Arsip untuk Juli, 2013

PosKes-Masjid untuk Hidup Sehat.

PROGRAM PENGEMBANGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

BERBASIS MASJID DAN RUMAH TANGGA

MELALUI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

 

 

 

PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu aspek dalam konsep pembinaan masyarakat sehat; melalui pengembangan PHBS berpusat di lingkungan masjid maupun di lingkungan Rumah Tangga jamaah masyarakat akan mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri dalam mewujudkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Kesadaran masyarakat dan berbagai institusi terkait untuk melaksanakan PHBS masih perlu dioptimalkan.

Implementasi PHBS di rumah tangga dilihat pada penerapan 10 indikator PHBS umum di rumah rangga, yaitu:

1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan,

2) Memberi bayi ASI Eksklusif,

3) Menimbang Balita Setiap Bulan,

4) Menggunakan Air Bersih,

5) Mencuci Tangan dengan sabun,

6) Menggunakan Jamban Sehat,

7) Memberantas Jentik nyamuk,

8) Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari,

9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari,

10)Tidak Merokok di dalam rumah.

Implementasi PHBS di rumah ibadah (masjid) yang terkait dengan penerapan 10 indikator PHBS di rumah ibadah, terutama:

1) Mencuci Tangan dengan sabun,

2) Menggunakan jamban sehat,

3) Membuang sampah di tempat sampah,

4) Tidak merokok,

5) Tidak mengkonsumsi NAPZA,

6) Tidak meludah di sembarang tempat,

7) Memberantas jentik nyamuk.

Fakta.

Data kelompok yang mempraktikkan perilaku PHBS di tahun 2009, baru 64,41% sarana yg telah terbina kesehatannya dengan keragaman pencapaian yang meliputi:

institusi pendidikan (67,52%),

tempat kerja (59,15%),

tempat ibadah (58,84%),

fasilitas kesehatan (77,09%)

sarana lainnya (62,26%).

Upaya.

Sangat diperlukan kemitraan strategis dari berbagai pihak untuk meningkatkan prosentasi ber PHBS di lingkungan rumah ibadah sebagai tempat umum.  Masjid menjadi salah satu komponen dan lembaga sosial kemasyarakatan strategis yang ada di masyarakat, merupakan organisasi berbasis agama (Faith Base Organization-FBO) . Masjid bagi masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan sangat sentral, menjadi tumpuan harapan, tempat berkumpulnya masyarakat. Masjid dalam masyarakat sudah menjadi community centre, pusat kegiatan masyarakat, mulai dari merayakan hari-hari besar Islam, pernikahan, tempat ibadah, menshalatkan jenazah, pesta menyambut bulan suci ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dll. Dalam perkembangannya Masjid menjadi semakin strategis dan berperan penting dalam melakukan berbagai kegiatan di segala bidang; pendidikan, ekonomi, budaya dan kesehatan. Banyak masjid yang memiliki sekolah, poliklinik, mengadakan pelatihan dan konsultasi masalah syariah agama, hukum, ekonomi, dll. Di bidang kesehatan, masjid dapat menjadi pusat informasi berbagai info tentang kesehatan beragam penyakit, cara pencegahan, maupun cara penanggulangannya.

Masjid sebagai community centre dapat efektif jika melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan, karena  masjid memiliki elemen penting , yaitu :

1)      Adanya Imam/khotib, yaitu pihak yang “ditokohkan” dan menjadi panutan bagi

masyarakat luas

2)      Pengurus mesjid: pengurus yayasan, pengelola/pengurus harian beserta staff, muadzin, marbot, dll, yang melakukan fungsi manajemen atau pengelolaa mesjid

3)      Jamaah tetap, yaitu anggota masyarakat yang tinggal disekitar mesjid, yang merupakan komunitas mesjid

4)      Jamaah tidak tetap dan masyarakat luas, yang sewaktu-waktu datang ke mesjid untuk malaksanakan ibadah maupun kegiatan lain.

Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang melakukan pembinaan dan pendampingan pada masjid-masjid di seluruh wilayah Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI merintis program PENGEMBANGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS ) BERBASIS MASJID DAN RUMAH TANGGA MELALUI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT.

Untuk mensukseskan program itu pengurus DMI serta pengurus/takmir masjid perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang hal ini.  Ini dapat dilakukan dengan banyak membaca dan bertanya kepada ahlinya lewat forum-forum yang dapat diadakan. Lebih lanjut kegiatan ini dapat dikembangkan dengan pembentukan kader-kader yang terutama bersumber dari jamaah masjid itu sendiri dengan juga membentuk rumah tangga binaan untuk menjadi contoh. Mereka ini dapat disatukan dalam forum Pos Kesehatan Masjid, sejalan dengan PosKesDes, Posyandu Balita, Posyandu Lansia, PosKesTren, Pos UKK, Posbindu PTM.

Takmir maupun kader selanjutnya dapat secara aktif melakukan pembahasan-pembahasan permasalahan yang ada untuk mencari penyelesaiannya dengan memanfaatkan nara sumber yang ada. Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan khuthbah, tabligh, maupun dakwah secara umum.

  PENUTUP

Semoga tulisan di atas dapat menjadi panduan awal dalam melaksanakan kegiatan pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) berbasis masjid dan rumah tangga melalui promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat . Lebih rincinya mereka yang ingin ikut berperan dapat bertanya ke pimpinan Puskesmas ataupun Dinkes setempat.            

TOR-PHBS-DMI

Term of Reference

WORKSHOP

PROGRAM PENGEMBANGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS )

BERBASIS MASJID DAN RUMAH TANGGA

MELALUI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

 

 

  1. I.              Pendahuluan

PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu aspek dalam konsep pengembangan Desa/keluarahan siaga aktif, melalui pengembangan PHBS baik di lingkugan masjid maupun di lingkungan Rumah Tangga akan membantu masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri.

Implementasi PHBS di berbagai bidang ; Rumah Tangga, Tempat Umum (termasuk rumah Ibadah), tempat kerja belum berjalan optimal. Kesadaram masyarakat dan institusi untuk melaksanakan PHBS masih belum optimal.

Implementasi PHBS di rumah tangga dilihat pada penerapan 10 indikator PHBS di ruha Tangga, yaitu ; 1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, 2) Memberi bayi ASI Eksklusif, 3) Menimbang Balita Setiap Bulan, 4) Menggunakan Air Bersih, 5) Mencuci Tangan dengan sabun, 6) Menggunakan Jamban Sehat, 7) Memberantas Jentik nyamuk, 8) Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari, 9) Melakukan aktivitas Fisik setiap hari, 10)Tidak Merokok di dalam rumah. Sedangkan Implementasi PHBS di rumah ibadah (amsjid) dilihat pada penerapan 10 indikator PHBS di rumah ibadah, yaitu ; 1) Mencuci Tangan dengan sabun, 2) Menggunakan jamban sehat, 3) Membuang sampah di tempat sampah, 4) Tidak merokok, 5) Tidak mengkonsumsi NAPZA, 6) Tidak meludah di sembarang tempat, 7) Memberantas jentik nyamuk.

Tahun 2007, baru 38,7% rumah tangga yang mempraktikkan perilaku PHBS. Target di Renstra kemkes RI 2010-2014, 70% Rumah Tangga ber PHBS. Perilaku RumahTangga sangat dipengaruhi oleh proses yang terjadi di tatanan sosial lain; institusi pendidikan, tempat kerja, tempat umum dan tatanan fasilitas kesehatan. Tahun 2009, baru 64,41% sarana yg telah dibina kesehatannya meliputi; instiusi pendidikan (67,52%), tempat kerja (59,15%), tempat ibadah (58,84%), fasilitas kesehatan (77,09%) dan sarana lainnya (62,26%).

Untuk itu sangat diperlukan kemitraan strategis dari berbagai pihak untuk meningkatkan prosentasi ber PHBS baik di lingkunag rumha tangga, tempat kerja dan tempat umum (rumah ibadah).

Masjid menjadi salah satu komponen dan lembaga sosial kemasyarakatan strategis yang ada di masyarakat, merupakan organisasi berbasis agama (Faith Base Organization-FBO) dan termasuk dalam kategori civil soceity. Masjid bagi masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan sangat sentral, menjadi tumpuan, tempat berkumpulnya masyarakat. Masjid dalam masyarakat sudah menjadi community centre, pusat kegiatan masyarakat, mulai dari merayakan hari-hari besar Islam, pernikahan, tempat ibadah, menshalatkan jenazah, pesta menyambut bulan suci ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dll. Dalam perkembangannya Masjid menjadi semakin strategis dan berperan penting dalam melakukan berbagai kegiatan di segala bidang; pendidikan, ekonomi, budaya dan kesehatan. Banyak masjid yang memiliki sekolah, poliklinik, mengadakan pelatihan dan konsultasi masalah syariah agama, hukum, ekonomi, dll. Di bidang kesehatan, Masjid menjadi pusat informasi berbagai info tentang kesehatan beragam penyakit dan cara penanggulangan.

Masjid sebagai community centre akan sangat efektif jika melaksanakan program pemberdayaan masyarakat diberbagai bidang, termasuk bidang kesehatan, karena  Masjid memiliki elemen penting , yaitu :

1)      Adanya Imam/khotib, yaitu pihak yang “ditokohkan” dan menjadi panutan bagi

      masyarakat luas

2)      Pengurus mesjid; pengurus yayasan, pengelola/pengurus harian beserta staff, muadzin, marbot, dll, yang melakukan fungsi manajemen atau pengelolaa mesjid

3)      Jamaah tetap, yaitu anggota masyarakat yang bermukim (tinggal) disekitar meshid dan masuk ke dalam komunitas mesjid

4)      Jamaah tidak tetap dan masyarakat luas, yang sewaktu-waktu datang ke mesjid untuk malaksanakan ibadah.

 

Melihat potensi yang begitu besar dan strategis yang ada di Masjid, maka Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang melakukan pembinaan dan pendampingan pada Masjid-Mesjid di seluruh wilayah Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI merancang sebuah program yaitu; PENGEMBANGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS ) BERBASIS MASJID DAN RUMAH TANGGA MELALUI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. PHBS (Pola Hidup Brsh dan Sehat) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.

Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman serta memunculkan komitmen pengurus DMI wilayah dan saerah serta pengurus/takmir masjid tentang pelaksanaan PHBS berbasis masjid dan Rumah Tangga, akan dilaksanakan Workshop Sosialisasi dan Advokasi Program Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Berbasis Masjid dan Rumah Tangga melalui Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Rumah Tangga di 3 ibu kota propinsi, yaitu Jawa Timur (surabaya0, Banten (Serang) dan Sulawesi Tenggara (Kendari).

 

  1. II.             Tujuan  Kegiatan

 Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga bertujuan;

1) Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemangku kepentingan khususnya di kalangan pengurus DMI Propinsi dan DMI kabupaten/kota, pengurus/takmir Masjid tentang perlunya program ini dilaksanakan,

2) Memunculkan komitmen para pemangku kepentingan khususnya di kalangan pengurus DMI Propinsi dan kabupaten/kota dan pengurus/takmir masjid tentang perlunya program ini dilaksanakan,

3)    Menyusun Rencana Tindak lanjut Program (kegiatan dan jadwal

      kegiatan) serta laporan kegiatan

 

  1. III.           Output kegiatan

1     Terlaksananya Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga yang diikui oleh 30 peserta yang berasal dari unsur DMI/BPTKI wilayah dan daerah dan takmir/pengurus masjid

2     Adanya peningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemangku kepentingan khususnya di kalangan pengurus DMI/BPTKI Propinsi dan DMI kabupaten/kota, pengurus/takmir Masjid tentang perlunya program ini dilaksanakan,

3     Adanya komitmen para pemangku kepentingan khususnya di kalangan pengurus DMI/BPTKI Propinsi dan kabupaten/kota dan pengurus/takmir masjid tentang perlunya program ini dilaksanakan,

4      Adanya Rencana Tindak lanjut Program (kegiatan dan jadwal kegiatan) serta laporan kegiatan

 

  1. IV.               Peserta

 

Peserta Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga berjumlah 30 orang, dengan rincian ;

  1. PW DMI/BPTKI 2 orang
  2. PD DMI/BPTKI 4 orang dari 2 kabupaten (1 kabupaten 2 orang PD DMI/BTKI)
  3. Pengurus/takmir masjid 20 orang berasal dari 2 kabupaten ( 1 kabupaten 10 orang berasal dari 5 masjid, 1 masjid 2 orang, 1 laki-laki, 1 perempuan/majelis taklim)
  4. Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten 2 orang dari 2 kabupaten (1 kabupaten 1 oragng Dinkes)

 

  1. V.            Penyelenggara

Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah DMI/BPTKI.

 

 

  1. VI.          Metodologi

6.1.        Pendekatan

     Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan Workshop yaitu pendekatan partisipatif yang menempatkan peserta sebagai narasumber utama. Beragam teknik yang digunakan untuk menggali pengetahuan dan keterampikan peserta selama pelaksanaa Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga, yaitu antar lain dengan brain storming, diskusi dan analisis kasus. Untuk menambah pemahaman peserta workshop diundang narasumber yang memiliki kapasitas keilmuwan dan pengalaman terkait dengan topik pembahasan sehingga diperoleh informasi tentang Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masjid dan Rumah Tangga dalam perspektif dakwah Islam secara lebih komprehensive.

 

6.2.        Materi

Materi yang disampaikan dalam workshop, yaitu;

 

  1. 1.    Peran Strategis Masjid dalam peningkatan prosentasi pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masjid dan Rumah Tangga  oleh PP DMI
  2. 2.    Kebijakan Pusat Promosi Kesehatan (Promkes) Kemenkes RI dalam Peningkatan Prosentasi Pelaksanaan PHBS 0l3h Pusat Promkes Kemenkes RI.

 

6.3.        Narasumber

Narasumber dalam kegiatan workshop, yaitu;

  1. PP Dewan Mesjid Indonesia)
  2. Pusat Promosi Kesehatan (Promkes kemkes RI)

 

6.4.    Fasilitator

Fasilitator workshop berjumlah 3 orang dari unusr PP DMI.

 

  1. VII.        Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

 

Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga dilaksanakan selama 1 hari efektif di 3 ibu kota propinsi dengan jadwal sebagai berikut;

–          Banten (Serang) : 17 s.d 18 Juli 2013

–          Jawa Timur (Surabaya) 20 s.d 21 Juli 2013

–          Sulawesi Tenggara (Kendari) 26 s.d 27 Juli 2013

 

  1. VIII.            Jadwal Acara

Hari/Tgl/Jam

Kegiatan

Fasilitator

Ket

 

Hari I

 

12.00-13.00

 

13.30– 14.00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14.00 – 16.30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16.30 – 17.30

 

 

 

 

17.30 –  19.30

 

19,30  – 21.00

 

21. 00 – 03.00

 

 

 

 

 

Hari 2

 

03.00 – 04.00

 

04.30 – 05.30

 

 

 

05.30 – 07.30

 

07.30 – 09.30

 

09.30 – 10.30

 

10.30 – 11.30

                          

 

11.30 –  12.00

 

12.00

 

 

 

Registrasi peserta

 

Pembukaan

  1. Pembacaan Qalam Ilahi dan Saritilawah
  2. Laporan Panitia
  3. Sambutan-Sambutan

–           Sambutan Ketua PW DMI  

–            Sambutan dan Pengarahan Sekaligus Membuka Acara oleh PP DMI

 

 

 

 

 

  1. Pembacaan doa

 

Diskusi Panel

  1. Peran Strategis Masjid dalam Meningkatkan prosentasi pelaksanaan PHBS berbasi masjid dan rumah tanna
  2. Kebijakan Pomkes kemkes RI dalam meningkatkan prosentase pelaksanaan PHBS

 

Program Pengembangan PHBS Berbasis melalui

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

 

ISHOMA (Buka Bersama)

 

     Diskusi Kelompok

 

Istirahat

 

 

 

 

 

 

 

Sahur Bersama

 

Sholat Subuh Berjamaah dan Kultum

 

 

Persiapan Diri

 

Lanjutan Diskusi Kelompok

 

Presentasi Kelompok

 

Kesepakatan dan Rencana Tindak Lanjut (RTL)

 

Penutupan

 

Check out

 

 

Panitia

 

 

 

Panitia

 

Panitia

–  Sekjend PP DMI (H.Imam Addaraqutni, MA)

–  – Ketua Bidang Kesehatan, Lingkungan Hidup dan Kepemudaan PP DMI ( DR. Dr. Fachmi Idris)

 

PW DMI

 

 

PP DMI

 

 

 

 

Promkes Pusat

 

 

 

Panitia

 

Fasilitator

 

 

 

 

Panitia

 

Fasilitator

 

Panitia

 

 

 

 

 

 

 

Panitia

 

Panitia

 

 

 

Panitia

 

Fasilitator

 

Fasilitator

 

Fasilitator

 

 

Panitia

 

Panitia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alternatif

 

  1. IX.   PENUTUP

Demikian TOR ini  disusun sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga melalui Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat .                         

TOR Workshop PHBS DMI Jatim

Term of Reference

WORKSHOP

PROGRAM PENGEMBANGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS )

BERBASIS MASJID DAN RUMAH TANGGA

MELALUI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

 

 

  1. I.              Pendahuluan

PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu aspek dalam konsep pengembangan Desa/keluarahan siaga aktif, melalui pengembangan PHBS baik di lingkugan masjid maupun di lingkungan Rumah Tangga akan membantu masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri.

Implementasi PHBS di berbagai bidang ; Rumah Tangga, Tempat Umum (termasuk rumah Ibadah), tempat kerja belum berjalan optimal. Kesadaram masyarakat dan institusi untuk melaksanakan PHBS masih belum optimal.

Implementasi PHBS di rumah tangga dilihat pada penerapan 10 indikator PHBS di ruha Tangga, yaitu ; 1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, 2) Memberi bayi ASI Eksklusif, 3) Menimbang Balita Setiap Bulan, 4) Menggunakan Air Bersih, 5) Mencuci Tangan dengan sabun, 6) Menggunakan Jamban Sehat, 7) Memberantas Jentik nyamuk, 8) Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari, 9) Melakukan aktivitas Fisik setiap hari, 10)Tidak Merokok di dalam rumah. Sedangkan Implementasi PHBS di rumah ibadah (amsjid) dilihat pada penerapan 10 indikator PHBS di rumah ibadah, yaitu ; 1) Mencuci Tangan dengan sabun, 2) Menggunakan jamban sehat, 3) Membuang sampah di tempat sampah, 4) Tidak merokok, 5) Tidak mengkonsumsi NAPZA, 6) Tidak meludah di sembarang tempat, 7) Memberantas jentik nyamuk.

Tahun 2007, baru 38,7% rumah tangga yang mempraktikkan perilaku PHBS. Target di Renstra kemkes RI 2010-2014, 70% Rumah Tangga ber PHBS. Perilaku RumahTangga sangat dipengaruhi oleh proses yang terjadi di tatanan sosial lain; institusi pendidikan, tempat kerja, tempat umum dan tatanan fasilitas kesehatan. Tahun 2009, baru 64,41% sarana yg telah dibina kesehatannya meliputi; instiusi pendidikan (67,52%), tempat kerja (59,15%), tempat ibadah (58,84%), fasilitas kesehatan (77,09%) dan sarana lainnya (62,26%).

Untuk itu sangat diperlukan kemitraan strategis dari berbagai pihak untuk meningkatkan prosentasi ber PHBS baik di lingkunag rumha tangga, tempat kerja dan tempat umum (rumah ibadah).

Masjid menjadi salah satu komponen dan lembaga sosial kemasyarakatan strategis yang ada di masyarakat, merupakan organisasi berbasis agama (Faith Base Organization-FBO) dan termasuk dalam kategori civil soceity. Masjid bagi masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan sangat sentral, menjadi tumpuan, tempat berkumpulnya masyarakat. Masjid dalam masyarakat sudah menjadi community centre, pusat kegiatan masyarakat, mulai dari merayakan hari-hari besar Islam, pernikahan, tempat ibadah, menshalatkan jenazah, pesta menyambut bulan suci ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dll. Dalam perkembangannya Masjid menjadi semakin strategis dan berperan penting dalam melakukan berbagai kegiatan di segala bidang; pendidikan, ekonomi, budaya dan kesehatan. Banyak masjid yang memiliki sekolah, poliklinik, mengadakan pelatihan dan konsultasi masalah syariah agama, hukum, ekonomi, dll. Di bidang kesehatan, Masjid menjadi pusat informasi berbagai info tentang kesehatan beragam penyakit dan cara penanggulangan.

Masjid sebagai community centre akan sangat efektif jika melaksanakan program pemberdayaan masyarakat diberbagai bidang, termasuk bidang kesehatan, karena  Masjid memiliki elemen penting , yaitu :

1)      Adanya Imam/khotib, yaitu pihak yang “ditokohkan” dan menjadi panutan bagi

      masyarakat luas

2)      Pengurus mesjid; pengurus yayasan, pengelola/pengurus harian beserta staff, muadzin, marbot, dll, yang melakukan fungsi manajemen atau pengelolaa mesjid

3)      Jamaah tetap, yaitu anggota masyarakat yang bermukim (tinggal) disekitar meshid dan masuk ke dalam komunitas mesjid

4)      Jamaah tidak tetap dan masyarakat luas, yang sewaktu-waktu datang ke mesjid untuk malaksanakan ibadah.

 

Melihat potensi yang begitu besar dan strategis yang ada di Masjid, maka Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang melakukan pembinaan dan pendampingan pada Masjid-Mesjid di seluruh wilayah Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI merancang sebuah program yaitu; PENGEMBANGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS ) BERBASIS MASJID DAN RUMAH TANGGA MELALUI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. PHBS (Pola Hidup Brsh dan Sehat) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.

Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman serta memunculkan komitmen pengurus DMI wilayah dan saerah serta pengurus/takmir masjid tentang pelaksanaan PHBS berbasis masjid dan Rumah Tangga, akan dilaksanakan Workshop Sosialisasi dan Advokasi Program Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Berbasis Masjid dan Rumah Tangga melalui Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Rumah Tangga di 3 ibu kota propinsi, yaitu Jawa Timur (surabaya0, Banten (Serang) dan Sulawesi Tenggara (Kendari).

 

  1. II.             Tujuan  Kegiatan

 Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga bertujuan;

1) Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemangku kepentingan khususnya di kalangan pengurus DMI Propinsi dan DMI kabupaten/kota, pengurus/takmir Masjid tentang perlunya program ini dilaksanakan,

2) Memunculkan komitmen para pemangku kepentingan khususnya di kalangan pengurus DMI Propinsi dan kabupaten/kota dan pengurus/takmir masjid tentang perlunya program ini dilaksanakan,

3)    Menyusun Rencana Tindak lanjut Program (kegiatan dan jadwal

      kegiatan) serta laporan kegiatan

 

  1. III.           Output kegiatan

1     Terlaksananya Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga yang diikui oleh 30 peserta yang berasal dari unsur DMI/BPTKI wilayah dan daerah dan takmir/pengurus masjid

2     Adanya peningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemangku kepentingan khususnya di kalangan pengurus DMI/BPTKI Propinsi dan DMI kabupaten/kota, pengurus/takmir Masjid tentang perlunya program ini dilaksanakan,

3     Adanya komitmen para pemangku kepentingan khususnya di kalangan pengurus DMI/BPTKI Propinsi dan kabupaten/kota dan pengurus/takmir masjid tentang perlunya program ini dilaksanakan,

4      Adanya Rencana Tindak lanjut Program (kegiatan dan jadwal kegiatan) serta laporan kegiatan

 

  1. IV.               Peserta

 

Peserta Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga berjumlah 30 orang, dengan rincian ;

  1. PW DMI/BPTKI 2 orang
  2. PD DMI/BPTKI 4 orang dari 2 kabupaten (1 kabupaten 2 orang PD DMI/BTKI)
  3. Pengurus/takmir masjid 20 orang berasal dari 2 kabupaten ( 1 kabupaten 10 orang berasal dari 5 masjid, 1 masjid 2 orang, 1 laki-laki, 1 perempuan/majelis taklim)
  4. Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten 2 orang dari 2 kabupaten (1 kabupaten 1 oragng Dinkes)

 

  1. V.            Penyelenggara

Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah DMI/BPTKI.

 

 

  1. VI.          Metodologi

6.1.        Pendekatan

     Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan Workshop yaitu pendekatan partisipatif yang menempatkan peserta sebagai narasumber utama. Beragam teknik yang digunakan untuk menggali pengetahuan dan keterampikan peserta selama pelaksanaa Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga, yaitu antar lain dengan brain storming, diskusi dan analisis kasus. Untuk menambah pemahaman peserta workshop diundang narasumber yang memiliki kapasitas keilmuwan dan pengalaman terkait dengan topik pembahasan sehingga diperoleh informasi tentang Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masjid dan Rumah Tangga dalam perspektif dakwah Islam secara lebih komprehensive.

 

6.2.        Materi

Materi yang disampaiakn dalam workshop, yaitu;

 

  1. 1.    Peran Strategis Masjid dalam peningkatan prosentasi pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masjid dan Rumah Tangga  oleh PP DMI
  2. 2.    Kebijakan Pusat Promosi Kesehatan (Promkes) Kemenkes RI dalam Peningkatan Prosentasi Pelaksanaan PHBS 0l3h Pusat Promkes Kemenkes RI.

 

6.3.        Narasumber

Narasumber dalam kegiatan workshop, yaitu;

  1. PP Dewan Mesjid Indonesia)
  2. Pusat Promosi Kesehatan (Promkes kemkes RI)

 

6.4.    Fasilitator

Fasilitator workshop berjumlah 3 orang dari unusr PP DMI.

 

  1. VII.        Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

 

Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga dilaksanakan selama 1 hari efektif di 3 ibu kota propinsi dengan jadwal sebagai berikut;

–          Banten (Serang) : 17 s.d 18 Juli 2013

–          Jawa Timur (Surabaya) 20 s.d 21 Juli 2013

–          Sulawesi Tenggara (Kendari) 26 s.d 27 Juli 2013

 

  1. VIII.            Jadwal Acara

Hari/Tgl/Jam

Kegiatan

Fasilitator

Ket

 

Hari I

 

12.00-13.00

 

13.30– 14.00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14.00 – 16.30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16.30 – 17.30

 

 

 

 

17.30 –  19.30

 

19,30  – 21.00

 

21. 00 – 03.00

 

 

 

 

 

Hari 2

 

03.00 – 04.00

 

04.30 – 05.30

 

 

 

05.30 – 07.30

 

07.30 – 09.30

 

09.30 – 10.30

 

10.30 – 11.30

                          

 

11.30 –  12.00

 

12.00

 

 

 

Registrasi peserta

 

Pembukaan

  1. Pembacaan Qalam Ilahi dan Saritilawah
  2. Laporan Panitia
  3. Sambutan-Sambutan

–           Sambutan Ketua PW DMI  

–            Sambutan dan Pengarahan Sekaligus Membuka Acara oleh PP DMI

 

 

 

 

 

  1. Pembacaan doa

 

Diskusi Panel

  1. Peran Strategis Masjid dalam Meningkatkan prosentasi pelaksanaan PHBS berbasi masjid dan rumah tanna
  2. Kebijakan Pomkes kemkes RI dalam meningkatkan prosentase pelaksanaan PHBS

 

Program Pengembangan PHBS Berbasis melalui

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

 

ISHOMA (Buka Bersama)

 

     Diskusi Kelompok

 

Istirahat

 

 

 

 

 

 

 

Sahur Bersama

 

Sholat Subuh Berjamaah dan Kultum

 

 

Persiapan Diri

 

Lanjutan Diskusi Kelompok

 

Presentasi Kelompok

 

Kesepakatan dan Rencana Tindak Lanjut (RTL)

 

Penutupan

 

Check out

 

 

Panitia

 

 

 

Panitia

 

Panitia

–  Sekjend PP DMI (H.Imam Addaraqutni, MA)

–  – Ketua Bidang Kesehatan, Lingkungan Hidup dan Kepemudaan PP DMI ( DR. Dr. Fachmi Idris)

 

PW DMI

 

 

PP DMI

 

 

 

 

Promkes Pusat

 

 

 

Panitia

 

Fasilitator

 

 

 

 

Panitia

 

Fasilitator

 

Panitia

 

 

 

 

 

 

 

Panitia

 

Panitia

 

 

 

Panitia

 

Fasilitator

 

Fasilitator

 

Fasilitator

 

 

Panitia

 

Panitia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alternatif

 

  1. IX.   PENUTUP

Demikian TOR ini  disusun sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan Workshop Sosialisasi dan Advokasi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) Berbasis Masid dan Rumah Tangga melalui Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat .