Memilih hukuman di dunia sebagai penebus dosa.

120324   Menjalani hukuman di dunia sebagai penebus dosa.

 Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 Dari sekian banyak orang yang berbuat dosa, ada juga orang yang kemudian menyadari kesalahannya, lalu ingin membenahi diri. Mungkin ada yang merasa dosanya sedikit, tetapi mungkin juga ada yang sepertinya sampai berputus asa karena merasa dosanya sangatlah besar, termasuk yang merasa telah masuk ke ranah syirik. Apalagi jika juga ada yang mempertakutinya dengan menyebutkan bahwa “syirik adalah perbuatan dosa yang tak berampun”.

KATAKANLAH: “HAI HAMBA-HAMBAKU YANG MELAMPAUI BATAS TERHADAP DIRI MEREKA SENDIRI, JANGANLAH KAMU BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH; SESUNGGUHNYA ALLAH ITU MENGAMPUNI SEMUA DOSA-DOSA. SESUNGGUHNYA DIALAH YANG MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG. (Surah az-Zumar [39] ayat 53)

Mereka itu memang tidak sedikit yang perlu dituntun bagaimana cara membersihkan diri dari dosa itu, bagaimana cara bertaubat. Kalau dosanya hanya terkait dengan Allah, itu “mudah” saja. Betapapun besarnya dosa yang telah diperbuat seseorang, asalkan belum terlambat maka begitu dia memohon ampun pasti akan dimaafkan; walaupun dosanya setinggi langit.

Lain halnya jika dosanya itu terkait dengan hak orang, maka permaafan Allah Yang Maha Adil hanya akan diberikan setelah terselesaikan urusan orang itu dengan orang yang disalahinya. Oleh karena itulah orang yang tidak mau membayar hutangnya walau sepeser, tidaklah dia dapat langsung masuk surga seandainya dia mati berjihad. Sampai-sampai seseorang tidak diizinkan untuk berangkat perang ke medan jihad kalaulah dia masih punya hutang; Rasulullah pun tidak mau menshalati jenazah orang yang masih punya hutang. Mencuri ataupun korupsi dosanya tidaklah akan diampuni Allah SwT selama urusannya di dunia ini belum terselesaikan, mengembalikan curiannya. Urusan ini tak boleh ditunda-tunda, nanti keburu mati atau kena azab malapetaka, hilang kesempatan.

DAN KEMBALILAH KAMU KEPADA TUHANMU, DAN BERSERAH DIRILAH KEPADANYA SEBELUM DATANG AZAB KEPADAMU KEMUDIAN KAMU TIDAK DAPAT DITOLONG (LAGI). (Surah az-Zumar [39] ayat 54)

DAN IKUTILAH SEBAIK-BAIK APA YANG TELAH DITURUNKAN KEPADAMU DARI TUHANMU SEBELUM DATANG AZAB KEPADAMU DENGAN TIBA-TIBA, SEDANG KAMU TIDAK MENYADARINYA. (Surah az-Zumar [39] ayat 55)

Orang seharusnyalah juga menyadari bahwa seberat-berat hukuman di dunia, itu masih jauh lebih ringan daripada hukuman yang teringan di akhirat nanti. Apalagi jika diingat bahwa mungkin orang merasa yakin “akan selamat” dari hukuman di dunia karena kelemahan para penegak hukum, ataupun juga karena kepandaiannya memilih saksi, namun dia tak akan dapat luput hukuman dalam pengadilan Allah; dia tak akan selamat dari kepedihan siksa yang beratnya sepadan dengan dosanya, sebagai hukuman Allah. Mengakui kesalahannya lalu menjalani hukumannya itu benar-benar dapat menebus dosa. Wanita yang mengakui dosanya berzina, yang akhirnya dirajam, diampuni dosanya; Rasulullah pun mau menshalati jenazahnya. Begitu pulalah untuk pencuri yang dipotong tangannya lalu bertaubat, disebutkan bahwa dia nanti akan ditarik ke sorga oleh potongan tangannya itu.

Rasulullah SAW menegaskan hal ini antara lain dalam sabdanya:

<Siapa saja dari hamba Allah yang melakukan sesuatu yang Allah melarangnya, kemudian atas kesalahannya itu dia menjalani hukumannya, maka hukumannya itu menghapus dosanya itu.>

(HSR al-Hakim dari Huzaimah binti Tsabit).

Semoga mereka yang telah bersalah memanfaatkan kesempatan bertaubat sebelum keburu kehilangan kesempatan yang diberikan Allah SwT.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

0 Responses to “Memilih hukuman di dunia sebagai penebus dosa.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: