Beristighfar

120601   Beristighfar.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 DAN ALLAH SEKALI-KALI TIDAK AKAN MENGAZAB MEREKA, SEDANG KAMU BERADA DI ANTARA MEREKA. DAN TIDAKLAH (PULA) ALLAH AKAN MENGAZAB MEREKA,SEDANG MEREKA MEMINTA AMPUN.  (Surah al-Anfal [8] ayat 33)

 

Ayat di atas sebenarnya merupakan ancaman pengingatkan bagi kita, manusia yang mau percaya, agar kita segera menyadari kesalahan diri lalu segera berbenah diri. Mudah-mudahan “kedekatan” sebagian dari kita kepada Allah SwT masih cukup untuk “menghambat” ditimpakannya adzab kepada bangsa kita; terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh bangsa kita, termasuk para pemimpinnya. Istighfar memang merupakan salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah, meminta ampun kepada Allah dengan harapan agar Allah menutupi dan memaafkan dosa-dosa yang pernah dilakukannya, lalu tidak menghukumnya.

 

Beristighfar secara benar adalah salah satu bentuk kesadaran sekaligus ketundukan bahwa ketika melakukan berbagai aktivitas kehidupan, baik secara sadar ataupun tidak bisa saja terselip kekhilafan sehingga dapat berakibat dosa yang menghinakan. Kesadaran dapat mendorong orang untuk segera mawas diri lalu banyak memohon ampun kepada Allah, sebagai bentuk ketundukan dan kepasrahan kepadaNya. Kesadaran seperti ini akan memudahkan orang untuk meninggalkan segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan, untuk menghindarkan diri dari kehinaan dan kerusakan, menolak adzab.

 

Banyak faktor yang menghalangi orang dari mau segera beristighfar. Salah satunya adalah anggapan bahwa beristighfar dapat dilakukan nanti-nanti saja; senyampang masih muda dan berada lalu banyak berfoya-foya, nanti saja bertobat jika badan telah tak kuat. Oleh karena itu mereka ini masih juga menyibukkan diri dengan kegiatannya melanggar hukum, memuaskan nafsu, untuk mengira bahwa nanti pada saatnya dia akan bertaubat. Orang seperti ini tidak menyadari bahwa kapan akan tibanya saat kematian adalah hak Allah yang dirahasiakan, yang akan menjadikannya tidak mungkin lagi bertaubat. Mereka ini rupanya lupa bahwa sebenarnya Allah justru mengingatkan agar kita bersegera meminta ampunan dari Allah.

 

DAN BERSEGERALAH KAMU KEPADA AMPUNAN DARI TUHANMU DAN KEPADA  SYURGA YANG LUASNYA SELUAS LANGIT DAN BUMI YANG DISEDIAKAN UNTUK ORANG-ORANG YANG BERTAKWA (Surah Ali Imran [3] ayat 133)

 

Orang yang bertaqwa tidaklah akan menunda-nunda untuk memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kekhilafan yang selama ini terlakukan. Janganlah pula sampai ada yang meniru orang kaya yang berfikir untuk menunda memohon ampunan Allah sampai nanti sesudah kematian tiba dengan harapan bahwa anak-anak ataupun keluarganya “bersedekah” banyak-banyak dengan harta yang ditinggalkannya sebagai penebus bagi dosa-dosanya.

 

Sebenarnya nasihat yang diberikan oleh Rasulullah Muhammad SaW untuk kita adalah yang salah satunya:

 

Barang siapa yang selalu beristighfar (memohon ampun kepada Allah) maka Allah akan memberinya kelapangan dalam setiap kesempitan, dan Allah akan membukakan jalan keluar dari kesusahannya, serta Allah akan memberinya rezeki dari yang tidak disangka-sangka” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

 

Beristighfar tidaklah sulit untuk diucapkan dengan lisan, namun tidak mudah untuk dilakukan dengan penuh kesadaran. Mudah-mudahan saja kita dapat beristighfar untuk menyempurnakan taubat kita, untuk kemudian mampu melangkah dengan benar guna mencapai syurga Allah.

 

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

 

 

***

Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

0 Responses to “Beristighfar”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: