Menyikapi harta

120903   Menyikapi harta.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 

 

DAN JANGANLAH KAMU JADIKAN TANGANMU TERBELENGGU PADA LEHERMU DAN JANGANLAH KAMU TERLALU MENGULURKANNYA KARENA ITU KAMU MENJADI TERCELA DAN MENYESAL.(Surah al-Isra’ [17] ayat 29)

 

Di ayat di atas Allh SwT mengingatkan kita untuk tidak menjadi orang yang bakhil, kikir, tak mau memberi suatupun kepada siapapun, namun juga mengingatkan kita untuk tidak berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta itu; janganlah sampai kita membelanjakan harta lebih dari kemampuan diri, jangan belanja lebih dari penghasilan. Orang yang bakhil akan menjadi orang yang tercela dan terhina di hadapan manusia, di samping dia akan tercela di hadapan Allah; karena orang yang fakir dan miskin tidak memperoleh manfaat dari kelebihan harta yang telah diberikan oleh Allah, padahal Allah sudah mewajibkan menutupi kebutuhan mereka itu dengan memberikan infaq, shadaqah, hibah, hadiyah, waqaf, dan sebagainya; paling tidak berupa zakat dari harta itu.

 

Sebaliknyalah, kalau orang menghambur-hamburkan hartanya secara berlebih-lebihan, maka sebentar saja harta itu akan ludes, kemudian orang itu jadi melarat setelah “kaya”, jadi orang hina setelah jaya, membutuhkan pertolongan orang lain setelah dulu mampu memberi pertolongan kepada orang lain. Di saat seperti itulah orang biasanya menyesal dengan penyesalan dapat membuat putus asa hati, merasa sengsara sejadi-jadinya. Sejalan dengan ini kita ingat ketika Rasulullah SaW tidak mau menerima kehendak seseorang yang hanya punya harta berupa sebongkah emas yang mau disedekahkan.

 

Islam mengajarkan agar ummatnya berhemat dalam kehidupannya, berlaku tengah-tengah dalam membelanjakan harta, tidak bakhil tetapi tidak juga berlebih-lebihan.

 

Secara sederhana Rasulullah saw mengatakan:

 

“Berhemat dalam membelanjakan harta adalah separo dari penghidupan.” (HR al-Baihaqi dari Ibnu ‘Abbas).

 

Orang kaya memang akan lebih banyak dimintai pertanggungjawaban, sehingga seperti digambarkan oleh Rasulullah bahwa di hari qiyamat nanti mereka itu tak akan beranjak kakinya sebelum tuntas atas pertanyaan tentang hartanya: dari mana diperoleh dan dibelanjakan untuk apa saja. Adapun orang yang “tidak” memperoleh kelapangan rezeki hendaknya menyadari dengan kesabaran yang sepenuh hati bahwa Allah sudah menyebutkan:

 

SESUNGGUHNYA TUHANMU MELAPANGKAN REZEKI KEPADA SIAPA YANG DIA KEHENDAKI DAN MENYEMPITKANNYA; SESUNGGUHNYA DIA MAHA MENGETAHUI LAGI MAHA MELIHAT AKAN HAMBA-HAMBANYA.  (Surah al-Isra’ [17] ayat 30)

 

Berusaha untuk mencari rezeki memang merupakan suatu kewajiban, namun Allah tidak mengharuskan untuk berhasil menjadi kaya; artinya kita harus sabar dalam berusaha, dan sabar dalam menerima taqdir dengan penuh doa.

Semoga kita bisa.

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidHW@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

0 Responses to “Menyikapi harta”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: