Arsip untuk Oktober, 2012

Berusahalah untuk selalu bersikap baik.

121015    Berusahalah untuk selalu bersikap baik.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 

Kita harus memahami bahwa orang-orang kafir maupun orang-orang musyrik tidaklah senang dengan Islam. Adalah wajar saja jika kemudian mereka itu kemudian menampakkan ketidaksenagannya dengan kata-kata ataupun perbuatan yang dapat membuat kita tidak senang. Namun demikian Allah SwT mengingatkan kita untuk tetap bersikap benar, paling tidak dengan memahami betapa syaithan sebagai musuh yang nyata bagi manusia, yang selalu berupaya menjerumuskan manusia ke jurang neraka.

 

Namun demikian kita telah diingatkan Allah untuk tetap bersikap benar, betapapun perbuatan orang musyrik maupun orang kafir itu; katakanlah kita tak boleh “over acting”.

 

Kata-kata ataupun ungkapan yang tidak mengenakkan haruslah ditanggapi dengan pembicaraan yang baik, menggunakan bahasa dengan ucapan yang lemah lembut, jangan menggunakan kata-kata yang kasar, jangan mengecam, jangan mencela mereka. Diharapkan kata-kata yang baik akan menarik hati, yang akan dapat menimbulkan atau membuat kecenderungan puas, agar tidak menimbulkan sikap apriori dari mereka.

 

DAN KATAKANLAH KEPADA HAMBA-HAMBAKU: “HENDAKLAH MEREKA MENGUCAPKAN PERKATAAN YANG LEBIH BAIK (BENAR). SESUNGGUHNYA SYAITAN ITU MENIMBULKAN PERSELISIHAN DI ANTARA MEREKA. SESUNGGUHNYA SYAITAN ITU ADALAH MUSUH YANG NYATA BAGI MANUSIA. (Surah al-Isra’ [17] ayat 53)

 

Bahkan Allah pun mengingatkan bahwa apapun nantinya itu tergantung pada bagaimana kehendak Allah, apakah seseorang akan diberi rahmat ataukah diadzab. Allah Maha Tahu tentang hambaNya, termasuk apa yang ada di dalam hati hambaNya, kecenderungan hati hambaNya. Dengan keluasan ilmuNya itulah kemudian Allah memberikan ketentuan untuk hambaNya itu. Bahkan kepada Rasulullah Muhammad saw saja Allah pun juga mengingatkan:

 

TUHANMU LEBIH MENGETAHUI TENTANG KAMU. DIA AKAN MEMBERI RAHMAT KEPADAMU JIKA DIA MENGHENDAKI DAN DIA AKAN MENGAZABMU, JIKA DIA MENGHENDAKI; KAMI TIDAKLAH MENGUTUSMU UNTUK MENJADI PENJAGA BAGI MEREKA. (Surah al-Isra’ [17] ayat 54)

 

 

Jika terhadap orang kafir maupun orang musyrik kita diperingatkan untuk tetap bersikap baik, maka terhadap sesama muslim kita dituntut untuk bersikap lebih baik lagi, sampai-sampai kepada seorang muslim yang mengacungkan senjata kepada sesama muslim sudah diingatkan bahwa hal itu sudah memberi peluang untuk “terjerumus ke dalam jurang neraka” (HR Ahmad dari Abu Hurairah).

 

Semoga kita mampu lebih mengendalikan diri.

 

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

Iklan

In memorian: Almarhum Rmd. Achmad Choiriy.

Siapa dan langkahnya.

**Biografi singkat anggota HW sebagai pelaku sejarah yang tumbuh dan berkembang di dalam ataupun bersama dalam kegiatan HW, ditulis sendiri ataupun oleh orang lain. Jika menulis untuk orang lain sebut apa hubungan penulis dengan orang termaksud.

**Merupakan sarana untuk penelusuran lanjut potensi umat

**Diupayakan untuk dipasang di web site HW; jika perlu dapat ditambah di balik halaman ataupun lampiran.

 

Nama:

(Lengkap dengan gelar ataupun panggilan akrab jika ada)

Umur/Tanggal lahir, tempat:

 Alamat sekarang:

Telp/HP/Fax:

E-mail:

Pekerjaan:

 

Kegiatan utama sekarang:

 

 

Daerah kegiatan di masa lalu:

 

 

Pengalaman kepanduan (tahun, tempat, kegiatan):

HW:

 

 

Pandu lain:

 

 

Pengalaman berorganisasi

(Organisasi, tahun, jabatan):

Muhammadiyah:

 

 

 

 

Organisasi Islam:

 

 

Organisasi profesi:

 

 

Organisasi lain:

 

 

Pengalaman penting yang menarik dalam kerja:

 

 

Prestasi istimewa/ kebanggaan:

 

 

Pengalaman istimewa/penggugah semangat:

 

 

Teman yang masih Anda ingat (sebut lengkap ataupun tidak: nama, kota, jabatan, macam kegiatan, alamat  terakhir):

 

 

 

 

 

 

Tempat, tanggal          :

Ditulis oleh                  :

Hubungan  dg yg ditulis:

Tanda tangan              :

Menyikapi harta

120903   Menyikapi harta.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 

 

DAN JANGANLAH KAMU JADIKAN TANGANMU TERBELENGGU PADA LEHERMU DAN JANGANLAH KAMU TERLALU MENGULURKANNYA KARENA ITU KAMU MENJADI TERCELA DAN MENYESAL.(Surah al-Isra’ [17] ayat 29)

 

Di ayat di atas Allh SwT mengingatkan kita untuk tidak menjadi orang yang bakhil, kikir, tak mau memberi suatupun kepada siapapun, namun juga mengingatkan kita untuk tidak berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta itu; janganlah sampai kita membelanjakan harta lebih dari kemampuan diri, jangan belanja lebih dari penghasilan. Orang yang bakhil akan menjadi orang yang tercela dan terhina di hadapan manusia, di samping dia akan tercela di hadapan Allah; karena orang yang fakir dan miskin tidak memperoleh manfaat dari kelebihan harta yang telah diberikan oleh Allah, padahal Allah sudah mewajibkan menutupi kebutuhan mereka itu dengan memberikan infaq, shadaqah, hibah, hadiyah, waqaf, dan sebagainya; paling tidak berupa zakat dari harta itu.

 

Sebaliknyalah, kalau orang menghambur-hamburkan hartanya secara berlebih-lebihan, maka sebentar saja harta itu akan ludes, kemudian orang itu jadi melarat setelah “kaya”, jadi orang hina setelah jaya, membutuhkan pertolongan orang lain setelah dulu mampu memberi pertolongan kepada orang lain. Di saat seperti itulah orang biasanya menyesal dengan penyesalan dapat membuat putus asa hati, merasa sengsara sejadi-jadinya. Sejalan dengan ini kita ingat ketika Rasulullah SaW tidak mau menerima kehendak seseorang yang hanya punya harta berupa sebongkah emas yang mau disedekahkan.

 

Islam mengajarkan agar ummatnya berhemat dalam kehidupannya, berlaku tengah-tengah dalam membelanjakan harta, tidak bakhil tetapi tidak juga berlebih-lebihan.

 

Secara sederhana Rasulullah saw mengatakan:

 

“Berhemat dalam membelanjakan harta adalah separo dari penghidupan.” (HR al-Baihaqi dari Ibnu ‘Abbas).

 

Orang kaya memang akan lebih banyak dimintai pertanggungjawaban, sehingga seperti digambarkan oleh Rasulullah bahwa di hari qiyamat nanti mereka itu tak akan beranjak kakinya sebelum tuntas atas pertanyaan tentang hartanya: dari mana diperoleh dan dibelanjakan untuk apa saja. Adapun orang yang “tidak” memperoleh kelapangan rezeki hendaknya menyadari dengan kesabaran yang sepenuh hati bahwa Allah sudah menyebutkan:

 

SESUNGGUHNYA TUHANMU MELAPANGKAN REZEKI KEPADA SIAPA YANG DIA KEHENDAKI DAN MENYEMPITKANNYA; SESUNGGUHNYA DIA MAHA MENGETAHUI LAGI MAHA MELIHAT AKAN HAMBA-HAMBANYA.  (Surah al-Isra’ [17] ayat 30)

 

Berusaha untuk mencari rezeki memang merupakan suatu kewajiban, namun Allah tidak mengharuskan untuk berhasil menjadi kaya; artinya kita harus sabar dalam berusaha, dan sabar dalam menerima taqdir dengan penuh doa.

Semoga kita bisa.

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidHW@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292