Arsip untuk November, 1999

Sepintas tentang HW

GERAKAN KEPANDUAN HIZBUL WATHAN (Pandu HW)

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, disingkat HW, adalah organisasi kepanduan dalam Muhammadiyah. Sebagai satu gerakan, berarti setiap anggota harus aktif mengamalkan dan menyebar-luaskan maksud dan tujuan HW. Arti Hizbul Wathan adalah Pembela Tanah Air.

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta tahun 1336 Hijriyah / 1918 Miladiyah. Di awalnya HW dimaksudkan untuk berlatih keteraturan dalam mengabdikan diri kepada Allah. Kemudain selain baris berbaris diajarkan pula hal-hal yang terkait dengan aktivitas kepanduan secara menyeluruh.   Pada tahun 1943 bersama dengan organisasi kepanduan lainnya, HW dibubarkan oleh Pemerintah Penjajahan Jepang. Pada tanggal 29 Januari 1950 HW bangkit lagi dengan berbagai perubahan. Berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238/61 tanggal 20 Mei 1961 bersama dengan organisasi kepanduan lainnya HW dilebur menjadi Pramuka. Pada tanggal 10 Sya?ban 1420 H. bertepatan dengan tanggal 18 November 1999 M. HW dibangkitkan kembali berdasarkan Surat Keputusan PP Muhammadiyah nomor 92/SK-PP/VI-B/1.b/1999 M  tanggal 10 Sya?ban 1420 H / 18 November 1999 M dan dipertegas dengan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 10/KEP/I.O/B/2003 M tanggal 1 Dzulhijjah 1423 H / 22 Februari 2003 M.
Gerakan kepanduan Hizbul Wathan sebagai organisasi otonom dalam persyarikatan Muhammadiyah, mempunyai visi dan mengemban misi Muhammadiyah. Secara lebih khusus HW bergerak  dalam pendidikan anak, remaja, dan pemuda, agar  mereka menjadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader Persyarikatan, Umat, dan Bangsa.

Kepanduan Hizbul Wathan pada hakikatnya adalah sistem pendidikan di luar keluarga dan sekolah untuk anak, remaja, dan pemuda dilakukan di alam terbuka dengan metode yang menarik, menyenangkan dan menantang, dalam rangka membentuk warga negara yang berguna dan mandiri.

7 September 2006

(Dari berbagai sumber)

Iklan