Arsip untuk Mei, 2012

Sikap terhadap orang tua

120530   Sikap anak terhadap orang tua.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Di masa tahun-tahun akhir ini tidak sedikit kita menjumpai kabar-kabar yang cukup merisaukan, yaitu perilaku anak, remaja, orang-orang muda ataupun tua yang tidak benar: mereka kurang (baca: tidak) menghargai orang tuanya. Bahkan ada pula yang menyakiti atau bahkan membunuh orang tuanya oleh sebab-sebab yang sederhana. Padahal telah memerintahkan berbuat baik kepada orang tuanya yang dikaitkan langsung dengan perintah mentauhidkan Allah SwT seperti yang termaktub di awal ayat 23 surat al-Isra’ [17]:

DAN TUHANMU TELAH MEMERINTAHKAN SUPAYA KAMU JANGAN MENYEMBAH SELAIN DIA DAN HENDAKLAH KAMU BERBUAT BAIK PADA IBU BAPAKMU DENGAN SEBAIK-BAIKNYA… (Surah al-Isra’ [17] ayat 23)

 

Secara lebih rinci Allah menyebutkan antara lain:

 

… JIKA SALAH SEORANG DI ANTARA KEDUANYA ATAU KEDUA-DUANYA SAMPAI BERUMUR LANJUT DALAM PEMELIHARAANMU, MAKA SEKALI-KALI JANGANLAH KAMU MENGATAKAN KEPADA KEDUANYA PERKATAAN “AH”; JANGANLAH KAMU MEMBENTAK MEREKA, UCAPKANLAH KEPADA MEREKA PERKATAAN YANG MULIA. (Surah al-Isra’ [17] ayat 23)

HAMKA dalam menggambarkan kata “AH” (UFF dalam bahasa Arab) menyebutkan bahwa kalaulah ada kata yang lebih halus dari ucapan yang keluar dari mulut orang yang menunjukkan rasa jengkel atau kurang senang, pastilah akan digunakan. Al-Maraghi dalam tafsirnya menyebutkan “Janganlah kamu jengkel terhadap sesuatu yang kamu lihat dilakukan oleh salah satu dari orang tua atau oleh kedua-duanya yang menyakitkan hati; bersabarlah menghadapi semua dari mereka itu.

 DAN RENDAHKANLAH DIRIMU TERHADAP MEREKA BERDUA DENGAN PENUH KESAYANGAN… (Surah al-Isra’ [17] ayat 24)

 

Anak dituntut untuk tidak menyusahkan orang tua meskipun hanya dengan perkataan yang membuat mereka berdua merasa tercela atau terhina. Adalah suatu larangan menampakkan perselisihan terhadap sikap ataupun tindakan mereka, semisal dengan perkataan yang disampaikan dengan nada menolak, mendustakan mereka, ataupun menampakkan kejemuan walau sedikit, meskipun mungkin orang tua masih kafir. Anak harus menggunakan kata-kata yang baik dan manis kepada kedua orang tuanya, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, sesuai dengan kesopanan yang baik dari pribadi yang luhur; jangan meninggikan suara di hadapan orang tua, apalagi memelototkan mata kepada keduanya.

Lebih jauh Rasulullah Muhammad saw. memperingatkan kita untuk menjaga perasaan orang tua, karena jika orang tua marah kepada seorang anak maka Allah pun murka kepadanya. Pada akhir ayat ini Allah mengingatkan kita untuk memohonkan kasih sayang Allah buat kedua orang tua kita!

… DAN BERDOALAH: “WAHAI TUHANKU, KASIHILAH MEREKA KEDUANYA, SEBAGAIMANA MEREKA BERDUA TELAH MENDIDIK AKU WAKTU KECIL”. (Surah al-Isra’ [17] ayat 24)

 

Kalaupun kita dulu telah tersalah dengan pandai berpura-pura baik dengan orang tua, yang berarti kita masih belum memenuhi perintah-perintah Allah di ayat di atas, Allah yang Maha Pengampun masih memberi kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri dengan bertaubat:

TUHANMU LEBIH MENGETAHUI APA YANG ADA DALAM HATIMU; JIKA KAMU ORANG-ORANG YANG BAIK, MAKA SESUNGGUHNYA DIA MAHA PENGAMPUN BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAUBAT.  (Surah al-Isra’ [17] ayat 25)

 

Semoga Allah menerima taubat kita.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

Saw. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SwT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

 

 

***

Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

Nyanyian di kepanduan.

Salah satu bentuk pendidikan dalam berkepanduan adalah riang gembira dengan bernyanyi. Nyanyi ini seharusnya bukan hanya sekedar menyanyi, tetapi yang dinyanyikan adalah yang punya makna untuk menanamkan akhlaq. Banyak nyanyian yang kita lagukan tanpa tahu maknanya; lagu ini ada yang lagu daerah, tetapi tidak sedikit pula lagu manca. Alangkah baiknya jika kita dapat mengumpulkan lagu-lagu sederhana dari daerah, disertai dengan terjemah Indonesia; mungkin saja lagu itu adalah lagu “baku” merakyat yang diubah syairnya.

Salah satu nyanyian dari Jawa, yang saya saat ini masih “lupa syairnya”, mempunyai nilai pembinaan akhlaq yang tinggi adalah dialog antara anak dan ibunya ketika minta uang karena datangnya seorang fakir dengan kondisi lumpuh dan buta serta mengeluh lapar dan dahaga. Si ibu menjawab dengan memberikan nasi dan ikannya, dengan pesannya  yang berakhir dengan kalimat “…yen gelem kandhanana, kon shalat saben dina” (jika mau beritahulah untuk shalat tiap harinya).

Lagu-lagu seperti itu nantinya dapat diunggah dalam bentuk rekaman suara ataupun dengan gambar di YouTube.

Siapa mau mengunggah lagu daerahnya?

Foto bencana untuk menyadarkan betapa lemahnya diri kita.

Re: [Alumni FK Unair] Nature’s Fury: 30 Chilling Photos of Natur

On Sat, May 26, 2012 at 3:49 PM, Paul <spaulhardjono@yahoo.com wrote:

**

Nature’s Fury: 30 Chilling Photos of Natural Hazards

[image: supercell-thunderstorm]
Supercell Thunderstorm in Montana – Photograph by Sean Heavey<http://www.boston.com/bigpicture/2010/11/national_geographics_photograp.html#photo2

From violent volcanoes to horrifying hurricanes, Mother Nature’s fury is a
sight to behold. With so much human conflict and suffering, we often
underestimate the awesome and destructive power of nature. While the
science behind these events is utterly fascinating, the consequences can be
dire and we must respect the power of the planet we live in. Here are 30
chilling reminders of nature’s fury:

2. Chaiten Volcano – Chana, Chile (May 2008)

[image: chaiten-volcano]
Photograph by Carlos Gutierrez<http://www.boston.com/bigpicture/2008/12/the_year_2008_in_photographs_p.html

3. Forest Fire – Dolginino, Russia (Aug. 2010)

[image: forest-fire-in-russia-2010]
Photograph by ARTYOM KOROTAYEV/AFP/Getty Images<http://twistedsifter.com/2010/11/natures-fury-natural-hazards/ARTYOM%20KOROTAYEV/AFP/Getty%20Images

4. Undersea Volcano – Coast of Tonga (March 2009)

[image: undersea-volcano-tonga-2]
Photograph by Dana Stephenson/Getty Images<http://www.boston.com/bigpicture/2009/03/undersea_eruptions_near_tonga.html

5. Kliuchevskoi Volcano – (Russia Sept. 1994)

[image: kliuchevskoi-volcano]
Photograph by NASA-Johnson Space Center<http://www.boston.com/bigpicture/2008/07/recent_volcanic_activity.html

6. Double Cyclone – Iceland (Nov. 2006)

[image: tandem-cyclones-iceland]
Photograph by NASA/Jesse Allen<http://www.boston.com/bigpicture/2009/01/earth_observed.html#photo7

7. Flooding (from Typhoon ‘Ketsana’) – Manila, Phillippines (Sept. 2009)

[image: manila-flooding-typhoon-ketsana]
Photograph by Jay Directo/AFP/Getty Images<http://www.boston.com/bigpicture/2009/09/typhoon_ketsana_ondoy.html#photo27

8. Tornado – Oklahoma, United States (May 2010)

[image: tornado]
Photograph by Willoughby Owen<http://www.flickr.com/photos/unripegreenbanana/4659536802/

9. Hurricane Felix – Honduras (Sept. 2007)

[image: hurricane-felix-from-space]
Photograph by NASA<http://www.boston.com/bigpicture/2008/09/hurricanes_as_seen_from_orbit.html#photo6

10. Lightning Strike – New York City (2010)

[image: lightning-bolt-strikes-statue-of-liberty]
Photograph by Jay Fine<http://www.boston.com/bigpicture/2010/11/national_geographics_photograp.html#photo16

11. Mt. Saint Helens Volcano – Washington, United States (May 1980)

[image: mount-st-helens]
Photograph by USGS<http://www.boston.com/bigpicture/2010/05/mount_st_helens_30_years_ago.html#photo5

12. Flooding – Cedar Rapids, Iowa (June 2008)

[image: flooding-iowa-2008]
Photograph by David Greedy/Getty Images<http://www.boston.com/bigpicture/2008/06/mississippi_floodwaters_in_iow.html

13. Mount Merapi Volcano – Indonesia (Nov 2010)

[image: mount-merapi-volcano]
Photograph by SONNY TUMBELAKA/AFP/Getty Images<http://www.boston.com/bigpicture/2010/11/mount_merapis_eruptions.html#photo20

14. Chaiten Volcano – Chana, Chile (May 2008)

[image: chaiten-plume-volcano]
Photograph by ALVARO VIDAL/AFP/Getty Images<http://www.boston.com/bigpicture/2008/06/chaiten_volcano_still_active.html

15. Dust Storm – China (April 2001)

[image: satellite-dust-storm-over-china]
Photograph by NASA/Jesse Allen, Robert Simmon/MODIS science team<http://www.boston.com/bigpicture/2009/01/earth_observed.html

16. Mt. Saint Helens Volcano – Washington, United States (Aug. 1980)

[image: trees-blown-down-by-eruption-of-mount-st-helens]
Photograph by AP Photo/USGS, Lyn Topinka<http://www.boston.com/bigpicture/2010/05/mount_st_helens_30_years_ago.html#photo30

17. Lightning Storm – Roswell, New Mexico (July 2010)

[image: lightning-bolts]
Photograph by AP Photo/Roswell Daily Record, Mark Wilson<http://www.boston.com/bigpicture/2010/07/stormy_skies.html#photo17

18. Brush Fires – Sylmar, California (Sept. 2009)

[image: station-fire-2]
Photograph by Justin Sullivan/Getty Images<http://www.boston.com/bigpicture/2009/09/wildfires_in_southern_californ.html#photo40

19. Eyjafjallajokull Volcano – Iceland (April 2010)

[image: eyjafjallajokull-1]
Photograph by Reuters/Lucas Jackson<http://www.boston.com/bigpicture/2010/04/more_from_eyjafjallajokull.html

20. Flooding (Tropical Storm Agatha) – Guatemala (May 2010)

[image: floods-from-tropical-storm-agatha-guatemala-2010]
Photograph by Reuters/Casa Predicencial<http://www.boston.com/bigpicture/2010/06/a_rough_week_for_guatemala.html#photo24

21. Undersea Volcano – Tonga (March 2009)

[image: undersea-volcano-tonga]
Photograph by LOTHAR SLABON/AFP/Getty Images<http://www.boston.com/bigpicture/2009/03/undersea_eruptions_near_tonga.html#photo9

22. Wildfires – California (Sept. 2009)

[image: station-fire-los-angeles-california]
Photograph by Kevork Djansezian/Getty Images<http://www.boston.com/bigpicture/2009/09/wildfires_in_southern_californ.html#photo9

23. Dust Storm – Australia (Sept. 2009)

[image: dust-storm-australia]
Photograph by NASA/JPL<http://www.boston.com/bigpicture/2009/09/dust_storm_in_australia.html#photo2

24. Flooding – Iowa, United States (June 2008)

[image: flooding-iowa-2008-2]
Photograph by AP Photo/Jeff Roberson<http://www.boston.com/bigpicture/2008/06/mississippi_floodwaters_in_iow.html

25. Mt. Etna Volcano – Sicily, Italy (Oct. 2002)

[image: mt-etna-eruption-volcano]
Photograph by NASA-Johnson Space Center<http://www.boston.com/bigpicture/2008/07/recent_volcanic_activity.html

26. Eyjafjallajokull Volcano – Iceland (April 2010)

[image: smoke-from-eyjafjallajokull]
Photograph by HALLDOR KOLBEINS/AFP/Getty Images<http://www.boston.com/bigpicture/2010/04/more_from_eyjafjallajokull.html#photo21

27. Brushfires – Victoria, Australia (Feb 2009)

[image: brushfire-victoria-australia]
Photograph by AP Photo<http://www.boston.com/bigpicture/2009/02/bushfires_in_victoria_australi.html

28. Tornado – Iowa, United States (June 2008)

[image: tornado-funnel-cloud-iowa]
Photograph by AP Photo/Lori Mehmen<http://www.boston.com/bigpicture/2008/06/mississippi_floodwaters_in_iow.html

29. Chaiten Volcano – Chana, Chile (May 2008)

[image: chaitein-southern-chili-volcano]
Photograph by AP Photo/La Tercera<http://www.boston.com/bigpicture/2008/06/chaiten_volcano_still_active.html

30. Storm Clouds – South Dakota, United States (2009)

[image: storm-clouds-south-dakota_23945_990x742]

Photograph by Patrick Kelley<http://photography.nationalgeographic.com/photography/photo-of-the-day/storm-clouds-south-dakota/

 

e-mail address peserta Lokakarya DikLatNas

 

Di bawah ini tertera e-mail address peserta lokakarya DikLatNas 17-20 Mei 2012 di Yogyakarta, yang belum memperoleh konfirmasi, benar ataukah salah penulisannya. Mohon yang bersangkutan ataupun yang kenal menginformasikan jika ada kesalahan.

Saruan.effendi@yahoo.com,
Hizbulwathanbengkulu@yahoo.com,
Bundaegik@yahoo.com,
Diandra1633@yahoo.co.id,
elzasfriana@gmail.com,
Rlin33@yahoo.co.id,
Akhmadsyaufi@yahoo.com,
Zairinbakri@yahoo.com,
Hidayatimudarni@yahoo.co.id,
Suhaenih.heni@yahoo.com,
N4311@yahoo.com,
Mgmesra@yahoo.co.id,
Aminnuansa@yahoo.co.id,
nurhasanrais@yahoo.co.id,
Andyauliarahman@ymail.com,
Yusmanyus37@yahoo.co.id,
Ramsyh_bapaqieh@yahoo.co.id,
Ramsyh_bapagieh@yahoo.co.id,
Mukh4irulport@yahoo.co.id,
Agusedi54@yahoo.co.id,
Ir.surahmin@gmail.com,
Faqih781@yahoo.co.id,
Ari.yudiarko@yahoo.co.id,
Sari_maya58@yahoo.com,
Fahmiwathan@yahoo.co.id,
Mahmud-mud62@yahoo.com,
Mahmud.mud62@yahoo.com,
Trendi130692@gmail.com,
Denkunto@yahoo.com,
Kabulpriyanto@yahoo.com,
Prmbuntara@yahoo.com,
Mim23surabaya@yahoo.co.id,
Drtauhid@yahoo.com

Berlomba dalam berusaha.

120523   Mari berlomba berusaha.

 Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Tidak terlalu sulit bagi kita untuk mengenali adanya orang yang berusaha ataupun berkarya, yang jika kita tanya dia akan memberi jawaban “yang tidak sama”. Namun jika kita dalami, kita akan sampai ke kesimpulan bahwa mereka itu ingin mencapai sukses dalam kehidupannya, yang oleh Allah SwT digambarkan bahwa mereka ada yang mengejar kesenangan dunia, dan ada yang mengejar kebahagiaan akhirat. Dengan sifat ar-RahmanNya  Allah akan memenuhi apa yang diingini manusia itu, tentu saja dalam batas-batas kebebasan yang ada.

 BARANG SIAPA MENGHENDAKI KEHIDUPAN SEKARANG (DUNIAWI) MAKA KAMI SEGERAKAN BAGINYA DI DUNIA ITU APA YANG KAMI KEHENDAKI BAGI ORANG YANG KAMI KEHENDAKI DAN KAMI TENTUKAN BAGINYA NERAKA JAHANNAM; IA AKAN MEMASUKINYA DALAM KEADAAN TERCELA DAN TERUSIR.(Surah al-Isra’ [17] ayat 18)

Barang siapa yang hanya menginginkan kesenangan dunia saja, dan dia bekerja serta berusaha dengan mencurahkan segala perhatiannya untuk itu, maka Allah pun menyegerakan baginya tercapinya apa yang dikehendakinya itu, semisal dimudahkan dan diuaskan rezekinya, dilebarkan kemudahan kehidupannya di dunia ini, yang Allah juga sudah memberi batasannya “BAGI ORANG YANG KAMI KEHENDAKI”.  Kemudiannya, ketika dia mati, maka orang yang sama sekali tidak berorientasi ke kehidupoan akhirat itu akan dimasukkan ke dalam neraka jahannam dalam keadaan tercela, penuh dengan kepedihan dan penderitaan, sebagai akibat lanjut dari keburukan perbuatannya di masa lalunya, yang asal untuk mencapai tujuan dia menempuh cara apa saja sesukanya, yang kita kenali dengan pola penyimpangannya   “tujuan menghalalkan cara”. Tidak juga mustahil bahwa Allah bukan hanya memberikan hukuman di akhirat, tetapi juga sudah menimpakan hukumanNya di dunia dengan berbagai macam bencana, kesulitan, ataupun penderitaan.

Adapun untuk mereka yang dengan keimannya berorientasi akhirat, Allah juga memberikan hasil usahanya sebagaimana Allah menyebutkan:

 DAN BARANG SIAPA MENGHENDAKI KEHIDUPAN AKHIRAT DAN BERUSAHA KE ARAH ITU DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH SEDANG IA ADALAH MUKMIN, MAKA MEREKA ITU ADALAH ORANG-ORANG YANG USAHANYA DIBALASI DENGAN BAIK (KEBERHASILAN). (Surah al-Isra’ [17] ayat 19)

Itu semua berarti bahwa kita dituntut untuk “berlomba” dalam mencari berbagai bentuk kebaikan di dunia ini; semuanya tergantung pada usaha kita, di samping sejauh mana “jatah” yang akan diberikan oleh Allah.

PERHATIKANLAH BAGAIMANA KAMI LEBIHKAN SEBAGIAN DARI MEREKA ATAS SEBAGIAN (YANG LAIN). YANG PASTI KEHIDUPAN AKHIRAT ITU LEBIH TINGGI TINGKATNYA DAN LEBIH BESAR KEUTAMAANNYA.(Surah al-Isra’ [17] ayat 21)

Semoga kita dapat memahami gambaran di atas itu semua sebagai peluang yang harus kita hadapi “tantangan” orang lain, kita manfaatkan dengan usaha dan karya, karena Allah juga menegaskan:

 DAN BAHWASANYA MANUSIA TIDAK AKAN MEMPEROLEH SESUATU SELAIN DARI APA YANG DIUSAHAKANNYA (Surah An-Najm [53] ayat 39)

 

Semoga kita dimudahkan Allah dalam berusaha.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292

 

 

 

***

Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

Membuat usulan program bersama.

Menyusun program tidak selalu mudah. Untuk suatu kantor mungkin saja program yang tersusun pada hakikatnya hanya daftar keinginan; tetapi untuk suatu organisasi sosial maka program tak boleh disusun seperti itu; program sebaiknya disusun berdasakan analisis yang memadai, semisal TOWS (bentuk sebutan lain untuk SWOT). Masing-masingnya dapat diperluas atau dirinci lagi untuk lebih mudah difahami atau diterapkan.

Ketika orang berkumpul untuk menyusun program masing-masing ataupun program bersama oleh para pejabat atau petugas, tidak jarang orang menulis berkepanjangan sesuai dengan selera masing-masing, tanpa pola tertentu sehingga nantinya menyulitkan perumus atau sekretaris sidang.

Untuk kemudahan, berikut ini saya sajikan suatu format “sederhana” yang saya harap dapat membantu memberi kemudahan. Format ini dapat dicetak dan dipotong dalam format ¼ folio, masing-masingnya untuk satu program, yang di balik lembar potongan itu dapat dituliskan rincian pendanaan terkait. Untuk itulah saya tuliskan juga perkiraan lebar kolom yang diperlukan. Dari formulir-formulir format ini dengan dapat dikumpulkan setelah dibuat bentuk file database, tabulasi (Excel, Word Office, atau lainnya).

Semoga bermanfaat,

 

 Program bidang:

Kolom  1 baris; sesuaikan dengan pembagian tugas/bidang/seksi yang ada.

 

Nama kegiatan:

Kolom  1 baris; sebut dengan singkat tetapi jelas 3-7 kata, misalnya: pelatihan, kursus membuat kripik, perkemahan bersama, rapat kerja.

 

Yang menjadi sasaran:

Kolom  2 baris; misalnya anak didik, pelatih, masyarakat

 

Tujuan untuk dicapai:

Kolom  4 baris; sebut 1-3 saja, jika mungkin dengan tolok ukurnya

 

Pelaksana:

Kolom  1 baris; misalnya seksi, bidang, panitia.

 

Penanggung jawab:

Kolom  1 baris; dapat nama orang ataupun jabatannya.

 

Tempat kegiatan:

Kolom  1 baris; misalnya Kwarwil/Kwarda/Kwarcab, sekolah, nama tempat.

 

Waktu/jadwal:

Kolom  1 baris; tulis tanggal, bulan,  ataupun periode kerja, sesuaikan dengan kegiatan secara umum, hari-hari  besar, kurikulum sekolah.

 

Pendanaan (rincian di baliknya)

Kolom  4 baris; jika mungkin lengkapi dengan komponen beaya (misalnya administrasi, logistik, honor, transport) , sera sumber dana (SWO, SWP, sekolah, persyarikatan, pemerintah, donatur, sponsor).

 

Catatan:   

Kolom  4 baris; tuliskan 1-3 hal yang perlu diperhatikan, misalnya rujukan (program HW, persyarikatan, pemerintah yang terkait, di pusat ataupun daerah), sumber ide (internal ataupun eksternal), pengusul.

Contoh:

Program untuk bidang:

Kerjasama

Nama kegiatan:

Global Cleaning, bebersih lingkungan air

 

Yang menjadi sasaran:

Anggota

Tujuan untuk dicapai:

-Berperan dalam Global Cleaning

-Bersihnya lingkungan sasaran (laut, sungai)

-Memberi contoh bagi masyarakat

 

Pelaksana

Kwarda

Penanggung jawab:

Wakil Ketua Bidang Kerjasama

Tempat kegiatan

Masing-masing Kwarda

Waktu dan jadwal

Awal September tiap tahun

 

Pendanaan (rincian di baliknya)

Dari Pemda

Catatan:     

Kegiatan sedunia, rutin setiap tahun,  untuk bebersih lingkungan

 

 

****  Untuk dicetak cobalah format di bawah ini (atur ulang seperlunya):

 

Program untuk bidang:

 

Nama kegiatan:

 

 

Yang menjadi sasaran:

 

Tujuan untuk dicapai:

 

 

 

 

 

Pelaksana

 

Penanggung jawab:

 

Tempat kegiatan

 

Waktu dan jadwal

 

 

Pendanaan (rincian di baliknya)

 

 

 

Catatan

 

 

 

 

 

 

-

 

Program untuk bidang:

 

Nama kegiatan:

 

 

Yang menjadi sasaran:

 

Tujuan untuk dicapai:

 

 

 

 

 

Pelaksana

 

Penanggung jawab:

 

Tempat kegiatan

 

Waktu dan jadwal

 

 

Pendanaan (rincian di baliknya)

 

 

 

Catatan

Program untuk bidang:

 

Nama kegiatan:

 

 

Yang menjadi sasaran:

 

Tujuan untuk dicapai:

 

 

 

 

 

Pelaksana

 

Penanggung jawab:

 

Tempat kegiatan

 

Waktu dan jadwal

 

 

Pendanaan (rincian di baliknya)

 

 

 

Catatan

 

 

 

 

 

 

-

 

Program untuk bidang:

 

Nama kegiatan:

 

 

Yang menjadi sasaran:

 

Tujuan untuk dicapai:

 

 

 

 

 

Pelaksana

 

Penanggung jawab:

 

Tempat kegiatan

 

Waktu dan jadwal

 

 

Pendanaan (rincian di baliknya)

 

 

 

Catatan

Sudah siapkah????

 

Sudah siapkah????

Badan DikLatNas mengundang semua Pelatih Hizbul Wathan di Seluruh Indonesia, dalam acara  “Lokakarya Nasional Diklat” pada tgl 17-20 Mei 2012 bertempat di Jogjakarta. Info lebih lanjut dapat berkomunikasi dengan Pimpinan Kwarwil setempat.
Pendaftaran paling akhir 10 Mei 2012
Info lebih lanjut, silahkan kunjungi http://hizbulwathan.or.id
Bagi Peserta yang belum mengirimkan surat kesediaan dan formulir serta Administrasi lainnya, bisa langsung dikirim ke kwartipusathw@yahoo.co.id atau fax 0274 373351.
CP: 085743020485 / 0274 373338

Contoh untuk diwaspadai

120504 Contoh untuk diwaspadai.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Allah SwT telah banyak menganugerahkan kepada Bani Israil, antara lain kitab Taurat yang merupakan pedoman hidup bagi mereka. Namun nyatanya mereka tidak mau mengikutinya. Allah menerangkan akibat dari hal itu kepada Rasulullah Muhammad saw dalam firmanNya:

DAN TELAH KAMI TETAPKAN TERHADAP BANI ISRAIL DALAM KITAB ITU: “SESUNGGUHNYA KAMU AKAN MEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI INI DUA KALI; DAN PASTI KAMU AKAN MENYOMBONGKAN DIRI DENGAN KESOMBONGAN YANG BESAR”. (Surah al-Isra’ [17] ayat 4)

Yang pertama mereka mengubah Taurat itu; bahkan mereka juga membunuh Nabi Sya’ya a.s. selain memenjarakan Irmia. Yang kedua mereka membunuh Nabi Zakaria dan Yahya a.s., bahkan bermaksud membunuh Nabi ‘Isa a.s. Sebagai hukuman atas kesalahan-kesalahannya itu Allah mengirim bangsa-bangsa yang kuat dan pandai berperang untuk memasuki kampung-kampung mereka, membunuh, merampas, merampok; mereka ini juga membunuh para ulama maupun pembesar Bani Israil, ataupun menawannya. Namun Allah juga masih memberi kesempatan kepada kaum Bani Israil ini untuk berbenah diri. Ketika mereka sudah bertaubat, dan tidak lagi melakukan kerusakan, maka mereka jadinya dapat mengalahkan penyerangnya dan mengambil kembali harta mereka yang dirampas serta melepaskan keluarganya yang tertawan. Itu merupakan balasan atas langkah baik yang sudah mereka lakukan, namun jika mereka kemudian melakukan pelanggaran-pelanggaran lagi maka hukuman juga akan ditimpakan ulang, sebagaimana diingatkan Allah:

JIKA KAMU BERBUAT BAIK (BERARTI) KAMU BERBUAT BAIK BAGI DIRIMU SENDIRI DAN JIKA KAMU BERBUAT JAHAT, MAKA (KEJAHATAN) ITU BAGI DIRIMU SENDIRI,DAN APABILA DATANG SAAT HUKUMAN BAGI (KEJAHATAN) YANG KEDUA, (KAMI DATANGKAN ORANG-ORANG LAIN) UNTUK MENYURAMKAN MUKA-MUKA KAMU DAN MEREKA MASUK KE DALAM MESJID (TEMPAT BERIBADAT MEREKA), SEBAGAIMANA MUSUH-MUSUHMU MEMASUKINYA PADA KALI PERTAMA DAN UNTUK MEMBINASAKAN SEHABIS-HABISNYA APA SAJA YANG MEREKA KUASAI. (Surah al-Isra’ [17] ayat 7)

 

Gambaran di atas memang merupakan gambaran tentang kaum Bani Israil, namun itu juga merupakan pelajaran bagi ummat Islam. Itu semua menggambarkan contoh penerapan sunnatullah bahwa kebaikan berbuah kebaikan; adapun kesalahan akan berbuntut kesusahan, walaupun kesalahan dapat ditebus dengan berbenah diri (bertaubat). Namun jika kesalahan atau pelanggaran diulang kembali, maka hukuman juga akan ditimpakan ulang, yang mungkin saja dalam bentuk lain. Allah menyebutnya dalam ayat berikutnya:

 MUDAH-MUDAHAN TUHANMU MELIMPAHKAN RAHMAT(NYA) KEPADAMU; DAN SEKIRANYA KAMU KEMBALI (KEPADA KEDURHAKAAN), NISCAYA KAMI KEMBALI (MENGAZABMU) DAN KAMI JADIKAN NERAKA JAHANNAM PENJARA BAGI ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN. (Surah al-Isra’ [17] ayat 8)

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang digambarkan Allah dalam ayat-ayat itu, lalu menjaga diri tetap dalam kebaikan, terhindar dari langkah salah agar terlepas dari hukuman Allah.

 

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

 

 

==============================

 

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

 

SWT. = subhanahu wa ta-‘ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

 

 

 

 

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

 

========================================

 

 

 

 

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

 

 

 

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

 

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.

Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

 

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhidhw@gmail.com

 

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

 

 

***

Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.

 

Jalan pun juga olah raga

Jalan pun olah raga.

Ketika saya masuk Fakultas Kedokteran lebih dari setengah abad yang lalu perploncoan masih merupakan hal yang baku bagi mahasiswa baru. Salah satu bentuknya adalah para mahasiswa baru itu dibawa lari tak tentu arah, maunya untuk melemahkan semangat mereka jika sampai mereka tak mampu. Ketika lebih dari tiga orang senior yang bergantian “membawa” saya lari melihat saya masih dapat mengikutinya, kemudian mereka bertanya apa olahraga saya. Saya bilang tak ada, namun saya membiasakan diri untuk bersepeda secepat-cepatnya ketika berangkat mupun pulang sekolah. Itu merupakan salah satu bukti bahwa ada kebiasaan yang jarang disebut sebagai olahraga ternyata juga mampu membawa ke stamina (kekokohan tubuh) yang tinggi, yaitu bersepeda untuk anak muda. Apa kegiatan untuk kaum tua? Jawabnya sederhana: berjalan.

 

Olahraga dan kesehatan.

Banyak orang bilang bahwa sehat itu mahal. Ini tidak salah jika orang berfikir bahwa jika sudah terlanjur sakit, maka upaya menebus keshatan yang hilang itu, upaya pemulihan kesehatannya itu ternyata perlu beaya yang tak sedikit. Misalnya beaya untuk berbagai pemeriksaan laboratorium, obat-obat yang harus diminum, maupun honorarium dokter maupun  tenaga kesehatan lainnya yang terlibat (misalnya fisioterapist, perawat, laboran). Di sisi lain tidak sedikit orang yang menyatakan bahwa untuk sehat itu murah! Mereka ini berani mengatakan demikian karena telah membuktikan sendiri bahwa dirinya tetap sehat walaupun mnereka itu “tidak”  mengeluarkan uang ekstra untuk mempertahankan kesehatannya.

Sering kali orang tampak kurang menghargai nilai sehat; perilakunya menampakkan hal ini.  Mereka itu sering hanya duduk-duduk menikmati tayangan televisi yang mungkin hanya membuang uang pemakaian listrik tetapi  tidak mendidik. Mereka banyak memanjakan lidahnya dengan makanan yang mahal tetapi justru merusak kesehatan misalnya karena lemak dengan kolesterolnya yang berlebihan ataupun lainnya. Barulah kemudian mereka menyadari betapa mahalnya kesehatan ketika telah jatuh sakit, kehilangan kesehatan. Ternyata untuk “menebus” kesehatan yang hilang itu perlu beaya yang tidak sedikit.

Tidaklah terlalu berlebihan jika organisasi kesehatan dunia WHO menyatakan” Health is not everything, but without it everything is nothing” (Kesehatan memang bukan segalanya, namun tanpa kesehatan itu semuanya jadi tak punya arti). Apa artinya uang banyak, rumah bagus, mobil mewah; jika badan sakit semua kemewahan itu  tak ada artinya. Artinya bahwa untuk dapat menikmati hidup di dunia ini dan memperoleh peluang banyak untuk beramal, upaya menjaga kesehatan mutlak harus kita lakukan.

 

Bagaimana upaya untuk sehat?

Pada dasarnya upaya untuk ini adalah  menjaga keseimbangan makan, istirahat, dan olahraga. Jika orang sudah memilih makanan yang sempurna (tidak harus malah!), bekerja sesuai dengan batas kewajaran, lalu juga memanfaatkan waktu istirahat dengan benar, ditambah dengan olahraga, maka secara umum tubuh orang itu akan terjaga dalam keadaan sehat.

Untuk menjaga kemampuan agar tahan bekerja, para ahli menegaskan bahwa olahraganya harus berupa kegiatan yang lebih berat dari beban pekerjaannya, misalnya orang yang kerjanya duduk, maka olahraganya adalah berdiri ataupun berjalan; jika pekejaannya berjalan maka olahraganya harus lari. Namun demikian jika dimaksudkan untuk sekedar menjaga kesegaran jasmani (baca: kesehatan) ternyata kegiatan berjalan itu sudah merupakan kegiatan sehari-hari yang juga bernilai olahraga. Artinya orang yang membiasakan dirinya berjalan (kalau bisa 10 ribu langkah per harinya) akan juga meningkatkan kemampuan aerobiknya, mengurangi lemak tubuh, menurunkan tekanan darah, mengurangi peluang serangan jantung, menghambat munculnya osteoporosis (pengeroposan tulang).

Ribuan tahun yang lalu Hippocrates yang diberi julukan kehormatan Bapak Kedokteran telah mengatakan “Walking is man’s best medicine” (Berjalan adalah obat yang terbaik bagi manusia), jauh sebelum ilmu kesehatan berkembang. Rasulullah Muhammad SAW pun juga gemar berjalan, bahkan kadang-kadang juga beliau beradu cepat dengan isteri beliau.

Jika dibandingkan dengan berbagai macam olahraga yang banyak dilakukan, ternyata “olahraga berjalan” ternyata mempunyai banyak kelebihan. Misalnya saja olahraga ini tidak memerlukan ketrampilan (baca: tak perlu kursus). Beban yang menerpa persendian-persendian selama kegiatan jauh lebih ringan ketimbang lari ataupun jogging.  Jika untuk berjalan saja seseorang mengalami kesulitan (misalnya karena gangguan tulang ataupun persendiannya), renang boleh juga digunakan sebagai penggantinnya.

Penutup.

Berjalan yang dimaksudkan di uraian di atas boleh saja dikaitkan dengan orang yang lemah ataupun baru sembuh dari penyakitnya, tetapi untuk orang yang masih sehat bukanlah  dimaksudkan untuk sekedar berjalan santai. Oleh karena itu kecepatan jalannya harus diupayakan setinggi mungkin, dengan denyut nadi per menitnya kalau dapat mencapai  sasaran sebesar 60-85 % dari denyut nadi maksimal seseorang. Adapun denyut nadi maksimal (baca: denyut jantung maksimal) itu secara diperhitungkan dengan  rumus: 220 – umur.  Karena yang dituntut dalam kegiatan berjalan ini adalah kegiatan yang bersifat aerobik, maka sebagai pedoman kasar adalah bahwa selama berjalan itu masih dapat mudah bernafas sehingga masih dapat membaca wiridan ataupun berbincang-bincang dengan teman seperjalanan.

Semoga sekedar uraian di atas bermanfaat.

===

Pesan: Jika Anda merasa dapat mengambil manfaat dari tulisan ini, silakan berinfak seikhlasnya ke kotak amal masjid terdekat.

 



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.