Kesiapan mental untuk berkegiatan

Kesiapan mental dalam ber- “amar ma’ruf dan nahi munkar”

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahim. Dalam mengisi hidup ini kepada kita pada dasarnya diperintahkan oleh Allah SWT untuk berbakti hanya kepada Allah dengan agama yang lurus (QS al-Bayyinah [98] ayat 5). Kemurnian niat ini adalah untuk mendapatkan pengakuan (keridhaan) atas benarnya apa yang telah kita lakukan. Termasuk di sini adalah ketika kita melakukan “amar ma’ruf dan nahi munkar”, bahwa yang kita lakukan itu sebagai tanda bukti kepatuhan kita membaktikan potensi yang telah diberikan oleh Allah, semisal potensi kekuasaan untuk “memaksa” orang dengan hak menyusun ketentuan, peraturan, perundang-undangan, ataupun bahkan memberi perintah, yang telah diamanahkan oleh masyarakat kepada kita yang sedang menjadi pejabat di tingkat pusat maupun daerah. Dalam melaksanakan amanah seperti itu kita mungkin harus berhadapan dengan kekuatan yang menentang ataupun menantang langkah kita. Dalam hal ini hendaknya kita tetap yakin bahwa kebenaran harus ditegakkan, walaupun ada ancaman yang dapat berujung ke kematian. Sangat penting kesadaran untuk berani bersikap seperti ini untuk menegakkan kebenaran dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Rasulullah dalam salah satu sabdanya menyebutkan: “Setinggi-tinggi jihad adalah menyampaikan kalimat kebenaran kepada kepala negara yang jahat (yang dia siap dihukum mati karenanya)”. Di sisi lain kita jumpai tidak sedikit orang yang pandai berbicara, berolah kata, yang dapat menyesatkan arah kita bersikap, sehingga kita tak menyadari bahwa telah terbawa melangkah di jalur yang salah. Bahkan ada pula dari kita yang silau oleh kilatan harta ataupun bayangan kenikmatan tahta, lalu mendukung ataupun membela yang salah dalam menghadapi mereka yang benar, padahal Allah SWT sudah mengingatkan: “SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENURUNKAN KITAB KEPADAMU DENGAN MEMBAWA KEBENARAN, SUPAYA KAMU MENGADILI ANTARA MANUSIA DENGAN APA YANG TELAH ALLAH WAHYUKAN KEPADAMU, DAN JANGANLAH KAMU MENJADI PENANTANG (ORANG YANG TIDAK BERSALAH), KARENA (KAMU MEMBELA) ORANG-ORANG YANG KHIANAT.” (Surah an-Nisa’ [4] ayat 105). Allah akan memintai petanggungjawaban atas apa-apa yang pernah kita lakukan… Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab ======================================== SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad). SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya). *** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana (2,5 Mb): “Indeks Terjemah Qur’an”. Assalamu ‘alaikum wr. wb. Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat. Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya. Wassalam, dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF. e-mail: tauhid@telkom.net Jalan Kendangsari Lebar No. 48 Surabaya INDONESIA 60292 Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486 ===================== Dana dakwah. Transfer ke BCA RekNo 822 0213791 (a/n RM Tauhid), atau bergabung dalam http://www.asiakita.com/pandu-hw

0 Responses to “Kesiapan mental untuk berkegiatan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: