Tugas kita berdakwah; keberhasilannya di tangan Allah.

100108

Tugas kita berdakwah; keberhasilannya di tangan Allah.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Allah SWT lebih menentukan berhasil ataukah tidaknya suatu upaya hamba Allah. Namun bagaimanapun juga kita masih perlu mengetahui  duduk permasalahannya sehingga kita bukannya lalu tidak berbuat apa-apa. Dalam gambaran sederhana Allah swt. mencontohkan apa yang dialami Nabi Nuh AS ketika ajakannya kepada warga kaumnya ditanggapi negatif, sampai-sampai nabi Nuh dianggap memperpanjang alasan, sehingga mereka itu lalu menantang untuk disegerakan datangnya siksa yang telah diancamkan kepada mereka sebebelum ini.

“MEREKA BERKATA: “HAI NUH, SESUNGGUHNYA KAMU TELAH BERBANTAH DENGAN KAMI, DAN KAMU TELAH MEMPERPANJANG BANTAHANMU TERHADAP KAMI, MAKA DATANGKANLAH KEPADA KAMI AZAB YANG KAMU ANCAMKAN KEPADA KAMI, JIKA KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG BENAR”. (Qur’an, surah Hud [11]: 32)

Sikap menantang azab Allah itu dijawab Nabi Nuh sesuai dengan wewenangnya, yaitu bahwa Allah sendirilah yang punya kuasa untuk menyegerakan ataukah menundanya sampai nanti, dengan tetap mengingatkan mereka itu untuk berhati-hati dalam bicara, yaitu bahwa siksa yang diancamkan oleh Allah itu bukan main-main, yang kalau sudah didatangkan oleh Allah pastilah mereka tidak mungkin melepaskan diri darinya.

NUH MENJAWAB: “HANYALAH ALLAH YANG AKAN MENDATANGKAN AZAB ITU KEPADAMU JIKA DIA MENGHENDAKI, DAN KAMU SEKALI-KALI TIDAK AKAN DAPAT MELEPAS DIRI.” (Qur’an, surah Hud [11]: 33)

Selanjutnya Nabi Nuh lebih merendah lagi terdapat kekuasaan Allah itu dengan menyatakan:

“DAN TIDAKLAH BERMANFAAT KEPADAMU NASIHATKU JIKAPUN AKU HENDAK MEMBERI NASIHAT KEPADA KAMU, KALAULAH ALLAH HENDAK (MEMBIARKAN KAMU DALAM SIKAP MAUPUN PERILAKU YANG MENURUT SUNATULLAH PASTI) AKAN MENYESATKAN KAMU. DIA ADALAH TUHANMU, DAN KEPADANYALAH KAMU DIKEMBALIKAN (UNTUK DIBERI BALASAN SESUAI DENGAN ULAH FIKIR MAUPUN PERBUATAN KAMU)”. (Qur’an, surah Hud [11]: 34)

Begitulah jika kita berdakwah, tidak mustahil pula bahwa kita ditolak dengan berbagai macam alasan yang dicari-cari. Jika sudah demikian tak ada langkah yang lain yang dapat kita lakukan selain kita kembalikan permasalahannya kepada Allah. Berhasil atau tidaknya dakwah atau ajakan kita semuanya itu tergantung pada bagaimana Allah memberikan kemudahan terbukanya hati sasaran dakwah kita itu. Bagaiamana orang-otrang yang salah itu dihukum bukanlah ranah wewenang kita untuk berbuat. Namun satu hal yang kita dapat yakini adalah bahwa Allah sudah memberi pedoman umum adanya pola sebab-akibat, dengan keleluasaan kepada mereka untuk memilih beriman ataukah memilih kekafiran yang tentu saja harus mereka pertanggungjawabkan sesuai dengan kelonggaran akal yang telah diberikan oleh Allah. Yang jelas kebaikan akan dibalas pahala yang bernilai sepuluh kalinya, tujuh ratus kali, ataupun lebih banyak lagi yang tak terhingga besarnya. Adapun   jika seseorang berbuat salah hanya akan dibalas sepadan dengan kesalahannya itu saja. Lebih jauh Allah juga bersifat tanggap yang berlebih jika manusia ini bermaksud baik, semisal yang dikemukakan oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwa jika manusia mendekat dengan sehasta maka Allah menyambutnya dengan sedepa; jika manusia mendekat dengan berjalan maka Allah menyambutnya dengan berlari.

Semoga Allah memberi keterbukan hati sasaran dakwah kita dengan limpahan hidayahNya, sehingga kita dapat juga bergembira dengan penuh rasa syukur ketika melihat keberhasilan dakwah kita.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

=====================
Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW

1 Response to “Tugas kita berdakwah; keberhasilannya di tangan Allah.”


  1. 1 Tarbiyatul banin 0, 7 Januari , 2010 pukul 7:52 am

    setuju, ni juga kan dakwah ya via online media

    TUKER LINK YUKK
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com

    READ THIS TOO
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com/2010/01/07/199/


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: