Hak kerabat dekat, kaum miskin, dan ibnu sabil

120828   Hak keluarga dekat, kaum miskin, dan ibnu sabil.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

DAN BERIKANLAH KEPADA KELUARGA-KELUARGA YANG DEKAT AKAN HAKNYA, KEPADA ORANG MISKIN DAN ORANG-ORANG YANG DALAM PERJALANAN . . . . (Surat al-Isra’ [17] ayat 26)

Al-Maraghi maupun HAMKA dalam menjelaskan HAK dalam ayat di atas meliputi juga yang semisal silaturahim, rasa cinta, kunjungan, dan pergaulan yang baik. Dalam hal harta hak itu meliputi hak infaq, yaitu pembagian infaq wajib yang berupa zakat jika ada; ataupun jika kerabat itu memerlukan perbelanjaan, maka berikanlah infak kepadanya apa yang diperlukan untuk membantu menutupi kebutuhannya. Begitu pulalah berikan hak kepada orang miskin yang membutuhkan pertolongan, serta kepada ibnu sabil (yaitu musafir yang berada dalam perjalanan untuk tujuan agama), maka wajiblah musafir itu ditolong dan dibantu dalam perjalanannya agar mencapai tujuannya. Namun demikian Allah SwT. juga memberi rambu dalam perbelanjaan itu untuk menghindari kesulitan lanjut, yaitu agar tidak boros, antara lain sebagaimana tercantum di akhir ayat itu maupun ayat berikutnya.

. . . DAN JANGANLAH KAMU MENGHAMBUR-HAMBURKAN (HARTAMU) SECARA BOROS. (Surat al-Isra’ [17] ayat 26)

SESUNGGUHNYA PEMBOROS-PEMBOROS ITU ADALAH SAUDARA-SAUDARA SYAITAN DAN SYAITAN ITU ADALAH SANGAT INGKAR KEPADA TUHANNYA. (Surat al-Isra’ [17] ayat 27)

Padahal syaithan itu adalah penyebab orang menjadi tersesat sebagaimana digambarkan oleh Allah:

BARANG SIAPA YANG BERPALING DARI PENGAJARAN TUHAN YANG MAHA PEMURAH (PENGAJARAN DALAM AL-QURAN), KAMI ADAKAN BAGINYA SYAITAN (YANG MENYESATKAN) MAKA SYAITAN ITULAH YANG MENJADI TEMAN YANG SELALU MENYERTAINYA. (Surat az-Zukhruf [43] ayat 36)

Dalam keadaan yang memang tidak memungkinkan sehingga tidak dapat membantu mereka (yang sebenarnya kita berharap untuk itu), kita diingatkan oleh Allah agar tidak mengecewakan mereka; Allah memberi tuntunan:

DAN JIKA KAMU BERPALING DARI MEREKA UNTUK MEMPEROLEH RAHMAT DARI TUHANMU YANG KAMU HARAPKAN, MAKA KATAKANLAH KEPADA MEREKA UCAPAN YANG PANTAS.  (Surat al-Isra’ [17] ayat 28)

Kepantasan ini antara lain bahwa dalam keadaan itu kita masih menjanjikan kepada mereka untuk membantu pada kesempatan lain ketika Allah memberikan kelapangan rezeki; Rasulullah saw. mengajarkan untuk berdoa: “Semoga Allah memberikan rezeki kepada kami dan kalian dari kurniaNya”.

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

0 Responses to “Hak kerabat dekat, kaum miskin, dan ibnu sabil”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: