Arsip untuk Kategori 'Uncategorized'

Meningkatkan komuniasi

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Jika Anda menjumpai anggota Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (Pandu HW) maupun peminatnya yang suka berinternet, tolong kirimkan e-mailnya ke saya, atau ajak langsung bergabung di www.groups.yahoo.com/group/hizbul-wathan.
Terima kasih.

Wassalam,
Tauhid
HP 081-652-7486

Dakwah perlu dana!

Dakwah perlu dana.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

“SERULAH (MANUSIA) KEPADA JALAN TUHANMU DENGAN BIJAK DAN PELAJARAN YANG BAIK ….” (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

Sarana untuk seruan dakwah dapat berupa sarana sederhana maupun canggih, dari sekedar pengajian di masjid maupun, terbitan-terbitan buku dan sebagainya sampai penggunaan sarana elektronik maupun jaringan internet. Untuk lebih sukses para pelaku dakwah harus terdidik; kehidupan keluarga dan rumah tangganya perlu ditopang. Itu semua perlu dana. Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda:
“Nanti akan ada masanya bahwa dakwah hanya berlangsung dengan dirham (uang)”
Orang kaya dapat berinfaq. Orang miskin ataupun yang hidupnya pas-pasan dengan infaq yang kecil punya peran yang besar. Dana-dana besar-kecil itu ibarat butir-butir kerikil maupun pasir yang jika tersusun dapat membentuk gunung!!! Siapa yang akan mengumpulkan pasir dan kerikil itu? Harus ada orang ataupun lembaga yang amanah untuk mengelolanya.
Jika Anda mau, kami akan mengelola amanah “kerikil ataupun pasir” itu. Silakan bergabung untuk menggalang dana dengan kami di http://www.AsiaKita.com/Pandu-HW , ataupun langsung transfer dana Anda ke BCA RekNo 822 021 3791 (a/n RM Tauhid). Lebih lanjut silakan buka laporan saya di http://groups.yahoo.com/group/dana-dakwah.
Semoga Allah membalas infaq ataupun shadaqah Anda, dan melimpahkan taufiq dan hidayahNya kepada kita sekalian.

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

90501 Pertanggungjawaban perbuatan

90501

Pertanggungjawaban perbuatan.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Tidak sedikit orang yang tidak takut akan ancaman siksa neraka, karena mereka itu tidak percaya akan adanya hari akhirat maupun hari kiamat yang lanjutannya adalah hari pembalasan. Mereka ini nanti akan menjumpai kenyataan yang mereka tak dapat ingkar lagi sebagaimana disebutkan oleh Allah SWT:

“INILAH JAHANNAM YANG DAHULU KAMU DIANCAM (DENGANNYA). MASUKLAH KE DALAMNYA PADA HARI INI, YANG KAMU DAHULU KAMU MENGINGKARINYA.” (Surah Ya Sin [36] ayat 63, 64)

Di samping itu Allah juga mengingatkan agar diri kita selalu terjaga dari berbuat yang salah, dengan ataupun tanpa adanya orang yang tahu, tak ada polisi yang mengamati. Di saat di pengadilan hari kiyamat itu nanti bagian-bagian tubuh kita sedirilah yang akan memberi persaksian atas apa yang kita lakukan. Beruntung kita jika yang dilaporkan perbuatan baik kita. Bagaimana jika yang dilaporkan itu perbuatan buruk kita?

“PADA HARI INI KAMI TUTUP MULUT MEREKA; DAN BERKATALAH TANGAN MEREKA KEPADA KAMI, DAN KAKI MEREKA MEMBERI KESAKSIAN TERHADAP APA YANG DAHULU MEREKA USAHAKAN.” (Surah Ya Sin [36] ayat 65)

Untuk menghapus kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu itu yang dapat kita lakukan hanya dengan tindakan lanjut yang benar secepatnya, yaitu bertaubat; jangan sampai terlambat! Batas keterlambatan itu adalah saat kematian yang kita tak tahu kapan menjemput kita. Untuk menghapus kesalahan itu adalah dengan bertaubat yang benar, dengan bersungguh-sungguh.

Semoga Allah menguatkan hati kita untuk dapat bertaubat sebelum ajal tiba.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad.)

SWT. = subhanahu wa ta-’ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat. Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

==============
Dana kegiatan? http://www.asiakita.com/pandu-hw

Penggalangan dana

Penggalangan dana dakwah.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

“SERULAH (MANUSIA) KEPADA JALAN TUHANMU DENGAN BIJAK DAN PELAJARAN YANG BAIK ….” (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

Dalam upaya memahami firman Allah SWT di atas kita dapat merenung lebih jauh, kita dapat merasakan lebih dalam apa yang seharusnya kita lakukan. Sarana dakwah secara menyeluruh dapat berupa semisal sarana sederhana untuk penyampaian ajakan secara lisan; ini meliputi ruangan dengan mimbar ataupun meja, tempat duduk yang berupa tikar aaupun kursi, sound system, ataupun lainnya. Untuk masa sekarang sarana dakwah dituntut untuk lebih maju lagi; sarana itu dapat berupa sarana elektronik, yang sederhana berupa radio, tape, VCD, maupun televisi yang melibatkan satelit maupun sarana pendukung lainnya di samping sarana lainnya yang berupa buku, leaflet, poster, film, dan semacamnya. Jaringan internet pun cukup banyak yang telah digunakan sebagai sarana dakwah. Pemilihan materi yang bijak sangatlah penting. Suatu ceritera semisal dalam sinetron dapat menampilkan contoh gambaran kehidupan manusia dan lingkungannya; ini dapat merupakan sarana pelajaran yang baik untuk mengajak orang menuju jalan Allah. Sayangnya sarana siaran radio, TV, maupun penerbitan masih banyak dikuasai oleh pemilik modal yang lebih mengejar keuntungan uang ketimbang sebagai media pendidikan. Namun harus kita syukuri bahwa masih ada saja peran sarana dakwah dasar yang berupa masjid, selain gedung sekolah, rumah sakit, panti asuhan, dan sebagainya yang dalam kendali ummat Islam.
Bagaimana proses penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dakwah itu juga perlu diperhatikan demi suksesnya kegiatan terkait. Mereka yang berkecimpung di sini seharusnya terdidik dengan benar. Tidak sedikit dari mereka itu yang juga perlu ditopang dalam hal kehidupan keluarga dan rumah tangganya. Itu semua perlu dana yang tidak kecil, yang terkelola dengan benar.
Rasulullah Muhammad SAW pernah menyebutkan:
“Nanti akan ada masanya bahwa dakwah hanya berlangsung dengan dirham (uang)”
Orang-orang kaya banyak yang terbuai oleh kekayaannya, lupa peran kekayaan yang harus disyukuri itu. Orang yang miskin ataupun yang hidupnya pas-pasan mungkin ada yang punya dana, tidak besar, yang telah diikhlaskan sebagai infaq untuk kegiatan dakwah; namun mereka merasa bahwa dana itu terlalu kecil untuk kegiatan dakwah yang mereka bayangkan besarnya. Mereka ini rupanya lupa bahwa butir-butir pasir maupun kerikil yang kecil-kecil itu jika tersusun dapat membentuk gunung yang tidak berkesan kecil lagi. Siapa yang akan mengumpulkan pasir dan kerikil itu? Untuk ini harus ada orang ataupun lembaga yang amanah untuk mengelolanya.
Jika Anda mau, kami akan mengelola amanah “kerikil ataupun pasir” itu, untuk itu silakan bergabung dengan kami di http://www.asiakita.com/pandu-hw.
Semoga Allah membalas infaq ataupun shadaqah Anda, dan melimpahkan taufiq dan hidayahNya kepada kita sekalian.

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab

Menyerahkan kepemimpinan

Menyerahkan kepemimpinan.

Pemilihan umum pada hakikatnya adalah penyerahan amanah. Ummat Islam perlu jeli dalam memilih siapa-siapa yang nantinya akan diamanahi untuk memikirkan permasalahan ummat. Amanah tidak seharusnya diserahkan kepada orang yang memusuhi ummat, yang telahsecara jelas-jelas ataupun yang dapat berpeluang besar untuk melakukannya.

 

Dalam kenyataan keberagaman calon yang akan dipilih, dalam masyarakat demokratis, peran pemilih sangat menentukan; di masyarakat yang banyak penjahatnya, maka merekalah yang akan berkuasa menentukan masa depan masyarakat itu. Di sinilah perlu kita sadari bahwa jika ummat Islam banyak yang tak hendak memilih (jadi golput), maka masa depan ummat Islam di Indonesia akan lebih banyak dipengaruhi (baca: ditentukan) oleh mereka yang mungkin justru tidak nenyukai Islam. Di situlah akan berlaku yang diingatkan Rasulullah Muhammad SAW: “Apabila amanah disia-siakan, maka nantikanlah saat kehancuran”. Ketika seseorang bertanya apa yang dimaksud dengan disia-siakan itu, Rasulullah menjelaskan: “Bila urusan (baca:wewenang) diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran itu” (HSR Bukhary dari Abi Hurairah).

 

Akhir-akhir ini banyak terungkap bahwa cukup banyak mereka yang telah dipasrahi amanah untuk mengurusi masalah ummat ternyata berkhianat; yang diurusinya bukannya kepentingan ummat (baca: umum), tetapi lebih banyak yang bersifat untuk golongan, kelompok, partai, ataupun bahkan pribadinya sendiri.

 

Mungkin ada yang merasa bahwa calon-calon yang ada sekarang ini tidak ada yang sempurna, namun Rasulullah SAW mengajari kita bahwa dalam keadaan “tidak” adanya pilihan sempurna, maka pilihan harus ke arah menghindari keburukan, bukannya memilih yang sekedar berpeluang untuk baik. Dalam hal ini jika secara pribadi masih juga sulit untuk menentukan pilihan, masih ada tempat bertanya: Allah. Kita memohon arahan dengan istikharah.

 

Semoga masa depan ummat masih kian membaik.

 

90331 Memilih pemegang amanah.

90331

 

Memilih pemegang amanah.

Pemilihan umum pada hakikatnya adalah penyerahan amanah. Ummat Islam perlu jeli dalam memilih siapa-siapa yang nantinya akan diamanahi untuk memikirkan permasalahan ummat. Amanah tidak seharusnya diserahkan kepada orang yang memusuhi ummat, yang telahsecara jelas-jelas ataupun yang dapat berpeluang besar untuk melakukannya.

 

Dalam kenyataan keberagaman calon yang akan dipilih, dalam masyarakat demokratis, peran pemilih sangat menentukan; di masyarakat yang banyak penjahatnya, maka merekalah yang akan berkuasa menentukan masa depan masyarakat itu. Di sinilah perlu kita sadari bahwa jika ummat Islam banyak yang tak hendak memilih (jadi golput), maka masa depan ummat Islam di Indonesia akan lebih banyak dipengaruhi (baca: ditentukan) oleh mereka yang mungkin justru tidak nenyukai Islam. Di situlah akan berlaku yang diingatkan Rasulullah Muhammad SAW: “Apabila amanah disia-siakan, maka nantikanlah saat kehancuran”. Ketika seseorang bertanya apa yang dimaksud dengan disia-siakan itu, Rasulullah menjelaskan: “Bila urusan (baca:wewenang) diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran itu” (HSR Bukhary dari Abi Hurairah).

 

Akhir-akhir ini banyak terungkap bahwa banyak dari mereka yang telah dipasrahi amanah untuk mengurusi masalah ummat ternyata berkhianat; yang diurusinya bukannya kepentingan ummat (baca: umum), tetapi lebih banyak yang bersifat untuk golongan, kelompok, partai, ataupun bahkan pribadinya sendiri.

 

Mungkin ada yang merasa bahwa calon-calon yang ada sekarang ini tidak ada yang sempurna, namun Rasulullah SAW mengajari kita bahwa dalam keadaan “tidak” adanya pilihan sempurna, maka pilihan harus ke arah menghindari keburukan, bukannya memilih yang sekedar berpeluang untuk baik. Dalam hal ini jika secara pribadi masih juga sulit untuk menentukan pilihan, masih ada tempat bertanya: Allah. Kita memohon arahanNya dengan istikharah.

 

Semoga masa depan ummat masih kian membaik.

Wallahu a’lam.

 

Siapa dan langkahnya

Bagi yang mengenal anggota HW yang berprestasi (kini maupun masa lalu), tolong kirim “biografinya” dalam format berikut ini:
Siapa dan langkahnya.
**Biografi singkat anggota HW sebagai pelaku sejarah yang tumbuh dan berkembang di dalam ataupun bersama dalam kegiatan HW, ditulis sendiri ataupun oleh orang lain. Jika menulis untuk orang lain sebut apa hubungan penulis dengan orang termaksud.
**Merupakan sarana untuk penelusuran lanjut potensi umat
**Diupayakan untuk dipasang di web site HW; jika perlu dapat ditambah di balik halaman ataupun lampiran.

Nama:
(Lengkap dengan gelar ataupun panggilan akrab jika ada)
Umur/Tanggal lahir, tempat:
Alamat sekarang:
Telp/HP/Fax:
E-mail:
Pekerjaan:

Kegiatan utama sekarang:

Daerah kegiatan di masa lalu:

Pengalaman kepanduan (tahun, tempat, kegiatan):
HW:

Pandu lain:

Pengalaman berorganisasi
(Organisasi, tahun, jabatan):
Muhammadiyah:

Organisasi Islam:

Organisasi profesi:

Organisasi lain:

Pengalaman penting yang menarik dalam kerja:

Prestasi istimewa/ kebanggaan:

Pengalaman istimewa/penggugah semangat:

Teman yang masih Anda ingat (sebut lengkap ataupun tidak: nama, kota, jabatan, macam kegiatan, alamat terakhir):

Tempat, tanggal :
Ditulis oleh :
Hubungan dg yg ditulis:
Tanda tangan

Donor darah masih banyak diharapkan

Donor darah Setiap hari sekitar 500-600 kantong darah ditransfusikan ke pasen-pasen yang memerlukan di kota-kota besar, dengan berbagai penyebabnya. Sampai sekarang para ahli di bidang kesehatan belum berhasil membuat bahan pengganti darah yang dapat menggantikan fungsi darah secara lengkap, walaupun sudah dapat disusun berbagai macam larutan yang aman diinfuskan untuk keperluan tubuh tertentu, semisal untuk penderita muntah-berak yang parah, penderita keracunan, ataupun juga penderita perdarahan sebelum mendapatkan darah pengganti. Ada juga yang mendadak semisal untuk operasi akibat kecelakaan, ataupun karena perdarahan parah yang terjadi pada penderita penyakit hati (liver cirrhosis lanjut) ataupun perdarahan pada ibu yang melahirkan. Ada juga penderita yang secara berkala memerlukan transfusi, misalnya karena kelainan darah (misalnya sickle cell anemia), kerusakan jaringan pembuat sel-sel darah (aplastic anemia). Kadang-kadang yang diperlukan bukan darah “utuh”, tetapi hanya komponennya saja, semisal hanya butir-butir merah darahnya saja, ataupun thrombocyte saja. Mereka ini adalah pasen yang perlu tambah darah ataupun komponennya karena mereka tak mampu membuat darah sendiri saat itu. Pasokan darah yang tersedia teratur sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan darah seperti itu. Tidak tersedia-nya darah akan berarti terancamnya keselamatan jiwa pasen seperti itu. Karena itulah diperlukan orang-orang yang mau mendonorkan darahnya secara teratur.

Fungsi darah.

Darah diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsi kehidupan. Kebutuhan zat gizi untuk seluruh tubuh dipenuhi dengan mengangkutnya dengan darah yang mengalir. Untuk pembakaran guna menghasilkan energi diperlukan oksigen (zat asam); ini dipasok dengan mengangkutnya dengan sarana haemoglobine (zat warna merah di dalam butir-butir darah merah). Jika orang kekurangan sarana angkut ini (misalnya kurang darah, anemia) maka sel-sel tubuh akan kekurangan oksigen sehingga sulit memperoleh energi, tubuh di menjadi lemah, mudah lelah, pening; otak yang kurang oksigen mudah mengantuk. Aliran darah dibantu oleh sistem peredaran darah (circulation) yang meliputi jantung sebagai pompa ditambah dengan berbagai macam bentuk pembuluh darah sebagai jalannya. Fungsi sistem sirkulasi ini menuntut adanya kecukupan darah (volume maupun komponennya) untuk sempurnanya. Jika seseorang mendonorkan darahnya, darah yang diambil untuk didonorkan itu hanya 350 ml. Jumlah ini merupakan sebagian kecil dari sejumlah 5-6 liter darah yang ada di dalam tubuh seseorang yang sehat. Orang boleh dikata masih terselamatkan (baca: tidak akan mengalami hal yang membahayakan) jika darahnya hilang hanya sampai sekitar 30 %. Jadi berkurangnya darah oleh pengambilannya untuk donor itu aman-aman saja. Darah yang didonorkan itu volumenya dapat terganti dari asupan makanan dan minuman dalam waktu kurang dari 72 jam. Adapun butir-butir darah merah yang terambil ketika berdonor itu barulah akan terpulihkan secara sempurna dengan produksi baru yang akan terganti dalam waktu 21 hari (untuk darah putihnya ada yang telah terpulihkan dalam waktu kurang dari 12 jam!). Biasanya donor darah dilakukan 4-5 kali setahun, atau setiap 2-3 bulan; masa ini jauh lebih dari waktu yang diperlukan untuk pemulihan darah yang terambil itu. Pada orang yang pas-pasan, sehabis donor kadang-kadang timbul rasa sedikit lelah akibat berkurangnya fungsi sirkulasi oleh berkurangnya darah itu. Ini dapat mengakibatkan orang cenderung ingin makan lebih banyak. Jika dorongan makan seperti ini terlalu dituruti, maka orang pun dapat menjadi mudah gemuk sesudah menjadi donor.

Proses pendonoran.

Darah yang diambil untuk donor ditampung dalam kantong yang telah diisi zat penghalang penjendelan (pembekuan, clotting) darah. Darah diambil dari vena cubiti (pembuluh darah balik) dengan menggunakan jarum yang cukup besar, yang ditusukkan ke dalam kulit di daerah lipatan siku untuk mencapai pembuluh tersebut. Tidak sedikit orang yang takut di suntik, walaupun banyak juga pasen yang menganggap suntikan itu merupakan suatu keharusan jika dia berobat, meskipun secara umum tidak ada suntikan yang tidak menimbulkan nyeri. Hanya saja nyeri suntikan itu ada yang ringan ada pula yang sangat, tergantung pada macam obatnya maupun tempat penyuntikannya. Namun bagaimanapun selalu muncul kengerian ketika akan disuntik. Begitulah maka adalah hal yang wajar saja jika orang melihat jarum untutk mengambil darah donor, lalu merasa takut pada waktu akan diambil darahnya untuk donor; apalagi jika ketika itu adalah yang pertama kali mendonorkan darahnya. Padahal yang terjadi adalah sedikit rasa nyeri ketika jarum pengambil darah ditusukkan ke kulit; bahkan nyerinya itu tidak separah nyerinya ketika disuntik dengan obat yang paling ringan nyerinya. Oleh karena itu ada yang menggambarkan nyerinya itu “seperti digigit semut”. Kengerian yang ada sebenarnya lebih merupakan akibat dari rasa takut saja. Hanya sesederhana itulah kenyataannya proses donor darah. Donor adalah kegiatan “sederhana” untuk menolong orang, tidak dimaksud untuk mempersulit ataupun mencelakakan seseorang. Oleh karena itu hanya orang sehat saja yang boleh menjadi donor. Untuk kemudahan maka donor hanya dipilih dari orang yang berumur 17-60 tahun. Untuk menyaring bahwa calon donor sehat, tidak bermasalah jika diambil darahnya, maka dilakukan pemeriksaan kesehatan calon donor dengan memberi sejumlah pertanyaan tentang kesehatannya, dan dilakukan pemeriksaan laboratorium sederhana. Karena darah ini nanti akan dimasukkan tubuh orang lain, maka darah dari donor itu lebih lanjut diperiksa dengan berbagai pemeriksaan laboratoris untuk memastikan bahwa darah yang diambil dari donor tersebut aman untuk ditransfusikan, misalnya aman dari kandungan virus HIV ataupun hepatitis.

Penutup.

Sampai sekarang para ahli di bidang kesehatan belum berhasil membuat bahan pengganti darah yang dapat menggantikan fungsi darah secara lengkap. Oleh karena itulah masih diperlukan tersedianya darah asli yang sewaktu-waktu dapat diberikan kepada yang memerlukan. Meningkatnya tindakan di rumah sakit yang memerlukan darah, memerlukan lebih banyak donor. Donor darah merupakan tindakan sukarela membantu orang yang sangat memerlukan, merupakan salah satu bentuk amal tolong-menolong (ta’awwun) yang ternyata masih perlu digalakkan. Mudah-mudahan uraian di atas memberi pemahaman masalah donor, yang dapat meningkatkan kepedulian kita untuk menjadi donor. Segeralah ke PMI terdekat.

Pemanfaatan dana ZIS Anda

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Sangat saya harapkan ZIS Anda menjadi amal jariyah Anda dalam penyelesaian Gedung Serba Guna Pandu Hizbul Wathan (HW)Kwartir Wilayah Jawa Timur di Purwodadi, Pasuruan.

Kirimlah dana termaksud ke BCA KCP Lawang, RekNo. 3161261929 a/n H. Asmara Hadi (KaPusDikLat HW).
Semoga Allah memberikan balasan dengan yang lebih baik. Jazakumu ‘l-lahu khairan.

Fastabiqu ‘l-khairat.

Wasssalam,

Tauhid
Ketua Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW)
Kwartir Wilayah Jawa Timur

Kerangka Acuan untuk HW: Peringatan Hari Lingkungan Hidup

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni

KERANGKA ACUAN

 

1. LATAR BELAKANG

Hari Lingkungan Hidup Sedunia (WED, World Environment Day),  tanggal 5 Juni, diperingati di lebih dari 100 negara; pada hari peringatan ini orang memfokuskan perhatian pada lingkungan. Hari Lingkungan Hidup Sedunia disahkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1972 untuk menandai pembukaan Konferensi Lingkungan (Human Environment) di Stockholm. Hari lingkungan hidup sedunia dimunculkan  untuk mempromosikan isu lingkungan. Agenda pentingnya adalah menampakkan peran manusia pada isu-isu lingkungan, menjadikan manusia sebagai agen aktif keberlanjutan dan pengembangan yang adil, mempromosikan pemahaman bahwa komunitas memainkan peran penting dalam mengubah sikap terhadap isu-isu lingkungan dan mengadvokasi kerjasama yang akan menjamin seluruh bangsa dan manusia menikmati masa depan yang aman dan sejahtera. Hari Lingkungan Hidup Sedunia menggunakan pendekatan membangun kesadaran, mendukung anggota masyarakat untuk menyuarakan pikiran mereka dan melakukan yang terbaik untuk memperbaiki lingkungan.

 

Hari lingkungan  diperingati dengan banyak cara, misalnya acara reli berjalan kaki, parade sepeda,  konser musik, kompetisi esai dan poster di sekolah, penanaman pohon, usaha-usaha daur ulang, kampanye bersih-bersih, dan masih banyak lagi. Di banyak negara, peringatan tahunan ini biasa dilakukan untuk kepentingan dan aksi politik organisasi massa. Slogan peringatan hari lingkungan untuk tahun 2008 ini adalah “Kick the Habit! Towards a Low Carbon Economy” (Tinggalkan kebiasaan lama! Tujulah  ekonomi berkarbon rendah)

 

Menyadari bahwa perubahan iklim telah menjadi isu yang sangat penting pada era kita, UNEP (badan PBB untuk perlindungan lingkungan) menghimbau negara-negara, perusahaan, dan masyarakat untuk fokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Peringatan hari lingkungan memberi perhatian lebih pada sumber energi dan inisiatif yang mempromosikan ekonomi rendah karbon dan gaya hidup masyarakat, terutama yang terkait dengan  efisiensi energi, sumber energi alternatif, konservasi hutan, dan konsumsi ramah lingkungan.

 

2.   PEMIKIRAN LANJUT

 

Efek Rumah Kaca.

Pancaran gelombang  pendek energi matahari yang berupa “cahaya” yang terlihat itu berjalan dari matahari menuju bumi tak terhalang ketika melewati lapisan-lapisan yang tersusun dari berbagai macam gas yang membentuk “lapisan” seibarat selimut panas (thermal blanket) yang meliputi bumi.   Bagian utama lapisan ini adalah uap air di samping gas-gas lain semisal CO2, methan (CH4), NO, NO2, Chloro Fluoro Carbon (CFC), dan ozone (O3).

 

 Dari pancaran sinar matahari yang diterima bumi, sepersepuluhnya dipantulkan kembali oleh permukaan bumi dan ditangkap oleh lapisan “selimut panas” yang meliputi bumi itu. Sebagian dari energi panas yang tertangkap di selimut itu dipancarkan kembali ke bumi, meningkatkan suhu bumi. Perkembangan industri, pertanian, dan transportasi telah menghasilkan berbagai macam gas yang meningkatkan pengaruh selimut panas ini. Gas CO2 yang dihasilkan  dari pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara, maupun bahan bakar organik lainnya itu kian mempertebal selimut panas itu. Akibatnya akan terjadi peningkatan suhu dunia. Ini berarti bahwa kegiatan dengan penggunaan berbagai mesin dan pembakaran itu yang semula terkesan menguntungkan secara ekonomis, ternyata dapat menjadi ancaman  yang membahayakan oleh peningkatan produksi CO2 itu..

 

Suhu yang meninggi ini juga menjadikan tanah kian kering, memaksa perubahan pola pertanian ataupun bahkan mematikan sejumlah tanaman ataupun hewan tertentu, namun serangga akan lebih mudah berkembang biak sehingga merebaklah berbagai penyakit epidemik seperti malaria, diare, dan demam berdarah akibat perkembangbiakan serangga yang dipercepat. Pemanasan global juga akan berakibat tenggelamnya pulau-pulau kecil yang tersebar di tanah air.  Perubahan suhu ini juga berpengaruh pada cuaca secara umum sehingga dapat memunculkan berbagai persitiwa alam seperti badai yang kuat dan hujan lebat yang berakibat banjir karena air tak tertahan oleh hutan, lebih-lebih jika penggundulan hutan tak terkendali. Penggundulan hutan lebih lanjut  juga akan meningkatkan lapisan gas selimut panas di ruang angkasa itu karena berkurangnya kecepatan asimilasi yang menyerap CO2.

 

 Kita tidak dapat berdiam diri. Kita harus berupaya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan itu. Di era otonomi daerah, Pemerintah Daerah dituntut untuk menyelaraskan pembangunan di daerahnya dengan kepentingan pelestarian lingkungan hidup;  Kepala Daerah bertanggung jawab dalam penanganan  lingkungan, termasuk dalam mengkoordinasikannya dengan  aktivitas masyarakat.

 

Pesan Ilahiyah.

Manusia diciptakan Allah SWT adalah sebagai khalifah di bumi, wakil Allah yang diamanati untuk mengelelola bumi ini (QS al-Baqarah [2] :30). Keseimbangan lingkungan (ecosystem) yang telah dibangun Allah tidak boleh dirusak (QS al-A’raf [7]:56; QS al-Maidah [5]:33, QS Asy-Syu’ara [26]:52). Sayangnya cukup banyak manusia serakah yang mengambil manfaat bumi ini dengan merusak, sepertinya lupa bahwa Allah melarang terjadinya perusakan sebagai akibat dari eksploitasinya, yang dapat mengganggu kelestarian lingkungannya dengan segala akibatnya (QS an-Nisa’ [4]:79, QS asy-Syura [42]:30, al-Qashash [28]:77, al-Maidah [5]:33, ar-Rum [30]:41). Melihat hal ini maka ummat Islam  tidak boleh tinggal diam. Terhadap keadaan yang tidak benar ini, mereka juga dituntut untuk berusaha mengatasi permasalahan yang mulai timbul ini, melakukan pencegahan awal (QS al-Anfal [8]:25). Semua itu disesuaikan dengan potensi yang dimilikinya, melakukan penanganan langsung secara nyata dengan berbagai tindakan, pembenahan, ataupun sekedar beharap dengan hati atau doanya agar keadaan tidak kian memburuk. (Hadits). Langkah-langkah ini pada dasarnya  harus dimulai dari diri sendiri (Hadits), dan masyarakat perlu diajak serta dengan segala upaya penuh dengan kebijaksanaan (QS al-Maidah [5]:2, an-Nahl [16]:125), lewat pejabat pemerintah maupun para tokoh masyarakat. Untuk suksesnya langkah ini perlu bekerja sama dengan fihak-fihak terkait untuk penyadaran masyarakat, yang harus dimulai sejak kanak-kanak lewat pendidikan maupun latihan agar sikap peduli lingkungan telah kokoh, yang dimunculkan awal-awal  sejak pendidikan di usia dini. Dalam bentuk terintegrasi disisipkan pendidikan lingkungan sebagai pendidikan untuk menumbuhkan sikap baru terhadap komponen bumi seperti air, udara, hewan dan tumbuhan, dalam  pemikiran yang  menyeluruh   .            

3.             TUJUAN DAN STRATEGI

Ummat Islam yang merupakan mayoritas di Indonesia ikut bertanggung jawab atas lingkungan di Indonesia. Mereka ini sebagai angghota masyarkat luas harus berbuat untuk ikut menyelamatkan dunia dari pmanasan bumi.

Keluaran:

1.        Terlaksananya aksi lingkungan dengan kegiatan praktis yang dilaksanakan di mana saja  yang mungkin di tingkat manapun, sendiri-sendiri ataupun bergeak bersama masyarakat umum

2.        Terlaksananya kampanye sebagai penyadartahuan masyarakat luas tentang isu lingkungan terkini, khususnya tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2008 yaitu “Kick the Habit! Towards a Low Carbon Economy” (Tinggalkan kebiasaan lama! Tujulah  ekonomi berkarbon rendah)

3.        Inisiatif sedapat mungkin terintegrasinya pendidikan lingkungan dalam berbagai macam kegiatan pendidikan,  khususnya dalam kaitan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2008

4.        Terjadinya pengembangan kompetensi ummat  dalam pendidikan lingkungan di masyarakat

5.        Pelaksanaan kegiatan terakui (recognized) baik secara nasional maupun global, untuk tercatat sebagai bagian dari dari gerakan dunia; untuk ini kegiatan-kegiatan  perlu didaftarkan ke UNEP (http://www.UNEP.org/WED/2008/English/Around_the_World/)

Untuk mencapai tujuan dan keluaran (output) yang telah disebutkan di atas ditempuh strategi menggolongkan kegiatan dalam 2 jenis yaitu:

a)        Upacara peringatan (Celebration event) perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia  melalui acara (event) khusus di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun yang lebih kecil

b)        Perluasan makna peringatan (Celebration outreach) dapat dicapai dengan mengntegrasikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke dalam kegiatan organisasi-organisasi massa maupun pendidikan (sekolah, perguruan tinggi)

4.             GAMBARAN CONTOH PELAKSANAAN DAN METODENYA

 Upacara peringatan (Celebration event), perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui event khusus di tingkat wilayah; kegiatan ini akan dengan mudah menampakkan peran masyarakat muslim:

1.                      kegiatan bersifat aksi: gerakan pembersihan  lingkungan (bersih-bersih sampah di pantai, sungai, jalan, taman, sekolah), pawai sepeda, penghijauan dengan penanaman pohon (pohon besar, tanaman hias)

2.                      kegiatan kampanye kreatif dan pengembangan minat dan kreativitas anggota, meliputi lomba-lomba beregu: membuat poster, kaligrafi ataupun cerdas cermat tentang ayat-ayat serta hadits tentang lingkungan, menulis puisi, meyerukan yel-yel – yang bertema “ubah prilaku boros dan abai lingkungan” (mengelola konsumsi energi (hemat energi),  mengelola sampah, dan berkreasi membuat kerajinan dari bahan bekas (tak terpakai). Jika kegiatan digabungkan dengan perkemahan, untuk setiap regu dapat difasilitasi dengan tersedianya  “stand” khusus atau petak tenda pamer.

3.                      kegiatan menyenangkan: permainan tradisional yang alat ataupun bahan permainannya dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan bekas, yang tak terpakai, misalnya layang-layang ataupun balon dari bekas tas “kresek” (plastik).

4.                      kegiatan-kegiatan di atas maupun yang lain dapat  disesuaikan dengan situasi, potensi lingkungan (alam) tempat kegiatan agar lebih tampak oleh masyaralkat umum, misalnya: tempat umum (public space) yang dapat dipilih untuk berkegiatan adalah: taman/hutan kota, bumi perkemahan, pantai, tempat wisata umum lainnya (kebun binatang, wisata alam, dan lain-lain), ruang terbuka yang menghijau (green & open public space)  seperti tanah lapang, bantaran sungai, dan sebagainya. Area pribadi (privat)  harus dihindari karena yang diharapkan adalah banyaknya khalayak umum yang turut menyaksikan aksi maupun kampanye yang dilaksanakan sebagai pembelajaran publik.

 

Perluasan makna peringatan (Celebration outreach)  dapat dicapai dengan mengintegrasikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini ke dalam kegiatan pendidikan secara umum di sekolah maupun kegiatan masjid. Semuanya itu disesuaikan dengan kebiasaan pendidikan ataupun kursus yang biasa dilaksanakan rutin dengan  lebih direkomendasikan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan sebelum upacara peringatan (celebration event)  jika dilaksanakan. Tujuan lain dari strategi ini adalah memperkaya metode kegiatan rutin pelatihan. Jika mungkin dilakukan juga pendekatan ke institusi TK (bustanul-athfal) agar juga terlibat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini.

Untuk membantu pelaksanaan kegiatan dapat disusun petunjuk pelaksanaan setiap kegiatan dalam bentuk kerangka acuan perayaan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, ataupun sekolah maka  kerangka acuan  khusus untuk pelatihan ataupun modul untuk pendamping/pelatih/fasilitator kegiatan-kegiatan diskusi prilaku bertanggung jawab dan pengelolaan sampah (5R, refuse, reduce, recycle, reuse, reform) maupun persiapan untuk lomba yang mungkin diadakan.

a) SD/MI

1.              Bertukar mainan yang mengandung ajaran tentang lingkungan

2.              Bertukar majalah/komik/buku bacaan tentang lingkungan hidup

3.              Diskusi prilaku bertanggung jawab dan pengelolaan sampah  termasuk pengenalan jenis sampah (basah, kering)

 

b) SMP/MTs   

1.              Diskusi prilaku bertanggung jawab dan pengelolaan sampah (3R, reduce, recycle, reuse)

2.              Praktik pembuatan komposting sederhana,

3.              Bertukar majalah/komik/buku bacaan tentang lingkungan

4.              Membuat wayang kardus bekas (engkrek)

 

c) SMA/SMK/MA

1.              Diskusi tentang prilaku bertanggung jawab, hemat energi (misalnya berboncengan ke sekolah).

2.              Diskusi tentang pengelolaan sampah (8R, rethink, respect, refuse, reduce, recycle, remake, reform, reuse,) dan bagaimana memudahkan penerapannya di sekolah dan di rumah

3.              Praktek pembuatan komposting sederhana, daur ulang limbah kertas.

4.              Pengenalan jenis sampah: basah, kering (dari segi afektif, dan psikomotor)

5.              Game sampah dengan berbagai model sampah (psikomotor)

6.              Berbagai persiapan untuk lomba

 

5.                    PENUTUP.

Semoga kita dalam taufik dan hidayah Allah, lancar dalam semua kegiatan dalam bimbingan Allah dan mudah terlaksana karena sejalan dengan kehendak Allah.

 

Fastabiqulkhairat.

Halaman Berikutnya »