Terkadang dakwah “tak berhasil”

121124    Terkadang dakwah “tak berhasil”!

 Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Orang-orang musyrik merupakan salah satu kelompok sasaran dakwah Rasulullah Muhammad SAW. Tidak sedikit upaya yang telah dilakukan oleh Rasulullah, namun tantangan dan hambatan demikian kuat sehingga seolah-olah upaya beliau tak berhasil; padahal sebagian dari orang-orang musyrik itu sebenarnya masih juga kerabat Rasulullah. Mereka tetap bersikukuh mempertahankan keyakinan mereka, meskipun sebenarnya mereka itu tak faham atas yang diyakini itu; mereka hanya ikut-ikutan kepada kebiasaan nenek-moyangnya. Secara manusiawi, wajar jika hal ini menimbulkan rasa sedih atau kecewa, seperti yang digambarkan oleh Allah SwT dalam firmanNya:

 

MAKA BARANGKALI KAMU AKAN MEMBUNUH DIRIMU KARENA BERSEDIH HATI SESUDAH MEREKA BERPALING, SEKIRANYA MEREKA TIDAK BERIMAN KEPADA KETERANGAN INI (AL-QURAN). (Surah al-Kahfi [18] ayat 6)

 

Kita pun tidak mustahil berperasaan seperti Rasulullah ketika merasa tak berhasil sesudah berusaha berdakwah, mau meluruskan kesalahan sikap orang jauh ataupun orang dekat (keluarga sendiri). Jikapun kita nyatanya mengalami yang seperti itu kita perlu segera ingat pada apa yang kemudian dijelaskan oleh Allah untuk menenangkan hati Rasulullah:

 

BUKANLAH KEWAJIBANMU MENJADIKAN MEREKA MENDAPAT PETUNJUK, AKAN TETAPI ALLAHLAH YANG MEMBERI PETUNJUK (MEMBERI TAUFIK)  SIAPA  YANG DIKEHENDAKINYA… (Surah al-Baqarah [2] ayat 272)

 

Secara lebih tegas Allah menyebutkan:

 

MAKA APAKAH ORANG YANG DIJADIKAN (TERTIPU OLEH SYAITAN) MENGANGGAP BAIK PEKERJAANNYA  YANG BURUK LALU DIA MEYAKINI PEKERJAAN ITU  BAIK, (SAMA DENGAN ORANG YANG TIDAK DITIPU OLEH SYAITAN)? MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH MENYESATKAN  SIAPA  YANG  DIKEHENDAKINYA  DAN  MENUNJUKI  SIAPA  YANG DIKEHENDAKINYA; MAKA JANGANLAH DIRIMU BINASA KARENA KESEDIHAN TERHADAP  MEREKA. SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MENGETAHUI APA YANG MEREKA PERBUAT.  (Surah al-Fathir [35] ayat 8)

 

Secara sederhana dapatlah kita fahami bahwa tugas risalah (penyampaian) Islam sebagai bimbingan hidup manusia adalah kewajiban Rasulullah. Tugas ini kemudian diteruskan kepada kita sebagai pengikutnya dan penerus risalahnya. Namun tugas ini bukanlah tugas yang HARUS berhasil; tugas itu hanyalah SEKEDAR kewajiban berupaya, berhasil ataukah tidak bukanlah wewenang kita. Tugas kita hanya pemberi peringatan, sebagaimana Allah juga mengingatkan RasulNya:

 

MAKA BERILAH PERINGATAN, KARENA SESUNGGUHNYA KAMU HANYALAH PEMBERI PERINGATAN (21); KAMU BUKANLAH ORANG YANG BERKUASA ATAS MEREKA (22) (Surah al-Ghasyiyah [88] ayat 21-22)

 

 

Bahkan Allah juga sudah menegaskan tak boleh ada paksaan untuk beragama Islam:

 

TIDAK ADA  PAKSAAN UNTUK (MEMASUKI) AGAMA  (ISLAM);  SESUNGGUHNYA TELAH JELAS JALAN YANG BENAR DARI PADA JALAN YANG SALAH… (Surah al-Baqarah [2] ayat 256)

 

Lebih lanjut yang perlu juga kita fahami adalah bahwa kegiatan dakwah masih tetap harus kita lakukan masing-masingnya, bukannya tugas para dai (pendakwah) saja; estafet tugas dakwah ini secara sederhanya disampaikan oleh Rasulullah dengan kalimat sederhana: “Sampaikan yang dariku, walau hanya satu ayat!”.

 

Semoga kita dapat melaksanakan tugas amanah dakwah ini, kepada orang dekat kita (keluarga) maupun mereka yang dapat kita jangkau, sesuai dengan peluang yang ada pada kita masing-masing.

 

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

e-mail: tauhidHW@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

0 Responses to “Terkadang dakwah “tak berhasil””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: