Memahami perbedaan status diri

100114

Memahami perbedaan status.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Allah SWT melebihkan pemberian kepada sebagian orang dibandingkan dengan yang lain untuk tujuan luhur dan hikmah yang agung, yaitu sebagai ujian di dalam memikul segala beban hidup; bersyukur atas kelebihan yang diterima, bersabar terhadap kekurangan yang dihadapinya. Itulah perkara yang tidak jarang kita lupakan dalam melihat hakikat perbedaan yag ada itu, sehingga kita luput dari merealisasikan maksud Allah dalam hal penciptaan dan pengaturan itu, yaitu ada tanggung jawab.

DAN DIALAH YANG MENJADIKAN KAMU PENGUASA-PENGUASA DI BUMI DAN DIA MENINGGIKAN SEBAGIAN KAMU ATAS SEBAGIAN (YANG LAIN) BEBERAPA DERAJAT, UNTUK MENGUJIMU TENTANG APA YANG DIBERIKANNYA KEPADAMU. SESUNGGUHNYALAH TUHANMU AMAT CEPAT SIKSAANNYA (BAGI YANG MENYALAHINYA); SESUNGGUHNYALAH DIA MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG. (Quran Surah al-An’am [6]:165)

Allah melestarikan keberadaan manusia dan fungsinya dengan menyediakan petunjuk-petunjuk yang dengannya manusia akan selamat dalam kehidupannya di ddunia untuk mempersiapkan diri bagi kebahagiaannya di akhirat nanti. Allah menyediakan sarana yang diperlukan manusia dalam bentuk sandang, pangan, dan papan. Semua itu memang bukan disediakan dalam bentuk seibarat nasi yang tinggal menyantapnya; Allah memberi sarana kemampuan berfikir untuk dapat memahami apa-apa yang dihadapinya. Dengan itu manusia dapat membedakan mana yang baik maupun yang buruk; dengannya manusia lalu dapat memilih yang baik bukannya yang buruk, dapat memilih yang memberi manfaat bukannya yang membahayakan. Atas adanya kemampuan berfikir dengan akalnya itulah nanti manusia dimintai pertanggungjawaban atas apa yang senyatanya dilakukan dengan apa yang telah diberikan Allah.

Dari sinilah dapat lebih kita fahami mengapa kemudian Allah pantas bertanya seperti yang tertera pada akhir ayat 72 surat an-Nahl [16]:

ALLAH MENJADIKAN BAGI KAMU ISTERI-ISTERI DARI JENIS KAMU SENDIRI DAN MENJADIKAN BAGIMU DARI ISTERI-ISTERI KAMU ITU ANAK-ANAK DAN CUCU-CUCU, DAN MEMBERIMU REZKI DARI YANG BAIK-BAIK. MAKA MENGAPAKAH MEREKA (manusia) BERIMAN KEPADA YANG BATHIL DAN MENGINGKARI NIKMAT ALLAH? (Quran Surat an-Nahl [16]: 72)

Mudah-mudahan kita dapat memahami keberagaman kenyataan dan keberadaan kita masing-masing dengan kesadaran atas tanggung jawab atas semua yang dipaparkan Allah kepada kita, untuk kemudian dapat bersikap dengan benar.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Asalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wasalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

=====================
Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW

0 Responses to “Memahami perbedaan status diri”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: