Arsip untuk Februari, 2013

Arah Kiblat

Kiblat

 

Untuk yang bermaksud menepatkan arah kiblat shalatnya, ada dua kesempatan terbaik, yaitu ketika matahari tepat di atas Ka’bah. Pada kedua saat itu jika orang menghadap ke arah matahari berarti dia telah menghadap tepat ke arah ka’bah. Saat itu adalah tanggal 28 Mei (atau 27 Mei di tahun kabisat)  jam 16:18 dan tanggal 16 Juli (atau 15 Juli di tahun kabisat) jam 16:28; selisih satu-dua hari tak terlalu salah, selisih 10 menit masih untuk mengarahkan shalat.

 

Bagi yang punya GPS sewaktu-waktu dia dapat “memperoleh” petunjuk arah ke Mekah. Bagi yang punya kompas, dia dapat mengarahkan hadapnya ke barat, sedikit ke utara (sekitar 23-24 derjat dari arah barat, tergantung tempat dia berada; ada daftarnya). Masalahnya ialah kadang-kadang arah utara-selatan kompas agak menyimpang karena adanya pengaruh medan magnet kuat di disekitarnya, semisal akibat banyaknya kerangka besi beton, besi yang tertanam, jaringan listrik tegangan tinggi (perhatikan arah kompas di dalam mobil sebelum dan sesudah mesin dihidupkan).

 

Cara lain adalah menentukan dulu arah barat-timur lalu mengarahkan hadap bangunan sedikit ke utara dengan sudut tertentu.  Menentukan arah timur-barat ini dapat dibantu dengan mengadakan “percobaan” kecil. Tancapkan dengan kokoh “tegak” sebuah tongkat sepanjang 1 m atau lebih, lalu lihat bayangan ujungnya pada sekitar jam 9 pagi beri tanda B pada titik ini;  juga pada jam 3 sore, beri tanda T pada titik bayangan ini. Garis antara kedua titik itu adalah arah timur-barat. Dari titik T (timur) itu tarik satu garis ke arah barat, sepanjang 100 cm tandai titik ini dengan X. Dari titik X ini tariklah garis XY ke arah utara, dengan sudut siku (90 derajat). Panjang XY berbeda untuk masing-masing kota, ada daftarnya; misalnya Surabaya 44,58 cm, Manado 39,12cm, Mataram 43,56  cm, Yogyakarta 46,02 cm.  Arah garis T-Y ini adalah arah kiblat.

Iklan

Sangu ber-umrah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Umrah

Kini banyak orang berduit yang ber-umrah, misalnya karena khawatir umur tak sampai karena lamanya antre untuk ber-hajji. Berikut ini sekedar “sangu”, mungkin membantu.

Umrah memang bukanlah ibadah yang wajib, namun sebagian ahli menggambarkan bahwa umrah merupakan salah satu pendekatan diri kepada Allah, bahkan ada yang menyebutnya sebagai jihad tanpa penumpahan darah; nilainya sangat tinggi, yang tak boleh disia-siakan jika berkesempatan.

 

Harus kita fahami bahwa berumrah ataupun berhajji adalah bertamu, menjadi tamu Allah, karena bersengaja menghadap menemui Allah di “rumah”Nya, Masjidil Haram.

 

Bertamu harus memenuhi tata cara Yang Punya Rumah, bahkan Rasulullah menyebut orang yang bertamu itu seperti mayit, tak dapat berbuat apa-apa, mau diapakan terserah pada Yang Punya Rumah. Oleh karena itulah berangkat berumrah harus dengan kesungguhan yang penuh kepasrahan, walaupun penuh harapan.

 

Janganlah lupa segera bersyukur setiap memperoleh kebaikan, kemudahan, ataupun kesenangan dari siapapun juga, karena pada hakikatnya itu semua dari Allah.

 

Jangan sekali-kali memunculkan kesombongan (walaupun terhadap sesama) dengan tindakan, perkataan, maupun PERASAAN; apalagi terhadap Allah. Jika menganggap atau merasa yakin sepertinya mampu untuk melakukan sesuatu, jangan lupa mengiringinya dengan ungkapan “insya Allah”; Allah Maha Kuasa, kesombongan itu mungkin saja segera “dibalas” dengan “ujian” untuk menunjukkan bahwa anggapan yang memunculkan kesombongan itu keliru.

Bersabarlah jika menjumpai hal-hal yang kurang menyenangkan, hambatan, ataupun bahkan halangan, karena semua itu pada hakikatnya adalah ujian dari Allah, Penguasa Seluruh Alam ini. Ujian adalah untuk peningkatan martabat; yakinlah bahwa yang Anda hadapi itu akan berakhir baik, karena Allah tidak akan membebani hambaNya dengan ujian yang hambaNya tak mampu menanggungnya, apalagi jika si hamba ini terbiasa berdoa: “Ya Allah, ya Tuhan; beri akhir baik atas semua permasalahan yang saya hadapi; jangan Engkau bebankan kepada saya beban yang saya tak akan mampu memikulnya”

 

Saat berihram termasuk saat-saat yang doa mudah dikabulkan oleh Allah; berdoa di depan pintu Ka’bah (Multazam) konon tidak pernah tertolak.Masih banyak lagi kesempatan untuk mudah terkabulnya doa; manfaatkan saat-saat baik maupun tempat baik untuk banyak berdoa.

 

Jangan lewatkan kesempatan yang tak ada di tempat lain: ber-thawwaf. Usahakan selalu thawwaf jika masuk Masjidil haram, bukan sekedar shalat tahiyyatul masjid.

 

Semoga perjalanan umrah Anda maupun rombongan penuh kemudahan disertai dengan barakah yang melimpah kepada seluruh keluarga yang di rumah.

 

Terima kasih atas perhatian Anda.

 

Wassalam,

Sifat-sifat baik

130202

Sifat-sifat baik.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Kita sebagai manusia sebenarnya diamanahi Allah SwT untuk menjadi khalifah (pemangku kekuasaan; wakil) Allah dalam mengelola dunia. Untuk tugas itu kita sudah juga dilengkapi dengan berbagai macam potensi sebagai kelengkapan diri maupun berbagai macam pedoman (guidance), antara lain al-Qur’an di samping bukti-bukti alam yang diungkapkan sebagai hasil penelitian oleh para cerdik cendekiawan. Pedoman di al-Qur’an itu ada yang berupa perintah langsung, anjuran, ataupun contoh-contoh; ada yang diberikan hanya sekali ada pula yang diulang-ulang dalam bentuk kalimat yang sama ataupun dengan redaksi yang berbeda. Secara sederhana dapat kita fahami bahwa pengulangan itu memang perlu karena manusia mudah lupa ataupun suka mencari pembenaran diri (excuse) atas kesalahan yang dilakukannya.

 

Kita sebagai pemegang amanah Allah itu misalnya perlu memahami pedoman-pedoman itu, salah satu contoh manusia yang baik adalah Nabi Yahya a.s. yang oleh Allah diingatkan:

 

HAI YAHYA, AMBILLAH AL-KITAB (TAURAT) ITU DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH.. (Surah Maryam [19] ayat 12)

 

Kita saat ini harus memahaminya sebagai perintah bahwa kita harus mengambil al-Qur’an sebagai pegangan hidup dengan cara memahami maknanya, bukan hanya dengan mampu membaca atau melafalkannya.

 

Adapun orang-orang terpilih akan dilengkapi pula dengan lingkungan yang baik sebagai sarana untuk pengembangan diri sejak masa kanak-kanak untuk peningkatan kemampuan fikirnya (hikmah), seperti yang juga diberikan  kepada Nabi Yahya itu.

 

 …DAN KAMI BERIKAN KEPADANYA HIKMAH SELAGI IA MASIH KANAK-KANAK  (Surah Maryam [19] ayat 12)

 

DAN RASA BELAS KASIHAN YANG MENDALAM DARI SISI KAMI DAN KESUCIAN (TERJAGA DARI BERBUAT DOSA)… (Surah Maryam [19] ayat 13)

 

 

Hasil proses kehidupan seperti itu tampak seperti yang disimpulkan Allah:

 

 … DAN IA ADALAH SEORANG YANG BERTAKWA (Surah Maryam [19] ayat 13)

 

DAN SEORANG YANG BERBAKTI KEPADA KE DUA ORANG TUANYA, DAN BUKANLAH IA ORANG YANG SOMBONG LAGI DURHAKA.(Surah Maryam [19] ayat 14)

 

Tugas Nabi Yahya adalah membimbing ummatnya, menjadi pemimpin. Jadi untuk memilih seorang pimpinan kita perlu merujuk ke gambaran beliau, yang juga ditampilkan oleh Nabi dan Rasul terakhir, Muhammad saw. yang juga diingatkan oleh Allah bagaimana bersikap dalam memimpin ummat:

 

MAKA DISEBABKAN RAHMAT DARI ALLAHLAH KAMU BERLAKU LEMAH LEMBUT TERHADAP  MEREKA.  SEKIRANYA KAMU BERSIKAP KERAS LAGI  BERHATI  KASAR, TENTULAH MEREKA MENJAUHKAN DIRI DARI SEKELILINGMU. KARENA ITU MAAFKANLAH MEREKA, MOHONKANLAH AMPUNAN BAGI MEREKA, DAN BERMUSYAWARAHLAH DENGAN MEREKA DALAM URUSAN ITU. KEMUDIAN APABILA KAMU TELAH BERSEPAKAT (MEMBULATKAN TEKAD), MAKA BERTAWAKKALLAH   KEPADA ALLAH. SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERTAWAKKAL KEPADANYA.(Surah Ali Imran [3] ayat 159)

 

DAN RENDAHKANLAH DIRIMU TERHADAP ORANG-ORANG YANG MENGIKUTIMU, YAITU ORANG-ORANG YANG BERIMAN.(Surah asy-Syu’ara [26] ayat 215)

 

 

Semoga kita dapat lebih baik dalam menghayati pedoman yang diberikan Allah dalam “mengelola” dunia, serta menyiapkan anak-anak kita untuk tumbuhnya sikap yang benar sebagai penerus kita.

 

 

 

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292