Sangu ber-umrah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Umrah

Kini banyak orang berduit yang ber-umrah, misalnya karena khawatir umur tak sampai karena lamanya antre untuk ber-hajji. Berikut ini sekedar “sangu”, mungkin membantu.

Umrah memang bukanlah ibadah yang wajib, namun sebagian ahli menggambarkan bahwa umrah merupakan salah satu pendekatan diri kepada Allah, bahkan ada yang menyebutnya sebagai jihad tanpa penumpahan darah; nilainya sangat tinggi, yang tak boleh disia-siakan jika berkesempatan.

 

Harus kita fahami bahwa berumrah ataupun berhajji adalah bertamu, menjadi tamu Allah, karena bersengaja menghadap menemui Allah di “rumah”Nya, Masjidil Haram.

 

Bertamu harus memenuhi tata cara Yang Punya Rumah, bahkan Rasulullah menyebut orang yang bertamu itu seperti mayit, tak dapat berbuat apa-apa, mau diapakan terserah pada Yang Punya Rumah. Oleh karena itulah berangkat berumrah harus dengan kesungguhan yang penuh kepasrahan, walaupun penuh harapan.

 

Janganlah lupa segera bersyukur setiap memperoleh kebaikan, kemudahan, ataupun kesenangan dari siapapun juga, karena pada hakikatnya itu semua dari Allah.

 

Jangan sekali-kali memunculkan kesombongan (walaupun terhadap sesama) dengan tindakan, perkataan, maupun PERASAAN; apalagi terhadap Allah. Jika menganggap atau merasa yakin sepertinya mampu untuk melakukan sesuatu, jangan lupa mengiringinya dengan ungkapan “insya Allah”; Allah Maha Kuasa, kesombongan itu mungkin saja segera “dibalas” dengan “ujian” untuk menunjukkan bahwa anggapan yang memunculkan kesombongan itu keliru.

Bersabarlah jika menjumpai hal-hal yang kurang menyenangkan, hambatan, ataupun bahkan halangan, karena semua itu pada hakikatnya adalah ujian dari Allah, Penguasa Seluruh Alam ini. Ujian adalah untuk peningkatan martabat; yakinlah bahwa yang Anda hadapi itu akan berakhir baik, karena Allah tidak akan membebani hambaNya dengan ujian yang hambaNya tak mampu menanggungnya, apalagi jika si hamba ini terbiasa berdoa: “Ya Allah, ya Tuhan; beri akhir baik atas semua permasalahan yang saya hadapi; jangan Engkau bebankan kepada saya beban yang saya tak akan mampu memikulnya”

 

Saat berihram termasuk saat-saat yang doa mudah dikabulkan oleh Allah; berdoa di depan pintu Ka’bah (Multazam) konon tidak pernah tertolak.Masih banyak lagi kesempatan untuk mudah terkabulnya doa; manfaatkan saat-saat baik maupun tempat baik untuk banyak berdoa.

 

Jangan lewatkan kesempatan yang tak ada di tempat lain: ber-thawwaf. Usahakan selalu thawwaf jika masuk Masjidil haram, bukan sekedar shalat tahiyyatul masjid.

 

Semoga perjalanan umrah Anda maupun rombongan penuh kemudahan disertai dengan barakah yang melimpah kepada seluruh keluarga yang di rumah.

 

Terima kasih atas perhatian Anda.

 

Wassalam,

0 Responses to “Sangu ber-umrah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: