Operasi katarak tak perlu menunggu buta.

Operasi katarak tak perlu menunggu buta.

 Mata kita seibarat kamera foto. Untuk dapat melihat dengan jelas sama halnya dengan upaya untuk memperoleh gambaran yag jelas pada film foto untuk nantinya diafdrek (dicetak sesudah film “dicuci”). Untuk itu diperlukan lensa yang jernih. Jika lensa kamera kotor, gambar yang dihasilkan di film tidak akan tajam kalau tidak boleh dikatakan kabur sama sekali. Begitu jugalah, jika lensa mata kita keruh (semisal akibat katarak) maka kita tidak akan dapat melihat huruf dengan tajam. Jika kekeruhan ini parah, mungkin kita menjadi sama sekali tidak dapat melihat alias buta.

 

Katarak.

Katarak pada dasarnya adalah kekeruhan lensa; lensa mata kita terletak di belakang orang-orangan mata, di daerah “hitam” di tengah mata kita. Katarak tampak dari luar sebagai warna keputihan seperti kabut pada daerah lensa itu. Kekeruhan yang ada biasanya dimulai dari bagian tepi lensa, tampak halus ataupun kasar. Keadaan yang masih ringan mengakibatkan penglihatan seperti berkabut. Jika lebih parah maka penglihatan menjadi lebih buruk sehingga penderita tidak dapat lagi menjahit ataupun membaca huruf-huruf yang kecil. Katarak dapat kian parah sehingga penderitanya boleh dibilang menjadi buta. Oleh karena itulah sering juga disebutkan bahwa katarak menjadi penyebab terbanyak kebutaan.

 

Katarak biasanya telah terjadi pada orang yang lanjut usia (70 tahun). Namun dapat juga muncul pada usia yang jauh lebih muda dan muncul mendadak, ataupun bahkan pada bayi; jika ini terjadi perlulah penelusuran lebih lanjut.

 

Penyebab katarak.

Selain karena umur, salah satu penyebab katarak adalah penyakit kencing manis. Katarak juga dapat muncul oleh penyebab-penyebab lainnya lagi semisal oleh karena penggunaan berbagai macam obat; misalnya dinitrophenol (penekan nafsu makan), kortikosteroid (yang digunakan untuk waktu lama, misalnya pada penderita asma ataupun eksim), echothiophate iodide (obat tetes mata pada penderita glaukom). Demam yang tinggi juga dapat memicu munculnya katarak. Pukulan atau benturan pada mata, adanya benda yang menusuk lensa dapat menimbulkan katarak dengan cepat. Tukang las juga mudah mengalami katarak; mungkin karena panas (radiasi inframerah) api dari las.

 

Permasalahan penderita katarak sebenarnya bukanlah pada masalah gangguan penglihatannya itu sendiri, tetapi akibat lanjut dari gangguan penglihatan itu. Jika seseorang terganggu penglihatannya, dan cukup parah, maka itu berarti dia menjadi tidak dapat melihat apa yang seharusnya dapat dilihatnya. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa dia menjadi buta dengan berbagai macam akibat sosialnya, semisal jadi mengurung diri, merasa tak berguna lagi, ataupun menjadi pemarah karena “kesenangannya” hilang.

 

Tindakan.

Katarak pada dasarnya merupakan akibat dari perubahan kimiawi yang terjadi atas zat penyusun lensa itu. Proses perubahan itu tidak terlalu jelas jalannya; oleh karena itu ada sejumlah perusahaan yang memasarkan berbagai jenis “obat” (tetes ataupun yang diminum) untuk mengurangi ataupun menghambat munculnya katarak.

Lensa mata tersusun dari protein dan bahan-bahan pelengkap lainnya. Struktur kimiawi lensa mengalami peubahan dari waktu ke waktu, dari bentuk yang sangat lentur menjadi yang kian kenyal sejalan dengan bertambahnya umur itu. Perubahan ini tidak jarang juga disertai dengan munculnya kekeruhan. Kekeruhan ini akan kian padat dan meluas sehingga akhirnya nanti penderita benar-benar tidak lagi dapat mengenali bentuk, termasuk tidak dapat mengenali huruf. Keadaan seperti ini boleh dibilang penderitanya jadi buta. Untuk mengatasi permasalahan katarak ini lensa mata yang “keruh” itu harus diambil, yaitu dengan “operasi katarak”.

 

Operasi katarak.

Operasi katarak adalah pembedahan untuk mengambil lensa mata yang telah menjadi keruh itu. Operasi ini secara umum boleh dibilang termasuk operasi ringan sehingga penderitanya dapat saja tanpa harus menginap di rumah sakit. Karena operasi ini termasuk “sederhana” maka operasi ini sering dilakukan dalam bentuk “operasi katarak gratis” yang penderitanya juga tidak perlu rawat nginap.

 

Dengan cara “biasa” maka lensa yang keruh itu harus telah cukup keras untuk mudah diambil. Oleh karena itulah untuk operasi katarak itu dengan teknologi zaman dulu perlu ditunggu sampai kataraknya “matang” dulu (baca: sampai buta). Dalam hal ini kenyataannya adalah bahwa pengerasan lensa itu ada yang sangat lambat berlangsungnya dengan akibat operasi tidak dapat segera dilakukan, padahal selama “menunggu” itu penglihatan kian kabur atau setengah buta. Dengan teknik yang lebih “maju” persyaratan matang itu dapat ditinggalkan sehingga operasi katarak kini dapat dilaksanakan kapan saja.

 

Seusai menjalani operasi katarak penderita harus menggunakan kacamata tebal untuk ganti lensa matanya telah dibuang. Jika tersedia dana, dalam operasi katarak itu juga dapat langsung dipasang lensa baru untuk menggantikan lensa mata yang telah diambil itu. Sesuai dengan tersedianya sarana terkait, dapat dipilih lensa yang sangat mirip lensa mata, lensa multifokus, lensa yang bebas aberasi, lensa yang lentur ataukah yang kaku. Dengan cara ini jika tetap harus memakai kacamata, nantinya dapat menggunakan kacamata yang tidak lagi terlalu tebal.

 

Penutup.

Jumlah orang yang buta di Indonesia ini cukup besar; mereka itu lalu menjadi beban masyarakat. Cukup banyak orang yang buta itu hanya karena lensa matanya mengalami katarak. Padahal penglihatannya dapat dipulihkan dengan tidakan operasi katarak yang cukup sederhana. Sayangnya tidak sedikit orang yang kurang memahami masalah ini. Dengan berkonsultasi ke dokter mungkin cukup banyak permasalahan kebutaan oleh katarak ini yang dapat diatasi.

 

Semoga sekedar uraian di atas bermanfaat.

 

Pesan:

Jika Anda merasa mendapat manfaat dari tulisan ini, bersedekahlah seikhlasnya ke masjid terdekat.

0 Responses to “Operasi katarak tak perlu menunggu buta.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: