Arsip untuk Maret, 2012

Memilih hukuman di dunia sebagai penebus dosa.

120324   Menjalani hukuman di dunia sebagai penebus dosa.

 Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 Dari sekian banyak orang yang berbuat dosa, ada juga orang yang kemudian menyadari kesalahannya, lalu ingin membenahi diri. Mungkin ada yang merasa dosanya sedikit, tetapi mungkin juga ada yang sepertinya sampai berputus asa karena merasa dosanya sangatlah besar, termasuk yang merasa telah masuk ke ranah syirik. Apalagi jika juga ada yang mempertakutinya dengan menyebutkan bahwa “syirik adalah perbuatan dosa yang tak berampun”.

KATAKANLAH: “HAI HAMBA-HAMBAKU YANG MELAMPAUI BATAS TERHADAP DIRI MEREKA SENDIRI, JANGANLAH KAMU BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH; SESUNGGUHNYA ALLAH ITU MENGAMPUNI SEMUA DOSA-DOSA. SESUNGGUHNYA DIALAH YANG MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG. (Surah az-Zumar [39] ayat 53)

Mereka itu memang tidak sedikit yang perlu dituntun bagaimana cara membersihkan diri dari dosa itu, bagaimana cara bertaubat. Kalau dosanya hanya terkait dengan Allah, itu “mudah” saja. Betapapun besarnya dosa yang telah diperbuat seseorang, asalkan belum terlambat maka begitu dia memohon ampun pasti akan dimaafkan; walaupun dosanya setinggi langit.

Lain halnya jika dosanya itu terkait dengan hak orang, maka permaafan Allah Yang Maha Adil hanya akan diberikan setelah terselesaikan urusan orang itu dengan orang yang disalahinya. Oleh karena itulah orang yang tidak mau membayar hutangnya walau sepeser, tidaklah dia dapat langsung masuk surga seandainya dia mati berjihad. Sampai-sampai seseorang tidak diizinkan untuk berangkat perang ke medan jihad kalaulah dia masih punya hutang; Rasulullah pun tidak mau menshalati jenazah orang yang masih punya hutang. Mencuri ataupun korupsi dosanya tidaklah akan diampuni Allah SwT selama urusannya di dunia ini belum terselesaikan, mengembalikan curiannya. Urusan ini tak boleh ditunda-tunda, nanti keburu mati atau kena azab malapetaka, hilang kesempatan.

DAN KEMBALILAH KAMU KEPADA TUHANMU, DAN BERSERAH DIRILAH KEPADANYA SEBELUM DATANG AZAB KEPADAMU KEMUDIAN KAMU TIDAK DAPAT DITOLONG (LAGI). (Surah az-Zumar [39] ayat 54)

DAN IKUTILAH SEBAIK-BAIK APA YANG TELAH DITURUNKAN KEPADAMU DARI TUHANMU SEBELUM DATANG AZAB KEPADAMU DENGAN TIBA-TIBA, SEDANG KAMU TIDAK MENYADARINYA. (Surah az-Zumar [39] ayat 55)

Orang seharusnyalah juga menyadari bahwa seberat-berat hukuman di dunia, itu masih jauh lebih ringan daripada hukuman yang teringan di akhirat nanti. Apalagi jika diingat bahwa mungkin orang merasa yakin “akan selamat” dari hukuman di dunia karena kelemahan para penegak hukum, ataupun juga karena kepandaiannya memilih saksi, namun dia tak akan dapat luput hukuman dalam pengadilan Allah; dia tak akan selamat dari kepedihan siksa yang beratnya sepadan dengan dosanya, sebagai hukuman Allah. Mengakui kesalahannya lalu menjalani hukumannya itu benar-benar dapat menebus dosa. Wanita yang mengakui dosanya berzina, yang akhirnya dirajam, diampuni dosanya; Rasulullah pun mau menshalati jenazahnya. Begitu pulalah untuk pencuri yang dipotong tangannya lalu bertaubat, disebutkan bahwa dia nanti akan ditarik ke sorga oleh potongan tangannya itu.

Rasulullah SAW menegaskan hal ini antara lain dalam sabdanya:

<Siapa saja dari hamba Allah yang melakukan sesuatu yang Allah melarangnya, kemudian atas kesalahannya itu dia menjalani hukumannya, maka hukumannya itu menghapus dosanya itu.>

(HSR al-Hakim dari Huzaimah binti Tsabit).

Semoga mereka yang telah bersalah memanfaatkan kesempatan bertaubat sebelum keburu kehilangan kesempatan yang diberikan Allah SwT.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

Allah tak pernah lalai.

120310   Allah tak pernah lalai.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Tidak sulit kita memahami jika Rasulullah Muhammad SAW menyebutkan bahwa iman itu kadangkala menebal, kadangkala menipis oleh berbagai macam sebab. Adapun di kesempatan lain Rasulullah mengingatkan bahwa tidak berimanlah (baca: hilang imannya) seseorang yang mencuri. Peringatan itu di zaman Rasulullah sudah membuat “pencuri kecil” di masa itu menahan diri. Kini “pencuri besar” (baca: koruptor, manipulator harga, dan sebagainya) sepertinya tidak menyadari peringatan itu, ataupun menganggapnya remeh. Mungkin karena mereka tidak takut dipotong tangannya, ataupun mungkin merasa tak ada orang yang tahu. Pernah Padahal pelanggaran hukum tak pernah luput dari amatan Allah, ancaman hukumannya neraka jahannam.

Allah SWT sudah secara jelas mengingatkan akan adanya ancaman siksa itu antara lain dengan menyebutkan dalam Surah Ya Sin [36] ayat 63-64:

INILAH JAHANNAM YANG DAHULU KAMU DIANCAM (DENGANNYA) (63). MASUKLAH KE DALAMNYA PADA HARI INI DARI SEBAB KAMU YANG DAHULU KAMU (MELANGGAR HUKUM DENGAN) MENGINGKARINYA” (64).

Jika di dunia ini saksi dapat “dibeli” untuk memberikan kesaksian palsu, polisi “mengarahkan” permasalahan yang ada, jaksa dapat “melupakan” apa yang seharusnya dituntut, hakim pun dapat “tidak melihat” kesalahan yang ada, tidaklah demikian halnya dalam pengadilan Allah di hari qiyamat nanti.

PADA HARI INI KAMI TUTUP MULUT MEREKA; DAN BERKATALAH KEPADA KAMI TANGAN MEREKA, DAN MEMBERI KESAKSIANLAH KAKI MEREKA TERHADAP APA YANG DAHULU MEREKA LAKUKAN.” (Surah Ya Sin [36] ayat 65)

Memang ada peluang untuk bertaubat, tetapi syarat taubat untuk dosa yang berkaitan dengan hak manusia tidaklah sesederhana taubat orang musyrik; belum lagi jika Allah sudah membatasi masa tenggangnya, mencabut nyawanya sebelum mereka sempat bertaubat!

JIKALAU ALLAH MENGHUKUM MANUSIA KARENA KEZALIMANNYA, NISCAYA TIDAK AKAN DITINGGALKANNYA DI MUKA BUMI SESUATUPUN DARI MAKHLUK YANG MELATA; TETAPI ALLAH MENANGGUHKAN MEREKA SAMPAI KEPADA WAKTU YANG DITENTUKAN. MAKA APABILA TELAH TIBA WAKTU (YANG DITENTUKAN) BAGI MEREKA, TIDAKLAH MEREKA DAPAT MENGUNDURKANNYA BARANG SESAATPUN DAN TIDAK (PULA) MENDAHULUKANNYA.” (Surah an-Nahl [16] ayat 61)

Semoga ada yang dapat mengingatkan mereka yang bersalah, semoga mereka sempat bertaubat dengan taubat yang benar.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

==============================

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

***

Manfaatkan artikel-artikel (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

Kesempatan yang untuk dimanfaatkan.

120303  Kesempatan yang untuk dimanfaatkan.

 

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 

Jika kita melihat adanya orang-orang melakukan kesalahan besar ataupun kecil, yang sepertinya tidak terjangkau hukum, maka kita perlu memahaminya sebagai salah satu bentuk kasih sayang Allah SwT. Itu bukannya Allah luput mengamati, mengabaikan perbuatan mereka, tetapi Allah masih memberi peluang kepada mereka itu untuk menyadari kesalahannya lalu mau bertaubat. Sebenarnya Allah menangguhkan penyiksaan terhadap mereka itu, tidak langsung menghukum seketika, karena Allah dengan kasih sayangNya masih memberi kesempatan buat mereka berbenah diri, bertaubat, untuk dimaafkan.

 

JIKALAU ALLAH MENGHUKUM MANUSIA KARENA KEZALIMANNYA, NISCAYA TIDAK AKAN TERSISA DI MUKA BUMI SESUATUPUN DARI MAKHLUK YANG MELATA; TETAPI ALLAH MENANGGUHKAN MEREKA SAMPAI KEPADA WAKTU YANG DITENTUKAN. MAKA APABILA TELAH TIBA WAKTU (YANG DITENTUKAN) BAGI MEREKA, TIDAKLAH MEREKA DAPAT MENGUNDURKANNYA BARANG SESAATPUN DAN TIDAK (PULA DAPAT)MENDAHULUKANNYA. (Surah an-Nahl [16] ayat 61)

 

Tidak jarang mereka itu malahan membual, berbangga diri dengan berdusta, menganggap bahwa dari semua apa telah mereka lakukan itu justru dirinyalah yang akan mendapat nilai baik sesudah matinya, mendapat kehidupan surga. Allah menggambarkan tindakan mereka itu:

 

DAN MEREKA MENETAPKAN (KESALAHAN) PADA ALLAH APA YANG MEREKA SENDIRI MEMBENCINYA. LIDAH MEREKA MENGUCAPKAN KEDUSTAAN, YAITU BAHWA SESUNGGUHNYA MEREKALAH YANG AKAN MENDAPAT KEBAIKAN. TIADALAH DIRAGUKAN BAHWA NERAKALAH BAGI MEREKA, DAN SESUNGGUHNYA MEREKA SEGERA DIMASUKKAN (KE DALAMNYA).(Surah an-Nahl [16] ayat 62)

 

Orang-orang jahat itu merupakan orang-orang yang tersalah langkah dalam memilih pemimpinnya; mereka kurang jeli atau tidak menggunakan akalnya dengan baik, sehingga tertipu oleh ulah syaithan yang selalu menampakkan yang buruk itu sebagai yang baik. Allah menyebutkan ulah mereka yang terpengaruh syaithan itu:

 

DEMI ALLAH, SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENGUTUS RASUL-RASUL KAMI KEPADA UMAT-UMAT SEBELUM KAMU (MUHAMMAD), TETAPI SYAITAN MENJADIKAN UMAT-UMAT ITU MEMANDANG BAIK PERBUATAN MEREKA (YANG BURUK), MAKA SYAITAN MENJADI PEMIMPIN MEREKA DI HARI ITU DAN BAGI MEREKA AZAB YANG SANGAT PEDIH.(Surah an-Nahl [16] ayat 63)

 

Jika pelanggaran-pelanggaran mereka itu tetap dilakukan ataupun bahkan lebih parah, ada peluang bahwa mereka itu akan dihukum Allah dengan siksa yang berupa malapetaka besar. Hukuman yang keras ini bukanlah hanya akan menimpa mereka yang berbuat kesalahan itu saja, tetapi juga akan menimpa orang-orang lain di sekitarnya meskipun ada yang orang baiknya.

 

Cukup banyak contoh di sekitar kita munculnya berbagai macam keadaan sebagai akibat buruk dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang yang aniaya, yang melakukan kemungkaran. Banjir yang merupakan salah satu akibat dari penggundulan hutan telah menimbulkan banyak akibat muruk yang juga menimpa orang maupun anak-anak di berbagai pondok pesantren; bagi mereka yang durhaka peristiwa itu adalah hukuman, sedangkan bagi orang-orang baik itu adalah ujian. Sebenarnya kita telah diingatkan Allah dalam firmanNya:

 

DAN JAGALAH DIRIMU DARI SIKSAAN YANG TIDAK KHUSUS MENIMPA ORANG-ORANG YANG ZALIM SAJA DI ANTARA KAMU. DAN KETAHUILAH BAHWA ALLAH AMAT KERAS SIKSAANNYA. (Surah al-Anfal [8] ayat 25)

 

Bagaimana menjaga diri itu? Bantulah mereka yang berbuat salah itu dengan mengingatkannya ataupun mencegahnya dari berbuat aniaya. Semoga kita berhasil.

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat. Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

 

 

 

***

Manfaatkan artikel-artikel (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.