Memohon terselamatkan dari siksa neraka

121204   Memohon terselamatkan dari siksa neraka.

 

 

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Kita mungkin tidak pernah melupakan untuk berdoa dengan doa yang sangat populer lafadznya: “Rabbana atina .……dan seterusnya”. Ketika membaca doa itu tidak mustahil kita luput dari menjiwai apa yang kita minta, bahwa kita bermohon dengan rangkaian kalimat:

 

Ya Tuhan kami, Penguasa dan Pengatur seluruh alam, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungi kami dari siksa neraka.” (Qur’an, Surat al-Baqarah [2] ayat 201)

Doa di atas itu mengandung banyak makna dan banyak jangkauan, yang karena banyaknya kita menjadi tak dapat merincinya lagi. Bayangkan apa yang kita harap dengan memohon “kebaikan di dunia”; mungkin ada yang memohon kekayaan, pangkat, jabatan, rumah, kendaraan, pasangan hidup, kesehatan, dan lainnya lagi yang bernilai “baik”, termasuk hal-hal yang tak masuk akal semisal orang cebol yang bermohon untuk menjadi jangkung. Ketika kita memohon “kebaikan di akhirat”, mungkin sulit bagi kita membayangkan apa yang kita minta, kecuali bahwa kita bermohon untuk mencapai puncak kenikmatan di akhirat: hidup di surga (dengan kata lain bukan di neraka!). Lalu mengapa harus ditambahkan : “lindungi kami dari siksa neraka”. Di sinilah antara lain kita dapat merenungkan betapa adilnya Allah, yang mengingatkan hambaNya untuk teliti dalam berbuat.

Semua yang dilakukan maupun difikirkan manusia ada terekam dalam “buku” yang tersimpan rapi, yang inputnya dimasukkan lewat “jalur” malaikat dalam kendali Allah SwT, sehingga mungkin saja malaikat  “salah entry” yang kemudian dikoreksi oleh Allah, semisal orang dilaporkan malaikat teramati sebagai dermawan, mungkin dicatat terkoreksi oleh Allah sebagai “pendusta” karena dia berderma bukan karena Allah namun karena cari muka.

Bagi yang telah terbiasa “bermain” komputer dapat membayangkan betapa banyak data tulis, gambar diam, maupun gambar hidup yang dapat dimasukkan sebagai rekaman dalam komputer mungil buatan manusia yang terkenal dengan sebutan “tablet” itu; rekaman Allah pasti jauh-jauh lebih banyak menampung data dengan kwalitas superprima.

Begitulah, maka pada pengadilan di hari qiyamat nanti diperhitungkanlah atau “ditimbang” semua amal manusia dan akalnya, yang baik maupun yang buruk, termasuk keburukan-keburukan atau dosa yang telah terkoreksi dan terhapus dengan taubat. Hasilnya ada orang yang langsung masuk ke dalam surga, ada yang langsung masuk neraka, ada pula yang untuk sampai ke surga harus “diproses” dulu di neraka dalam masa yang “pendek” (cepat) ataupun yang lambat. Dapat dicatat bahwa “proses pembersihan” yang paling ringan tergambarkan sebagai orang yang berdiri di bata yang membara, yang hantaran (konduksi) panasnya telah dapat menjadikan otaknya mendidih lantaran tingginya suhu bata yang membara itu. Padahal di neraka itu orang tidaklah mati walaupun dalam penderitaan ataupun kesakitan yang sangat, yang lebih hebat dari sekedar gambaran itu; sedangkan sehari di sana lebih panjang ketimbang 5000 tahun lama waktu dunia.

Semoga kita dengan taat melaksanakan perintah Allah, serta banyak melakukan kebajikan sebagai penghapus dosa, ataupun dengan segera bertaubat jika kita tersalah langkah, kita tidak lagi menyisakan dosa pada diri agar kita tidak sekejappun merasakan siksa neraka.

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

0 Responses to “Memohon terselamatkan dari siksa neraka”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: