Tadarrus untuk peningkatan diri

120723  Tadarrus untuk peningkatan mutu diri.

 

 

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 

 

Banyak di antara kita yang bertadarrus dengan “berlomba” banyak-banyakan membaca al-Qur’an, karena Rasulullah dalam bulan Ramadhan setiap malam bertadarrus dengan malaikat Jibril. Tidak sedikit pula dari kita yang mengejar pahala kebaikan dari membaca al-Qur’an mengejar yang digambarkan oleh Rasulullah Muhammad saw:

 

“Barang siapa membaca huruf-huruf dari Kitab Allah (al-Qur’an), maka baginya ada nilai kebaikan (hasanah) yang nilainya diperhitungkan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif-Lam-Mim sebagai satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf”.

 

Gambaran itu merupakan dorongan agar ummat Islam mau banyak-banyak membaca al-Qur’an. Para shahabat pun berlomba cepat-cepatan mengkhatamkan bacaan al-Qur’an, oleh karena itu ketika Rasulullah meminta mereka untuk mengkhatamkan al-Qur’an dengan menanyakan berapa lama mereka dapat melaksanakannya, para shahabat pun ada yang menyatakan sanggup dalam satu bulan, ada yang sanggup dalam sepekan, bahkan ada pula yang sanggup dalam satu hari. Mungkin terbayang oleh kita berapa banyak kebaikan yang diperoleh oleh orang-orang yang setiap hari mengkhatamkan membaca al-Qur’an itu. Ternyata ketika ada yang menyatakan sanggup dalam satu hari itu Rasulullah mengatakan “Tak ada nilainya jika membaca al-Qur’an khatam dalam waktu kurang dari tiga hari!”.

 

Jika kita renungkan bahwa para shahabat itu adalah orang-orang yang berbahasa Arab, yang merupakan bahasa al-Qur’an, maka mudah kita fahami bahwa ketika mereka membaca al-Qur’an itu mereka dapat mengerti maknanya kata demi kata, walupun makna ayat demi ayat mungkin ada saja yang mereka tidak menangkapnya; apalagi jika membacanya terlalu cepat semisal ketika merasa “harus” khatam dalam waktu kurang dari tiga hari. Ini harus kita tangkap sebagai bahwa dalam membaca al-Qur’an bukanlah sekedar melafalkan huruf-hurufnya, tetapi membaca dengan menangkap maknanya, walaupun bagi yang pemula melafalkan hurufnya saja sudah berpahala. Namun bagi kita yang sudah dapat melafalkan huruf-huruf al-Qur’an dengan benar, hendaknya meningkatkan diri agar mampu mengangkap makna ayat-ayat yang dibaca, karena pada hakikatnya al-Qur’an itu adalah petunjuk (guidance)dari Allah SwT .

 

“BULAN  RAMADHAN,  BULAN YANG DI DALAMNYA DITURUNKAN (PERMULAAN) AL-QURAN SEBAGAI PETUNJUK BAGI  MANUSIA  DAN  PENJELASAN-PENJELASAN MENGENAI  PETUNJUK  ITU  DAN PEMBEDA (ANTARA YANG HAK DAN YANG BATHIL…” (Surah al-Baqarah [2] ayat 185)

 

“Tak ada gunanya” jika kita tahu bahwa al-Qur’an itu adalah petunjuk, kalau kita tidak memahami apa maksud atau makna petunjuk itu. Begitulah kita perlu memamahi bahwa ketika malaikat Jibril bertadarrus dengan Rasulullah itu bukanlah sekedar membaca ulang, tetapi mendalami kandungan isi al-Qur’an untuk kemudian diamalkan. Hal itu tecermin dari riwayat:

“Rasulullah saw itu adalah manusia yang paling dermawan. Kedermawanannya itu dalam bulan Ramadhan lebih menonjol, termasuk ketika malaikat Jibril menemuinya; dia menemuinya di setiap malam bulan Ramadhan, yang lalu mengajari (bertadarrus) al-Qur’an sehingga Rasulullah dalam hal kebaikan (harta) menjadi lebih dermawan lagi ketimbang meratanya angin yang bertiup.” (HR Bukhari dari Ibnu ‘Abbas)

 

Marilah kita bertadarrus al-Qur’an dengan membacanya, membaca maknanya (langsung ataupun dari terjemahnya), memahami tafsirnya, mencamkan, menghayati, mengamalkan, dan mengajarkannya. Semoga kita menjadi kian lebih baik lagi dengan mengisi bulan Ramadhan secara benar.

 

 

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SwT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

 

 

***

Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

 

0 Responses to “Tadarrus untuk peningkatan diri”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: