Sikap terhadap orang tua

120530   Sikap anak terhadap orang tua.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Di masa tahun-tahun akhir ini tidak sedikit kita menjumpai kabar-kabar yang cukup merisaukan, yaitu perilaku anak, remaja, orang-orang muda ataupun tua yang tidak benar: mereka kurang (baca: tidak) menghargai orang tuanya. Bahkan ada pula yang menyakiti atau bahkan membunuh orang tuanya oleh sebab-sebab yang sederhana. Padahal telah memerintahkan berbuat baik kepada orang tuanya yang dikaitkan langsung dengan perintah mentauhidkan Allah SwT seperti yang termaktub di awal ayat 23 surat al-Isra’ [17]:

DAN TUHANMU TELAH MEMERINTAHKAN SUPAYA KAMU JANGAN MENYEMBAH SELAIN DIA DAN HENDAKLAH KAMU BERBUAT BAIK PADA IBU BAPAKMU DENGAN SEBAIK-BAIKNYA… (Surah al-Isra’ [17] ayat 23)

 

Secara lebih rinci Allah menyebutkan antara lain:

 

… JIKA SALAH SEORANG DI ANTARA KEDUANYA ATAU KEDUA-DUANYA SAMPAI BERUMUR LANJUT DALAM PEMELIHARAANMU, MAKA SEKALI-KALI JANGANLAH KAMU MENGATAKAN KEPADA KEDUANYA PERKATAAN “AH”; JANGANLAH KAMU MEMBENTAK MEREKA, UCAPKANLAH KEPADA MEREKA PERKATAAN YANG MULIA. (Surah al-Isra’ [17] ayat 23)

HAMKA dalam menggambarkan kata “AH” (UFF dalam bahasa Arab) menyebutkan bahwa kalaulah ada kata yang lebih halus dari ucapan yang keluar dari mulut orang yang menunjukkan rasa jengkel atau kurang senang, pastilah akan digunakan. Al-Maraghi dalam tafsirnya menyebutkan “Janganlah kamu jengkel terhadap sesuatu yang kamu lihat dilakukan oleh salah satu dari orang tua atau oleh kedua-duanya yang menyakitkan hati; bersabarlah menghadapi semua dari mereka itu.

 DAN RENDAHKANLAH DIRIMU TERHADAP MEREKA BERDUA DENGAN PENUH KESAYANGAN… (Surah al-Isra’ [17] ayat 24)

 

Anak dituntut untuk tidak menyusahkan orang tua meskipun hanya dengan perkataan yang membuat mereka berdua merasa tercela atau terhina. Adalah suatu larangan menampakkan perselisihan terhadap sikap ataupun tindakan mereka, semisal dengan perkataan yang disampaikan dengan nada menolak, mendustakan mereka, ataupun menampakkan kejemuan walau sedikit, meskipun mungkin orang tua masih kafir. Anak harus menggunakan kata-kata yang baik dan manis kepada kedua orang tuanya, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, sesuai dengan kesopanan yang baik dari pribadi yang luhur; jangan meninggikan suara di hadapan orang tua, apalagi memelototkan mata kepada keduanya.

Lebih jauh Rasulullah Muhammad saw. memperingatkan kita untuk menjaga perasaan orang tua, karena jika orang tua marah kepada seorang anak maka Allah pun murka kepadanya. Pada akhir ayat ini Allah mengingatkan kita untuk memohonkan kasih sayang Allah buat kedua orang tua kita!

… DAN BERDOALAH: “WAHAI TUHANKU, KASIHILAH MEREKA KEDUANYA, SEBAGAIMANA MEREKA BERDUA TELAH MENDIDIK AKU WAKTU KECIL”. (Surah al-Isra’ [17] ayat 24)

 

Kalaupun kita dulu telah tersalah dengan pandai berpura-pura baik dengan orang tua, yang berarti kita masih belum memenuhi perintah-perintah Allah di ayat di atas, Allah yang Maha Pengampun masih memberi kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri dengan bertaubat:

TUHANMU LEBIH MENGETAHUI APA YANG ADA DALAM HATIMU; JIKA KAMU ORANG-ORANG YANG BAIK, MAKA SESUNGGUHNYA DIA MAHA PENGAMPUN BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAUBAT.  (Surah al-Isra’ [17] ayat 25)

 

Semoga Allah menerima taubat kita.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

Saw. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SwT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

 

 

***

Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

0 Responses to “Sikap terhadap orang tua”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: