Kepekaan terhadap ibadah sosial

91016

Kepekaan ummat terhadap ibadah sosial.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Tidak sedikit jamaah hajji Indonesia ketika di tanah suci mendapat pertanyaan yang cukup menggelitik, yang tidak mudah menjawab. Pertanyaab seperti ini rupanya muncul melihat kenyataan bahwa jamaah hajji Indonesia termasuk yang suka belanja barang-barang mahal, dan belinya juga banyak. Pertanyaan ini muncul lebih-lebih karena banyak koran yang memberitakan banyaknya gambaran kemiskinan di Indonesia. Pertanyaan itu juga tidak mudah dijawab karena jumlah mereka yang ingin menunaikan ibadah hajji ternyata selalu melebihi kuota yang tersedia bagi Indonesia, sehingga konon jika seseorang mendaftar hajji sekarang, dia harus menunggu sampai lima tahun lagi untuk memperoleh peluang  berangkat.

Memang tidak salah jika ada orang yaang berkeinginan untuk berangkat berhajji karena hajji adalah rukun Islam ke lima. Namun untuk pergi berhajji untuk yang kesekian kalinya perlu perenungan lanjut, antara lain manakah yang lebih baik dana sekian banyak itu untuk berhajji LAGI ataukah untuk bantuaan sosial? Bayangkan bahwa keimanan seseorang perlu diragukan Rasulullah SAW jika ada orang yang tidur nyenyak dengan perut kenyang kalaulah tetangganya masih ada yang kelaparan. Bahkan ada juga diriwayatkan bahwa seseorang yang digambarkan Rasulullah SAW dia selalu beserta dengan pahala yang sama dengan mereka di kelompok jamaahnya kemanapun mereka bergerak, padahal orang ini telah membatalkan rencana perjalanan hajjinya karena perbekalanannya diserahkan kepada tetangganya yang sangat memerlukan di saat dia sudah siap berangkat. Tidak terlalu salah jika sejumlah ulama mengingatkan bahwa ummat Islam perlu meningkatkan ibadah sosialnya, misalnya di bidang pendidikan yang punya manfaat berlipat ganda itu (multiplying effects).

Jika seseorang mengaku ingin tergolong muttaqin, maka dia seharusnya mau berinfak walaupun dalam keadaan pas-pasan ataupun kekurangan (QS Ali ‘Imran [3]: 134)

“(SIFAT ORANG MUTAQIN ITU) ORANG-ORANG YANG BERINFAQ (MENAFKAHKAN HARTANYA), BAIK DI WAKTU LAPANG  MAUPUN  SEMPIT….”

Orang yang berkecukupan jelas diwajibkan untuk berinfaq, namun bagi mereka yang diterbatasi rezeqinya oleh Allah masih juga dituntut untuk berinfaq dari yang telah diberikan Allah kepadanya itu (QS ath-Thalaq [65]: 7)

“MAKA HENDAKLAH ORANG YANG BERKECUKUPAN BERINFAK MENURUT KEMAMPUANNYA. DAN ORANG YANG DISEMPITKAN REZEKINYA HENDAKLAH JUGA BERINFAK DARI HARTA YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADANYA. ALLAH TIDAK MEMIKULKAN BEBAN KEPADA SESEORANG MELAINKAN (SEKEDAR) APA YANG ALLAH BERIKAN KEPADANYA….”

Lebih rinci Rasulullah SAW menyebutkan bahwa  dalam pandangan Allah itu satu dirham infaq orang berkekurangan ini nilainya lebih besar dari seribu dirham infaq orang kaya.  Yang jelas jika kita tidak mensyukuri berbagai macam kenikmatan yang telah diberikan Allah, kita terancam untuk mendapat siksa yang sangat pedih (QS Ibrahim [14]:7).

“DAN INGATLAH JUGA TATKALA TUHANMU MEMAKLUMKAN: <SESUNGGUHNYA JIKA KAMU BERSYUKUR, PASTI KAMI AKAN MENAMBAH NIKMAT KEPADAMU, DAN JIKA KAMU MENGINGKARI NIKMATKU, MAKA SESUNGGUHNYA SIKSAKU SANGAT PEDIH….>”

Semoga kita menyadari posisi kita masing-masing, untuk kemudian berbuat dengan benar, agar ummat Islam dapat segera muncul pantas sesuai dengan keluhuran agamanya.


Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

=====================
Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW

0 Responses to “Kepekaan terhadap ibadah sosial”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: