Racun di sekitar kita.

Kini banyak bahan kimia yang terbukti ataupun dicurigai menjadi penyebab lebih cepatnya  kematangan seksual anak, gangguan perhatian (attention deficit hyperactivity disorder, ADHD), kegemukan,  autism, maupun sejumlah masalah besar lainnya dalam bidang kesehatan. Upaya menyehatkan anak dengan selain memperhatikan bagaimana aktvitasnya dan makanan,  adalah adanya mengurangi peluang mereka terdedah ke berbagai macam bahan kimia beracun itu, yang mengundang bahaya. 

Arsen (warangan) adalah bahan yang memicu kangker kulit, kandung kemih, ginjal, dan paru. Bahan ini dapat dijumpai pada pencemaran makanan semisal apel, anggur, beras  yang petaninya menggunakan pestisida yang mengandung arsen itu. Arsen kadang-kdang juga digunakan untuk pengawen kayu.

 Formalin dikenal sebagai pemicu kangker hidung (nasal squamous cell cancer), merusak kulit, alergi di mata, tenggorokan, ruam-ruam kulit. Selain itu formalin juga dapat menimbulkan pening-pening, kelelahan, ataupun mual. Formalin kadang-kadang digunakan untuk mengawetkan ikan, daging, jus, jeli, cairan pembersih (pada tisu basah). Selain itu formalin juga digunakan untuk pengawet sejumlah bahan perabot, “cat”, pelapis, ataupun perekat (semisal papan partikel), pelapis laci, meja.

 Merkuri (air raksa) akan mengakibatkan kerusakan perkembangan sistem syaraf, ADHD. Yang perlu diperhatikan lebih jauh adalah kenyataan bahwa perkembangan syaraf itu banyak terjadi selama dalam kandungan dan awal masa kanak-kanak, sehingga ibu hamil maupun anak kecil perlu dijauhkan dari bahan ini. Asalnya merkuri adalah logam cair; namun  selain karena kontak ataupun termakan (ikan atau kerang yang hidup di air yang tercemar), merkuri ini dapat masuk tubuh dari uapnya di polusi udara yang terhirup pernafasan.

 Bisphenol A (BPA) dan Phthalates merupakan pengganggu fungsi hormonal tubuh karena bentuk kimiawinya mirip hormon yang beredar di dalam tubuh sehingga mempengaruhi kesehatan tubuh, termasuk perkembangan sistem reproduksinya. Misalnya saja BPA mempercepat kedewasaan anak peprempuan, ftalat menghambat produksi hormon testosteron sehingga menghambat pertumbuhan seksual anak lelaki. Selain untuk mengawetkan bau (sabun, lotio, parfum), kedua mcam bahan sering digunakan dalam pembuatan plastik; BPA sebagai pengeras, phtalate sebagai pelemas.

PBDE (polybrominated diphenyl ethers) sering digunakan untuk menjadikan kain ataupun spons tahan api yang dipakai untuk bulsak mebel ataupun kasur. Selain merusak sistem reproduksi, bahan ini mengganggu sistem syaraf (kemampuan motorik, belajar, ingatan, maupun pendengaran.

Fluorida. Walaupun bahan ini jika digunakan dengan benar dapat mengurangi kerusakan gigi, namun jika berlebihan bahan ini akan menghilangkan putihnya gigi, retaknya email gigi, tulang rapuh, ataupun gangguan syaraf. Secara alami fluorida ada dalam kadar aman di air sumur, maupun tapal gigi, namun ada juga yang memasarkan sebagai “obat tetes” ataupun “vitamin” dengan peluang takaran berlebih. 

 Pestisida (racun serangga) . Bahan ini sering digunakan untuk menyelamatkan buah ataupun sayur, yang kadang-kadang kurang tercuci baik sehingga sampai termakan anak.  Ada jenis yang memicu kangker lemak (Non-Hodgkin lymphoma) kangker darah (leukemia) pada anak-anak.

Timbal (Plumbum, timah hitam) dapat merusak sistem syaraf, , merusak ginjal, kerdil (terhambat pertumbuhan). Bahan ini kadang-kadang terdapat pada mainan anak, pernik-pernik, ataupun permen; dulu timbal banyak terdapat sebagai pewarna cat ataupun campuran bahan bakar bensin.

Perchlorate (HClO5). Adanya bahan ini dalam kadar tinggi akan menyaingi penyerapan yodida oleh kelenjar gondok; akibatnya perkembangan tubuh dapat terganggu karena kurangnya produksi hormon tiroksin. Bahan ini terdapat di kembang api, bahan peledak, pemutih, pupuk tertentu,

Untuk menghindari keracunan oleh bahan-bahan di atas hindari langsung barang-barang yang mengandung bahan itu, mencucinya, ataaupun cuci tangan stelah terkena bahan termaksud.

Semoga tulisan di atas bermanfaat.

 

Disadur dari tulisan Keely Savoie di Parents Magazine

0 Responses to “Racun di sekitar kita.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: