Jalan yang mendaki.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Tidak sedikit dari kita yang telah berbuat banyak, lalu berfikir bahwa itu semua sudah cukup untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat: surga. Padahal Rasulullah Muhammad SAW sudah mengingatkan agar kita tidak mengandalkan apa yang sudah kita perbuat untuk mendapatkan kehidupan surga; hanya rahmat Allah SWT sajalah yang dapat membawa kita ke kehidupan surga. Oleh karena itulah kita perlu lebih banyak lagi berbuat sebagai pendekatan diri (taqarrub) kepada Allah. Jadi kalau Allah menyebutkan bahwa ada peluang yang baik di samping yang buruk, maka kesempatan menempuh jalan ke arah yang baik harus benar-benar kita manfaatkan. Misalnya saja Allah memberi gambaran sebagaimana disebutkan dalam firmanNya:

“DAN KAMI TELAH MENUNJUKKAN KEPADANYA DUA JALAN,TETAPI DIA TIADA MENEMPUH JALAN YANG MENDAKI LAGI SUKAR. TAHUKAH KAMU APAKAH JALAN YANG MENDAKI LAGI SUKAR ITU (YAITU) MELEPASKAN BUDAK DARI PERBUDAKAN, ATAU MEMBERI MAKAN PADA HARI KELAPARAN (KEPADA) ANAK YATIM YANG ADA HUBUNGAN KERABAT, ATAU ORANG YANG SANGAT FAKIR.” (Surah al-Balad [90] ayat 10-16)

Sangat beruntunglah kita yang tergerak untuk memilih jalan yang “mendaki” itu, yang tidak ingin hanya berpangku tangan karena merasa telah banyak berbuat, lalu berusaha untuk memanfaatkan potensi diri (harta, tenaga, ilmu) yang telah diberikan Allah kepadanya. Orang yang begini ini mungkin dianggap “cari repot” saja, padahal ini dinilai tinggi oleh Allah. Jangan kita menjadi orang yang sebaliknya, yang acuh terhadap peringatan dan arahan Allah itu, yang diancam dengan siksa neraka sebagaimana dinyatakan Allah dalam firmanNya:

“DAN ORANG-ORANG YANG (MENOLAK ARAHAN ITU, YANG SAMA HALNYA DENGAN) KAFIR KEPADA AYAT-AYAT KAMI, MEREKA ITU ADALAH GOLONGAN KIRI; MEREKA BERADA DALAM NERAKA YANG DITUTUP RAPAT.” (Surah al-Balad [90] ayat 19-20)

Semoga kesadaran kita akan arahan ini dapat banyak membantu meringankan tanggungan saudara-saudara kita yang berkekurangan.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”. ========================================

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

1 Response to “Jalan yang mendaki.”


  1. 1 nurhasan rais 0, 28 April , 2013 pukul 1:31 pm

    oke punya thks


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: