Menepati kesepakatan.

120401   Menepati kesepakatan.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 Di dalam pergaulan bermasyarakat cukup mudah kita jumpai kenyataan bahwa apa yang kita inginkan tidak mudah diterima orang, ataupun apa yang diharapkan orang lain sulit bagi kita untuk menerimanya. Ini mungkin karena komunikasi yang kurang baik, ataupun karena hati kita tidak siap untuk itu. Boleh dikata sangat-sangatlah jarang sesuatu yang kita inginkan (yang kita usulkan) yang langsung diterima oleh banyak orang, walaupun mereka itu mungkin sudah “sejalan” dengan kita karena sudah satu organisasi, ataupun sudah sesama muslim. Jadi lebih sering lagi jika yang kita tawari yang semisal untuk bekerja sama adalah mereka dari kelompok “lain” ataupun mungkin beragama lain. Namun demikian tidak mustahil juga kita berhasil “menjelaskan” usulan kita, sehingga kita sampai ke suatu kesepakatan, perjanjian. Terhadap kesepakatan semacam inilah kita diperintahkan oleh Allah SwT untuk menepatinya, meskipun tidak mustahil ada saja fihak-fihak yang kemudian menyalahinya. Yang jelas atas segala yang kita lakukan itu Allah akan meminta pertanggungjawaban.

 DAN KALAU ALLAH MENGHENDAKI, NISCAYA DIA MENJADIKAN KAMU SATU UMAT (SAJA), TETAPI ALLAH MENYESATKAN SIAPA YANG DIKEHENDAKINYA DAN MEMBERI PETUNJUK SIAPA YANG DIKEHENDAKINYA. DAN PASTILAH KAMU AKAN DITANYA TENTANG APA YANG KAMU KERJAKAN. (Surah an-Nahl [16] ayat 93)

 Yang kita harus lebih berhati-hati lagi adalah jangan sampai kita menyalahi janji hanya karena ingin memperoleh “keuntungan” kecil, yang sepertinya kita memperdagangkan, mempertukarkan (barter) pelanggaran janji itu dengan nilai duniawi yang rendah, murah. Allah mengingatkan bahwa nilai kesenangan dunia yang kita peroleh dengan cara itu akan hilang, tak bernilai lagi, walaupun misalnya digunakan untuk “beramal”; karena Allah hanya menerima amal dari sesuatu yang baik dari segala seginya, termasuk cara memperoleh atau sumbernya!

 DAN JANGANLAH KAMU PERDAGANGKAN PERJANJIANMU DENGAN ALLAH DENGAN HARGA YANG SEDIKIT (MURAH), SESUNGGUHNYA APA YANG ADA DI SISI ALLAH, ITULAH YANG LEBIH BAIK BAGIMU JIKA KAMU MENGETAHUI. (Surah an-Nahl [16] ayat 95)

 APA YANG DI SISIMU AKAN LENYAP, DAN APA YANG ADA DI SISI ALLAH ADALAH KEKAL ... (Surah an-Nahl [16] ayat 96)

 Berusaha untuk tetap di jalan lurus, semisal menepati janji, kadang-kadang tidaklah mudah. Di samping kita dituntut untuk menjaga diri dari tergoyahkan oleh hawa nafsu sendiri, kita pun tidak jarang harus menghadapi rongrongan dari luar. Kita harus penuh kesabaran dalam menghadapi semua itu. Semua upaya itu akan berbalas dalam bentuk yang disebut Allah: “PAHALA YANG LEBIH BAIK DARI APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN” seperti yang termaktub di akhir ayat:

 ...DAN SESUNGGUHNYA KAMI AKAN MEMBERI BALASAN KEPADA ORANG-ORANG

YANG SABAR DENGAN PAHALA YANG LEBIH BAIK DARI APA YANG TELAH MEREKA

KERJAKAN. (Surah an-Nahl [16] ayat 96)

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

***

Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

0 Responses to “Menepati kesepakatan.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: