempat kerja (59,15%),

tempat ibadah (58,84%),

fasilitas kesehatan (77,09%)

sarana lainnya (62,26%).

Upaya.

Sangat diperlukan kemitraan strategis dari berbagai pihak untuk meningkatkan prosentasi ber PHBS di lingkungan rumah ibadah sebagai tempat umum.  Masjid menjadi salah satu komponen dan lembaga sosial kemasyarakatan strategis yang ada di masyarakat, merupakan organisasi berbasis agama (Faith Base Organization-FBO) . Masjid bagi masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan sangat sentral, menjadi tumpuan harapan, tempat berkumpulnya masyarakat. Masjid dalam masyarakat sudah menjadi community centre, pusat kegiatan masyarakat, mulai dari merayakan hari-hari besar Islam, pernikahan, tempat ibadah, menshalatkan jenazah, pesta menyambut bulan suci ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dll. Dalam perkembangannya Masjid menjadi semakin strategis dan berperan penting dalam melakukan berbagai kegiatan di segala bidang; pendidikan, ekonomi, budaya dan kesehatan. Banyak masjid yang memiliki sekolah, poliklinik, mengadakan pelatihan dan konsultasi masalah syariah agama, hukum, ekonomi, dll. Di bidang kesehatan, masjid dapat menjadi pusat informasi berbagai info tentang kesehatan beragam penyakit, cara pencegahan, maupun cara penanggulangannya.

Masjid sebagai community centre dapat efektif jika melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan, karena  masjid memiliki elemen penting , yaitu :

1)      Adanya Imam/khotib, yaitu pihak yang “ditokohkan” dan menjadi panutan bagi

masyarakat luas

2)      Pengurus mesjid: pengurus yayasan, pengelola/pengurus harian beserta staff, muadzin, marbot, dll, yang melakukan fungsi manajemen atau pengelolaa mesjid

3)      Jamaah tetap, yaitu anggota masyarakat yang tinggal disekitar mesjid, yang merupakan komunitas mesjid

4)      Jamaah tidak tetap dan masyarakat luas, yang sewaktu-waktu datang ke mesjid untuk malaksanakan ibadah maupun kegiatan lain.

Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang melakukan pembinaan dan pendampingan pada masjid-masjid di seluruh wilayah Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI merintis program PENGEMBANGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS ) BERBASIS MASJID DAN RUMAH TANGGA MELALUI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT.

Untuk mensukseskan program itu pengurus DMI serta pengurus/takmir masjid perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang hal ini.  Ini dapat dilakukan dengan banyak membaca dan bertanya kepada ahlinya lewat forum-forum yang dapat diadakan. Lebih lanjut kegiatan ini dapat dikembangkan dengan pembentukan kader-kader yang terutama bersumber dari jamaah masjid itu sendiri dengan juga membentuk rumah tangga binaan untuk menjadi contoh. Mereka ini dapat disatukan dalam forum Pos Kesehatan Masjid, sejalan dengan PosKesDes, Posyandu Balita, Posyandu Lansia, PosKesTren, Pos UKK, Posbindu PTM.

Takmir maupun kader selanjutnya dapat secara aktif melakukan pembahasan-pembahasan permasalahan yang ada untuk mencari penyelesaiannya dengan memanfaatkan nara sumber yang ada. Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan khuthbah, tabligh, maupun dakwah secara umum.

  PENUTUP

Semoga tulisan di atas dapat menjadi panduan awal dalam melaksanakan kegiatan pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) berbasis masjid dan rumah tangga melalui promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat . Lebih rincinya mereka yang ingin ikut berperan dapat bertanya ke pimpinan Puskesmas ataupun Dinkes setempat.            

0 Responses to “PosKes-Masjid untuk Hidup Sehat.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: