Penggalangan dana

Penggalangan dana dakwah.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

“SERULAH (MANUSIA) KEPADA JALAN TUHANMU DENGAN BIJAK DAN PELAJARAN YANG BAIK ….” (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

Dalam upaya memahami firman Allah SWT di atas kita dapat merenung lebih jauh, kita dapat merasakan lebih dalam apa yang seharusnya kita lakukan. Sarana dakwah secara menyeluruh dapat berupa semisal sarana sederhana untuk penyampaian ajakan secara lisan; ini meliputi ruangan dengan mimbar ataupun meja, tempat duduk yang berupa tikar aaupun kursi, sound system, ataupun lainnya. Untuk masa sekarang sarana dakwah dituntut untuk lebih maju lagi; sarana itu dapat berupa sarana elektronik, yang sederhana berupa radio, tape, VCD, maupun televisi yang melibatkan satelit maupun sarana pendukung lainnya di samping sarana lainnya yang berupa buku, leaflet, poster, film, dan semacamnya. Jaringan internet pun cukup banyak yang telah digunakan sebagai sarana dakwah. Pemilihan materi yang bijak sangatlah penting. Suatu ceritera semisal dalam sinetron dapat menampilkan contoh gambaran kehidupan manusia dan lingkungannya; ini dapat merupakan sarana pelajaran yang baik untuk mengajak orang menuju jalan Allah. Sayangnya sarana siaran radio, TV, maupun penerbitan masih banyak dikuasai oleh pemilik modal yang lebih mengejar keuntungan uang ketimbang sebagai media pendidikan. Namun harus kita syukuri bahwa masih ada saja peran sarana dakwah dasar yang berupa masjid, selain gedung sekolah, rumah sakit, panti asuhan, dan sebagainya yang dalam kendali ummat Islam.
Bagaimana proses penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dakwah itu juga perlu diperhatikan demi suksesnya kegiatan terkait. Mereka yang berkecimpung di sini seharusnya terdidik dengan benar. Tidak sedikit dari mereka itu yang juga perlu ditopang dalam hal kehidupan keluarga dan rumah tangganya. Itu semua perlu dana yang tidak kecil, yang terkelola dengan benar.
Rasulullah Muhammad SAW pernah menyebutkan:
“Nanti akan ada masanya bahwa dakwah hanya berlangsung dengan dirham (uang)”
Orang-orang kaya banyak yang terbuai oleh kekayaannya, lupa peran kekayaan yang harus disyukuri itu. Orang yang miskin ataupun yang hidupnya pas-pasan mungkin ada yang punya dana, tidak besar, yang telah diikhlaskan sebagai infaq untuk kegiatan dakwah; namun mereka merasa bahwa dana itu terlalu kecil untuk kegiatan dakwah yang mereka bayangkan besarnya. Mereka ini rupanya lupa bahwa butir-butir pasir maupun kerikil yang kecil-kecil itu jika tersusun dapat membentuk gunung yang tidak berkesan kecil lagi. Siapa yang akan mengumpulkan pasir dan kerikil itu? Untuk ini harus ada orang ataupun lembaga yang amanah untuk mengelolanya.
Jika Anda mau, kami akan mengelola amanah “kerikil ataupun pasir” itu, untuk itu silakan bergabung dengan kami di http://www.asiakita.com/pandu-hw.
Semoga Allah membalas infaq ataupun shadaqah Anda, dan melimpahkan taufiq dan hidayahNya kepada kita sekalian.

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab

0 Responses to “Penggalangan dana”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: