Rezeki berbagi

121107  Rezeki berbagi

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Ketika orang-orang kafir di sekitar Rasulullah Muhammad saw meminta bukti-bukti untuk mereka mau beriman, yaitu minta diadakannya kebun-kebun yang subur dengan sumber airnya, Allah swt menyuruh Rasulullah apa yang terdapat di ayat 100 surat al-Isra’ [17]:

KATAKANLAH: “KALAU SEANDAINYA KAMU MENGUASAI PERBENDAHARAAN-PERBENDAHARAAN RAHMAT TUHANKU, NISCAYA PERBENDAHARAAN ITU KAMU TAHAN,KARENA TAKUT MISKIN (MEMBELANJAKANNYA)”. DAN ADALAH MANUSIA ITU SANGAT KIKIR. (Surah al-Isra’ [17] ayat 100)

Kalaulah orang-orang kafir itu mampu mengumpulkan banyak harta dengan menempuh cara menurut sunnatullah (bekerja keras), pastilah harta yang pada hakikatnya perbendaharaan Allah itu akan ditahan mereka. Sebenarnya orang-orang kafir itu (maupun manusia lainnya, termasuk yang mukmin) tidak akan dapat menghabiskan perbendaharaan Allah, karena perbendaharaan Allah tak akan kosong, tak akan habis selama-lamanya. Orang tak perlu bakhil, takut miskin asalkan mau berusaha sesuai dengan sunnatullah. Namun perlu kita fahami bahwa jika Allah tidak mengabulkan orang yang ingin kaya, dan sudah berusaha untuknya, itu bukanlah karena Allah yang kikir. Semua itu hanya karena Allah dengan hikmahNYa memang membagi rezekiNya tidak selalu sama pada orang satu dan lainnya. Semua itu untuk “menyelamatkan” manusia, karena dengan banyaknya harta di tangan mereka ada kecenderungan besar buat mereka untuk berbuat salah. Oleh karena itu untuk kemaslahatan manusia dan sesuai dengban hikmahNya, maka Allah terkadang meluaskan rezekiNya pada suatu kaum dan menyempitkannya pada kaum yang lain.

 

SESUNGGUHNYA TUHANMU MELAPANGKAN REZKI KEPADA SIAPA YANG DIA KEHENDAKI DAN MENYEMPITKANNYA; SESUNGGUHNYA DIA MAHA MENGETAHUI LAGI MAHA MELIHAT AKAN HAMBA-HAMBANYA. (Surah al-Isra’ [17] ayat 30)

 

DAN JIKALAU ALLAH MELAPANGKAN REZKI KEPADA HAMBA-HAMBANYA TENTULAH MEREKA AKAN MELAMPAUI BATAS DI MUKA BUMI, TETAPI ALLAH MENURUNKAN APA YANG DIKEHENDAKINYA DENGAN UKURAN. SESUNGGUHNYA DIA MAHA MENGETAHUI (KEADAAN) HAMBA-HAMBANYA LAGI MAHA MELIHAT.  (Surah asy-Syura [42] ayat 27)

 

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang mampu memahami adanya perbedaan rezeki pada orang satu dan lainnya, lalu bersikap dengan benar berkelapangan bersyukur,berkesempitan bershabar.

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

0 Responses to “Rezeki berbagi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: