Bakhil itu merugikan diri.

120630   Bakhil itu merugikan diri.

 

 

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 

Allah SwT mendorong hamba-hambanya yang mukmin untuk mau membelanjakan hartanya di jalan Allah dengan mengingatkan bahwa kehidupan di dunia tak lain adalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, yang tak lama lagi akan sirna dan hilang karena kematian, kecuali jika dalam kehidupan dunianya orang dapat mengendalikan diri dengan menjaga iman dan taqwanya, tidak melupakan beramal di jalan Allah dengan tujuan mengharap ridha Allah. Semua itu akan dibalas Allah dengan pahalaNya.

 

“SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH PERMAINAN DAN SENDA GURAU. DAN JIKA KAMU BERIMAN SERTA BERTAKWA, ALLAH AKAN MEMBERIKAN PAHALA KEPADAMU DAN DIA TIDAK AKAN MEMINTA (SEMUA) HARTA-HARTAMU.” (Surah Muhammad [47] ayat 36)

 

Terhadap harta manusia (yang pada hakikatnya adalah milik Allah!) Allah tidaklah meminta semua hartanya, tetapi hanya sebagian kecil saja (2,5 %); itupun hanya atas mereka yang berkecukupan (hartanya mencapai nishab). Allah tahu bahwa manusia cenderung untuk bakhil (kikir) sehingga kalaulah kewajiban berinfaq itu terasa terlalu besar akan muncullah perasaan tak senangnya (bahkan mungkin sampai membenci!) kepada peraturan-peraturan dalam agama Islam.

 

“JIKA DIA MEMINTA HARTA KEPADAMU LALU MENDESAK KAMU (SUPAYA MEMBERIKAN SEMUANYA) NISCAYA  KAMU  AKAN  KIKIR  DAN   DIA AKAN MENAMPAKKAN KEDENGKIANMU.” (Surah Muhammad [47] ayat 37)

 

Sebenarnya infaq-infaq itu akan banyak membantu sesama mukmin yang masih berkekurangan untuk memperbaiki keadaan masyarakat Islam, membantu pembangunan sarana-sarana umum untuk keperluan bersama, ataupun untuk lainnya dalam perjuangan, yang secara umum manfaat itu semua akan kembali kepada dirinya sendiri. Rasulullah Muhammad SAW menggambarkan bahwa infaq ikhlas yang hanya sebesar sebuah kurma akan dikembalikan Allah sebagai balasannya yang sebesar gunung Uhud.

 

Jika nyatanya tidak sedikit orang yang bakhil, itulah yang harus dicermati, karena akibat buruknya juga akan kembali kepada dirinya sendiri! Kebakhilan akan mengurangi pahala, dan menjauhkannya dari ridha Allah; kalau Allah memerintahkan ummat mukmin berinfak bukanlah karena Allah memerlukannya, tetapi karena Allah memberi kesempatan bagi hambaNya untuk mendapatkan banyak pahala!

 

 

“INGATLAH,  KAMU  INI  ORANG-ORANG  YANG  DIAJAK  UNTUK   MENAFKAHKAN (HARTAMU) PADA JALAN ALLAH. MAKA DI ANTARA KAMU ADA ORANG YANG KIKIR, DAN SIAPA YANG KIKIR SESUNGGUHNYA DIA HANYALAH KIKIR TERHADAP  DIRINYA SENDIRI….” (Surah Muhammad [47] ayat 38)

 

 

Semoga kita termasuk orang yang tidak bakhil dalam berinfaq.

 

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

0 Responses to “Bakhil itu merugikan diri.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: