Kiat Cepat
Menyiapkan Instruktur
Disusun oleh HRM Tauhid-al-Amien *)
Surabaya, 17 Juli 2011
Adalah suatu hal yang sangat baik jika pelatihan dilakukan oleh orang yang terlatih paripurna. Sayangnya jumlah pelatih paripurna tidaklah banyak, tidak mencukupi kebutuhan untuk pelatihan-pelatihan HW di demikian banyak sekolah di AUM Pendidikan dalam jajaran DikDasMen. Oleh karena itu dianggap perlu mengadakan terobosan untuk menyediakan pelatih yang bermutu, untuk nantinya mampu menghasilkan kader andalan dari anak didik HW.
Sebagai ilustrasi awal dapat saya sampaikan bahwa tidak semua yang mendidik mahasiswa untuk menjadi dokter yang baik adalah dokter. Di antara para dosen di fakultas kedokteran itu ada “ahli” di bidang farmasi (sekedar contoh; dari yang sekedar asisten apoteker, apoteker, sarjana farmasi, dokter, ataupun juga professor); demikian juga di bidang-bidang yang lain semisal biologi, fisika, kimia, laboratorium klinik, teknik komputer, dengan klasifikasi tingkat keilmuannya yang seperti itu juga. Dengan kata lain untuk menghasilkan HW tidaklah mutlak harus ditangani oleh mereka yang tergolong “Pelatih HW tulen”. Secara menyeluruh “menciptakan” HW sebagai kader andalan dapat dilakukan bersama oleh mereka yang punya kemampuan-kemampuan berguna yang dapat diajarkan, dengan cara masing-masing dalam koordinasi yang mengarah. Para pengajar inilah yang secara umum dapat kita sebut sebagai INSTRUKTUR.
Istruktur dapat disiapkan jauh lebih “mudah” ketimbang pelatih paripurna. Dalam orientasi “prestasi nilai” di sekolah-sekolah saat ini tidaklah mudah bagi seorang guru, siswa, maupun mahasiswa untuk diizinkan ataupun menyisihkan waktu hampir sepekan untuk mengikuti pelatihan baku pendidikan pelatih dalam Jaya Melati I. Padahal dalam satu pelatihan itu biasanya hanya diperoleh hasil sekitar 40 orang pelatih. Sedangkan dalam prakteknya untuk melatih anak didik tidaklah yang diajarkan dalam JaTi I itu digunakan “semua” oleh pelatih itu dalam satu kali melatih. Oleh karena itulah digunakanlah pola penyiapan “kilat” istruktur, yang dalam satu hari “penataran” dapat dihasilkan 40 instruktur. Dari beberapa penataran akan dihasilkan sejumlah instruktur yang dapat dipertukarkan untuk melatih anak didik secara lengkap. Jika kegiatan ini diselenggarakan hari Sabtu dan Ahad, maka dalam satu bulan dapat dihasilkan sekitar 300 (8 hari X 40 orang) instruktur ataupun bahkan lebih. Jika ingin dipercepat lagi maka dengan memanfaatkan 70 % dari para instruktur itu mungkin saja diperoleh sekitar 60.000 (200 kelas X 300 orang/bulan) instruktur baru dalam bulan berikutnya.
Pelaksanaan
1. Mengelompokkan pokok materi ke dalam bidang yang “mirip” (mempunyai kesamaan “dasar”)
Kelompok pokok materi menurut bidang yang “mirip” (mempunyai kesamaan “dasar”)
Jumlah jam
1. Kemuhammadiyahan: 5
1-a. Hakikat Muhammadiyah 2
b. Organisasi Otonom Muhammadiyah 2
9- Qaidah Ortom Muhammadddiyah 1
2. Ke-HW-an 6
2-c. Sejarah singkat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan 2
d. Kedudukan dan Fungsi Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan 2
5- Prinsip dasar kepanduan dan metode kepanduan HW 2
3. Ciri khas HW 6
4- Jati diri kepanduan HW 1
6-f. Kode Kehormatan HW 2
27- Seragam dan atribut 2
7- Lambang, simbol, dan motto HW 1
4. Peringkat dalam HW 2
21-g. Syarat KenaikanTingkat (SKT) dan Syarat Kecakapan Pandu (SKP) 2
5a. Ke-Islaman 6
i. Ibadah praktis harian 4
j. Akhlak mulia (adabul yaumiah) 2
5b. Muamalah 4
17- Uswatun hasanah 1
18- Adab bergaul 1
15- Kegiatan bermutu, yang menarik, menyenangkan, menantang,
meningkat, mengandung pendidikan islami 2
6a. Pembinaan disiplin di lapangan 8
k. Baris berbaris 4
22- Upacara sebagai alat pendidikan 2
23- Pelantikan sebagai alat pendidikan 1
32- Upacara penutupan 1
6b. Pembinaan disiplin di alam terbuka 10
l. Kehidupan di alam terbuka (perkemahan) 2
25- Perkemahan sebagai alat pendidikan 1
26- Pentas seni dan api unggun sebagai alat pendidikan 1
24- Tadabbur alam 6
7a. Keorganisasian 6
m. Kepemimpinan organisasi` 2
n. Manajemen organisasi 2
19- Mengelola satuan 1
20- Peran, fungsi, dan tanggung jawab pemimpin satuan 1
7b. Pendidikan 5
14- Memahami peserta didik dan kebutuhannya 1
16- Cara membina peserta didik 1
11- Program kegiatan peserta didik 1
31- Evaluasi (penilaian) 1
30- Rencana Tindak Lanjut (RTL) 1
8. Tabligh (komunikasi) 6
o. Menulis efektif 2
p. Berbicara di depan umum 2
29- Forum terbuka 2
9a. Organisasi HW 6
3- AD dan ART HW 1
q. Struktur organisasi HW 1
10-Organisasi qabilah 1
12- Dewan satuan 1
r. Dewan Sughli 1
28-s. Bina Karya Mandiri kepanduan HW 1
9b. Perkantoran HW 5
h. Jenis-jenis pertemuan dalam HW 2
13- Forum silaturahim Pandu 1
t. Administrasi HW 2
Jumlah total 75 jam
Angka dengan tanda hubung (mis. 3-) merujuk ke Buku Seri 04.11, sedangkan huruf kecil dengan titik (mis. t.) merujuk ke Buku Seri 04.13
2. Alokasi waktu
Untuk lebih mendalam, materi diberikan dalam dalam waktu sebanding dengan waktu pola JM I atau lebih panjang. Ini disesuaikan dengan upaya menguraikan buku serahan JM I (Seri 04.11) serta tambahan makalah uraian terkait dengan pokok materi sebanyak sekitar 8 halaman.
Secara umum dalam satu hari dapat diberikan satu kelompok materi.
Untuk masing-masing kelompok materi diawali dengan pengantar umum sekitar 15 menit setara dengan 2 (dua) halam serahan.
3. Pemateri
Pelatih Nasional, Alumni JM II, JM I, Pimpinan Inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara), Ketua Lembaga Diklat (tingkat Kwarda, Kwarwil, Kwarpus) yang bersedia, ataupun Instruktur yang telah melatih dalam bidangnya selama 3 bulan ataupun 4 kali berturut-turut.
4. Penyelanggara:
Kwarwil ataupun Kwarda yang di situ terdapat pemateri dan penyelenggara yang siap.
5. Pembeayaan:
Kwartir yang bersangkutan
Dimintakan dari PWM/PDM/Dikdasmen
Peserta dikenai beaya senilai 2 X (dua kali) makan siang sederhana (nasi bungkus)
6. Peserta
Guru yang disiapkan untuk menjadi pelatih anak didik
Anggota penghela ataupun penuntun yang berkeinginan kuat untuk menjadi pelatih.
Untuk efektivitas interaksi sebagai kelompok (small group), dalam satu kelas diupayakan sekitar 8-25 orang, maksimal 35 orang.
7. Waktu kegiatan
Diupayakan secara rutin pada hari Sabtu, Ahad, maupun hari libur, jam 08-17 ataupun disesuaikan dengan keadaan setempat.
8. Tempat
Ruang kelas AUM DikDasMen atau pondok yang diizinkan
9. Sarana
Sarana untuk penataran ini diupayakan sesederhana mungkin, disesuaikan dengan keadaaan setempat, dapat meliputi misalnya:
Papan tulis
Serahan
Flip chart
OHP
LCD Projector dengan laptop
10. Administrasi
Peserta yang telah dengan lengkap mengikuti penataran intruktur mendapat sertifikat hak menjadi pengajar/instruktur/pelatih dalam materi yang disebutkan secara jelas (spesifik) kepada anak didik, dalam JM I, maupun penataran instruktur dalam bidangnya.
Peserta dapat mengikuti beberapa penataran instruktur secara berturut-turut ataupun tidak, yang jika telah mengikuti seluruh kelompok materi JM I dapat mengikuti Kemah Pemantapan (Boot camp) untuk mendapat sertifikat setara dengan JM I.
11. Tambahan
Hal-hal lain yang belum tertulis dalam pedoman ini akan ditambahkan jika diperlukan.
*) Sekretaris Urusan Dalam Badan Diklat Nasional Kwarpus HW (2010-2015), dokter (UNAIR), MSc.(SEAMEO-UI), DiplHPEd. (UNSW), Physiologist, Pens. Lektor Kepala (2008), Ketua HW Kwarwil Jawa Timur (2005-2010), Wk. Ketua HW Kwarwil Jawa Timur (2010-2015), mantan Kord. Litbang Kwarpus, Bendahara II (2005-2010)
0 Tanggapan ke “Kiat Cepat Menyiapkan Instruktur”