91031 Memutar balik hukum

91031

Memutar balik hukum.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Jika seseorang menjumpai suatu barang (baca: rezeki) yang diminatinya, pastilah dia harus bersikap terhadap barang itu, pasti akan muncul dalam benaknya: diambil ataukah tidak. Sifat hanif yang ada pada setiap manusia pastilah membawanya untuk berfikir: halal ataukah haram? Pada dasarnya dengan kemampuan dasar hanif itu orang sebenarnya mampu untuk mengenali mana yang halal mana yang haram. Apalagi jika dia selalu bermohon dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar kepadanya ditampakkan yang baik itu baiknya sehingga dia tak ragu memilihnya, dan memohon ditampakkan yang buruk itu buruknya sehingga dia tidak ragu meninggalkannya. Di sinilah syaithan mulai lebih aktif bergerak; ditampakkannya yang buruk itu sebagai suatu yang baik, ditampakkannya yang sebenarnya baik itu sebagai sesuatu yang buruk. Jika orang ini telah termakan pedaya syaithan seperti ini, maka dianggapnyalah yang buruk itu baik, yang baik dianggap buruk!. Dia jadi memutarbalikkan huklum, menghalalkan yang haram, dan mengharamkan yang halal. Begitulah maka mereka inipun lalu tanpa ragu mengambil yang bukan haknya (baca: korupsi) dengan segala akibat buruk yang akan menimpanya. Kepada mereka itu pantas disampaikan -pertanyaan yang pernah dipertanyakan Rasulullah kepada kaumknya (Qur’an, Surah Yunus [10]: 59)

...”TERANGKANLAH KEPADAKU TENTANG REZKI YANG DITURUNKAN ALLAH
KEPADAMU, LALU KAMU JADIKAN SEBAGIANNYA HARAM DAN (SEBAGIANNYA) HALAL”…

…”APAKAH ALLAH TELAH MEMBERIKAN IZIN KEPADAMU (TENTANG INI)
ATAU KAMU MENGADA-ADAKAN SAJA TERHADAP ALLAH?”

Padahal apa yang mereka lakukan itu tidak akan luput dari amatan Allah SWT, dan mereka akan mendapat sanksi hukum dari apa yang telah mereka lakukan itu.

(DALAM KEADAAN APAPUN) KAMU TIDAK BERADA DALAM SUATU KEADAAN DAN TIDAK MEMBACA SUATU AYAT DARI AL-QURAN DAN/ATAUPUN KAMU TIDAK MENGERJAKAN SUATU PEKERJAAN, MELAINKAN KAMI (ALLAH) MENJADI SAKSI ATASMU DI WAKTU KAMU MELAKUKANNYA. TIDAK ADA YANG LUPUT DARI PENGETAHUAN TUHANMU BIARPUN SEBESAR ZARRAH (ATOM) DI BUMI ATAUPUN DI LANGIT. TIDAK ADA YANG LEBIH KECIL DAN TIDAK (PULA) YANG BESAR DARI ITU, MELAINKAN (SEMUANYA ITU TERCATAT) DALAM KITAB NYATA (LAUHUL-MAHFUZH)
(Qur’an, Surah Yunus [10]: 61)

Mudah-mudahan mereka yang pernah tersalah langkah itu segera menyadari kekeliruannya lalu cepat bertaubat dengan sebenar-benar taubat.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-’ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

=====================

Sepuluh Tahun Kebangkitan Kembali HW

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Tanggal 18 Nopember 2009 nanti sudah  sepuluh tahun Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendeklarasikan Kebangkitan Kembali Pandu HW sebagai Ortom   Gerakan Kepanduan Hizbul-Wathan (HW) setelah “ditidurkan” sejak tahun 1961. Sudah banyak yang terjadi, sudah banyak yang dilakukan oleh para pegiatnya, pimpinan Kwartirnya, pembina, pelatih, maupun anggauta didiknya, namun seharusnya dapat jauh lebih banyak lagi….

Mari kita renungkan bersama, mengapa?

Kita tata lagilah langkah-langkah ke depan.

Wasalam,

tauhid

Kepekaan terhadap ibadah sosial

91016

Kepekaan ummat terhadap ibadah sosial.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Tidak sedikit jamaah hajji Indonesia ketika di tanah suci mendapat pertanyaan yang cukup menggelitik, yang tidak mudah menjawab. Pertanyaab seperti ini rupanya muncul melihat kenyataan bahwa jamaah hajji Indonesia termasuk yang suka belanja barang-barang mahal, dan belinya juga banyak. Pertanyaan ini muncul lebih-lebih karena banyak koran yang memberitakan banyaknya gambaran kemiskinan di Indonesia. Pertanyaan itu juga tidak mudah dijawab karena jumlah mereka yang ingin menunaikan ibadah hajji ternyata selalu melebihi kuota yang tersedia bagi Indonesia, sehingga konon jika seseorang mendaftar hajji sekarang, dia harus menunggu sampai lima tahun lagi untuk memperoleh peluang  berangkat.

Memang tidak salah jika ada orang yaang berkeinginan untuk berangkat berhajji karena hajji adalah rukun Islam ke lima. Namun untuk pergi berhajji untuk yang kesekian kalinya perlu perenungan lanjut, antara lain manakah yang lebih baik dana sekian banyak itu untuk berhajji LAGI ataukah untuk bantuaan sosial? Bayangkan bahwa keimanan seseorang perlu diragukan Rasulullah SAW jika ada orang yang tidur nyenyak dengan perut kenyang kalaulah tetangganya masih ada yang kelaparan. Bahkan ada juga diriwayatkan bahwa seseorang yang digambarkan Rasulullah SAW dia selalu beserta dengan pahala yang sama dengan mereka di kelompok jamaahnya kemanapun mereka bergerak, padahal orang ini telah membatalkan rencana perjalanan hajjinya karena perbekalanannya diserahkan kepada tetangganya yang sangat memerlukan di saat dia sudah siap berangkat. Tidak terlalu salah jika sejumlah ulama mengingatkan bahwa ummat Islam perlu meningkatkan ibadah sosialnya, misalnya di bidang pendidikan yang punya manfaat berlipat ganda itu (multiplying effects).

Jika seseorang mengaku ingin tergolong muttaqin, maka dia seharusnya mau berinfak walaupun dalam keadaan pas-pasan ataupun kekurangan (QS Ali ‘Imran [3]: 134)

“(SIFAT ORANG MUTAQIN ITU) ORANG-ORANG YANG BERINFAQ (MENAFKAHKAN HARTANYA), BAIK DI WAKTU LAPANG  MAUPUN  SEMPIT….”

Orang yang berkecukupan jelas diwajibkan untuk berinfaq, namun bagi mereka yang diterbatasi rezeqinya oleh Allah masih juga dituntut untuk berinfaq dari yang telah diberikan Allah kepadanya itu (QS ath-Thalaq [65]: 7)

“MAKA HENDAKLAH ORANG YANG BERKECUKUPAN BERINFAK MENURUT KEMAMPUANNYA. DAN ORANG YANG DISEMPITKAN REZEKINYA HENDAKLAH JUGA BERINFAK DARI HARTA YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADANYA. ALLAH TIDAK MEMIKULKAN BEBAN KEPADA SESEORANG MELAINKAN (SEKEDAR) APA YANG ALLAH BERIKAN KEPADANYA….”

Lebih rinci Rasulullah SAW menyebutkan bahwa  dalam pandangan Allah itu satu dirham infaq orang berkekurangan ini nilainya lebih besar dari seribu dirham infaq orang kaya.  Yang jelas jika kita tidak mensyukuri berbagai macam kenikmatan yang telah diberikan Allah, kita terancam untuk mendapat siksa yang sangat pedih (QS Ibrahim [14]:7).

“DAN INGATLAH JUGA TATKALA TUHANMU MEMAKLUMKAN: <SESUNGGUHNYA JIKA KAMU BERSYUKUR, PASTI KAMI AKAN MENAMBAH NIKMAT KEPADAMU, DAN JIKA KAMU MENGINGKARI NIKMATKU, MAKA SESUNGGUHNYA SIKSAKU SANGAT PEDIH….>”

Semoga kita menyadari posisi kita masing-masing, untuk kemudian berbuat dengan benar, agar ummat Islam dapat segera muncul pantas sesuai dengan keluhuran agamanya.


Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-’ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

=====================
Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW

Tata langkah dalam beribadah puasa

90821

Tata langkah dalam berpuasa.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahim.

Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang penting karena mempunyai sasaran yang cukup menentukan nilai hidup kita nantinya. Allah SWT telah menyebutkan secara jelas sasaran ibadah puasa itu: taqwa. Kita tahu bahwa dengan menjaga mutu taqwa ini akan tercapailah akhir hidup yang baik: sebagai muslim, yang ini merupakan penentu apakah kita mendapat peluang menikmati kehidupan sorga ataukah tidak.

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, DIWAJIBKAN ATAS KAMU BERPUASA SEBAGAIMANA DIWAJIBKAN ATAS ORANG-ORANG SEBELUM KAMU AGAR KAMU BERTAKWA” (Surah al-Baqarah [2] ayat 183)

Taqwa itulah yang mampu mendorong kita untuk mau menegakkan shalat ataukah tidak, yang shalat ini disebutkan Rasulullah Muhammad SAW merupakan kunci untuk masuk sorga! Keberhasilan untuk mencapai sasaran shalat banyak ditentukan oleh semangat pendorong untuk melakukannya. Jika salah pendorongnya, maka arah puasanya pun dapat melenceng, sampai-sampai Rasulullah menyebutkan:

“Berapa banyak orang yang berpuasa yang hanya tidak meperoleh apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga.”

Untuk menghindari puasa yang sia-sia, maka ibadah puasa harus kita lakukan dengan niat yang benar dan cara yang benar. Kita hindari hal-hal yang menghilangkan ataupun mengurangi pahala, kita lakukan kegiatan-kegiatan yang jelas berpahala karena wajib ataupun yang disunnahkan. Kita upayakanlah agar kita dapat melakukan puasa itu. Semisal kita bepergian, janganlah sejak awal sudah tidak berpuasa, tetapi batalkanlah puasa jika memang mendesak, untik menghindarkan diri dari kelemahan yang merugikan, sebagaimana Rasulullah mencontohkan dalam perjalanannya ke Mekah dari Madinah. Beliau membatalkan puasanya di tengah perjalanan. Ketika ada sebagian rombongannya ada yang memaksa diri tetap berpuasa, Rasulullah menyebut mereka itu bermaksiyat. Rasulullah juga menyalahkan orang yang mau tetap berpuasa dalam perjalanan, apalagi kalau sampai dia pingsan dan menyusahkan orang lain.

Dalam keadaan terpaksa, puasa memang dapat ditinggalkan untuk diganti pada kesempatan lain, namun ini bukanlah untuk “bermanja-manja” atas peluang menunda puasa. Berupayalaaah untuk tetap berpuasa sampai keadaan memang memaksa. Aaaallaaah menegaskan pada akhir ayat 184 surah al-Baqarah [2] :

“… DAN BERPUASA LEBIH BAIK BAGIMU JIKA KAMU MENGETAHUI.”

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

**************

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-’ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb. Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat. Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhid@telkom.net Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292 Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486 =

====================

Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW

Menyikapi hasil suatu kesepakatan

90710 Menyikapi hasil suatu kesepakatan.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Jika kita perhatikan secara sepintas saja mudahlah kita tarik kesimpulan bahwa keadaan ummat Islam belumlah sebaik ajaran agamanya, Islam, yang disiapkan Allah untuk digunakan sebagai pedoman hidup seseorang secara pribadi maupun dalam kehidupannya berkeluarga dan bermasyarakat. Atas keadaan masyarakat yang begini sebagaian dari kita telah berusaha untuk membenahinya, karena Allah SWT sudah menegaskan:

“..SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MENGUBAH KEADAAN SESUATU KAUM SEHINGGA MEREKA (BERUPAYA) MENGUBAH KEADAAN YANG ADA PADA DIRI MEREKA SENDIRI..” (Surah ar-Ra’d [13] ayat 11)

Upaya itu antara lain dengan langkah-langkah untuk mengatur kehidupan dalam bermasyarakat yang lebih luas di dalam bernegara dengan upaya menyediakan orang-orang pilihan untuk dijadikan pimpinan, untuk diikuti kepemimpinannya. Mungkin dari kita ada yang merasa kurang puas terhadap hasil yang telah tercapai dari suatu usaha.Dalam halini hendaknya kita kembali menyadari bahwa kewajiban kita adalah berusaha sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan:

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kalian berusaha, maka berusahalah”

Allah Maha Kuasa untuk menentukan hasil akhir semua usaha kita, tanpa mengurangi nilai usaha kita, asalkan kita tetap menjaga langkah usaha kita itu dengan iman dan amal shalih. Sebagai anggota masyarakat kita telah membuat ketentuan-ketentuan sebagai suatu kesepakatan, kebulatan tekad bersama, perjanjian yang harus dipatuhi. Apapun hasilnya kita ikuti dengan tetap berserah diri kepada Allah dalam langkah-langkah lanjutnya.

“MAKA DISEBABKAN RAHMAT DARI ALLAHLAH KAMU BERLAKU LEMAH LEMBUT TERHADAP MEREKA; SEKIRANYA KAMU BERSIKAP KERAS LAGI BERHATI KASAR,TENTULAH MEREKA MENJAUHKAN DIRI DARI SEKELILINGMU. KARENA ITU MAAFKANLAH MEREKA, MOHONKANLAH AMPUNAN BAGI MEREKA. DAN BERMUSYAWARAHLAH DENGAN MEREKA DALAM URUSAN ITU. KEMUDIAN APABILA KAMU TELAH MEMBULATKAN TEKAD (DALAM KESEPAKATAN TENTANG SUATU), MAKA BERTAWAKKALLAH KEPADA ALLAH. SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERTAWAKKAL KEPADANYA.” (Qur’an, Surah Ali Imran [3] ayat 159)

Seibarat di zaman Rasulullah ketika tercapai perjanjian Hudaibiyah, banyak dari kaum mukmin yang merasa kecewa, namun marilah kita bersikap positif sebagaimana sebagian kaum mukminin saat itu; marilah kita menata langkah lagi. Kita manfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin untuk mencapai cita-cita luhur, kebaikan bagi ummat Islam untuk menampakkan hasil penugasan Allah atas kita bersama sebagai penebar rahmat kebaikan penuh kasih sayang bagi seluruh alam. Kita tata lagi langkah kita.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

========

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-’ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana (2,5 MB): “Indeks Terjemah Qur’an”. ========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Ajaklah teman bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.

e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292 Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

Kesiapan mental untuk berkegiatan

Kesiapan mental dalam ber- “amar ma’ruf dan nahi munkar”

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahim. Dalam mengisi hidup ini kepada kita pada dasarnya diperintahkan oleh Allah SWT untuk berbakti hanya kepada Allah dengan agama yang lurus (QS al-Bayyinah [98] ayat 5). Kemurnian niat ini adalah untuk mendapatkan pengakuan (keridhaan) atas benarnya apa yang telah kita lakukan. Termasuk di sini adalah ketika kita melakukan “amar ma’ruf dan nahi munkar”, bahwa yang kita lakukan itu sebagai tanda bukti kepatuhan kita membaktikan potensi yang telah diberikan oleh Allah, semisal potensi kekuasaan untuk “memaksa” orang dengan hak menyusun ketentuan, peraturan, perundang-undangan, ataupun bahkan memberi perintah, yang telah diamanahkan oleh masyarakat kepada kita yang sedang menjadi pejabat di tingkat pusat maupun daerah. Dalam melaksanakan amanah seperti itu kita mungkin harus berhadapan dengan kekuatan yang menentang ataupun menantang langkah kita. Dalam hal ini hendaknya kita tetap yakin bahwa kebenaran harus ditegakkan, walaupun ada ancaman yang dapat berujung ke kematian. Sangat penting kesadaran untuk berani bersikap seperti ini untuk menegakkan kebenaran dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Rasulullah dalam salah satu sabdanya menyebutkan: “Setinggi-tinggi jihad adalah menyampaikan kalimat kebenaran kepada kepala negara yang jahat (yang dia siap dihukum mati karenanya)”. Di sisi lain kita jumpai tidak sedikit orang yang pandai berbicara, berolah kata, yang dapat menyesatkan arah kita bersikap, sehingga kita tak menyadari bahwa telah terbawa melangkah di jalur yang salah. Bahkan ada pula dari kita yang silau oleh kilatan harta ataupun bayangan kenikmatan tahta, lalu mendukung ataupun membela yang salah dalam menghadapi mereka yang benar, padahal Allah SWT sudah mengingatkan: “SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENURUNKAN KITAB KEPADAMU DENGAN MEMBAWA KEBENARAN, SUPAYA KAMU MENGADILI ANTARA MANUSIA DENGAN APA YANG TELAH ALLAH WAHYUKAN KEPADAMU, DAN JANGANLAH KAMU MENJADI PENANTANG (ORANG YANG TIDAK BERSALAH), KARENA (KAMU MEMBELA) ORANG-ORANG YANG KHIANAT.” (Surah an-Nisa’ [4] ayat 105). Allah akan memintai petanggungjawaban atas apa-apa yang pernah kita lakukan… Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab ======================================== SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad). SWT. = subhanahu wa ta-’ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya). *** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana (2,5 Mb): “Indeks Terjemah Qur’an”. Assalamu ‘alaikum wr. wb. Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat. Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya. Wassalam, dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF. e-mail: tauhid@telkom.net Jalan Kendangsari Lebar No. 48 Surabaya INDONESIA 60292 Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486 ===================== Dana dakwah. Transfer ke BCA RekNo 822 0213791 (a/n RM Tauhid), atau bergabung dalam http://www.asiakita.com/pandu-hw

Meningkatkan komuniasi

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Jika Anda menjumpai anggota Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (Pandu HW) maupun peminatnya yang suka berinternet, tolong kirimkan e-mailnya ke saya, atau ajak langsung bergabung di www.groups.yahoo.com/group/hizbul-wathan.
Terima kasih.

Wassalam,
Tauhid
HP 081-652-7486

Hari Lingkungan Sedunia, 5 Juni

Tanggal 5 Juni Hari Lingkungan Sedunia


Oleh
Ninil R. Miftahuljannah 1) dan Rasyid M. Tauhid-al-Amien 2))

Dalam pertemuannya di tahun 1972 Sidang Umum PBB menetapkan tanggal pembukaan Konperensi Stckholm tentang Lingkungan Manusia (Stockholm Conference on the Human Environment) , 5 Juni, kesepakatan sebagai hari lingkungan sedunia (World Environment Day, WED), yang diperingati di lebih dari 100 negara. Ini dimaksudkan untuk menggugah kesadaran masyarakat umum maupun negara untuk bergerak bersama dalam menghadapi permasalahan lingkungan dalam kehidupan bermasayarakat, lokal maupun global. Termasuk di sini adalah upaya mengatasi kemiskinan maupun perbaikan pengelolaan hutan. Sebagaimana ditegaskan sejak tahun lalu bahwa pembakaran hutan akan meningkatkan pemanasan global karena panas pembakaran itu sendiri, produksi CO2 dengan akibat buruknya atas efek rumah kaca, maupun berkurangnya daun sebagai “pembersih” CO2.

Tujuan Peringatan.
Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal PBB menyebutkan bahwa pergulatan ekonomi dan keuangan dunia membangkitkan seruan atas munculnya marabahaya yang menuntut perlunya kebiasaan masa lalu agar menjadikan bumi kian hijau dan bersih, untuk menghindarkan bumi dari akibat buruk perubahan cuaca yang kian memburuk dan memanas ini. Oleh karena itulah peringatan Hari Lingkungan Sedunia kali ini memilih tema utama “Your planet needs you” (Bumimu memerlukanmu). Lebih operasional Sekjen PBB ini menyerukan semua orang untuk menyegarkan bumi ini dengan menyerukan “Tanam pohon, bersihkan lingkungan petamananmu”.
Secara umum adanya kegiatan peringatan hari lingkungan sedunia ini mengingatkan masyarakat akan permasalahan lingkungan, menggerakkan masyarakat untuk menjadi penggerak yang aktif dalam pengembangan lingkunan yang mandiri, menggalakkan pemahaman bahwa masyarakat perlu mengubah diri dalam menyikapi masalah lingkungan menjadi tidak acuh lagi, mendorong kebersamaan dalam menggalang masyarakat untuk mencapai kenikmatan di masa depan yang makmur dalam keamanan.
Pada tanggal 5 Juni itu Badan Pemrograman Lingkungan PBB (the United Nations Environment Programme, UNEP), para kepala negara, perdana menteri, menteri, maupun orang-orang penting lainnya dan organisasi-organisasi dari seluruh dunia menandai kerjasama untuk menggalakkan kesadaran masyarakat atas pentingnya masalah lingkungan. Kalau tahun lalu dunia diigatkan pentingnya menyelamatkan dunia dari pemanasan global, maka di tahun ini perhatian itu ditingkatkan dengan langkah-langkah kongkrit dengan mengambil tema “Bumimu memerlukanmu, bersatulah melawan perubahan iklim” (Your Planet Needs You – UNite to Combat Climate Change). Masyarakat umum didorong untuk secara aktif bergerak secara mandiri dan berkelanjutan. Salah satunya adalah yang dicanangkan “Tanam satu pohon untuk setiap orang”. Kegiatan sederhana ini diacarakan menyeluruh di seluruh dunia, termasuk di Afrika yang sering kita dengar tempatnya hutan-hutan yang sangat luas itu. Di berbagai negara upaya ini digalakkan dengan banyak melibatkan anak-anak sekolah maupun mahasiswa sebagai salah satu upaya membangkitkan kesadaran anak bangsa dengan menanam tanaman, apapun macamnya semisal buah-buahan, tanaman obat, tanaman hias, maupun tanaman keras serta tanaman pangan lainnya.
Kalau tahun lalu peringatan hari lingkungan hidup sedunia ini dipusatkan di New Zealand, tahun ini Mexico menjadi pusat kegiatannya Acara apa saja yang terkait dengan kegiatan ini dapat dilihat di web site http://www.unep.org/wed/2009/english/. Dunia dalam menyambut hari lingkungan hidup ini masyarakatnya ada yang melakukan kegiatan pokok di sekitar 5 Juni saja, tetapi ada yang melakukannya sepanjang tahun dalam artian membuat kegiatan dengan dengan merujuk ke permasalahan lingkungan sejak tahun yang lalu maupun yang membuat rencana sampai menjelang 5 Juni tahun depan.

Ragam Kegiatan.
Kegiatan-kegiatan masyarakat dalam peringatan hari lingkungan hidup ini ada yang lebih menonjolkan acara seremonial dengan pentas, konser musik, pesta rakyat, , menyelenggarakan reli jalan kaki, parade sepeda ontel, ataupun pawai. Ada juga kegiatan yang lebih bersifat aksi semisal pameran, kegiatan bersama tanam pohon. Di samping itu tidak pula sedikit kegiatan yang lebih bersifat pendidikan sedarhana maupun lanjut semisal lomba antar anak-anak, lomba menulis ataupun membuat poster di sekolah, ceramah-ceramah, pengajian, seminar, simposium, secara formal maupun informal dalam bentuk tatap muka ataupun jarak jauh lewat jaringan internet. Jadi secara umum kegiatan ini semua dilakukan oleh pemerintah dengan seluruh jajarannya, dengan juga melibatkan masyarakat secara langsung maupun tidak lewat organisasi-organisasi massa umum, LSM, maupun pendidikan (sekolah, perguruan tinggi)
Pengajian dapat banyak mengetengahkan antara lain perlunya menyadari bahwa keseimbangan lingkungan (ecosystem) yang telah dibangun Allah tidak boleh dirusak (QS al-A’raf [7]: 56; QS al-Maidah [5]: 33. Namun nyatanya cukup banyak manusia serakah yang mengambil manfaat bumi ini dengan merusak, sepertinya lupa bahwa Allah melarang terjadinya perusakan sebagai akibat dari eksploitasinya, eksploitasi yang berlebihan dapat mengganggu kelestarian lingkungannya dengan segala akibatnya (QS an-Nisa’ [4]:79, QS asy-Syura [42]: 30, al-Qashash [28]:77, al-Maidah [5]: 33, ar-Rum [30]:41). Melihat gambaran ini maka ummat Islam tidak boleh tinggal diam. Terhadap keadaan yang tidak benar ini, mereka juga dituntut untuk berusaha mengatasi permasalahan yang mulai timbul ini, melakukan pencegahan awal untuk menghindari bahaya umum (QS al-Anfal [8]:25).
Lebih luas lagi, dalam bentuk terintegrasi pendidikan lingkungan seperti ini dapat disisipkan dalam berbagai materi pendidikan untuk menumbuhkan sikap “baru” terhadap komponen bumi seperti air, udara, hewan, dan tumbuhan, dalam pemikiran yang menyeluruh yaitu untuk menjaga keseimbangannya bukannya menguras atau merusakkannya. Dalam bentuk sederhananya upaya penghijauan dengan cara menugasi masing-masing anak menanam sebatang pohon dan merawatnya merupakan hal yang dapat dimulai sadar lingkungan pada masa-masa awal dalam kehidupan mereka ini.
Kegiatan lain yang bersifat kampanye kreatif dan bernilai pengembangan minat dan kreativitas anggota masyarakat muda dapat berupa lomba-lomba beregu, misalnya membuat poster, kaligrafi ataupun cerdas cermat tentang ayat-ayat serta hadits tentang pentingnya tanaman dalam menjaga kelestarian peran lingkungan. Dapat juga diadakan lomba menulis puisi, menyusunan yel-yel yang bertema memperbaiki perilaku buruk yang abai lingkungan. Untuk yang bergerak di bidang kepanduan (Pramuka, Hizbul Wathan) ataupun di kegiatan tadabur alam (outbound) ada kegiatan-kegiatan penanaman pohon yang dapat digabungkan dengan kegiatan perkemahan, yang untuk itu misalnya setiap regu dapat difasilitasi dengan tersedianya alat ataupun bibitnya.
Untuk nilai publikasi, secara menyeluruh dapatlah disebutkan bahwa kegiatan-kegiatan di atas maupun yang lain perlu dipilihkan yang sesuai dengan situasi, potensi lingkungan (alam) tempat kegiatan diselenggarakan, yaitu mengarah ke agar lebih tampak oleh masyarakat umum. Tempat umum (public space) yang dapat dipilih untuk berkegiatan yang meliputi misalnya taman ataupun hutan kota, bumi perkemahan, pantai, tempat wisata umum lainnya (kebun binatang, wisata alam, dan lain-lain), ruang terbuka yang menghijau seperti tanah lapang, bantaran sungai, dan sebagainya. Pemilihan tempat seperti ini berdasarkan pada harapan untuk banyaknya khalayak umum yang turut terlibat ataupun menyaksikan aksi dan kampanye yang dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran publik.

Penutup.
Mari kita berbuat yang berguna bukan untuk sesaat, untuk diri kita sendiri maupun masyarakat.

1). Ninil R. Miftahuljannah (ninil@lingkar.or.id), SKed, penerima penghargaan nasional penyelamat lingkungan tahun 2004, mahasiswa pascasarjana U.N. Yogyakarta, Executive Director Lingkar, anggota Steering Committee Nasional Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL), berdomisili di Kaliurang.
2). Rasyid M. Tauhid-al-Amien, (tauhid@telkom.net), dr., MSc., DiplHPEd., Ahli Ilmu Faal, Koordinator Litbang Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Ketua Kwartir Wilayah HW Jawa Timur, berdomisili di Surabaya

Mukaddimah AD-ART HW.

Persyarikatan Muhammadiyah merupakan Gerakan Islam dan Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, dan Tajdid, beraqidah Islam, bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah, bertujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, bergerak dalam segala bidang kehidupan, antara lain bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi.

Bahwa untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan harus diperjuangkan secara terus menerus antara lain dengan membina generasi muda yang memiliki aqidah, fisik dan mental kuat, berilmu dan berteknologi serta berakhlaqul karimah.

Allah berfirman yang artinya : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandaimya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mengucapkan perkataan yang benar.” [Q.S. An Nisaa' (4): 9]

Bahwa membina dan menggerakkan angkatan muda dengan cara memperteguh iman, mempergiat ibadah, mempertinggi akhlaq, dan meningkatkan semangat jihad sehingga menjadi manusia muslim yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa, merupakan bagian dari usaha Muhammadiyah untuk mencapai tujuannya.

Gerakan kepanduan Hizbul Wathan sebagai organisasi otonom, mempunyai visi dan mengemban misi Muhammadiyah dalam pendidikan anak, remaja, dan pemuda, sehingga mereka menjadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader Persyarikatan, Umat, dan Bangsa.

Kepanduan Hizbul Wathan adalah sistem pendidikan di luar keluarga dan sekolah untuk anak, remaja, dan pemuda dilakukan di alam terbuka dengan metode yang menarik, menyenangkan dan menantang, dalam rangka membentuk warga negara yang berguna dan mandiri.

Dalam mewujudkan cita-cita di atas, pada tanggal 10 Sya’ban 1420 H bertepatan dengan 18 November 1999 M, Persyarikatan Muhammadiyah membangkitkan kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, yang dalam seluruh kegiatannya bersemboyan fastabiqul khairat (berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan)

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadaNya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan! Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu“  [Q.S.Al-Baqarah (2):148].

Dakwah perlu dana!

Dakwah perlu dana.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

“SERULAH (MANUSIA) KEPADA JALAN TUHANMU DENGAN BIJAK DAN PELAJARAN YANG BAIK ….” (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

Sarana untuk seruan dakwah dapat berupa sarana sederhana maupun canggih, dari sekedar pengajian di masjid maupun, terbitan-terbitan buku dan sebagainya sampai penggunaan sarana elektronik maupun jaringan internet. Untuk lebih sukses para pelaku dakwah harus terdidik; kehidupan keluarga dan rumah tangganya perlu ditopang. Itu semua perlu dana. Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda:
“Nanti akan ada masanya bahwa dakwah hanya berlangsung dengan dirham (uang)”
Orang kaya dapat berinfaq. Orang miskin ataupun yang hidupnya pas-pasan dengan infaq yang kecil punya peran yang besar. Dana-dana besar-kecil itu ibarat butir-butir kerikil maupun pasir yang jika tersusun dapat membentuk gunung!!! Siapa yang akan mengumpulkan pasir dan kerikil itu? Harus ada orang ataupun lembaga yang amanah untuk mengelolanya.
Jika Anda mau, kami akan mengelola amanah “kerikil ataupun pasir” itu. Silakan bergabung untuk menggalang dana dengan kami di http://www.AsiaKita.com/Pandu-HW , ataupun langsung transfer dana Anda ke BCA RekNo 822 021 3791 (a/n RM Tauhid). Lebih lanjut silakan buka laporan saya di http://groups.yahoo.com/group/dana-dakwah.
Semoga Allah membalas infaq ataupun shadaqah Anda, dan melimpahkan taufiq dan hidayahNya kepada kita sekalian.

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

Halaman Berikutnya »