<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gerakan Kepanduan Hizbul-Wathan (HW)</title>
	<atom:link href="http://tauhid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tauhid.wordpress.com</link>
	<description>Sarana komunikasi perihal Pandu Hizbul Wathan (Pandu HW)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 23:06:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tauhid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gerakan Kepanduan Hizbul-Wathan (HW)</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tauhid.wordpress.com/osd.xml" title="Gerakan Kepanduan Hizbul-Wathan (HW)" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tauhid.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kesurupan salah satu bentuk histeria.</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com/2012/01/05/kesurupan-salah-satu-bentuk-histeria/</link>
		<comments>http://tauhid.wordpress.com/2012/01/05/kesurupan-salah-satu-bentuk-histeria/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 23:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauhid.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Kesurupan cukup banyak diperbincangkan dalam berbagai media,  lebih-lebih jika muncul sebagai kesurupan masal siswa di sekolah ataupun buruh di pabrik. Secara tradisional hal ini biasanya dikaitkan dengan adanya gangguan dari roh-roh halus, sedangkan menurut ilmu kejiwaan hal itu merupakan reaksi salah terhadap permasalahan yang dihadapi penderitanya. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=116&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Histeri</strong></p>
<p><em>Kesurupan cukup banyak diperbincangkan dalam berbagai media,  lebih-lebih jika muncul sebagai kesurupan masal siswa di sekolah ataupun buruh di pabrik. Secara tradisional hal ini biasanya dikaitkan dengan adanya gangguan dari roh-roh halus, sedangkan menurut ilmu kejiwaan hal itu merupakan reaksi salah terhadap permasalahan yang dihadapi penderitanya.</em></p>
<p><em><strong>Kesurupan.</strong></em><br />
Kesurupan cukup banyak dijumpai di masyarakat siswa taupun karyawan yang menghadapi krisis. Kesurupan masal yang terjadi sebenarnya pada awalnya merupakan &#8220;kesurupan&#8221; individual yang kemudian berubah menjadi masal karena ada orang lain yang tersugesti. Kesurupan individual yang terjadi muncul sebagai reaksi atas apa yang sedang dirasakan. Kesurupan pada hakikatnya adalah reaksi kejiwaan yang salah, yang disebut juga reaksi disosiasi ataupun reaksi konversi. Kejadian kesurupan cenderung terjadi berulang atau kambuh-kambuhan, selama penanganan kejiwaannya belum benar.</p>
<p><em><strong>Histeria.</strong></em><br />
Gangguan jiwa yang sudah lama di kenal sejak dulu ialah hysteria. Pada mulanya orang menyangka bahwa yang dihinggapi penyakit ini hanya kaum wanita, namun nyatanya laki-laki pun dapat mengalami gangguan ini. Dalam menghadapi suatu masalah seseorang akan bersikap sesuai dengan kemampuannya sejalan dengan pengalaman dan perkembangan kejiwaannya.</p>
<p>Orang yang sehat pertumbuhan kejiwaannya mampu  bersikap benar terhadap permasalahan yang ada, tidak banyak mengubah perilaku dirinya. Dia dapat menerima apa yang ia anggap baik dan menolak apa yang ia anggap buruk berdasarkan norma yang ada. Meski banyak masalah, namun kondisi dalam dirinya tetap stabil dan utuh; dia merespons permasalahan secara realistis dan berorientasi pada pemecahan masalah.</p>
<p>Orang yang perkembangan jiwanya tidak sempurna ataupun terhambat mungkin menanggapi masalah dengan cara yang salah, misalnya mengadakan reaksi regresi (memundurkan diri); bentuk ini memunculkan orang yang jika menghadapi masalah “berat” lalu menggigit jari tangannya, karena dia menjadikan dirinya kembali seperti bayi yang jika takut lalu lari ke pelukan ibunya untuk mendapatkan ketenangan dengan adanya kesempatan menetek (ibu jarinya dianggap sebagai puting susu ibunya, lambang kasih sayang). Ada orang yang mengompol jika terlalu tegang, ataupun perut kembung ketika khawatir. Bentuk lain yang paling terkenal adalah reaksi konversi; di sini dalam menghadapi masalah itu penderita mengubah sikap dirinya (baca: kejiwaannya) ke bentuk lain, yang dalam hal yang berlebihan ini berupa konversi histerik, yang secara singkat disebut sebagai histeria. Beban fikiran yang berat, rasa tertekan (depresi), putus asa (frustasi), ketidakadilan dapat memunculkan histeria itu.</p>
<p>Seorang yang sedih, memperlihatkan raut muka yang khas. Raut muka sedih itu sebenarnya merupakan reaksi tubuh yang sesungguhnya dan wajar. Penampilan raut muka adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal. Komunikasi seperti itu juga dapat terjadi dalam bentuk lain. Seorang isteri dapat saja tiba-tiba &#8220;menjadi lumpuh&#8221; kedua kakinya setelah ia mengancam akan meninggalkan suaminya. Itu adalah suatu reaksi konversi atau reaksi histerik sebagai perwujudan suatu bentuk komunikasi. Reaksi konversi histeris  yang berupa kelumpuhan melambangkan pembatalan ancamannya, yang merupakan permohonan kasih sayang baginya. Kelumpuhan itu bukanlah kelumpuhan yang benar-benar senyatanya; artinya kalaulah ada tikus yang lari menuju dirinya dia pun akan bangkit dan lari untuk menghindar.</p>
<p><em><strong>Tindakan.</strong></em><br />
Walaupun jika ditanya sepertinya tak mendengar, itu harus difahami sebagai bukti bahwa penderita histeria tidak mau mengungkapkan permasalahannya. Namun sifat histeriknya dapat terungkap oleh pertanyaan-pertanyaan tentang manifestasi psikosomatik (gangguan tubuh yang muncul) yang muncul. Dengan memahami bahwa seseorang lebih rela menderita penyakit badaniah daripada menderita penyakit jiwa, maka kalau dia mendengar orang yang menyatakan “penyakitnya” sebagai manifestasi gangguan mental, ia akan menerimanya sebagai penghinaan, yang merendahkan martabatnya dan nama baik keluarganya. Dia akan berontak dengan “memperparah” penampilan histerisnya. Penderita konversi histerik akan bereaksi lebih histerik jika ditanya tentang penderitaan jiwanya; pertanyaan dapat dijawab dengan tangisan, pingsan atau bahkan kejang-kejang. Pengungkapannya harus dilakukan secara tidak langsung. Misalnya: “Sudah pernah berobat pada dokter mana? Berobat pada dokter  pertama karena apa? Pada dokter lain karena apa?”.</p>
<p><em><strong>Penutup.</strong></em><br />
Guru ataupun pendamping perlu memahami bahwa penderita kesurupan atau histeria sebenarnya sadar, dapat mendengar. Pembangkitan semangat perlu dibisikkan, misalnya untuk mendorong penderita untuk berbuat sesuatu demi kebaikan dan kebahagiaan orang<br />
lain bukannya malah menyusahkan orang lain. Jika memungkinkan nantinya penderita dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter ahli jiwa untuk memperoleh bimbingan kejiwaan lebih lanjut demi masa depannya, yaitu untuk mampu bersikap yang benar dalam menghadapi masalah; penderita akan diajari dan dilatih mengelola stress dan konflik dengan baik dan benar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*** Dimuat juga dalam Majalah Mimbar Penerangan Agama, Kanwildepag Jatim</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tauhid.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tauhid.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tauhid.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tauhid.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tauhid.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tauhid.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tauhid.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tauhid.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tauhid.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tauhid.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tauhid.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tauhid.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tauhid.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tauhid.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=116&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauhid.wordpress.com/2012/01/05/kesurupan-salah-satu-bentuk-histeria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bdf1e1d1fccee24ce5878b1cbe24148?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Information for sale</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com/2011/12/31/information-for-sale/</link>
		<comments>http://tauhid.wordpress.com/2011/12/31/information-for-sale/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 23:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauhid.wordpress.com/2011/12/31/information-for-sale/</guid>
		<description><![CDATA[Bacalah artikel-artikel SINGKAT yang menarik berbahasa Inggris di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ;dengan itu Anda juga dapat mengoleksi dollar.     Information for sale in eBooks Every day millions of people worldwide search for answers to certain questions, search for various information that will help them make their lives better. It is the same need as the need [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=113&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>Bacalah artikel-artikel SINGKAT  yang menarik berbahasa Inggris di <span style="color:#000080;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.readbud.com/?ref=6137952">http://www.readbud.com/?ref=6137952 </a></span></span> ;dengan itu Anda juga dapat mengoleksi dollar.</pre>
<h2> </h2>
<h2> </h2>
<h2><strong><span style="color:#0084b0;"><span style="font-size:large;">Information for sale</span></span></strong></h2>
<p align="JUSTIFY">in <strong><em>eBooks</em></strong></p>
<p align="LEFT">Every day millions of people worldwide search for answers to certain questions, search for various information that will help them make their lives better. It is the same need as the need for food. It means that if there is such a need, a person will satisfy it once it becomes possible. If you can answer some questions or know how to improve people&#8217;s lives, why not take money for it? Actually, what is money? It is a form of gratitude from people for something useful they acquired. Once you do something useful for people – get gratitude in return.</p>
<p>What will people pay money for? For getting all the necessary information and answers to their questions here and now. They will not have to spend time on searching – everything they need will be offered in one information file. That is why when you create an information product, you should keep in mind that since a person uses a product, he or she must get all answers to all questions the solution for which the product offers.<br />It will be better if the product is focused on answering some big question. For example, «how to lose extra weight?», «how to feel confident in any situation?», «how to achieve your goals?», «how to become a leader?», «how to find or create your own business?», «how to start your business on the Internet?», «how to write a book?» etc. Of course, you should write about what you understand, what you are successful in and what you are interested in. So, when you choose a subject you are going to write about, take your own abilities and interests as a basis. Otherwise the reader will feel that the author is not competent and the product will most probably be a failure.</p>
<p>How to turn information into a commercial product? Of course, it is better to make all information in the form of an electronic book. In this case, a book is nothing, but a metaphor. It can be either a set of text pages with pictures or an interactive course with questionnaires and tests. For the potential buyer not to be afraid of cheating and to have no doubts about what he is paying money for, it is better to let him read a couple of chapters from the book for free, but ask him to pay for the rest of the book. Free chapters should help the reader in his question at once because it is by these chapters that the buyer will determine how useful the book is and consequently whether it is worth buying. As a result, it will be only one file available to be downloaded for free from the website. And you will only have to attract visitors who will download the book and pay for the registration key and access to the entire contents of the book. And remember about statistics: a satisfied client will on average recommend the product to seven other people, while an unsatisfied client will recommend that they not use it. </p>
<p>So, we get the following system: <br />- a visitor visits a website.<br />- the website describes questions/problems and explains that the solution is in the book that can be downloaded for evaluation free of charge<br />- the visitor downloads the book and looks through its free part<br />- the reader finds the book useful and makes a purchase</p>
<p>So, we need the following for the system to function:<br />- the website should attract the visitor and help him download the book<br />- the free part of the book should start solving the problem and involve the reader into the solution process to continue which he will have to pay money</p>
<p>It is recommended to create commercial books with the program eBook Maestro PRO. It has a lot of advantages. First, it creates books right out of HTML pages. Second, the final book is a standalone application that does not require any additional programs. Third, the program can set limitations for unregistered users. Forth, it supports the system of online activation that prevents registration keys from being distributed. Fifth, it protects information from being stolen and modified. Sixth, it allows you to customize any part of the book interface the way you want it. And much more. </p>
<p>Good luck to you and lots of sales!</p>
<p>Notes:<br />Free Trial version of EBook Maestro PRO can be downloaded from: http://www.ebookmaestro.com</p>
<p>You may freely publish this article «as is» on any other resources provided that no modifications are made in it.</p>
<p>About the Author<br />Dave Smith is a successful infopreneur and a big fan of eBook Compiler tools.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tauhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tauhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tauhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tauhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tauhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tauhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tauhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tauhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tauhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tauhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tauhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tauhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tauhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tauhid.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=113&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauhid.wordpress.com/2011/12/31/information-for-sale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bdf1e1d1fccee24ce5878b1cbe24148?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budi daya gaharu</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com/2011/12/13/budi-daya-gaharu/</link>
		<comments>http://tauhid.wordpress.com/2011/12/13/budi-daya-gaharu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 00:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauhid.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Gaharu sudah lama dikenal dalam budaya manusia. Semula gaharu diperoleh dari tanaman yang tumbuh di alam bebas (baca: hutan). Budi daya gaharu adalah secara sengaja merangsang pohon dengan memasukkan “kuman” (misalnya satu jenis jamur fusarium) ke dalam pohon gaharu itu; tindakan ini disebut inokulasi. Sekitar 2 tahun setelah inokulasi dapat dihasilkan  gubal sebanyak 1 kg atau lebih yang laku idjual dengan harga  5-15 juta per kilogram. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=91&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Budi Daya Gaharu</strong></p>
<p><strong><em>HRM Tauhid-al-Amien</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Gaharu sudah lama dikenal dalam budaya manusia. Semula gaharu diperoleh dari tanaman yang tumbuh di alam bebas (baca: hutan). Di alam hutan kurang dari 20% “pohon gaharu” yang menghasilkan gubal. Tuntutan yang kian banyak mengkhawatirkan punahnya pohon penghasil gaharu ini; dunia pun membatasi pembalakan pohon gaharu ini. Orang pun melakukan budi daya produksi gaharu. Gubal pada hakikatnya adalah zat resin fitoaleksin (zat macam inilah yang menimbulkan bau!) untuk mempertahankan diri dari pengaruh buruk yang mengenai pohon itu, semisal masuknya kuman yang berupa jamur, pukulan, tekanan oleh paku yang ditancapkan ke pohon itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keharuman gaharu diperoleh dari hasil yang berupa gubal (dengan klasifikasi super,super AB, sabah super, kelas C), kemedangan (dengan klasifikasi tanggung A, Sabah I, tanggung AB, Tanggung C, Kemedangan I, kemedangan II, kemedangan III) ataupun yang disebut abu (cincangan “buangan” yang masih mengeluarkan aroma gaharu). Masing-masingnya itu dengan harga yang berbeda, yang tak ada pedoman baku harganya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Budi daya gaharu adalah secara sengaja merangsang pohon dengan memasukkan “kuman” (misalnya satu jenis jamur fusarium) ke dalam pohon gaharu itu; tindakan ini disebut inokulasi. Pengaruh macam inokulan terhadap macam pohon satu dan lainnya tidak selalu sama. Oleh karena itulah “pengalaman” perlu; maka muncullah orang-orang yang menjual jasa inokulasi ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada lebih dari 27 spesies pohon penghasil gaharu dengan berbagai macam produk dan kwalitasnya; yang termasuk paling banyak dibudidayakan adalah <em>Aquilaria malaccensis</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Budi daya:</strong></p>
<p>Pohon gaharu dapat ditanam ditanah dengan ketinggian 0-1500 m di atas permukaan laut dengan kelembaban 80 % dan curah hujan 1200-1500 mm. Pada dasarnya gaharu ditanam dengan jarak tanam 2m X 2 m. Karena bibit gaharu dalam tumbuhnya sampai umur sekitar 2 th perlu naungan, maka dianjurkan penanaman dilakukan dengan tumpangsari, misalnya dengan kakao, pinang, ataupun lainnya. Untuk ini gaharu perlu ditanam dengan jarak yang sedikit lebih besar menjadi  2,5 m x 2,5 m. Jika tanpa naungan maka dari 3000 pohon yang ditanam tinggal 1000 yang masih dapat bertahan hidup setelah dua tahun, sedangkan yang ditanam dengan pohon penaung kematian pohon gaharu setelah 5 tahun ”hanya” 500 dari 1000 pohon yang ditanam di lahan seluas 3 ha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Inokulasi dapat dilakukan ketika pohon sudah mencapai    diameter 10 cm dengan ketinggian sekitar 3-4 m, pada umur sekitar 3 tahun. Ini dilakukan dengan membuat banyak lubang di pohon menggunakan bor dengan diameter 5 mm; satu pohon dapat dibor 250 sampai sekitar 2000 titik untuk diberi “kuman” perangsang munculnya gubal. Lebih dari 50 macam “kuman” yang dikenal dapat memicu munculnya gubal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hasil.</strong></p>
<p>Seberapa banyak “gaharu” yang dihasilkan dari satu pohon dipengaruhi oleh macam dan umur pohon, serta macam “kuman” yang dimasukkan ke dalam lubang pengeboran itu, serta lama “kuman” itu di dalam pohon. Sekitar 2 tahun setelah inokulasi dapat dihasilkan  gubal sebanyak 1 kg atau lebih yang laku idjual dengan harga  5-15 juta per kilogram. Jika kurang beruntung, pohon yang sudah setinggi 25 m dengan diameter sebesar 40 cm (umur 30 tahun) hanya menghasilkan 2 kg kemedangan (harga 1 juta per kg) pada 2 tahun setelah diinokulasi.</p>
<p>Yang benar-benar belum beruntung adalah yang pohonnya ternyata sakit sampai mati setelah mendapat inokulasi; mungkin “kuman” yang diberikan terlalu kuat ataupun pohon sudah sakit sebelum inokulasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bibit.</strong></p>
<p>Cukup banyak perusahaan yang menjual bibit pohon gaharu jenis-jenis tertentu yang dianggap punya prospek bagus, dengan harga Rp. 25 – 50 ribu per pohon setinggi sekitar 50 cm. Mereka itu juga bekerja sama dengan orang-orang yang “ahli” dalam melakukan inokulasi, dengan pola bagi hasil ataupun pembayaran di depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Catatan:</em></strong></p>
<p>Untuk penelusuran lebih lanjut, silakan baca majalah Trubus, No. 470 Januari 2009, halaman 10- 28, ataupun jika ingin lebih luas lagi cari di internet dengan key word: Trubus, gaharu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tauhid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tauhid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tauhid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tauhid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tauhid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tauhid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tauhid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tauhid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tauhid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tauhid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tauhid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tauhid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tauhid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tauhid.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=91&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauhid.wordpress.com/2011/12/13/budi-daya-gaharu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bdf1e1d1fccee24ce5878b1cbe24148?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjaga produktivitas dalam puasa.</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com/2011/08/02/menjaga-produktivitas-dalam-puasa/</link>
		<comments>http://tauhid.wordpress.com/2011/08/02/menjaga-produktivitas-dalam-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 13:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelita Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauhid.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Masa puasa yang  tertentu  jumlah harinya sejalan dengan panjang pendeknya bulan Ramadhan juga memberi kemudahan-kemudahan bagi yang sulit untuk melaksanakan puasa ini; ini meliputi yang sakit, yang dalam bepergian, yang menjadi pekerja berat, ibu yang hamil, ibu yang menyusui. Secara menyeluruh dapatlah kita ingat bahwa bulan puasa bukanlah bulan istirahat, oleh karena itu kita dituntut untuk tetap produktif; jangan sampai ada orang "pandai" yang melakukan penelitian yang karena kita salah dalam melaksanakan perintah puasa, mereka lalu menyimpulkan bahwa dalam bulan puasa produktivitas turun. Yang selanjutnya peneliti ini lalu mengusulkan agar karyawan atau pegawai dilarang berpuasa Ramadhan agar produktivitas bangsa Indonesia yang sedang membangun ini tidak turun.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=87&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>110731</p>
<p><strong>Menjaga produktivitas dalam puasa.</strong></p>
<p><em><strong>Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.</strong></em></p>
<p>&#8220;HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, DIWAJIBKAN ATAS KAMU BERPUASA SEBAGAIMANA  DIWAJIBKAN ATAS  ORANG-ORANG  SEBELUM  KAMU AGAR  KAMU (LEBIH) BERTAKWA  (QS 2:183)</p>
<p>Secara sederhana dapatlah difahami bahwa dari zaman dulu sampaipun nanti orang yang mengikuti proses  menjalankan perintah puasa akan menjadi orang yang bertaqwa. Rasulullah SaW telah menunjukkan dengan amalan maupun sabdanya bagaimana proses berpuasa yang benar.</p>
<p>(YAITU) DALAM BEBERAPA HARI YANG TERTENTU. MAKA JIKA DI ANTARA KAMU ADA YANG SAKIT ATAU DALAM PERJALANAN (LALU IA BERBUKA), MAKA (WAJIBLAH BAGINYA  BERPUASA) SEBANYAK HARI YANG DITINGGALKAN ITU PADA  HARI-HARI YANG LAIN. DAN WAJIB BAGI ORANG-ORANG YANG BERAT MENJALANKANNYA (JIKA MEREKA TIDAK BERPUASA) MEMBAYAR FIDYAH, (YAITU): MEMBERI MAKAN SEORANG MISKIN. BARANG SIAPA YANG DENGAN KERELAAN HATI MENGERJAKAN KEBAJIKAN, MAKA  ITULAH YANG LEBIH BAIK BAGINYA. DAN BERPUASA LEBIH  BAIK  BAGIMU JIKA KAMU MENGETAHUI.  (QS 2:184)</p>
<p>Masa puasa yang  tertentu  jumlah harinya sejalan dengan panjang pendeknya bulan Ramadhan juga memberi kemudahan-kemudahan bagi yang sulit untuk melaksanakan puasa ini; ini meliputi yang sakit, yang dalam bepergian, yang menjadi pekerja berat, ibu yang hamil, ibu yang menyusui. Secara menyeluruh dapatlah kita ingat bahwa bulan puasa bukanlah bulan istirahat, oleh karena itu kita dituntut untuk tetap produktif; jangan sampai ada orang &#8220;pandai&#8221; yang melakukan penelitian yang karena kita salah dalam melaksanakan perintah puasa, mereka lalu menyimpulkan bahwa dalam bulan puasa produktivitas turun. Yang selanjutnya peneliti ini lalu mengusulkan agar karyawan atau pegawai dilarang berpuasa Ramadhan agar produktivitas bangsa Indonesia yang sedang membangun ini tidak turun.</p>
<p>Dalam prakteknya memang Rasulullah menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bukan bulan istirahat; bahkan Rasulullah beberapa kali berperang dalam bulan Ramaadhan. Dalam upaya tetap fit dalam seluruh kegiatan dalam bulan Ramadhan ini orang diingatkan untuk makan sahur di akhir waktunya, dan berbuka secepatnya, dan melarang puasa bersambung (wishal). Bagi yang berat untuk puasa itu tetap harus berniat puasa dan makan sahur. Barulah untuk yang keberatan itu nantinyua boleh membatalkan puasanya jika memang harus dilakukan,untuk kebaikan dirinya. Di awal perjalanan menuju ke medan pertempuran Rasulullah maupun pasukan tetap berpuasa. Kemudian jika sudah dekat dengan area pertempuran barulah pasukan diperintahkan untuk &#8220;berbuka&#8221; (membatalkan puasanya) untuk menyiapkan energi buat memperkuaat tenaga guna menghadapi lawan. Oleh karena itulah  ketika ada yang melaporkan bahwa masih ada anggota pasukan yang tetap berpuasa yang terkesan sudah kepayahan dan menyebabkan teman-temannya kerepotan membantunya, Rasulullah mengingatkan bahwa tak ada baiknya bagi orang seperti itu jikalaulah tetap berpuasa dalam perjalanan menuju ke medan perang.</p>
<p>Dalam bulan Ramadhan ini banyak yang dapat kita lakukan, yang akan dibalas Allah dengan balasan yang berlipat ganda. Kemudahan dan kelonggaran diberikan kepada yang memerlukan, namun pada akhir ayat di atas Allah SWT mengingatkan bahwa upaya tetao berpuasa itu lebih baik: &#8220;DAN BERPUASA LEBIH  BAIK  BAGIMU JIKA KAMU MENGETAHUI&#8221;.</p>
<p>Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa sempurna dengan ibadah kelengkapannya.</p>
<p><em><strong>Wa l-Lahu a&#8217;lamu bi sh-shawwab</strong></em></p>
<p>========================================<br />
SwT. = subhanahu wa ta-&#8217;ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).<br />
SaW. = shalla &#8216;l-Lahu &#8216;alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).</p>
<p>*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: &#8220;Indeks Terjemah Qur&#8217;an&#8221; (2,5 MB).</p>
<p>========================================</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.</p>
<p>Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.<br />
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.</p>
<p>Wassalam,<br />
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.<br />
e-mail: tauhidhw@gmail.com</p>
<p>Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292</p>
<p>=====================<br />
Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW<br />
Untuk yang serius berbisnis, kunjungi http://www.esyariah.com/?id=tauhidhw.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tauhid.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tauhid.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tauhid.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tauhid.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tauhid.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tauhid.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tauhid.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tauhid.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tauhid.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tauhid.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tauhid.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tauhid.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tauhid.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tauhid.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=87&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauhid.wordpress.com/2011/08/02/menjaga-produktivitas-dalam-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bdf1e1d1fccee24ce5878b1cbe24148?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Cepat Menyiapkan Instruktur</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com/2011/07/25/kiat-cepat-menyiapkan-instruktur/</link>
		<comments>http://tauhid.wordpress.com/2011/07/25/kiat-cepat-menyiapkan-instruktur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 03:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[HW Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Menyiapkan instruktur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauhid.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Adalah suatu hal yang sangat baik jika pelatihan dilakukan oleh orang yang terlatih paripurna. Sayangnya jumlah pelatih paripurna tidaklah banyak, tidak mencukupi kebutuhan untuk pelatihan-pelatihan HW di demikian banyak sekolah di AUM Pendidikan dalam jajaran DikDasMen.  Oleh karena itu dianggap perlu mengadakan terobosan untuk menyediakan pelatih yang bermutu, untuk nantinya mampu menghasilkan kader andalan dari anak didik HW. Siapkan instruktur ...<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=85&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Kiat Cepat </strong></p>
<p align="center"><strong>Menyiapkan Instruktur</strong></p>
<p align="center"><strong><em>Disusun oleh HRM Tauhid-al-Amien *)</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Surabaya, 17 Juli 2011</em></strong></p>
<p>Adalah suatu hal yang sangat baik jika pelatihan dilakukan oleh orang yang terlatih paripurna. Sayangnya jumlah pelatih paripurna tidaklah banyak, tidak mencukupi kebutuhan untuk pelatihan-pelatihan HW di demikian banyak sekolah di AUM Pendidikan dalam jajaran DikDasMen.  Oleh karena itu dianggap perlu mengadakan terobosan untuk menyediakan pelatih yang bermutu, untuk nantinya mampu menghasilkan kader andalan dari anak didik HW.</p>
<p>Sebagai ilustrasi awal dapat saya sampaikan bahwa tidak semua yang mendidik mahasiswa untuk menjadi dokter yang baik adalah dokter. Di antara para dosen di fakultas kedokteran itu ada “ahli” di bidang farmasi (sekedar contoh; dari yang sekedar asisten apoteker, apoteker, sarjana farmasi, dokter, ataupun juga professor); demikian juga di bidang-bidang yang lain semisal biologi, fisika, kimia, laboratorium klinik, teknik komputer, dengan klasifikasi tingkat keilmuannya yang seperti itu juga. Dengan kata lain untuk menghasilkan HW tidaklah mutlak harus ditangani oleh mereka yang tergolong “Pelatih HW tulen”. Secara menyeluruh “menciptakan” HW sebagai kader andalan dapat dilakukan bersama oleh mereka yang punya kemampuan-kemampuan berguna yang dapat diajarkan, dengan cara masing-masing  dalam koordinasi yang mengarah. Para pengajar inilah yang secara umum dapat kita sebut sebagai INSTRUKTUR.</p>
<p>Istruktur dapat disiapkan jauh lebih “mudah” ketimbang pelatih paripurna. Dalam orientasi &#8220;prestasi nilai&#8221; di sekolah-sekolah saat ini tidaklah mudah bagi seorang guru,  siswa, maupun mahasiswa untuk diizinkan ataupun menyisihkan waktu hampir sepekan untuk mengikuti pelatihan baku pendidikan pelatih dalam Jaya Melati I. Padahal  dalam satu pelatihan itu biasanya hanya diperoleh hasil sekitar 40 orang pelatih. Sedangkan dalam prakteknya  untuk melatih anak didik tidaklah  yang diajarkan dalam JaTi I itu digunakan &#8220;semua&#8221; oleh pelatih itu dalam satu kali melatih. Oleh karena itulah digunakanlah pola penyiapan &#8220;kilat&#8221; istruktur, yang dalam satu hari &#8220;penataran&#8221; dapat dihasilkan 40 instruktur. Dari beberapa penataran akan dihasilkan sejumlah instruktur yang dapat dipertukarkan untuk melatih anak didik secara lengkap.  Jika kegiatan ini diselenggarakan hari Sabtu dan Ahad, maka dalam satu bulan dapat dihasilkan sekitar 300 (8 hari X 40 orang)  instruktur ataupun bahkan lebih. Jika ingin dipercepat lagi maka dengan memanfaatkan 70 % dari para instruktur itu mungkin saja diperoleh sekitar 60.000 (200 kelas X 300 orang/bulan) instruktur  baru dalam bulan berikutnya.</p>
<p><strong>Pelaksanaan</strong></p>
<p>1. Mengelompokkan pokok materi ke dalam bidang yang &#8220;mirip&#8221; (mempunyai kesamaan &#8220;dasar&#8221;)</p>
<p>Kelompok pokok materi menurut bidang yang &#8220;mirip&#8221; (mempunyai kesamaan &#8220;dasar&#8221;)</p>
<p>Jumlah jam</p>
<p><strong><em>1. Kemuhammadiyahan:</em></strong>                                                                                              5</p>
<p>1-a. Hakikat Muhammadiyah                                                                                                 2</p>
<p>b. Organisasi Otonom Muhammadiyah                                                                          2</p>
<p>9- Qaidah Ortom Muhammadddiyah                                                                                   1</p>
<p><strong><em>2. Ke-HW-an</em></strong>                                                                                                                              6</p>
<p>2-c. Sejarah singkat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan                                            2</p>
<p>d. Kedudukan dan Fungsi Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan                            2</p>
<p>5- Prinsip dasar kepanduan dan metode kepanduan HW                                              2</p>
<p><strong><em>3. Ciri khas HW</em></strong>                                                                                                                          6</p>
<p>4- Jati diri kepanduan HW                                                                                                          1</p>
<p>6-f. Kode Kehormatan HW                                                                                                         2</p>
<p>27- Seragam dan atribut                                                                                                             2</p>
<p>7- Lambang, simbol, dan motto HW                                                                                       1</p>
<p><strong><em>4. Peringkat dalam HW</em></strong>                                                                                                       2</p>
<p>21-g.  Syarat KenaikanTingkat (SKT) dan Syarat Kecakapan Pandu (SKP)             2</p>
<p><strong><em>5a. Ke-Islaman</em></strong>                                                                                                                         6</p>
<p>i. Ibadah praktis harian                                                                                                               4</p>
<p>j. Akhlak mulia (adabul yaumiah)                                                                                           2</p>
<p><strong><em>5b. Muamalah                                                                                                                           4</em></strong></p>
<p>17- Uswatun hasanah                                                                                                                  1</p>
<p>18- Adab bergaul                                                                                                                            1</p>
<p>15- Kegiatan bermutu, yang menarik, menyenangkan, menantang,</p>
<p>meningkat, mengandung pendidikan islami                                                                        2</p>
<p><strong><em>6a. Pembinaan disiplin di lapangan</em></strong>                                                                          8</p>
<p>k. Baris berbaris                                                                                                                          4</p>
<p>22- Upacara  sebagai alat pendidikan                                                                                    2</p>
<p>23- Pelantikan sebagai alat pendidikan                                                                                 1</p>
<p>32- Upacara penutupan                                                                                                               1</p>
<p><strong><em>6b. Pembinaan disiplin di alam terbuka                                                               10</em></strong></p>
<p>l. Kehidupan di alam terbuka (perkemahan)                                                                        2</p>
<p>25- Perkemahan sebagai alat  pendidikan                                                                              1</p>
<p>26- Pentas seni dan api unggun sebagai alat pendidikan                                                 1</p>
<p>24- Tadabbur alam                                                                                                                           6</p>
<p><strong><em>7a. Keorganisasian</em></strong>                                                                                                                   6</p>
<p>m. Kepemimpinan organisasi`                                                                                                   2</p>
<p>n. Manajemen organisasi                                                                                                              2</p>
<p>19- Mengelola satuan                                                                                                                     1</p>
<p>20- Peran, fungsi, dan tanggung jawab pemimpin satuan                                              1</p>
<p><strong><em>7b. Pendidikan                                                                                                                            5</em></strong></p>
<p>14- Memahami peserta didik dan kebutuhannya                                                               1</p>
<p>16- Cara membina peserta didik                                                                                                1</p>
<p>11- Program kegiatan peserta didik                                                                                         1</p>
<p>31- Evaluasi (penilaian)                                                                                                                   1</p>
<p>30- Rencana Tindak Lanjut (RTL)                                                                                               1</p>
<p><strong><em>8. Tabligh (komunikasi)</em></strong>                                                                                                        6</p>
<p>o. Menulis efektif                                                                                                                                2</p>
<p>p. Berbicara di depan umum                                                                                                         2</p>
<p>29- Forum terbuka                                                                                                                             2</p>
<p><strong><em>9a. Organisasi HW</em></strong>                                                                                                                       6</p>
<p>3- AD dan ART HW                                                                                                                              1</p>
<p>q. Struktur organisasi HW                                                                                                                1</p>
<p>10-Organisasi qabilah                                                                                                                        1</p>
<p>12- Dewan satuan                                                                                                                                 1</p>
<p>r. Dewan Sughli                                                                                                                                      1</p>
<p>28-s. Bina Karya Mandiri kepanduan HW                                                                                   1</p>
<p><strong><em>9b. Perkantoran HW                                                                                                                    5</em></strong></p>
<p>h. Jenis-jenis pertemuan dalam HW                                                                                             2</p>
<p>13- Forum silaturahim Pandu                                                                                                          1</p>
<p>t. Administrasi HW                                                                                                                                2</p>
<p>Jumlah total   75      jam</p>
<p>Angka dengan tanda hubung (mis. 3-) merujuk ke Buku Seri 04.11, sedangkan huruf kecil dengan titik (mis. t.) merujuk ke Buku Seri 04.13</p>
<p>2. Alokasi waktu</p>
<p>Untuk lebih mendalam, materi diberikan dalam dalam waktu sebanding dengan waktu pola JM I atau lebih panjang. Ini disesuaikan dengan upaya menguraikan buku serahan JM I (Seri 04.11) serta tambahan makalah uraian terkait dengan pokok materi sebanyak sekitar 8 halaman.</p>
<p>Secara umum dalam satu hari dapat diberikan satu kelompok materi.</p>
<p>Untuk masing-masing kelompok materi diawali dengan pengantar umum sekitar 15 menit setara dengan 2 (dua) halam serahan.</p>
<p>3. Pemateri</p>
<p>Pelatih Nasional, Alumni JM II, JM I, Pimpinan Inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara), Ketua Lembaga Diklat (tingkat Kwarda, Kwarwil, Kwarpus) yang bersedia, ataupun Instruktur yang telah melatih dalam bidangnya selama 3 bulan ataupun 4 kali berturut-turut.</p>
<p>4. Penyelanggara:</p>
<p>Kwarwil ataupun Kwarda yang di situ terdapat pemateri dan penyelenggara yang siap.</p>
<p>5. Pembeayaan:</p>
<p>Kwartir yang bersangkutan</p>
<p>Dimintakan dari PWM/PDM/Dikdasmen</p>
<p>Peserta dikenai beaya senilai 2 X (dua kali) makan siang sederhana (nasi bungkus)</p>
<p>6. Peserta</p>
<p>Guru yang disiapkan untuk menjadi pelatih anak didik</p>
<p>Anggota penghela ataupun penuntun yang berkeinginan kuat untuk menjadi pelatih.</p>
<p>Untuk efektivitas interaksi sebagai kelompok (<em>small group</em>), dalam satu kelas diupayakan sekitar 8-25 orang, maksimal 35 orang.</p>
<p>7. Waktu kegiatan</p>
<p>Diupayakan secara rutin pada hari Sabtu, Ahad, maupun hari libur, jam 08-17 ataupun disesuaikan dengan keadaan setempat.</p>
<p>8. Tempat</p>
<p>Ruang kelas AUM DikDasMen atau pondok yang diizinkan</p>
<p>9. Sarana</p>
<p>Sarana untuk penataran ini diupayakan sesederhana mungkin, disesuaikan dengan keadaaan setempat, dapat meliputi  misalnya:</p>
<p>Papan tulis</p>
<p>Serahan</p>
<p>Flip chart</p>
<p>OHP</p>
<p>LCD Projector dengan laptop</p>
<p>10. Administrasi</p>
<p>Peserta yang telah dengan lengkap mengikuti penataran intruktur mendapat sertifikat hak menjadi pengajar/instruktur/pelatih dalam materi yang disebutkan secara jelas (spesifik) kepada anak didik,  dalam JM I,  maupun penataran instruktur dalam bidangnya.</p>
<p>Peserta dapat mengikuti beberapa penataran instruktur secara berturut-turut ataupun tidak, yang jika telah mengikuti seluruh kelompok materi JM I dapat mengikuti Kemah Pemantapan (<em>Boot camp</em>) untuk mendapat sertifikat setara dengan  JM I.</p>
<p>11. Tambahan</p>
<p>Hal-hal lain yang  belum tertulis dalam pedoman ini akan ditambahkan jika diperlukan.</p>
<p>*) <em>Sekretaris Urusan Dalam Badan Diklat Nasional Kwarpus HW (2010-2015), dokter (UNAIR), MSc.(SEAMEO-UI), DiplHPEd. (UNSW), Physiologist, Pens. Lektor Kepala (2008), Ketua HW Kwarwil  Jawa Timur (2005-2010), Wk. Ketua <em>HW Kwarwil  Jawa Timur (2010-2015)</em>, mantan Kord. Litbang Kwarpus, Bendahara II (2005-2010)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tauhid.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tauhid.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tauhid.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tauhid.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tauhid.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tauhid.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tauhid.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tauhid.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tauhid.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tauhid.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tauhid.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tauhid.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tauhid.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tauhid.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=85&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauhid.wordpress.com/2011/07/25/kiat-cepat-menyiapkan-instruktur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bdf1e1d1fccee24ce5878b1cbe24148?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Bom Biji.</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com/2011/04/19/membuat-bom-biji/</link>
		<comments>http://tauhid.wordpress.com/2011/04/19/membuat-bom-biji/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 16:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauhid.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[ Ketika kita melakukan perjalanan atau penjelajahan, kadang kita melihat area yang "tidak bertanaman". yang kita ingin menghijaukannya. Tanpa harus mengolah tanahnya terlebih dulu. Untuk menghadapi hal ini, kita dapat "mengadu untung" dengan menggunakan Bom Biji.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=82&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kita melakukan perjalanan atau penjelajahan, kadang kita melihat area yang &#8220;tidak bertanaman&#8221;. Di tempat-tempat yang gersang seperti ini mungkin kita ingin menghijaukannya, tetapi merasa kesulitan memulainya kalau harus mengolah tanahnya terlebih dulu. Untuk menghadapi hal ini, kita dapat &#8220;beradu untung&#8221; dengan menggunakan <strong>Bom Biji</strong>. (Bernilai sadaqah! Rasulullah SAW menyebutkan bahwa dari tanaman yang dimakan hewan, diambil/dicuri orang itu semua merupakan sadaqah bagi orang yang menanamnya.). Ada baiknya jika kita memulai dengan memilih macam tanaman apa yang diharapkan tumbuh berdasarkan keinginan sendiri; kitapun dapat juga bertanya kepada orang-orang di sekitar daerah itu. Untuk menyebarkan benih yang diharapkan tumbuh itu kadang-kadang terkendala oleh waktu (harus cepat-cepat) menanam, ataupun kesulitaaan untuk menjangkau tempat tanamnya (di seberang parit, di balik rumpun atau rerumputan). Untuk memudahkan penyebaran benih tanaman ini dapat dilakukan dengan membentuknya terlebih dahulu menjadi <strong>BOM</strong>. Dalam bentuk ini benih dapat kita letakkan di tempat yang semula sulit terjangkau. Bom ini dapat kita lemparkan begitu saja ataupun dengan bantuan ketapil; selanjutnya terserah pada Allah.</p>
<p>1. Pilih dulu benih yang bagus dari tanaman yang diinginkan itu; benih harus &#8220;berisi&#8221; dan dalam keadaan kering.</p>
<p>2. Sediakan sejumlah kecil pupuk atau kompos untuk memberi peluang agar nantinya benih lebih mudah tumbuh.</p>
<p>3. Ambil tanah liat yang agak basah, bentuk menjadi bulatan sebesar kelereng ataupun lebih besar, lalu tipiskan menjadi setebal 0,5 cm, tekan bagian tengahnya sehingga terbentuk ceruk.</p>
<p>4. Isilah ceruk dengan beberapa butir benih (tidak perlu sama jenis maupun besarnya) tambahi dengan sedikit pupuk.</p>
<p>5. Tutup ceruk dengan menangkupkan mulut ceruk; jika perlu tambahkan sedikit tanah liat lagi, haluskan permukaannya. Upayakan agar dinding bom benar-benar rapat, kedap udara agar isinya tak &#8220;tercium&#8221; oleh semut.</p>
<p>6. Taruh bom benih ini di tempat teduh agar kering oleh hembusan angin. Dalam bentuk kering, bom ini dapat disimpan berbulan-bulan lamanya, menunggu musim penghujan.</p>
<p>Untuk sekali perjalanan tidak akan keseulitan untuk membawa sekitar 15 butir bom biji. Dengan terbungkus tanah liat itu biji tak akan dimakan oleh semut, burung, ataupun hewan lainnya. Harapannya jika terkena hujan tanah liat itu akan &#8220;hancur&#8221; lalu bijinya terpapar dan tumbuh di situ ataupun sekitarnya (jika terbawa air). Jika ingin gambaran pembuatan bom ini lebih jauh, silakan kunjungi juga &#8220;<strong><em>http://www.instructables.com/id/How-to-Make-a-Seed-Bomb/&#8221;</em></strong>; ini bukan bagaimana membuat ranjau darat.</p>
<p>Semoga berhasil.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tauhid.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tauhid.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tauhid.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tauhid.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tauhid.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tauhid.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tauhid.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tauhid.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tauhid.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tauhid.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tauhid.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tauhid.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tauhid.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tauhid.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=82&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauhid.wordpress.com/2011/04/19/membuat-bom-biji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bdf1e1d1fccee24ce5878b1cbe24148?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlu pedoman hidup</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com/2010/03/09/perlu-pedoman-hidup/</link>
		<comments>http://tauhid.wordpress.com/2010/03/09/perlu-pedoman-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 07:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelita Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauhid.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Untuk hidup dengan benar perlu pedoman untuk berperilaku dan berbuat sehari-harinya. Pedoman ini harus difahami lalu dihayati secara mendalam. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=79&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</strong></em></p>
<p>Untuk hidup dengan benar perlu pedoman untuk berperilaku dan berbuat sehari-harinya. Pedoman ini harus difahami lalu dihayati secara mendalam untuk beramal atau berbuatan dalam berbagai aspek kehidupan dalam rmasyarakat secara benar. Pedoman ini adalah pedoman yang islami yang akan merebakkan kehidupan dengan pola tebaran kasih sayang dalam seluruh alam; ini missi Rasulullah Muhammad SAW.</p>
<p><em><strong>Wassalam,</strong></em></p>
<p><strong>Tauhid</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tauhid.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tauhid.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tauhid.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tauhid.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tauhid.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tauhid.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tauhid.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tauhid.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tauhid.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tauhid.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tauhid.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tauhid.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tauhid.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tauhid.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=79&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauhid.wordpress.com/2010/03/09/perlu-pedoman-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bdf1e1d1fccee24ce5878b1cbe24148?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosa dipikul oleh pelakunya!</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com/2010/02/19/dosa-dipikul-oleh-pelakunya/</link>
		<comments>http://tauhid.wordpress.com/2010/02/19/dosa-dipikul-oleh-pelakunya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 13:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelita Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauhid.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[
Cukup banyak orang yang terkesan bermasa bodoh atas apa risiko lanjut dari yang dilakukannya, meskipun orang seperti ini tahu bahwa yang dilakukannya itu bukanlah hal yang benar; misalnya ketika dia melakukan sesuatu atas suruhan ataupun perintah seseorang. Bahkan kepada orang yang "bernasib sama" dengan dirinya orang ini terkadang "berpromosi" dengan mengatakan: "Sudahlah lakukan saja, biarlah dosanya nanti dia yang menanggung". Orang-orang seperti ini perlu dikasihan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=77&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>100218</p>
<p>Dosa dipikul pelakunya!</p>
<p>Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.</p>
<p>Cukup banyak orang yang terkesan bermasa bodoh atas apa risiko lanjut dari yang dilakukannya, meskipun orang seperti ini tahu bahwa yang dilakukannya itu bukanlah hal yang benar; misalnya ketika dia melakukan sesuatu atas suruhan ataupun perintah seseorang. Bahkan kepada orang yang &#8220;bernasib sama&#8221; dengan dirinya orang ini terkadang &#8220;berpromosi&#8221; dengan mengatakan: &#8220;Sudahlah lakukan saja, biarlah dosanya nanti dia yang menanggung&#8221;. Orang-orang seperti ini perlu dikasihani; mereka mungkin kurang memahami bahwa Allah SWT sudah menyatakan bahwa seseorang tidak dapat mengambil alih dosa orang lain (QS 6:164, 17:15, 35:18, 39:7). Seseorang akan menanggung dosa atas kesalahan yang dilakukannya. Bahkan bukan itu saja; Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan kalaulah dosa yang dilakukannya itu kemudian ternyata ditiru orang lain (walaupun dia tidak bermaksud mengajari!), maka dia akan mendapat tambahan dosa sebesar dosa orang-orang yang menirunya, tanpa mengurangi dosa peniru itu sedikitpun. Rasulullah mencontohkan bahwa Qabil akan mendapat tambahan dosa setiap kali ada pembunuhan, karena Qabil adalah yang &#8220;memberi contoh&#8221; memulai adanya pembunuhan atas manusia.</p>
<p>Manusia telah dilengkapi dengan akal yang dengan itu dia secara &#8220;alami&#8221; dapat mengenali mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga orang sebenarnya dapat menentukan sikap yang benar. Namun nyatanya syaitan sering mampu memberikan gambaran yang salah sehingga orang lalu cenderung memilih yang salah. Dan atas pilihannya itu  Allah nanti akan memintai pertanggungjawabannya, untuk selanjutnya diberi pahala jika benar atau dihukum jika salah.</p>
<p>Dalam mengikuti perintah, suruhan, ataupun ajakan, seseorang tidak boleh berbuat tanpa pertimbangan sendiri. Secara sederhana Rasulullah SAW menyatakan: &#8220;Tidak boleh mentaati seseorang untuk bermuat maksiat kepada Allah; ketaatan hanya boleh dalam mematuhi Allah&#8221;.</p>
<p>Akankah kita sekedar menjadi pak turut meskipun akan  masuk neraka?</p>
<p>Wa l-Lahu a&#8217;lamu bi sh-shawwab</p>
<p><em></p>
<p>SAW. = shalla &#8216;l-Lahu &#8216;alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).</p>
<p>SWT. = subhanahu wa ta-&#8217;ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).<br />
</em></p>
<p>*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: &#8220;Indeks Terjemah Qur&#8217;an&#8221;.</p>
<p>========================================</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.</p>
<p>Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.<br />
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.</p>
<p>Wassalam,<br />
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.<br />
e-mail: tauhid@telkom.net</p>
<p>Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292<br />
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486</p>
<p>=====================<br />
Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW.<br />
Serius berbisnis di eSyariah?  Pendaftaran Free member GRATIS di http://www.eSyariah.com/?id=tauhidHW.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tauhid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tauhid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tauhid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tauhid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tauhid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tauhid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tauhid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tauhid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tauhid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tauhid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tauhid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tauhid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tauhid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tauhid.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=77&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauhid.wordpress.com/2010/02/19/dosa-dipikul-oleh-pelakunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bdf1e1d1fccee24ce5878b1cbe24148?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Hadiah&#8221;</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com/2010/01/31/hadiah/</link>
		<comments>http://tauhid.wordpress.com/2010/01/31/hadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 15:40:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelita Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauhid.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Memang korupsi itu sudah membudaya dalam masyarakat kita. Namun korupsi bukan tidak dapat dihilangkan dari kehidupan bermasyarakat. Kebudayaan masyarakat yang jika ditilik dari pedoman Allah  yang buruk harus diperbaiki, sedangkan yang baik perlu dipertahankan ataupun bahkan dikembangkan lebih lanjut, misalnya saja korupsi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=75&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>100131</p>
<p><strong>&#8220;Hadiah&#8221; </strong></p>
<p>Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.</p>
<p>Memang tak terlalu salah jika ada orang yang mengatakan bahwa korupsi itu sudah membudaya dalam masyarakat kita. Yang salah adalah anggapan bahwa korupsi tidak dapat dihilangkan, sebagaimana orang mengatakan bahwa pelacuran tidak dapat dihapus karena sudah tumbuh lama sejalan dengan pertumbuhan kehidupan bermasyarakat. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa kebudayaan adalah kebiasaan yang sudah memasyarakat. Namun harus disadari bahwa kebiasaan itu jika ditilik dari pedoman Allah ada yang baik ada pula yang buruk; yang buruk harus diperbaiki, sedangkan yang baik perlu dipertahankan ataupun bahkan dikembangkan lebih lanjut.   Misalnya saja dalam hal korupsi; oleh sejumlah orang korupsi dianggap dianggap sudah sebagai budaya.</p>
<p>Senyatanya sudah sejak lama telah ada kebiasaan yang menjadikan munculnya sebutan jabatan basah, jabatan kering; yaitu kebiasaan &#8220;memberi hadiah&#8221;, tanda setia kepada pejabat-pejabat tertentu. Jika mereka yang berkecimpung dalam bidang yang terkait dengan ini diingatkan ataupun ditegur, mereka menjawab: &#8220;Dari dulu memang sudah demikian&#8221; tanpa terlintas di benak mereka keinginan untuk memperbaikinya. jawaban seperti itu sama dengan jawaban kaum-kaum para nabi terdahulu ketika diingatkan untuk memperbaiki kebiasaan mereka dalam hal ibadahnya, misalnya:</p>
<p>KAUM TSAMUD BERKATA:</p>
<p><em>&#8220;HAI SHALEH, SESUNGGUHNYA KAMU SEBELUM INI ADALAH  SEORANG DI ANTARA KAMI YANG KAMI HARAPKAN, APAKAH  KAMU LALU MELARANG KAMI MENYEMBAH APA YANG DISEMBAH  OLEH BAPAK-BAPAK KAMI? SESUNGGUHNYALAH KAMI JADI BETUL- BETUL DALAM KERAGUAN YANG MENGGELISAHKAN TERHADAP  AGAMA YANG KAMU SERUKAN KEPADA KAMI.&#8221; </em> (Qur&#8217;an Surat Hud [11]: 62)</p>
<p>Sepertinya para pejabat di tempat &#8220;&#8221;basah&#8221; itu hendak mengatakan &#8220;Bukankah dari dulu biasanya para pejabat mendapat tanda setia (&#8216;bulu bekti&#8217;, Jw.), tanda terima kasih dari masyarakatnya?&#8221;, padahal Rasulullah Muhammad SAW sudah menyebutkan bahwa apa yang didapat pejabat di luar gajinya adalah pelanggaran (sukhtun,ghulul; dosa). Pada kesempatan lain dalam suatu pertemuan, seorang petugas pengumpul zakat datang menyampaikan hasilnya dengan memilah mana yang diperoleh sebagai zakat yang terkumpul dan mana yang dikumpulkannya sebagai bagian untuk dirinya, yaitu hadiah, pemberian  dari orang-orang yang dikunjunginya. Langsung saja Rasulullah menyampaikan &#8220;Mengapa dia tidak tinggal di rumah ibunya saja; orang memberi hadiah kepadanya ataukah tidak?&#8221;. Pemberian ataupun hadiah yang terkait dengan jabatan seseorang itu bukanlah hak si pejabat, tak halal baginya!  Bahkan orang yang menolong seseorang lalu orang itu memberinya hadiah dan diterimanya, itu berarti dia telah masuk salah satu pintu dari pintu-pintu riba.</p>
<p>Dari sedikit gambaran itu saja maka mereka yang bekerja di &#8220;tempat basah&#8221; harus bersiap-siap untuk &#8220;berbasah-basah direndam di neraka&#8221; jika tidak segera bertaubat.</p>
<p><em>Wa l-Lahu a&#8217;lamu bi sh-shawwab </em></p>
<p>SAW. = shalla &#8216;l-Lahu &#8216;alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).</p>
<p>SWT. = subhanahu wa ta-&#8217;ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).</p>
<p>========================================      Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.  Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.  Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.</p>
<p>e-mail: tauhid@telkom.net</p>
<p>Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292</p>
<p>Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486</p>
<p>=====================</p>
<p>Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW Serius berusaha? Kunjungi http://www.esyariah.com/?id=tauhidhw</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tauhid.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tauhid.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tauhid.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tauhid.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tauhid.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tauhid.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tauhid.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tauhid.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tauhid.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tauhid.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tauhid.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tauhid.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tauhid.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tauhid.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=75&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauhid.wordpress.com/2010/01/31/hadiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bdf1e1d1fccee24ce5878b1cbe24148?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memahami perbedaan status diri</title>
		<link>http://tauhid.wordpress.com/2010/01/17/memahami-perbedaan-status-diri/</link>
		<comments>http://tauhid.wordpress.com/2010/01/17/memahami-perbedaan-status-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 10:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelita Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauhid.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT melebihkan pemberian kepada sebagian orang dibandingkan dengan yang lain untuk tujuan luhur dan hikmah yang agung, yaitu sebagai ujian di dalam memikul segala beban hidup; bersyukur atas kelebihan yang diterima, bersabar terhadap kekurangan yang dihadapinya. Itulah perkara yang tidak jarang kita lupakan dalam melihat hakikat perbedaan yag ada itu, sehingga kita luput dari merealisasikan maksud Allah dalam hal penciptaan dan pengaturan itu, yaitu ada tanggung jawab.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=72&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>100114</p>
<p><strong>Memahami perbedaan status.</strong></p>
<p>B<em><strong>ismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.</strong></em></p>
<p>Allah SWT melebihkan pemberian kepada sebagian orang dibandingkan dengan yang lain untuk tujuan luhur dan hikmah yang agung, yaitu sebagai ujian di dalam memikul segala beban hidup; bersyukur atas kelebihan yang diterima, bersabar terhadap kekurangan yang dihadapinya. Itulah perkara yang tidak jarang kita lupakan dalam melihat hakikat perbedaan yag ada itu, sehingga kita luput dari merealisasikan maksud Allah dalam hal penciptaan dan pengaturan itu, yaitu ada tanggung jawab.</p>
<p><strong>DAN DIALAH YANG MENJADIKAN KAMU PENGUASA-PENGUASA DI BUMI DAN DIA MENINGGIKAN SEBAGIAN KAMU ATAS SEBAGIAN (YANG LAIN) BEBERAPA DERAJAT, UNTUK MENGUJIMU TENTANG APA YANG DIBERIKANNYA KEPADAMU. SESUNGGUHNYALAH TUHANMU AMAT CEPAT SIKSAANNYA (BAGI YANG MENYALAHINYA); SESUNGGUHNYALAH DIA MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG</strong>. (Quran Surah al-An&#8217;am [6]:165)</p>
<p>Allah melestarikan keberadaan manusia dan fungsinya dengan menyediakan petunjuk-petunjuk yang dengannya manusia akan selamat dalam kehidupannya di ddunia untuk mempersiapkan diri bagi kebahagiaannya di akhirat nanti. Allah menyediakan sarana yang diperlukan manusia dalam bentuk sandang, pangan, dan papan. Semua itu memang bukan disediakan dalam bentuk seibarat nasi yang tinggal menyantapnya; Allah memberi sarana kemampuan berfikir untuk dapat memahami apa-apa yang dihadapinya. Dengan itu manusia dapat membedakan mana yang baik maupun yang buruk; dengannya manusia lalu dapat memilih yang baik bukannya yang buruk, dapat memilih yang memberi manfaat bukannya yang membahayakan. Atas adanya kemampuan berfikir dengan akalnya itulah nanti manusia dimintai pertanggungjawaban atas apa yang senyatanya dilakukan dengan apa yang telah diberikan Allah.</p>
<p>Dari sinilah dapat lebih kita fahami mengapa kemudian Allah pantas bertanya seperti yang tertera pada akhir ayat 72 surat an-Nahl [16]:</p>
<p>A<strong>LLAH MENJADIKAN BAGI KAMU ISTERI-ISTERI DARI JENIS KAMU SENDIRI DAN MENJADIKAN BAGIMU DARI ISTERI-ISTERI KAMU ITU ANAK-ANAK DAN CUCU-CUCU, DAN MEMBERIMU REZKI DARI YANG BAIK-BAIK. MAKA MENGAPAKAH MEREKA (manusia) BERIMAN KEPADA YANG BATHIL DAN MENGINGKARI NIKMAT ALLAH?</strong> (Quran Surat an-Nahl [16]: 72)</p>
<p>Mudah-mudahan kita dapat memahami keberagaman kenyataan dan keberadaan kita masing-masing dengan kesadaran atas tanggung jawab atas semua yang dipaparkan Allah kepada kita, untuk kemudian dapat bersikap dengan benar.</p>
<p><em><strong>Wa l-Lahu a&#8217;lamu bi sh-shawwab </strong></em></p>
<p>SAW. =<em> shalla &#8216;l-Lahu &#8216;alaihi wa sallam</em> (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).</p>
<p>SWT. =<em> subhanahu wa ta-&#8217;ala</em> (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).</p>
<p>*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: &#8220;Indeks Terjemah Qur&#8217;an&#8221;.</p>
<p>========================================</p>
<p>Asalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.</p>
<p>Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.<br />
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.</p>
<p>Wasalam,<br />
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.<br />
e-mail: tauhid@telkom.net</p>
<p>Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292<br />
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486</p>
<p>=====================<br />
<strong>Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam <em>http://www.asiakita.com/Pandu-HW</em><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tauhid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tauhid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tauhid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tauhid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tauhid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tauhid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tauhid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tauhid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tauhid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tauhid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tauhid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tauhid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tauhid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tauhid.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tauhid.wordpress.com&amp;blog=396511&amp;post=72&amp;subd=tauhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauhid.wordpress.com/2010/01/17/memahami-perbedaan-status-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bdf1e1d1fccee24ce5878b1cbe24148?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
