Allah tak pernah lalai.

120310   Allah tak pernah lalai.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Tidak sulit kita memahami jika Rasulullah Muhammad SAW menyebutkan bahwa iman itu kadangkala menebal, kadangkala menipis oleh berbagai macam sebab. Adapun di kesempatan lain Rasulullah mengingatkan bahwa tidak berimanlah (baca: hilang imannya) seseorang yang mencuri. Peringatan itu di zaman Rasulullah sudah membuat “pencuri kecil” di masa itu menahan diri. Kini “pencuri besar” (baca: koruptor, manipulator harga, dan sebagainya) sepertinya tidak menyadari peringatan itu, ataupun menganggapnya remeh. Mungkin karena mereka tidak takut dipotong tangannya, ataupun mungkin merasa tak ada orang yang tahu. Pernah Padahal pelanggaran hukum tak pernah luput dari amatan Allah, ancaman hukumannya neraka jahannam.

Allah SWT sudah secara jelas mengingatkan akan adanya ancaman siksa itu antara lain dengan menyebutkan dalam Surah Ya Sin [36] ayat 63-64:

INILAH JAHANNAM YANG DAHULU KAMU DIANCAM (DENGANNYA) (63). MASUKLAH KE DALAMNYA PADA HARI INI DARI SEBAB KAMU YANG DAHULU KAMU (MELANGGAR HUKUM DENGAN) MENGINGKARINYA” (64).

Jika di dunia ini saksi dapat “dibeli” untuk memberikan kesaksian palsu, polisi “mengarahkan” permasalahan yang ada, jaksa dapat “melupakan” apa yang seharusnya dituntut, hakim pun dapat “tidak melihat” kesalahan yang ada, tidaklah demikian halnya dalam pengadilan Allah di hari qiyamat nanti.

PADA HARI INI KAMI TUTUP MULUT MEREKA; DAN BERKATALAH KEPADA KAMI TANGAN MEREKA, DAN MEMBERI KESAKSIANLAH KAKI MEREKA TERHADAP APA YANG DAHULU MEREKA LAKUKAN.” (Surah Ya Sin [36] ayat 65)

Memang ada peluang untuk bertaubat, tetapi syarat taubat untuk dosa yang berkaitan dengan hak manusia tidaklah sesederhana taubat orang musyrik; belum lagi jika Allah sudah membatasi masa tenggangnya, mencabut nyawanya sebelum mereka sempat bertaubat!

JIKALAU ALLAH MENGHUKUM MANUSIA KARENA KEZALIMANNYA, NISCAYA TIDAK AKAN DITINGGALKANNYA DI MUKA BUMI SESUATUPUN DARI MAKHLUK YANG MELATA; TETAPI ALLAH MENANGGUHKAN MEREKA SAMPAI KEPADA WAKTU YANG DITENTUKAN. MAKA APABILA TELAH TIBA WAKTU (YANG DITENTUKAN) BAGI MEREKA, TIDAKLAH MEREKA DAPAT MENGUNDURKANNYA BARANG SESAATPUN DAN TIDAK (PULA) MENDAHULUKANNYA.” (Surah an-Nahl [16] ayat 61)

Semoga ada yang dapat mengingatkan mereka yang bersalah, semoga mereka sempat bertaubat dengan taubat yang benar.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

***

Manfaatkan artikel-artikel (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

0 Responses to “Allah tak pernah lalai.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: