91031 Memutar balik hukum

91031

Memutar balik hukum.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Jika seseorang menjumpai suatu barang (baca: rezeki) yang diminatinya, pastilah dia harus bersikap terhadap barang itu, pasti akan muncul dalam benaknya: diambil ataukah tidak. Sifat hanif yang ada pada setiap manusia pastilah membawanya untuk berfikir: halal ataukah haram? Pada dasarnya dengan kemampuan dasar hanif itu orang sebenarnya mampu untuk mengenali mana yang halal mana yang haram. Apalagi jika dia selalu bermohon dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar kepadanya ditampakkan yang baik itu baiknya sehingga dia tak ragu memilihnya, dan memohon ditampakkan yang buruk itu buruknya sehingga dia tidak ragu meninggalkannya. Di sinilah syaithan mulai lebih aktif bergerak; ditampakkannya yang buruk itu sebagai suatu yang baik, ditampakkannya yang sebenarnya baik itu sebagai sesuatu yang buruk. Jika orang ini telah termakan pedaya syaithan seperti ini, maka dianggapnyalah yang buruk itu baik, yang baik dianggap buruk!. Dia jadi memutarbalikkan huklum, menghalalkan yang haram, dan mengharamkan yang halal. Begitulah maka mereka inipun lalu tanpa ragu mengambil yang bukan haknya (baca: korupsi) dengan segala akibat buruk yang akan menimpanya. Kepada mereka itu pantas disampaikan -pertanyaan yang pernah dipertanyakan Rasulullah kepada kaumknya (Qur’an, Surah Yunus [10]: 59)

...”TERANGKANLAH KEPADAKU TENTANG REZKI YANG DITURUNKAN ALLAH
KEPADAMU, LALU KAMU JADIKAN SEBAGIANNYA HARAM DAN (SEBAGIANNYA) HALAL”…

…”APAKAH ALLAH TELAH MEMBERIKAN IZIN KEPADAMU (TENTANG INI)
ATAU KAMU MENGADA-ADAKAN SAJA TERHADAP ALLAH?”

Padahal apa yang mereka lakukan itu tidak akan luput dari amatan Allah SWT, dan mereka akan mendapat sanksi hukum dari apa yang telah mereka lakukan itu.

(DALAM KEADAAN APAPUN) KAMU TIDAK BERADA DALAM SUATU KEADAAN DAN TIDAK MEMBACA SUATU AYAT DARI AL-QURAN DAN/ATAUPUN KAMU TIDAK MENGERJAKAN SUATU PEKERJAAN, MELAINKAN KAMI (ALLAH) MENJADI SAKSI ATASMU DI WAKTU KAMU MELAKUKANNYA. TIDAK ADA YANG LUPUT DARI PENGETAHUAN TUHANMU BIARPUN SEBESAR ZARRAH (ATOM) DI BUMI ATAUPUN DI LANGIT. TIDAK ADA YANG LEBIH KECIL DAN TIDAK (PULA) YANG BESAR DARI ITU, MELAINKAN (SEMUANYA ITU TERCATAT) DALAM KITAB NYATA (LAUHUL-MAHFUZH)
(Qur’an, Surah Yunus [10]: 61)

Mudah-mudahan mereka yang pernah tersalah langkah itu segera menyadari kekeliruannya lalu cepat bertaubat dengan sebenar-benar taubat.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

=====================

0 Responses to “91031 Memutar balik hukum”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: