Nyanyian di kepanduan.

Salah satu bentuk pendidikan dalam berkepanduan adalah riang gembira dengan bernyanyi. Nyanyi ini seharusnya bukan hanya sekedar menyanyi, tetapi yang dinyanyikan adalah yang punya makna untuk menanamkan akhlaq. Banyak nyanyian yang kita lagukan tanpa tahu maknanya; lagu ini ada yang lagu daerah, tetapi tidak sedikit pula lagu manca. Alangkah baiknya jika kita dapat mengumpulkan lagu-lagu sederhana dari daerah, disertai dengan terjemah Indonesia; mungkin saja lagu itu adalah lagu “baku” merakyat yang diubah syairnya.

Salah satu nyanyian dari Jawa, yang saya saat ini masih “lupa syairnya”, mempunyai nilai pembinaan akhlaq yang tinggi adalah dialog antara anak dan ibunya ketika minta uang karena datangnya seorang fakir dengan kondisi lumpuh dan buta serta mengeluh lapar dan dahaga. Si ibu menjawab dengan memberikan nasi dan ikannya, dengan pesannya  yang berakhir dengan kalimat “…yen gelem kandhanana, kon shalat saben dina” (jika mau beritahulah untuk shalat tiap harinya).

Lagu-lagu seperti itu nantinya dapat diunggah dalam bentuk rekaman suara ataupun dengan gambar di YouTube.

Siapa mau mengunggah lagu daerahnya?

0 Responses to “Nyanyian di kepanduan.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: