Aqidah kokoh menuju akhlaq mulia.

 130426

Aqidah kokoh menghasilkan akhlaq mulia.

 Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Kadang-kadang kita merasa telah “banyak” mempelajari tentang aqidah, namun sepertinya tak ada hasilnya. Mungkin ini karena semua yang kita pelajari itu hanyalah kaidah-kaidahnya (rumusan-rumusan) dalam masalah aqidah. Jika hanya sekedar kaidah atau rumusan, seperti halnya rumus matematika dan kimia ataupun rumus lainnya, maka tanpa praktek nyata, rumusan tinggal rumusan “tanpa arti” walaupun sebanyak apapun kita menghafalnya. Oleh karena itu jika kita ingin merasakan dalamnya aqidah tertanam di hati dan jiwa kita, maka kita perlu meresapi kandungan Al-Qur’an dan menghayatinya.

Allah SwT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka (karena teringatkan adanya Allah, Tuhannya), dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karena adanya bimbingan, guidance), dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS Al-Anfal [8]: 2)

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. … (QS. Al-Sajdah [32]: 15)

Banyak orang menyangka bahwa akhlaq tidak ada sangkut pautnya dengan aqidah, melihat nyatanya seseorang yang sudah belajar aqidah ada yang tidak juga merasa risih ketika mengeluarkan sumpah serapah atau kata-kata kotor kepada saudaranya sesama muslim; seharusnyalah dia bukan menyumpahinya. Kita dituntut untuk berusaha meluruskan dengan mengingatkannya jika ada teman atau saudara sesama muslim masih tersalah langkah, agar kita tidak merugi dalam memanfaatkan masa hidup kita; itu jika kita beriman (mengakui benarnya) apa yang difirmankan Allah:

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr [103]: 1–3)

Puluhan nasehat Rasulullah yang mengaitkan keimanan dengan akhlaq, karena akhlaq mewarnai ucapan, sikap dan adab kita, termasuk bahwa menyingkirkan duri dari jalanan itupun manifestasi iman. Tidak asing bagi kita sabda Rasulullah Muhammad saw:

مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ

Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat di atas Mizan (timbangan amal di akhirat nanti) dibandingkan akhlak yang baik” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dan beliau menyatakan bahwa Hadits ini Shahih)

 

لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

Janganlah engkau meremehkan amal kebajikan meskipun kecil, walaupun itu hanya berupa wajah yang manis ketika engkau bertemu saudaramu.” (HR. Muslim)

 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam saja.” (Muttafaq Alaih)

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

Shodaqoh tidaklah akan mengurangi harta sedikitpun, dan tidaklah seorang hamba yang memberi maaf, melainkan Allah akan menambahkan baginya kemuliaan dan kehormatan, dan tidaklah seseorang itu merendahkan diri di hadapan Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)

 

Semoga kita dapat memanifestasikan akhlaq mulia dalam pergaulan kita sehari-hari sehingga bahasan perumusan pemikiran bersama maupun penerapannya untuk kebaikan bersama tidak sulit lagi dengan tidak adanya saling curiga sesama kita.

 

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

e-mail: tauhidHW@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

 

0 Responses to “Aqidah kokoh menuju akhlaq mulia.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: