Dakwah tidak selalu mudah

120427 Berdakwah memang tidak selalu mudah.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Berdakwah merupakan kewajiban bagi kita semua, bahkan meskipun kita hanya tahu tentang satu ayat saja. Ini secara umum sejalan dengan tugas risalah Nabi Muhammad saw untuk menyempurnakan akhlaq manusia, yang untuk ini sepantasnyalah kita membenahi akhlaq kita terlebih dahulu walaupun langkah ini bukan yang mutlak harus kita tempuh tuntas. Kalau kita secara paripurna harus baik dulu, jangan-jangan umur kita tak cukup hanya untuk itu. Oleh karena itulah dengan keterbatasan yang ada pada kita masing-masing, kita berupayalah untuk melaksanakan perintah berdakwah, antara lain seperti yang diperintahkan Allah SwT kepada Rasulullah Muhammad saw.:

SERULAH (MANUSIA) KEPADA JALAN TUHANMU DENGAN HIKMAH, DAN PELAJARAN YANG BAIK, DAN (JIKA PERLU) BERBANTAHLAH MEREKA (BERDISKUSILAH)DENGAN CARA YANG LEBIH BAIK… (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

Salah satu contoh hikmah yang dapat kita perhatikan adalah seperti yang disebutkan Allah dalam firmanNya:

DAN JANGANLAH KAMU BERDEBAT DENGAN AHLI KITAB, MELAINKAN DENGAN CARA YANG PALING BAIK, KECUALI TERHADAP ORANG-ORANG ZALIM DI ANTARA MEREKA,… (Surah al-‘Ankabut [29] ayat 46)

Sejalan dengan ini Rasulullah pernah menyampaikan peringatan yang cukup menimbulkan tanda tanya pada para sahabat, yaitu agar kita tidak mengolok-olok Allah; hal ini kemudian dijelaskan Rasulullah dengan mengatakan: “Jangan mengolok-olok tuhan mereka, nanti mereka juga akan mengolok-olok Allah…”

Bahkan kepada Firaun yang sudah jelas-jelas mengaku dirinya sebagai tuhan, yang merasa punya kekuasaan tak terbatas itu, Nabi Musa dan Nabi Harun a.s. ketika diperintah Allah untuk menemuinya pun dipesan:

“MAKA BERBICARALAH KAMU BERDUA KEPADANYA DENGAN KATA-KATA YANG LEMAH LEMBUT, MUDAH-MUDAHAN IA INGAT ATAU TAKUT”. Surah Tha Ha [20] ayat 44)

Dalam mencapai sasaran sebagai pengingatkan, maka kita pun dituntut untuk mampu memberi maaf kepada lawan bicara, meskipun mereka sebelumnya telah mengotori kehormatan kita. Sikap tidak bermusuhan akan memberi peluang untuk tidak menimbulkan apriori, sehingga kita nantinya masih dapat diterimanya lagi yang berarti masih ada peluang bagi kita untuk menyampaikan dakwah pesan kebenaran lagi di kesempatan lain. Jadi adalah merupakan satu kesalahan kalaulah akhir-akhir ini kita melihat mereka yang berkedudukan di negara kita ini yang tidak jarang menggunakan kata-kata yang kurang pantas ketika “menegur”, berghibah, ataupun bahkan memfitnah “saudaranya” yang seagama hanya karena berbeda partai ataupun golongan.

Bagaimana hasil dakwah kita nanti? Itu tergantung pada bagaimana Allah menyikapi sikap sasaran dakwah kita, mereka menerima ajakan kita ataukah bertahan dalam langkah sesat mereka, walaupun mereka itu mungkin adalah orang-orang yang kita kasihi.

…SESUNGGUHNYA TUHANMU DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI TENTANG SIAPA YANG TERSESAT DARI JALANNYA DAN DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK. (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

SESUNGGUHNYA KAMU TIDAK AKAN DAPAT MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG YANG KAMU KASIHI, TETAPI ALLAH MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG YANG DIKEHENDAKINYA, DAN ALLAH LEBIH MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MAU MENERIMA PETUNJUK. (Surah al-Qashash [28] ayat 56)

Semoga langkah dakwah kita kian baik juga, untuk berhasil menuntun ke jalan Allah yang benar.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

***
Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

0 Responses to “Dakwah tidak selalu mudah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s