Menjaga produktivitas dalam puasa.

110731

Menjaga produktivitas dalam puasa.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, DIWAJIBKAN ATAS KAMU BERPUASA SEBAGAIMANA  DIWAJIBKAN ATAS  ORANG-ORANG  SEBELUM  KAMU AGAR  KAMU (LEBIH) BERTAKWA  (QS 2:183)

Secara sederhana dapatlah difahami bahwa dari zaman dulu sampaipun nanti orang yang mengikuti proses  menjalankan perintah puasa akan menjadi orang yang bertaqwa. Rasulullah SaW telah menunjukkan dengan amalan maupun sabdanya bagaimana proses berpuasa yang benar.

(YAITU) DALAM BEBERAPA HARI YANG TERTENTU. MAKA JIKA DI ANTARA KAMU ADA YANG SAKIT ATAU DALAM PERJALANAN (LALU IA BERBUKA), MAKA (WAJIBLAH BAGINYA  BERPUASA) SEBANYAK HARI YANG DITINGGALKAN ITU PADA  HARI-HARI YANG LAIN. DAN WAJIB BAGI ORANG-ORANG YANG BERAT MENJALANKANNYA (JIKA MEREKA TIDAK BERPUASA) MEMBAYAR FIDYAH, (YAITU): MEMBERI MAKAN SEORANG MISKIN. BARANG SIAPA YANG DENGAN KERELAAN HATI MENGERJAKAN KEBAJIKAN, MAKA  ITULAH YANG LEBIH BAIK BAGINYA. DAN BERPUASA LEBIH  BAIK  BAGIMU JIKA KAMU MENGETAHUI.  (QS 2:184)

Masa puasa yang  tertentu  jumlah harinya sejalan dengan panjang pendeknya bulan Ramadhan juga memberi kemudahan-kemudahan bagi yang sulit untuk melaksanakan puasa ini; ini meliputi yang sakit, yang dalam bepergian, yang menjadi pekerja berat, ibu yang hamil, ibu yang menyusui. Secara menyeluruh dapatlah kita ingat bahwa bulan puasa bukanlah bulan istirahat, oleh karena itu kita dituntut untuk tetap produktif; jangan sampai ada orang “pandai” yang melakukan penelitian yang karena kita salah dalam melaksanakan perintah puasa, mereka lalu menyimpulkan bahwa dalam bulan puasa produktivitas turun. Yang selanjutnya peneliti ini lalu mengusulkan agar karyawan atau pegawai dilarang berpuasa Ramadhan agar produktivitas bangsa Indonesia yang sedang membangun ini tidak turun.

Dalam prakteknya memang Rasulullah menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bukan bulan istirahat; bahkan Rasulullah beberapa kali berperang dalam bulan Ramaadhan. Dalam upaya tetap fit dalam seluruh kegiatan dalam bulan Ramadhan ini orang diingatkan untuk makan sahur di akhir waktunya, dan berbuka secepatnya, dan melarang puasa bersambung (wishal). Bagi yang berat untuk puasa itu tetap harus berniat puasa dan makan sahur. Barulah untuk yang keberatan itu nantinyua boleh membatalkan puasanya jika memang harus dilakukan,untuk kebaikan dirinya. Di awal perjalanan menuju ke medan pertempuran Rasulullah maupun pasukan tetap berpuasa. Kemudian jika sudah dekat dengan area pertempuran barulah pasukan diperintahkan untuk “berbuka” (membatalkan puasanya) untuk menyiapkan energi buat memperkuaat tenaga guna menghadapi lawan. Oleh karena itulah  ketika ada yang melaporkan bahwa masih ada anggota pasukan yang tetap berpuasa yang terkesan sudah kepayahan dan menyebabkan teman-temannya kerepotan membantunya, Rasulullah mengingatkan bahwa tak ada baiknya bagi orang seperti itu jikalaulah tetap berpuasa dalam perjalanan menuju ke medan perang.

Dalam bulan Ramadhan ini banyak yang dapat kita lakukan, yang akan dibalas Allah dengan balasan yang berlipat ganda. Kemudahan dan kelonggaran diberikan kepada yang memerlukan, namun pada akhir ayat di atas Allah SWT mengingatkan bahwa upaya tetao berpuasa itu lebih baik: “DAN BERPUASA LEBIH  BAIK  BAGIMU JIKA KAMU MENGETAHUI”.

Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa sempurna dengan ibadah kelengkapannya.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

========================================
SwT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).
SaW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an” (2,5 MB).

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

=====================
Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW
Untuk yang serius berbisnis, kunjungi http://www.esyariah.com/?id=tauhidhw.

0 Responses to “Menjaga produktivitas dalam puasa.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: