Donor darah masih banyak diharapkan

Donor darah Setiap hari sekitar 500-600 kantong darah ditransfusikan ke pasen-pasen yang memerlukan di kota-kota besar, dengan berbagai penyebabnya. Sampai sekarang para ahli di bidang kesehatan belum berhasil membuat bahan pengganti darah yang dapat menggantikan fungsi darah secara lengkap, walaupun sudah dapat disusun berbagai macam larutan yang aman diinfuskan untuk keperluan tubuh tertentu, semisal untuk penderita muntah-berak yang parah, penderita keracunan, ataupun juga penderita perdarahan sebelum mendapatkan darah pengganti. Ada juga yang mendadak semisal untuk operasi akibat kecelakaan, ataupun karena perdarahan parah yang terjadi pada penderita penyakit hati (liver cirrhosis lanjut) ataupun perdarahan pada ibu yang melahirkan. Ada juga penderita yang secara berkala memerlukan transfusi, misalnya karena kelainan darah (misalnya sickle cell anemia), kerusakan jaringan pembuat sel-sel darah (aplastic anemia). Kadang-kadang yang diperlukan bukan darah “utuh”, tetapi hanya komponennya saja, semisal hanya butir-butir merah darahnya saja, ataupun thrombocyte saja. Mereka ini adalah pasen yang perlu tambah darah ataupun komponennya karena mereka tak mampu membuat darah sendiri saat itu. Pasokan darah yang tersedia teratur sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan darah seperti itu. Tidak tersedia-nya darah akan berarti terancamnya keselamatan jiwa pasen seperti itu. Karena itulah diperlukan orang-orang yang mau mendonorkan darahnya secara teratur.

Fungsi darah.

Darah diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsi kehidupan. Kebutuhan zat gizi untuk seluruh tubuh dipenuhi dengan mengangkutnya dengan darah yang mengalir. Untuk pembakaran guna menghasilkan energi diperlukan oksigen (zat asam); ini dipasok dengan mengangkutnya dengan sarana haemoglobine (zat warna merah di dalam butir-butir darah merah). Jika orang kekurangan sarana angkut ini (misalnya kurang darah, anemia) maka sel-sel tubuh akan kekurangan oksigen sehingga sulit memperoleh energi, tubuh di menjadi lemah, mudah lelah, pening; otak yang kurang oksigen mudah mengantuk. Aliran darah dibantu oleh sistem peredaran darah (circulation) yang meliputi jantung sebagai pompa ditambah dengan berbagai macam bentuk pembuluh darah sebagai jalannya. Fungsi sistem sirkulasi ini menuntut adanya kecukupan darah (volume maupun komponennya) untuk sempurnanya. Jika seseorang mendonorkan darahnya, darah yang diambil untuk didonorkan itu hanya 350 ml. Jumlah ini merupakan sebagian kecil dari sejumlah 5-6 liter darah yang ada di dalam tubuh seseorang yang sehat. Orang boleh dikata masih terselamatkan (baca: tidak akan mengalami hal yang membahayakan) jika darahnya hilang hanya sampai sekitar 30 %. Jadi berkurangnya darah oleh pengambilannya untuk donor itu aman-aman saja. Darah yang didonorkan itu volumenya dapat terganti dari asupan makanan dan minuman dalam waktu kurang dari 72 jam. Adapun butir-butir darah merah yang terambil ketika berdonor itu barulah akan terpulihkan secara sempurna dengan produksi baru yang akan terganti dalam waktu 21 hari (untuk darah putihnya ada yang telah terpulihkan dalam waktu kurang dari 12 jam!). Biasanya donor darah dilakukan 4-5 kali setahun, atau setiap 2-3 bulan; masa ini jauh lebih dari waktu yang diperlukan untuk pemulihan darah yang terambil itu. Pada orang yang pas-pasan, sehabis donor kadang-kadang timbul rasa sedikit lelah akibat berkurangnya fungsi sirkulasi oleh berkurangnya darah itu. Ini dapat mengakibatkan orang cenderung ingin makan lebih banyak. Jika dorongan makan seperti ini terlalu dituruti, maka orang pun dapat menjadi mudah gemuk sesudah menjadi donor.

Proses pendonoran.

Darah yang diambil untuk donor ditampung dalam kantong yang telah diisi zat penghalang penjendelan (pembekuan, clotting) darah. Darah diambil dari vena cubiti (pembuluh darah balik) dengan menggunakan jarum yang cukup besar, yang ditusukkan ke dalam kulit di daerah lipatan siku untuk mencapai pembuluh tersebut. Tidak sedikit orang yang takut di suntik, walaupun banyak juga pasen yang menganggap suntikan itu merupakan suatu keharusan jika dia berobat, meskipun secara umum tidak ada suntikan yang tidak menimbulkan nyeri. Hanya saja nyeri suntikan itu ada yang ringan ada pula yang sangat, tergantung pada macam obatnya maupun tempat penyuntikannya. Namun bagaimanapun selalu muncul kengerian ketika akan disuntik. Begitulah maka adalah hal yang wajar saja jika orang melihat jarum untutk mengambil darah donor, lalu merasa takut pada waktu akan diambil darahnya untuk donor; apalagi jika ketika itu adalah yang pertama kali mendonorkan darahnya. Padahal yang terjadi adalah sedikit rasa nyeri ketika jarum pengambil darah ditusukkan ke kulit; bahkan nyerinya itu tidak separah nyerinya ketika disuntik dengan obat yang paling ringan nyerinya. Oleh karena itu ada yang menggambarkan nyerinya itu “seperti digigit semut”. Kengerian yang ada sebenarnya lebih merupakan akibat dari rasa takut saja. Hanya sesederhana itulah kenyataannya proses donor darah. Donor adalah kegiatan “sederhana” untuk menolong orang, tidak dimaksud untuk mempersulit ataupun mencelakakan seseorang. Oleh karena itu hanya orang sehat saja yang boleh menjadi donor. Untuk kemudahan maka donor hanya dipilih dari orang yang berumur 17-60 tahun. Untuk menyaring bahwa calon donor sehat, tidak bermasalah jika diambil darahnya, maka dilakukan pemeriksaan kesehatan calon donor dengan memberi sejumlah pertanyaan tentang kesehatannya, dan dilakukan pemeriksaan laboratorium sederhana. Karena darah ini nanti akan dimasukkan tubuh orang lain, maka darah dari donor itu lebih lanjut diperiksa dengan berbagai pemeriksaan laboratoris untuk memastikan bahwa darah yang diambil dari donor tersebut aman untuk ditransfusikan, misalnya aman dari kandungan virus HIV ataupun hepatitis.

Penutup.

Sampai sekarang para ahli di bidang kesehatan belum berhasil membuat bahan pengganti darah yang dapat menggantikan fungsi darah secara lengkap. Oleh karena itulah masih diperlukan tersedianya darah asli yang sewaktu-waktu dapat diberikan kepada yang memerlukan. Meningkatnya tindakan di rumah sakit yang memerlukan darah, memerlukan lebih banyak donor. Donor darah merupakan tindakan sukarela membantu orang yang sangat memerlukan, merupakan salah satu bentuk amal tolong-menolong (ta’awwun) yang ternyata masih perlu digalakkan. Mudah-mudahan uraian di atas memberi pemahaman masalah donor, yang dapat meningkatkan kepedulian kita untuk menjadi donor. Segeralah ke PMI terdekat.

0 Responses to “Donor darah masih banyak diharapkan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: