Arsip untuk April, 2012

Operasi katarak tak perlu menunggu buta.

Operasi katarak tak perlu menunggu buta.

 Mata kita seibarat kamera foto. Untuk dapat melihat dengan jelas sama halnya dengan upaya untuk memperoleh gambaran yag jelas pada film foto untuk nantinya diafdrek (dicetak sesudah film “dicuci”). Untuk itu diperlukan lensa yang jernih. Jika lensa kamera kotor, gambar yang dihasilkan di film tidak akan tajam kalau tidak boleh dikatakan kabur sama sekali. Begitu jugalah, jika lensa mata kita keruh (semisal akibat katarak) maka kita tidak akan dapat melihat huruf dengan tajam. Jika kekeruhan ini parah, mungkin kita menjadi sama sekali tidak dapat melihat alias buta.

 

Katarak.

Katarak pada dasarnya adalah kekeruhan lensa; lensa mata kita terletak di belakang orang-orangan mata, di daerah “hitam” di tengah mata kita. Katarak tampak dari luar sebagai warna keputihan seperti kabut pada daerah lensa itu. Kekeruhan yang ada biasanya dimulai dari bagian tepi lensa, tampak halus ataupun kasar. Keadaan yang masih ringan mengakibatkan penglihatan seperti berkabut. Jika lebih parah maka penglihatan menjadi lebih buruk sehingga penderita tidak dapat lagi menjahit ataupun membaca huruf-huruf yang kecil. Katarak dapat kian parah sehingga penderitanya boleh dibilang menjadi buta. Oleh karena itulah sering juga disebutkan bahwa katarak menjadi penyebab terbanyak kebutaan.

 

Katarak biasanya telah terjadi pada orang yang lanjut usia (70 tahun). Namun dapat juga muncul pada usia yang jauh lebih muda dan muncul mendadak, ataupun bahkan pada bayi; jika ini terjadi perlulah penelusuran lebih lanjut.

 

Penyebab katarak.

Selain karena umur, salah satu penyebab katarak adalah penyakit kencing manis. Katarak juga dapat muncul oleh penyebab-penyebab lainnya lagi semisal oleh karena penggunaan berbagai macam obat; misalnya dinitrophenol (penekan nafsu makan), kortikosteroid (yang digunakan untuk waktu lama, misalnya pada penderita asma ataupun eksim), echothiophate iodide (obat tetes mata pada penderita glaukom). Demam yang tinggi juga dapat memicu munculnya katarak. Pukulan atau benturan pada mata, adanya benda yang menusuk lensa dapat menimbulkan katarak dengan cepat. Tukang las juga mudah mengalami katarak; mungkin karena panas (radiasi inframerah) api dari las.

 

Permasalahan penderita katarak sebenarnya bukanlah pada masalah gangguan penglihatannya itu sendiri, tetapi akibat lanjut dari gangguan penglihatan itu. Jika seseorang terganggu penglihatannya, dan cukup parah, maka itu berarti dia menjadi tidak dapat melihat apa yang seharusnya dapat dilihatnya. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa dia menjadi buta dengan berbagai macam akibat sosialnya, semisal jadi mengurung diri, merasa tak berguna lagi, ataupun menjadi pemarah karena “kesenangannya” hilang.

 

Tindakan.

Katarak pada dasarnya merupakan akibat dari perubahan kimiawi yang terjadi atas zat penyusun lensa itu. Proses perubahan itu tidak terlalu jelas jalannya; oleh karena itu ada sejumlah perusahaan yang memasarkan berbagai jenis “obat” (tetes ataupun yang diminum) untuk mengurangi ataupun menghambat munculnya katarak.

Lensa mata tersusun dari protein dan bahan-bahan pelengkap lainnya. Struktur kimiawi lensa mengalami peubahan dari waktu ke waktu, dari bentuk yang sangat lentur menjadi yang kian kenyal sejalan dengan bertambahnya umur itu. Perubahan ini tidak jarang juga disertai dengan munculnya kekeruhan. Kekeruhan ini akan kian padat dan meluas sehingga akhirnya nanti penderita benar-benar tidak lagi dapat mengenali bentuk, termasuk tidak dapat mengenali huruf. Keadaan seperti ini boleh dibilang penderitanya jadi buta. Untuk mengatasi permasalahan katarak ini lensa mata yang “keruh” itu harus diambil, yaitu dengan “operasi katarak”.

 

Operasi katarak.

Operasi katarak adalah pembedahan untuk mengambil lensa mata yang telah menjadi keruh itu. Operasi ini secara umum boleh dibilang termasuk operasi ringan sehingga penderitanya dapat saja tanpa harus menginap di rumah sakit. Karena operasi ini termasuk “sederhana” maka operasi ini sering dilakukan dalam bentuk “operasi katarak gratis” yang penderitanya juga tidak perlu rawat nginap.

 

Dengan cara “biasa” maka lensa yang keruh itu harus telah cukup keras untuk mudah diambil. Oleh karena itulah untuk operasi katarak itu dengan teknologi zaman dulu perlu ditunggu sampai kataraknya “matang” dulu (baca: sampai buta). Dalam hal ini kenyataannya adalah bahwa pengerasan lensa itu ada yang sangat lambat berlangsungnya dengan akibat operasi tidak dapat segera dilakukan, padahal selama “menunggu” itu penglihatan kian kabur atau setengah buta. Dengan teknik yang lebih “maju” persyaratan matang itu dapat ditinggalkan sehingga operasi katarak kini dapat dilaksanakan kapan saja.

 

Seusai menjalani operasi katarak penderita harus menggunakan kacamata tebal untuk ganti lensa matanya telah dibuang. Jika tersedia dana, dalam operasi katarak itu juga dapat langsung dipasang lensa baru untuk menggantikan lensa mata yang telah diambil itu. Sesuai dengan tersedianya sarana terkait, dapat dipilih lensa yang sangat mirip lensa mata, lensa multifokus, lensa yang bebas aberasi, lensa yang lentur ataukah yang kaku. Dengan cara ini jika tetap harus memakai kacamata, nantinya dapat menggunakan kacamata yang tidak lagi terlalu tebal.

 

Penutup.

Jumlah orang yang buta di Indonesia ini cukup besar; mereka itu lalu menjadi beban masyarakat. Cukup banyak orang yang buta itu hanya karena lensa matanya mengalami katarak. Padahal penglihatannya dapat dipulihkan dengan tidakan operasi katarak yang cukup sederhana. Sayangnya tidak sedikit orang yang kurang memahami masalah ini. Dengan berkonsultasi ke dokter mungkin cukup banyak permasalahan kebutaan oleh katarak ini yang dapat diatasi.

 

Semoga sekedar uraian di atas bermanfaat.

 

Pesan:

Jika Anda merasa mendapat manfaat dari tulisan ini, bersedekahlah seikhlasnya ke masjid terdekat.

Dakwah tidak selalu mudah

120427 Berdakwah memang tidak selalu mudah.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Berdakwah merupakan kewajiban bagi kita semua, bahkan meskipun kita hanya tahu tentang satu ayat saja. Ini secara umum sejalan dengan tugas risalah Nabi Muhammad saw untuk menyempurnakan akhlaq manusia, yang untuk ini sepantasnyalah kita membenahi akhlaq kita terlebih dahulu walaupun langkah ini bukan yang mutlak harus kita tempuh tuntas. Kalau kita secara paripurna harus baik dulu, jangan-jangan umur kita tak cukup hanya untuk itu. Oleh karena itulah dengan keterbatasan yang ada pada kita masing-masing, kita berupayalah untuk melaksanakan perintah berdakwah, antara lain seperti yang diperintahkan Allah SwT kepada Rasulullah Muhammad saw.:

SERULAH (MANUSIA) KEPADA JALAN TUHANMU DENGAN HIKMAH, DAN PELAJARAN YANG BAIK, DAN (JIKA PERLU) BERBANTAHLAH MEREKA (BERDISKUSILAH)DENGAN CARA YANG LEBIH BAIK… (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

Salah satu contoh hikmah yang dapat kita perhatikan adalah seperti yang disebutkan Allah dalam firmanNya:

DAN JANGANLAH KAMU BERDEBAT DENGAN AHLI KITAB, MELAINKAN DENGAN CARA YANG PALING BAIK, KECUALI TERHADAP ORANG-ORANG ZALIM DI ANTARA MEREKA,… (Surah al-‘Ankabut [29] ayat 46)

Sejalan dengan ini Rasulullah pernah menyampaikan peringatan yang cukup menimbulkan tanda tanya pada para sahabat, yaitu agar kita tidak mengolok-olok Allah; hal ini kemudian dijelaskan Rasulullah dengan mengatakan: “Jangan mengolok-olok tuhan mereka, nanti mereka juga akan mengolok-olok Allah…”

Bahkan kepada Firaun yang sudah jelas-jelas mengaku dirinya sebagai tuhan, yang merasa punya kekuasaan tak terbatas itu, Nabi Musa dan Nabi Harun a.s. ketika diperintah Allah untuk menemuinya pun dipesan:

“MAKA BERBICARALAH KAMU BERDUA KEPADANYA DENGAN KATA-KATA YANG LEMAH LEMBUT, MUDAH-MUDAHAN IA INGAT ATAU TAKUT”. Surah Tha Ha [20] ayat 44)

Dalam mencapai sasaran sebagai pengingatkan, maka kita pun dituntut untuk mampu memberi maaf kepada lawan bicara, meskipun mereka sebelumnya telah mengotori kehormatan kita. Sikap tidak bermusuhan akan memberi peluang untuk tidak menimbulkan apriori, sehingga kita nantinya masih dapat diterimanya lagi yang berarti masih ada peluang bagi kita untuk menyampaikan dakwah pesan kebenaran lagi di kesempatan lain. Jadi adalah merupakan satu kesalahan kalaulah akhir-akhir ini kita melihat mereka yang berkedudukan di negara kita ini yang tidak jarang menggunakan kata-kata yang kurang pantas ketika “menegur”, berghibah, ataupun bahkan memfitnah “saudaranya” yang seagama hanya karena berbeda partai ataupun golongan.

Bagaimana hasil dakwah kita nanti? Itu tergantung pada bagaimana Allah menyikapi sikap sasaran dakwah kita, mereka menerima ajakan kita ataukah bertahan dalam langkah sesat mereka, walaupun mereka itu mungkin adalah orang-orang yang kita kasihi.

…SESUNGGUHNYA TUHANMU DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI TENTANG SIAPA YANG TERSESAT DARI JALANNYA DAN DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK. (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

SESUNGGUHNYA KAMU TIDAK AKAN DAPAT MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG YANG KAMU KASIHI, TETAPI ALLAH MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG YANG DIKEHENDAKINYA, DAN ALLAH LEBIH MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MAU MENERIMA PETUNJUK. (Surah al-Qashash [28] ayat 56)

Semoga langkah dakwah kita kian baik juga, untuk berhasil menuntun ke jalan Allah yang benar.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

***
Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

Hari Bumi, 22 April

120422  Hari Bumi, 22 April, upaya melestarikan bumi.

 Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Mungkin tak banyak dari kita yang sempat menelusuri kerusakan apa yang terjadi di dunia secara menyeluruh, namun dari yang dapat kita perhatikan uraiannya di koran, majalah, radio, televisi, ataupun sarana elektronika yang lain bahwa misalnya di Indonesia ini telah terjadi banyak kerusakan alam akibat keserakahan manusia. Rupanya apa yang telah diperingatkan Allah telah kita lihat kenyataannya:

 TELAH NAMPAK KERUSAKAN DI DARAT DAN DI LAUT DISEBABKAN OLEH PERBUATAN TANGAN MANUSIA….(Surah ar-Rum [30] ayat 41)

 Akibat kerusakan itu telah juga kita rasakan bersama; tentang ini Allah bermaksud menjadikan manusia mencicipi merasakan akibat buruk yang dapat muncul agar manusia “tersadar” lalu mau memperbaiki diri:

 … SUPAYA ALLAH MERASAKAN KEPADA MEREKA SEBAGIAN DARI (AKIBAT) PERBUATAN MEREKA, AGAR MEREKA KEMBALI (KE JALAN YANG BENAR). (Surah ar-Rum [30] ayat 41)

 Permasalahan kerusakan bumi ini merupakan permasalahan besar, yang tak akan teratasi jika hanya satu-dua orang saja, ataupun bahkan satu-dua bangsa atau negara saja yang berusaha, yang bergerak. Diperlukan kerja sama secara global. Oleh karena itulah jika ada yang menjadikan tanggal 22 April sebagai Hari Bumi (Earth Day), maka langkah ini harus kita sambut dengan baik sebagai salah satu langkah bersama melaksanakan tugas yang diberikan kepada manusia sebagai pengelola bumi (khalifatun fi al-ardhi).

 …DAN TOLONG-MENOLONGLAH KAMU DALAM (MENGERJAKAN) KEBAJIKAN DAN TAKWA, DAN JANGAN TOLONG-MENOLONG DALAM BERBUAT DOSA DAN PELANGGARAN. DAN BERTAKWALAH KAMU KEPADA ALLAH, SESUNGGUHNYA ALLAH AMAT BERAT SIKSANYA. (Surah al-Maidah [5] ayat 2)

 Salah satu dari yang dapat kita lakukan adalah melakukan gerakan penghijauan dengan bertanam dan memelihara pohon; yang bukan hanya hari ini saja. Kajian ilmiah telah menunjukkan bahwa setiap hijauan tanaman (daun, batang) akan memanfaatkan energi matahari untuk mengubah gas karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen (O2) yang kita perlukan untuk hidup. Secara sederhana Rasulullah Muhammad saw telah menggambarkan martabat lebih bagi para petani antara lain dengan menyebutkan:

 Barang siapa menanam pohon, lalu dengan sabar terus memeliharanya sampai berbuah, maka dalam pandangan Allah Yang Maha Mulia dan Kuasa itu apa yang terjadi atas setiap buahnya (yang termakan) adalah shadaqah baginya. (HSR Bukhari, Muslim, Turmudzi)

 Bahkan untuk mendorong orang selalu berusaha memanfaatkan peluang bershadaqah dengan bertanam itu Rasulullah juga menyebutkan:

 Kalaulah hari qiyamat telah diumumkan dekat, sedangkan pada tangan seseorang masih ada bibit tanaman yang perlu ditanam, maka janganlah kabar dekatnya hari qiyamat itu menjadikan dia bimbang untuk menanamnya (tetap tanamlah bibit itu).

 Dorongan Rasulullah itu boleh kita anggap bahwa dalam bertanam itu kita diharapkan tidak terlalu berorientasi pada “panen” yang dapat kita petik untuk diri kita, tetapi dengan keyakinan bahwa nanti akan ada yang memperoleh manfaat dari yang benih tumbuhan yang kita tanam. Sejalan dengan itu pada kesempatan lain Rasulullah juga menyebut:

 Maka bersabarlah dalam memelihara tanaman, dan tetap jagalah langkah itu (beristiqamahlah), sampai tanaman berbuah…”

 Semoga kesadaran kita untuk mau bertanam dan memeliharanya dicatat Allah sebagai keikutsertaan kita secara nyata mengelola bumi, menjadi khalifah Allah di bumi yang kita tempati ini.

 Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

***

Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

Hari Bumi, 22 April.

Hari Bumi, 22 April. Satu langkah yang sangat positif jika HW dapat ikut memperingati Hari Bumi dengan merintis langkah ini di lingkungannya dengan melibatkan seluruh anggotanya dalam latihan-latihannya, misalnya dengan seruan menanam satu pohon bagi setiap anggotanya. Bergabunglah dengan Wiser Earth atas tantangan milyaran langkah penghijauan bumi. Sementara orang di seluruh dunia menunggu fajar Hari Bumi pada 22 April, WiserEarth (http://id.Wiser.org/) merencanakan perayaan simultan di ulang tahun kelimanya sebagai komunitas global untuk berbagi terkait semua masalah yang berhubungan dengan pemeliharaan lingkungan.

WiserEarth telah berkembang menjadi beranggota 70.000 sejak awal didirikannya  oleh visioner lingkungan Paul Hawken. Semua orang diajak untuk bergabung dengan kampanye "Miliaran Langkah Hijau" yang telah diluncurkan oleh Jaringan Hari Bumi. Ini bertujuan untuk menciptakan satu miliar “langkah hijau” dalam peringatan hari bumi tahun ini. Kampanye saat ini telah mencatat lebih dari  736.605.026  kegiatan; tambahlah ini dengan melaporkan tindakan Anda di acara langkah hijau  atau berkelanjutan ke WiserEarth dan membantu berkontribusi dalam tindakan  kampanye “miliar global hijau”, ke  http://id.Wiser.org/ atau carilah panitia hari bumi di daerah Anda.  HW dapat merintis langkah hijau di lingkungannya dengan melibatkan seluruh anggotanya, misalnya dengan seruan menanam dan memelihara satu pohon bagi setiap anggotanya di mana saja.

Jangan menghalalkan yang haram.

120413  Janganlah menghalalkan yang haram.

Bismi ‘l-lahi ‘r-rahmani ‘r-rahiem.
Jika pada suatu kesempatan Rasulullah Saw menyatakan bahwa tidaklah beriman (baca: hilang iman) orang yang mencuri, orang yang berzina, dan orang-orang yang seperti itu, di  ayat 116 surat an-Nahl [16]  Allah SwT secara tegas memberi larangan berbuat yang seperti itu:

DAN  JANGANLAH  KAMU MENGATAKAN TERHADAP APA YANG  DISEBUT-SEBUT  OLEH LIDAHMU SECARA DUSTA “INI HALAL DAN INI HARAM”,...(Surah an-Nahl [16] ayat 116)

Barangkali para penjahat, pencuri, koruptor ataupun yang semacamnya itu tidak dengan lisan mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu halal, namun apa yang dilakukannya itu secara tidak langsung berarti menghalalkan apa yang sebenarnya diharamkan oleh Allah. Yang dilakukannya itu pastilah secara sembunyi-sembunyi, ataupun dikamuflase agar orang lain tertipu, tidak mengetahuinya, ataupun justru terpukau dan menjadi pendukungnya dengan bualannya yang jelas sudah termasuk dalam apa yang digambarkan Allah:

…UNTUK MENGADA-ADAKAN KEBOHONGAN  TERHADAP ALLAH. SESUNGGUHNYA  ORANG-ORANG  YANG MENGADA-ADAKAN KEBOHONGAN TERHADAP ALLAH TIADALAH BERUNTUNG. (Surah an-Nahl [16] ayat 116)

Dengan kemampuan bicara ataupun perilaku culasnya, mungkin sekali orang yang begini ini memperoleh “kesenangan”; namun yang dicapainya itu hanya sementara dan semu, sedangkan siksa yang pedih telah menunggu, sebagaimana oleh Allah digambarkan:

(ITU ADALAH) KESENANGAN YANG SEDIKIT; DAN BAGI MEREKA AZAB YANG PEDIH. (Surah an-Nahl [16] ayat 117)

KAMI BIARKAN MEREKA BERSENANG-SENANG SEBENTAR, KEMUDIAN KAMI PAKSA MEREKA (MASUK) KE DALAM SIKSA YANG KERAS. (Surah Luqman [31] ayat 24)

Jika kita mungkin sering menjumpai ungkapan atau pernyataan orang yang karena tersalahi atau sangat tersakiti hatinya lalu menyebut kesalahan orang itu “dosa tak berampun”, ternyata untuk orang yang seperti itu oleh Allah masih diberi kesempatan untuk berbenah diri. Secara luas Allah Yang Maha Pengampun itu menyebutkan:

KEMUDIAN,  SESUNGGUHNYA  TUHANMU (MENGAMPUNI)  BAGI  ORANG-ORANG  YANG
MENGERJAKAN KESALAHAN KARENA KEBODOHANNYA, YANG KEMUDIAN MEREKA BERTAUBAT SESUDAH  ITU DAN MEMPERBAIKI (DIRINYA); SESUNGGUHNYA  TUHANMU  SESUDAH ITU BENAR-BENAR MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG. (Surah an-Nahl [16] ayat 119)

Semogalah mereka yang telah tersalah langkah itu segera tersadarkan dari kesalahannya, lalu secepatnya bertaubat dengan benar, berbenah diri dan memperbaiki tindakannya yang telah salah, sehingga mereka tidak kian menebarkan kekacauan dan fitnah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

***
Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

Membaca Lebih Cepat dan Lebih Baik.

Membaca Lebih Cepat dan Lebih Baik.

Mari kita hadapi bahwa kemampuan membaca lebih cepat, tetapi memahami apa yang dibaca, merupakan keterampilan penting dalam masa ini. Kita harus banyak membaca jika kita ingin berhasil dalam studi ataupun karir.


Tidak diragukan, belajar membaca cepat adalah tabungan keterampilan yang paling berharga dan berhemat waktu. Terus terang, tuntutan penguasaan informasi saat ini mengharuskan membaca cepat dan lebih baik jika benar-benar ingin maju.

Tentu saja, beberapa orang mengatakan Anda dapat melakukannya dengan baik tanpa tahu cara untuk mempercepat membaca. ITU SALAH! Pria dan wanita muda yang dilatih di institusi percepatan membaca yang modern menunjukkan keunggulan yang menonjol ketimbang mereka yang tidak dilatih. Sekolah dan perguruan tinggi telah mendapati bahwa program keterampilan membaca memberikan bantuan besar dalam mengatasi beban berat program pendidikan; rata-rata indeks prestasi mereka lebih tinggi.

Bayangkan jika Anda mampu membaca novel dalam waktu kurang dari setengah waktu yang dihabiskan sekarang, dan tahu bagaimana menyarikan sebuah artikel secara efektif sehingga informasi yang dicari sepertinya muncul begitu saja dari halaman yang dibaca. Setelah Anda mampu membaca cepat , seluruh sikap Anda terhadap membaca akan berubah. Anda akan menikmati membaca lebih banyak lagi, dan membaca dengan lebih cerdas.

Setelah Anda mahir baca cepat, Anda telah siap untuk bergerak dengan percaya diri dalam dunia indah perbukuan. Ini akan merupakan pengalaman kaya dalam kemahiran yang berkembang karena buku membuka cakrawala baru, jalan menuju pengalaman baru, dan sumber kesenangan yang tiada akhir.. Orang yang benar-benar belajar membaca tidaklah pernah bingung, dan tidak pernah kesepian. Buku yang bagus adalah teman yang terbaik, sekarang dan nanti.

Belajar untuk mempercepat membaca bukanlah proses yang panjang, sulit, ataupun berat. Bahkan, sudah banyak buku untuk ini. Kemampuan membaca cepat akan datang dengan sejalan dengan lama dan banyaknya latihan. Bacalah buku termaksud untuk mampu membaca lebih cepat dan membaca lebih baik.

Tidak peduli apakah Anda siswa, mahasiswa, orang yang membaca luas karena pekerjaan , sekedar menikmati baca koran, ataupun yang hanya menikmati novel yang baik, Anda benar-benar harus mempertimbangkan untuk belajar membaca cepat. Setelah belajar itu Anda akan punya keterampilan yang bermanfaat sepanjang hidup.
(20120407)

 

Baca dan manfaatkan artikel (Inggris!) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda juga dapat mengoleksi dollar darinya.

 

Seni bicara di depan umum.

Seni Bicara (120327)


Berbicara di depan umum adalah seni. Berbicara di depan kelompok membutuhkan banyak keberanian dan persiapan. Perlu keterampilan untuk menjadi seorang pembicara publik yang baik. Sepuluh (10) pertanda seorang pembicara yang baik: 1. Berpengetahuan; memanfaatkan bacaan. 2. Mempersiapan diri. 3. Isi bicara sesuai dengan yang diharapkan. 4. Berbahasa yang baik. 5. Percaya diri. 6. Bersemangat (antusias). 7. Trampil mendengarkan. 8. Tahu batas kemampuan diri. 9. Sejalan antara bicara dan perbuatan (integritas). 10. Tulus, tidak mata duitan.

Kemampuan bicara di depan umum akan sangat bermanfaat dalam hidup ini, ketika berada dalam kelompok kecil untuk berbagi pendapat ataupun memberikan pidato dalam organisasi.

Baca dan manfaatkan artikel (Inggris!) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda juga dapat mengoleksi dollar darinya.