Arsip untuk Juni, 2012

Bakhil itu merugikan diri.

120630   Bakhil itu merugikan diri.

 

 

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 

Allah SwT mendorong hamba-hambanya yang mukmin untuk mau membelanjakan hartanya di jalan Allah dengan mengingatkan bahwa kehidupan di dunia tak lain adalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, yang tak lama lagi akan sirna dan hilang karena kematian, kecuali jika dalam kehidupan dunianya orang dapat mengendalikan diri dengan menjaga iman dan taqwanya, tidak melupakan beramal di jalan Allah dengan tujuan mengharap ridha Allah. Semua itu akan dibalas Allah dengan pahalaNya.

 

“SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH PERMAINAN DAN SENDA GURAU. DAN JIKA KAMU BERIMAN SERTA BERTAKWA, ALLAH AKAN MEMBERIKAN PAHALA KEPADAMU DAN DIA TIDAK AKAN MEMINTA (SEMUA) HARTA-HARTAMU.” (Surah Muhammad [47] ayat 36)

 

Terhadap harta manusia (yang pada hakikatnya adalah milik Allah!) Allah tidaklah meminta semua hartanya, tetapi hanya sebagian kecil saja (2,5 %); itupun hanya atas mereka yang berkecukupan (hartanya mencapai nishab). Allah tahu bahwa manusia cenderung untuk bakhil (kikir) sehingga kalaulah kewajiban berinfaq itu terasa terlalu besar akan muncullah perasaan tak senangnya (bahkan mungkin sampai membenci!) kepada peraturan-peraturan dalam agama Islam.

 

“JIKA DIA MEMINTA HARTA KEPADAMU LALU MENDESAK KAMU (SUPAYA MEMBERIKAN SEMUANYA) NISCAYA  KAMU  AKAN  KIKIR  DAN   DIA AKAN MENAMPAKKAN KEDENGKIANMU.” (Surah Muhammad [47] ayat 37)

 

Sebenarnya infaq-infaq itu akan banyak membantu sesama mukmin yang masih berkekurangan untuk memperbaiki keadaan masyarakat Islam, membantu pembangunan sarana-sarana umum untuk keperluan bersama, ataupun untuk lainnya dalam perjuangan, yang secara umum manfaat itu semua akan kembali kepada dirinya sendiri. Rasulullah Muhammad SAW menggambarkan bahwa infaq ikhlas yang hanya sebesar sebuah kurma akan dikembalikan Allah sebagai balasannya yang sebesar gunung Uhud.

 

Jika nyatanya tidak sedikit orang yang bakhil, itulah yang harus dicermati, karena akibat buruknya juga akan kembali kepada dirinya sendiri! Kebakhilan akan mengurangi pahala, dan menjauhkannya dari ridha Allah; kalau Allah memerintahkan ummat mukmin berinfak bukanlah karena Allah memerlukannya, tetapi karena Allah memberi kesempatan bagi hambaNya untuk mendapatkan banyak pahala!

 

 

“INGATLAH,  KAMU  INI  ORANG-ORANG  YANG  DIAJAK  UNTUK   MENAFKAHKAN (HARTAMU) PADA JALAN ALLAH. MAKA DI ANTARA KAMU ADA ORANG YANG KIKIR, DAN SIAPA YANG KIKIR SESUNGGUHNYA DIA HANYALAH KIKIR TERHADAP  DIRINYA SENDIRI….” (Surah Muhammad [47] ayat 38)

 

 

Semoga kita termasuk orang yang tidak bakhil dalam berinfaq.

 

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab.

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

Iklan

Jangan merusak amal.

120626

 

Jangan merusak amal.

 

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 

 

“HAI ORANG YANG BERIMAN, TAATLAH  KEPADA  ALLAH DAN TAATLAH KEPADA RASUL DAN JANGANLAH KAMU MERUSAKKAN (PAHALA) AMAL-AMALMU.” (Surah Muhammad [47] ayat 33)

 

Pangkal ayat di atas merupakan perintah Allah SwT kepada orang-orang yang beriman, yaitu yang membenarkan keesaan Allah dan kekuasaanNya serta semua sifat-sifat kesempurnaanNya, dan membenarkan RasulNya beserta syariat-syariat Allah yang dibawanya; orang-orang yang beriman itu diperintah untuk mentaati Allah dan mentaati Rasulullah dengan cara melaksanakan perintah-perintah dan mencegah diri dari larangan-larangan yang telah diberikan.

 

Bagian akhir ayat 33 surat Muhammad itu Allah mengingatkan orang-orang beriman itu untuk menjaga diri, jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat membatalkan nilai amal-amal baik yang telah dilakukannya.

 

“… JANGANLAH KAMU MERUSAKKAN (PAHALA) AMAL-AMALMU.” (Surah Muhammad [47] ayat 33)

 

Banyak hal-hal yang dapat menyebabkan batal atau terhapusnya nilai amal kebaikan itu; misalnya melakukan kemaksiatan-kemasiatan, melakukan dosa-dosa besar, mengundat-undat ataupun menyakitkan hati orang atas “kebaikan” yang pernah dilakukannya, melakukan kemunafikan ataupun kemusyrikan. Yang harus diperhatikan lebih lanjut adalah bahwa walaupun Rasulullah pernah menyebutkan bahwa dosa yang pernah dilakukan seseorang ketika musyrik telah terhapus ketika seseorang telah mengucap “LA iLAHa iLLaLLAH”, namun nilai amal-amal baik sesudahnya dapat terbatalkan oleh dosa yang tidak berampun, yang tidak terpulihkan karena “tak sempat” bertaubat sebelum keburu mati.

 

Semogalah kita maupun para pemimpin kita diberi kekuatan dan pertolongan Allah untuk mampu menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan nilai amal-amal shalih yang terdahulu, yang kita tak dapat melakukan upaya di kancah kebaikan tanpa kekuatan dan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

 

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

Donor darah.

Donor darah

 

Di Surabaya saja setiap hari sekitar 200-300 unit darah ditransfusikan ke pasen-pasen yang memerlukan, misalnya karena operasi, perdarahan parah pada persalinan, kelainan darah. Mereka ini adalah pasen gawat darurat, yang perlu tambah darah karena mereka tak mampu membuat darah sendiri saat itu. Itu mungkin Anda. Pasokan darah yang tersedia teratur sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebu-tuhan darah seperti itu. Tidak tersedia-nya darah akan berarti terancamnya keselamatan jiwa pasen seperti itu. Karena itulah diperlukan pedonor darah yang teratur; mungkin Anda.

 

Darah yang diambil untuk didonorkan itu hanya 350 ml saja, merupakan sebagian kecil dari sejumlah 5-6 liter darah yang ada di dalam tubuh seseorang yang sehat; darah yang didonorkan itu volumenya dapat terganti dari asupan makanan dan minuman dalam waktu 72 jam. Biasanya donor dilakukan hanya 4-5 kali setahun, atau setiap 2-3 bulan. Secara sempurna darah itu akan terganti dalam waktu 21 hari.

 

Wajar saja jika orang merasa takut pada waktu diambil untuk pertama kali sewaktu mendonorkan darahnya. Padahal yang terjadi adalah sedikit rasa nyeri ketika jarum pengambil darah ditusukkan ke kulit; bahkan ada yang menggambarkan nyerinya “seperti digigit semut”. Hanya sesederhana itulah kenyataannya.

 

Sehabis donor kadang-kadang timbul rasa sedikit lelah, yang mengakibat-kan orang cenderung ingin makan lebih banyak. Jika perasaan seperti ini terlalu dituruti, maka orang pun cenderung menjadi mudah gemuk sesudah donor.

 

Hanya orang sehat saja, dan berumur 17-60 tahun, yang boleh menjadi donor. Oleh karena itulah kesehatan donor maupun calon dipastikan dulu dengan pemeriksaan dokter.

 

 

dr HRM Tauhid-al-Amien,MSc,DipHPEd,AIF

tauhidhw@gmail.com

Ketua Biro Kesehatan

PW DMI Jawa Timur

 

 

____________________________________

 

 

 

 

 

Allah akan menolong seseorang selama dia mau menolong orang lain (Hadits)

 

 

Orang itu mungkin Anda;  Anda dapat menjadi penolong juga, dengan menjadi donor darah.

Semoga Allah memberkahi keputusan Anda. Silakan mendaftarkan diri , sekarang ataupun nanti ke:

 

Unit Transfusi Darah

Palang Merah Indonesia

( PMI )

Donor darah, mungkin untuk Anda juga.

Donor darah

Setiap hari sekitar 500-600 kantong darah ditransfusikan ke pasen-pasen yang memerlukan di kota-kota besar, dengan berbagai penyebabnya. Sampai sekarang para ahli di bidang kesehatan belum berhasil membuat bahan pengganti darah yang dapat menggantikan fungsi darah secara lengkap, walaupun sudah dapat disusun berbagai macam larutan yang aman diinfuskan untuk keperluan tubuh tertentu, semisal untuk penderita muntah-berak yang parah, penderita keracunan, ataupun juga penderita perdarahan sebelum mendapatkan darah pengganti. Ada juga yang mendadak semisal untuk operasi akibat kecelakaan, ataupun karena perdarahan parah yang terjadi pada penderita penyakit hati (liver cirrhosis lanjut) ataupun perdarahan pada ibu yang melahirkan. Ada juga penderita yang secara berkala memerlukan transfusi, misalnya karena kelainan darah (misalnya sickle cell anemia), kerusakan jaringan pembuat sel-sel darah (aplastic anemia). Kadang-kadang yang diperlukan bukan darah “utuh”, tetapi hanya komponennya saja, semisal hanya butir-butir merah darahnya saja, ataupun thrombocyte saja. Mereka ini adalah pasen yang perlu tambah darah ataupun komponennya karena mereka tak mampu membuat darah sendiri saat itu. Pasokan darah yang tersedia teratur sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan darah seperti itu. Tidak tersedia-nya darah akan berarti terancamnya keselamatan jiwa pasen seperti itu. Karena itulah diperlukan orang-orang yang mau mendonorkan darahnya secara teratur.

 

Fungsi darah.

Darah diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsi kehidupan. Kebutuhan zat gizi untuk seluruh tubuh dipenuhi dengan mengangkutnya dengan darah yang mengalir. Untuk pembakaran guna menghasilkan energi diperlukan oksigen (zat asam); ini dipasok dengan mengangkutnya dengan sarana haemoglobine (zat warna merah di dalam butir-butir darah merah). Jika orang kekurangan sarana angkut ini (misalnya kurang darah, anemia) maka sel-sel tubuh akan kekurangan oksigen sehingga sulit memperoleh energi, tubuh di menjadi lemah, mudah lelah, pening; otak yang kurang oksigen mudah mengantuk. Aliran darah dibantu oleh sistem peredaran darah (circulation) yang meliputi jantung sebagai pompa ditambah dengan berbagai macam bentuk pembuluh darah sebagai jalannya. Fungsi sistem sirkulasi ini menuntut adanya kecukupan darah (volume maupun komponennya) untuk sempurnanya.

 

Jika seseorang mendonorkan darahnya, darah yang diambil untuk didonorkan itu hanya 350 ml. Jumlah ini merupakan sebagian kecil dari sejumlah 5-6 liter darah yang ada di dalam tubuh seseorang yang sehat. Orang boleh dikata masih terselamatkan (baca: tidak akan mengalami hal yang membahayakan) jika darahnya hilang hanya sampai sekitar 30 %. Jadi berkurangnya darah oleh pengambilannya untuk donor itu aman-aman saja. Darah yang didonorkan itu volumenya dapat terganti dari asupan makanan dan minuman dalam waktu kurang dari 72 jam. Adapun butir-butir darah merah yang terambil ketika berdonor itu barulah akan terpulihkan secara sempurna dengan produksi baru yang akan terganti dalam waktu 21 hari (untuk darah putihnya ada yang telah terpulihkan dalam waktu kurang dari 12 jam!). Biasanya donor darah dilakukan 4-5 kali setahun, atau setiap 2-3 bulan; masa ini jauh lebih dari waktu yang diperlukan untuk pemulihan darah yang terambil itu.  Pada orang yang pas-pasan, sehabis donor kadang-kadang timbul rasa sedikit lelah akibat berkurangnya fungsi sirkulasi oleh berkurangnya darah itu. Ini dapat mengakibatkan orang cenderung ingin makan lebih banyak. Jika dorongan makan seperti ini terlalu dituruti, maka orang pun dapat menjadi mudah gemuk sesudah menjadi donor.

 

Proses pendonoran.

Darah yang diambil untuk donor ditampung dalam kantong yang telah diisi zat penghalang penjendelan (pembekuan, clotting) darah. Darah diambil dari vena cubiti (pembuluh darah balik) dengan menggunakan jarum yang cukup besar, yang ditusukkan ke dalam kulit di daerah lipatan siku untuk mencapai pembuluh tersebut. Tidak sedikit orang yang takut di suntik, walaupun banyak juga pasen yang menganggap suntikan itu merupakan suatu keharusan jika dia berobat, meskipun secara umum tidak ada suntikan yang tidak menimbulkan nyeri. Hanya saja nyeri suntikan itu ada yang ringan ada pula yang sangat, tergantung pada macam obatnya maupun tempat penyuntikannya. Namun bagaimanapun selalu muncul kengerian ketika akan disuntik. Begitulah maka adalah hal yang wajar saja jika orang melihat jarum untutk mengambil darah donor, lalu merasa takut pada waktu akan diambil darahnya untuk donor; apalagi jika ketika itu adalah yang pertama kali mendonorkan darahnya. Padahal yang terjadi adalah sedikit rasa nyeri ketika jarum pengambil darah ditusukkan ke kulit; bahkan nyerinya itu tidak separah nyerinya ketika disuntik dengan obat yang paling ringan nyerinya. Oleh karena itu ada yang menggambarkan nyerinya itu  “seperti digigit semut”. Kengerian yang ada sebenarnya lebih merupakan akibat dari rasa takut saja. Hanya sesederhana itulah kenyataannya proses donor darah.

 

Donor adalah kegiatan “sederhana” untuk menolong orang, tidak dimaksud untuk mempersulit ataupun mencelakakan seseorang. Oleh karena itu hanya orang sehat saja yang boleh menjadi donor. Untuk kemudahan maka donor hanya dipilih dari orang yang berumur 17-60 tahun. Untuk menyaring bahwa calon donor sehat, tidak bermasalah jika diambil darahnya, maka dilakukan pemeriksaan kesehatan calon donor dengan memberi sejumlah pertanyaan tentang kesehatannya, dan dilakukan pemeriksaan laboratorium sederhana. Karena darah ini nanti akan dimasukkan tubuh orang lain, maka darah dari donor itu lebih lanjut diperiksa dengan berbagai pemeriksaan laboratoris untuk memastikan  bahwa darah yang diambil dari donor tersebut aman untuk ditransfusikan, misalnya aman dari kandungan virus HIV ataupun hepatitis.

 

Penutup.

Sampai sekarang para ahli di bidang kesehatan belum berhasil membuat bahan pengganti darah yang dapat menggantikan fungsi darah secara lengkap. Oleh karena itulah masih diperlukan tersedianya darah asli yang sewaktu-waktu dapat diberikan kepada yang memerlukan. Meningkatnya tindakan di rumah sakit yang memerlukan darah, memerlukan lebih banyak donor.

Donor darah merupakan tindakan sukarela membantu orang yang sangat memerlukan, merupakan salah satu bentuk amal tolong-menolong (ta’awwun) yang ternyata masih perlu digalakkan. Mudah-mudahan uraian di atas memberi pemahaman masalah donor, yang dapat meningkatkan kepedulian kita untuk menjadi donor.

 

Bina kesatuan lewat kata sopan.

120618   Bina kesatuan lewat kata sopan.

 

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

ir

DAN KATAKANLAH KEPADA HAMBA-HAMBAKU HENDAKLAH MEREKA MENGUCAPKAN PERKATAAN YANG LEBIH BAIK (BENAR). SESUNGGUHNYA SYAITAN ITU MENIMBULKAN PERSELISIHAN DI ANTARA MEREKA….” (Surah al-Isra’ [17] ayat 53)

 

Dari rangkaian ayat-ayat sebelumnya, ayat di atas menunjukkan bahwa terhadap orang-orang kafir maupun musyrik yang membantah ajaran Allah SwT lewat para RasululNya agar menyikapinya dengan pembicaraan atau dialog yang lemah lembut, jangan menggunakan kata-kata yang kasar kepada mereka, janganlah mengecam, jangan mencela mereka dengan kata-kata yang menyakitkan hati. Kata-kata yang baik akan menarik hati, tidak mengundang permusuhan, menjadikan orang cenderung puas, sebagaimana juga yang telah digunakan oleh para pemberi nasihat (advisor) ataupun bimbingan (konselor).

 

Namun sayangnya banyak dari kita yang melupakan ayat ini sehingga justru terhadap “keluarga sendiri” tidak jarang keluar kata-kata yang menyakitkan hati ataupun bahkan sudah menjadikan si pembicara “kafir” karena telah menyebut, menganggap, atau menuduh lawan bicaranya yang muslim sebagai “kafir”.

 

Sejalan dengan itu kita juga dapat melihat bimbingan Allah dalam berdakwah (menyeru):

 

SERULAH  (MANUSIA)  KEPADA JALAN TUHANMU DENGAN HIKMAH  DAN  PELAJARAN YANG BAIK DAN BANTAHLAH MEREKA DENGAN CARA YANG BAIK. SESUNGGUHNYA TUHANMU DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI TENTANG SIAPA YANG TERSESAT  DARI JALANNYA DAN DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK. (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

 

 

DAN JANGANLAH KAMU BERDEBAT DENGAN AHLI KITAB, MELAINKAN DENGAN CARA YANG PALING BAIK, KECUALI DENGAN ORANG-ORANG ZALIM DI ANTARA MEREKA, DAN KATAKANLAH: “KAMI TELAH BERIMAN KEPADA (KITAB-KITAB) YANG DITURUNKAN KEPADA KAMI DAN YANG DITURUNKAN KEPADAMU; TUHAN KAMI DAN TUHANMU ADALAH SATU; DAN KAMI HANYA KEPADANYA BERSERAH DIRI”. (Surah al-‘Ankabut [29] ayat 46)

 

Orang-orang yang berkata kasar ataupun melecehkan seseorang ataupun kaum, mereka itu telah terpengaruhi oleh syaithan yang memang selalu berusaha merusak hubungan antar manusia, sesama  mukmin ataupun dengan kaum musyrik maupun kafir. Syaithan menghendaki terjadinya kerusuhan dari perkataan-perkataan yang tidak mengenakkan di antara mereka itu, agar kemudiannya nanti muncul permusuhan.

 

… SESUNGGUHNYA SYAITAN ITU MENIMBULKAN PERSELISIHAN DI ANTARA MEREKA. SESUNGGUHNYA SYAITAN ITU ADALAH MUSUH YANG NYATA BAGI MANUSIA. (Surah al-Isra’ [17] ayat 53)

 

Lebih rinci Rasulullah Muhammad saw juga mengingatkan:

 

Jangalah sekali-kali di antara kamu ada yang mengacungkan senjata kepada saudaranya, karena kalau-kalau syaithan membuat kerusakan lewat tangannya sehingga dia terjerumus ke dalam jurang neraka.

 

Lebih jauh untuk sesama muslim Rasulullah mengatakan:

 

Orang muslim itu saudara muslim lainnya. Ia tidak boleh menganiayanya dan tak boleh mengabaikannya...” (HR Ahmad dari Abu Hurairah.)

 

Semogalah masing-masing kita sebagai “orang awam” ataupun pimpinan mampu menjaga lidah dan sikap sehingga kesatuan muslim dalam bernegara kian terjaga, dan tidak justru muncul musuh-musuh baru.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

 

Beristighfar

120601   Beristighfar.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 DAN ALLAH SEKALI-KALI TIDAK AKAN MENGAZAB MEREKA, SEDANG KAMU BERADA DI ANTARA MEREKA. DAN TIDAKLAH (PULA) ALLAH AKAN MENGAZAB MEREKA,SEDANG MEREKA MEMINTA AMPUN.  (Surah al-Anfal [8] ayat 33)

 

Ayat di atas sebenarnya merupakan ancaman pengingatkan bagi kita, manusia yang mau percaya, agar kita segera menyadari kesalahan diri lalu segera berbenah diri. Mudah-mudahan “kedekatan” sebagian dari kita kepada Allah SwT masih cukup untuk “menghambat” ditimpakannya adzab kepada bangsa kita; terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh bangsa kita, termasuk para pemimpinnya. Istighfar memang merupakan salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah, meminta ampun kepada Allah dengan harapan agar Allah menutupi dan memaafkan dosa-dosa yang pernah dilakukannya, lalu tidak menghukumnya.

 

Beristighfar secara benar adalah salah satu bentuk kesadaran sekaligus ketundukan bahwa ketika melakukan berbagai aktivitas kehidupan, baik secara sadar ataupun tidak bisa saja terselip kekhilafan sehingga dapat berakibat dosa yang menghinakan. Kesadaran dapat mendorong orang untuk segera mawas diri lalu banyak memohon ampun kepada Allah, sebagai bentuk ketundukan dan kepasrahan kepadaNya. Kesadaran seperti ini akan memudahkan orang untuk meninggalkan segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan, untuk menghindarkan diri dari kehinaan dan kerusakan, menolak adzab.

 

Banyak faktor yang menghalangi orang dari mau segera beristighfar. Salah satunya adalah anggapan bahwa beristighfar dapat dilakukan nanti-nanti saja; senyampang masih muda dan berada lalu banyak berfoya-foya, nanti saja bertobat jika badan telah tak kuat. Oleh karena itu mereka ini masih juga menyibukkan diri dengan kegiatannya melanggar hukum, memuaskan nafsu, untuk mengira bahwa nanti pada saatnya dia akan bertaubat. Orang seperti ini tidak menyadari bahwa kapan akan tibanya saat kematian adalah hak Allah yang dirahasiakan, yang akan menjadikannya tidak mungkin lagi bertaubat. Mereka ini rupanya lupa bahwa sebenarnya Allah justru mengingatkan agar kita bersegera meminta ampunan dari Allah.

 

DAN BERSEGERALAH KAMU KEPADA AMPUNAN DARI TUHANMU DAN KEPADA  SYURGA YANG LUASNYA SELUAS LANGIT DAN BUMI YANG DISEDIAKAN UNTUK ORANG-ORANG YANG BERTAKWA (Surah Ali Imran [3] ayat 133)

 

Orang yang bertaqwa tidaklah akan menunda-nunda untuk memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kekhilafan yang selama ini terlakukan. Janganlah pula sampai ada yang meniru orang kaya yang berfikir untuk menunda memohon ampunan Allah sampai nanti sesudah kematian tiba dengan harapan bahwa anak-anak ataupun keluarganya “bersedekah” banyak-banyak dengan harta yang ditinggalkannya sebagai penebus bagi dosa-dosanya.

 

Sebenarnya nasihat yang diberikan oleh Rasulullah Muhammad SaW untuk kita adalah yang salah satunya:

 

Barang siapa yang selalu beristighfar (memohon ampun kepada Allah) maka Allah akan memberinya kelapangan dalam setiap kesempitan, dan Allah akan membukakan jalan keluar dari kesusahannya, serta Allah akan memberinya rezeki dari yang tidak disangka-sangka” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

 

Beristighfar tidaklah sulit untuk diucapkan dengan lisan, namun tidak mudah untuk dilakukan dengan penuh kesadaran. Mudah-mudahan saja kita dapat beristighfar untuk menyempurnakan taubat kita, untuk kemudian mampu melangkah dengan benar guna mencapai syurga Allah.

 

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

 

 

***

Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.