Hari Bumi, 22 April

120422  Hari Bumi, 22 April, upaya melestarikan bumi.

 Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Mungkin tak banyak dari kita yang sempat menelusuri kerusakan apa yang terjadi di dunia secara menyeluruh, namun dari yang dapat kita perhatikan uraiannya di koran, majalah, radio, televisi, ataupun sarana elektronika yang lain bahwa misalnya di Indonesia ini telah terjadi banyak kerusakan alam akibat keserakahan manusia. Rupanya apa yang telah diperingatkan Allah telah kita lihat kenyataannya:

 TELAH NAMPAK KERUSAKAN DI DARAT DAN DI LAUT DISEBABKAN OLEH PERBUATAN TANGAN MANUSIA….(Surah ar-Rum [30] ayat 41)

 Akibat kerusakan itu telah juga kita rasakan bersama; tentang ini Allah bermaksud menjadikan manusia mencicipi merasakan akibat buruk yang dapat muncul agar manusia “tersadar” lalu mau memperbaiki diri:

 … SUPAYA ALLAH MERASAKAN KEPADA MEREKA SEBAGIAN DARI (AKIBAT) PERBUATAN MEREKA, AGAR MEREKA KEMBALI (KE JALAN YANG BENAR). (Surah ar-Rum [30] ayat 41)

 Permasalahan kerusakan bumi ini merupakan permasalahan besar, yang tak akan teratasi jika hanya satu-dua orang saja, ataupun bahkan satu-dua bangsa atau negara saja yang berusaha, yang bergerak. Diperlukan kerja sama secara global. Oleh karena itulah jika ada yang menjadikan tanggal 22 April sebagai Hari Bumi (Earth Day), maka langkah ini harus kita sambut dengan baik sebagai salah satu langkah bersama melaksanakan tugas yang diberikan kepada manusia sebagai pengelola bumi (khalifatun fi al-ardhi).

 …DAN TOLONG-MENOLONGLAH KAMU DALAM (MENGERJAKAN) KEBAJIKAN DAN TAKWA, DAN JANGAN TOLONG-MENOLONG DALAM BERBUAT DOSA DAN PELANGGARAN. DAN BERTAKWALAH KAMU KEPADA ALLAH, SESUNGGUHNYA ALLAH AMAT BERAT SIKSANYA. (Surah al-Maidah [5] ayat 2)

 Salah satu dari yang dapat kita lakukan adalah melakukan gerakan penghijauan dengan bertanam dan memelihara pohon; yang bukan hanya hari ini saja. Kajian ilmiah telah menunjukkan bahwa setiap hijauan tanaman (daun, batang) akan memanfaatkan energi matahari untuk mengubah gas karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen (O2) yang kita perlukan untuk hidup. Secara sederhana Rasulullah Muhammad saw telah menggambarkan martabat lebih bagi para petani antara lain dengan menyebutkan:

 Barang siapa menanam pohon, lalu dengan sabar terus memeliharanya sampai berbuah, maka dalam pandangan Allah Yang Maha Mulia dan Kuasa itu apa yang terjadi atas setiap buahnya (yang termakan) adalah shadaqah baginya. (HSR Bukhari, Muslim, Turmudzi)

 Bahkan untuk mendorong orang selalu berusaha memanfaatkan peluang bershadaqah dengan bertanam itu Rasulullah juga menyebutkan:

 Kalaulah hari qiyamat telah diumumkan dekat, sedangkan pada tangan seseorang masih ada bibit tanaman yang perlu ditanam, maka janganlah kabar dekatnya hari qiyamat itu menjadikan dia bimbang untuk menanamnya (tetap tanamlah bibit itu).

 Dorongan Rasulullah itu boleh kita anggap bahwa dalam bertanam itu kita diharapkan tidak terlalu berorientasi pada “panen” yang dapat kita petik untuk diri kita, tetapi dengan keyakinan bahwa nanti akan ada yang memperoleh manfaat dari yang benih tumbuhan yang kita tanam. Sejalan dengan itu pada kesempatan lain Rasulullah juga menyebut:

 Maka bersabarlah dalam memelihara tanaman, dan tetap jagalah langkah itu (beristiqamahlah), sampai tanaman berbuah…”

 Semoga kesadaran kita untuk mau bertanam dan memeliharanya dicatat Allah sebagai keikutsertaan kita secara nyata mengelola bumi, menjadi khalifah Allah di bumi yang kita tempati ini.

 Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

***

Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

0 Responses to “Hari Bumi, 22 April”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: