Menyikapi hasil suatu kesepakatan

90710 Menyikapi hasil suatu kesepakatan.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Jika kita perhatikan secara sepintas saja mudahlah kita tarik kesimpulan bahwa keadaan ummat Islam belumlah sebaik ajaran agamanya, Islam, yang disiapkan Allah untuk digunakan sebagai pedoman hidup seseorang secara pribadi maupun dalam kehidupannya berkeluarga dan bermasyarakat. Atas keadaan masyarakat yang begini sebagaian dari kita telah berusaha untuk membenahinya, karena Allah SWT sudah menegaskan:

“..SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MENGUBAH KEADAAN SESUATU KAUM SEHINGGA MEREKA (BERUPAYA) MENGUBAH KEADAAN YANG ADA PADA DIRI MEREKA SENDIRI..” (Surah ar-Ra’d [13] ayat 11)

Upaya itu antara lain dengan langkah-langkah untuk mengatur kehidupan dalam bermasyarakat yang lebih luas di dalam bernegara dengan upaya menyediakan orang-orang pilihan untuk dijadikan pimpinan, untuk diikuti kepemimpinannya. Mungkin dari kita ada yang merasa kurang puas terhadap hasil yang telah tercapai dari suatu usaha.Dalam halini hendaknya kita kembali menyadari bahwa kewajiban kita adalah berusaha sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan:

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kalian berusaha, maka berusahalah”

Allah Maha Kuasa untuk menentukan hasil akhir semua usaha kita, tanpa mengurangi nilai usaha kita, asalkan kita tetap menjaga langkah usaha kita itu dengan iman dan amal shalih. Sebagai anggota masyarakat kita telah membuat ketentuan-ketentuan sebagai suatu kesepakatan, kebulatan tekad bersama, perjanjian yang harus dipatuhi. Apapun hasilnya kita ikuti dengan tetap berserah diri kepada Allah dalam langkah-langkah lanjutnya.

“MAKA DISEBABKAN RAHMAT DARI ALLAHLAH KAMU BERLAKU LEMAH LEMBUT TERHADAP MEREKA; SEKIRANYA KAMU BERSIKAP KERAS LAGI BERHATI KASAR,TENTULAH MEREKA MENJAUHKAN DIRI DARI SEKELILINGMU. KARENA ITU MAAFKANLAH MEREKA, MOHONKANLAH AMPUNAN BAGI MEREKA. DAN BERMUSYAWARAHLAH DENGAN MEREKA DALAM URUSAN ITU. KEMUDIAN APABILA KAMU TELAH MEMBULATKAN TEKAD (DALAM KESEPAKATAN TENTANG SUATU), MAKA BERTAWAKKALLAH KEPADA ALLAH. SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERTAWAKKAL KEPADANYA.” (Qur’an, Surah Ali Imran [3] ayat 159)

Seibarat di zaman Rasulullah ketika tercapai perjanjian Hudaibiyah, banyak dari kaum mukmin yang merasa kecewa, namun marilah kita bersikap positif sebagaimana sebagian kaum mukminin saat itu; marilah kita menata langkah lagi. Kita manfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin untuk mencapai cita-cita luhur, kebaikan bagi ummat Islam untuk menampakkan hasil penugasan Allah atas kita bersama sebagai penebar rahmat kebaikan penuh kasih sayang bagi seluruh alam. Kita tata lagi langkah kita.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

========

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana (2,5 MB): “Indeks Terjemah Qur’an”. ========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Ajaklah teman bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292 Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

1 Response to “Menyikapi hasil suatu kesepakatan”


  1. 1 Teknomotif 0, 24 Juli , 2009 pukul 4:22 pm

    Jika tidak sepakat memang seharusnya keuar saat syuro berlangsung. Jika sudah diputuskan, maka keputusan itu bersifat mengikat. Apapun organisasinya, pasti punya aturan main seperti ini


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: