Kesiapan mental untuk berkegiatan

Kesiapan mental dalam ber- “amar ma’ruf dan nahi munkar”

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahim. Dalam mengisi hidup ini kepada kita pada dasarnya diperintahkan oleh Allah SWT untuk berbakti hanya kepada Allah dengan agama yang lurus (QS al-Bayyinah [98] ayat 5). Kemurnian niat ini adalah untuk mendapatkan pengakuan (keridhaan) atas benarnya apa yang telah kita lakukan. Termasuk di sini adalah ketika kita melakukan “amar ma’ruf dan nahi munkar”, bahwa yang kita lakukan itu sebagai tanda bukti kepatuhan kita membaktikan potensi yang telah diberikan oleh Allah, semisal potensi kekuasaan untuk “memaksa” orang dengan hak menyusun ketentuan, peraturan, perundang-undangan, ataupun bahkan memberi perintah, yang telah diamanahkan oleh masyarakat kepada kita yang sedang menjadi pejabat di tingkat pusat maupun daerah. Dalam melaksanakan amanah seperti itu kita mungkin harus berhadapan dengan kekuatan yang menentang ataupun menantang langkah kita. Dalam hal ini hendaknya kita tetap yakin bahwa kebenaran harus ditegakkan, walaupun ada ancaman yang dapat berujung ke kematian. Sangat penting kesadaran untuk berani bersikap seperti ini untuk menegakkan kebenaran dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Rasulullah dalam salah satu sabdanya menyebutkan: “Setinggi-tinggi jihad adalah menyampaikan kalimat kebenaran kepada kepala negara yang jahat (yang dia siap dihukum mati karenanya)”. Di sisi lain kita jumpai tidak sedikit orang yang pandai berbicara, berolah kata, yang dapat menyesatkan arah kita bersikap, sehingga kita tak menyadari bahwa telah terbawa melangkah di jalur yang salah. Bahkan ada pula dari kita yang silau oleh kilatan harta ataupun bayangan kenikmatan tahta, lalu mendukung ataupun membela yang salah dalam menghadapi mereka yang benar, padahal Allah SWT sudah mengingatkan: “SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENURUNKAN KITAB KEPADAMU DENGAN MEMBAWA KEBENARAN, SUPAYA KAMU MENGADILI ANTARA MANUSIA DENGAN APA YANG TELAH ALLAH WAHYUKAN KEPADAMU, DAN JANGANLAH KAMU MENJADI PENANTANG (ORANG YANG TIDAK BERSALAH), KARENA (KAMU MEMBELA) ORANG-ORANG YANG KHIANAT.” (Surah an-Nisa’ [4] ayat 105). Allah akan memintai petanggungjawaban atas apa-apa yang pernah kita lakukan… Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab ======================================== SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad). SWT. = subhanahu wa ta-’ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya). *** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana (2,5 Mb): “Indeks Terjemah Qur’an”. Assalamu ‘alaikum wr. wb. Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat. Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya. Wassalam, dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF. e-mail: tauhid@telkom.net Jalan Kendangsari Lebar No. 48 Surabaya INDONESIA 60292 Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486 ===================== Dana dakwah. Transfer ke BCA RekNo 822 0213791 (a/n RM Tauhid), atau bergabung dalam http://www.asiakita.com/pandu-hw

Meningkatkan komuniasi

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Jika Anda menjumpai anggota Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (Pandu HW) maupun peminatnya yang suka berinternet, tolong kirimkan e-mailnya ke saya, atau ajak langsung bergabung di www.groups.yahoo.com/group/hizbul-wathan.
Terima kasih.

Wassalam,
Tauhid
HP 081-652-7486

Hari Lingkungan Sedunia, 5 Juni

Tanggal 5 Juni Hari Lingkungan Sedunia


Oleh
Ninil R. Miftahuljannah 1) dan Rasyid M. Tauhid-al-Amien 2))

Dalam pertemuannya di tahun 1972 Sidang Umum PBB menetapkan tanggal pembukaan Konperensi Stckholm tentang Lingkungan Manusia (Stockholm Conference on the Human Environment) , 5 Juni, kesepakatan sebagai hari lingkungan sedunia (World Environment Day, WED), yang diperingati di lebih dari 100 negara. Ini dimaksudkan untuk menggugah kesadaran masyarakat umum maupun negara untuk bergerak bersama dalam menghadapi permasalahan lingkungan dalam kehidupan bermasayarakat, lokal maupun global. Termasuk di sini adalah upaya mengatasi kemiskinan maupun perbaikan pengelolaan hutan. Sebagaimana ditegaskan sejak tahun lalu bahwa pembakaran hutan akan meningkatkan pemanasan global karena panas pembakaran itu sendiri, produksi CO2 dengan akibat buruknya atas efek rumah kaca, maupun berkurangnya daun sebagai “pembersih” CO2.

Tujuan Peringatan.
Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal PBB menyebutkan bahwa pergulatan ekonomi dan keuangan dunia membangkitkan seruan atas munculnya marabahaya yang menuntut perlunya kebiasaan masa lalu agar menjadikan bumi kian hijau dan bersih, untuk menghindarkan bumi dari akibat buruk perubahan cuaca yang kian memburuk dan memanas ini. Oleh karena itulah peringatan Hari Lingkungan Sedunia kali ini memilih tema utama “Your planet needs you” (Bumimu memerlukanmu). Lebih operasional Sekjen PBB ini menyerukan semua orang untuk menyegarkan bumi ini dengan menyerukan “Tanam pohon, bersihkan lingkungan petamananmu”.
Secara umum adanya kegiatan peringatan hari lingkungan sedunia ini mengingatkan masyarakat akan permasalahan lingkungan, menggerakkan masyarakat untuk menjadi penggerak yang aktif dalam pengembangan lingkunan yang mandiri, menggalakkan pemahaman bahwa masyarakat perlu mengubah diri dalam menyikapi masalah lingkungan menjadi tidak acuh lagi, mendorong kebersamaan dalam menggalang masyarakat untuk mencapai kenikmatan di masa depan yang makmur dalam keamanan.
Pada tanggal 5 Juni itu Badan Pemrograman Lingkungan PBB (the United Nations Environment Programme, UNEP), para kepala negara, perdana menteri, menteri, maupun orang-orang penting lainnya dan organisasi-organisasi dari seluruh dunia menandai kerjasama untuk menggalakkan kesadaran masyarakat atas pentingnya masalah lingkungan. Kalau tahun lalu dunia diigatkan pentingnya menyelamatkan dunia dari pemanasan global, maka di tahun ini perhatian itu ditingkatkan dengan langkah-langkah kongkrit dengan mengambil tema “Bumimu memerlukanmu, bersatulah melawan perubahan iklim” (Your Planet Needs You – UNite to Combat Climate Change). Masyarakat umum didorong untuk secara aktif bergerak secara mandiri dan berkelanjutan. Salah satunya adalah yang dicanangkan “Tanam satu pohon untuk setiap orang”. Kegiatan sederhana ini diacarakan menyeluruh di seluruh dunia, termasuk di Afrika yang sering kita dengar tempatnya hutan-hutan yang sangat luas itu. Di berbagai negara upaya ini digalakkan dengan banyak melibatkan anak-anak sekolah maupun mahasiswa sebagai salah satu upaya membangkitkan kesadaran anak bangsa dengan menanam tanaman, apapun macamnya semisal buah-buahan, tanaman obat, tanaman hias, maupun tanaman keras serta tanaman pangan lainnya.
Kalau tahun lalu peringatan hari lingkungan hidup sedunia ini dipusatkan di New Zealand, tahun ini Mexico menjadi pusat kegiatannya Acara apa saja yang terkait dengan kegiatan ini dapat dilihat di web site http://www.unep.org/wed/2009/english/. Dunia dalam menyambut hari lingkungan hidup ini masyarakatnya ada yang melakukan kegiatan pokok di sekitar 5 Juni saja, tetapi ada yang melakukannya sepanjang tahun dalam artian membuat kegiatan dengan dengan merujuk ke permasalahan lingkungan sejak tahun yang lalu maupun yang membuat rencana sampai menjelang 5 Juni tahun depan.

Ragam Kegiatan.
Kegiatan-kegiatan masyarakat dalam peringatan hari lingkungan hidup ini ada yang lebih menonjolkan acara seremonial dengan pentas, konser musik, pesta rakyat, , menyelenggarakan reli jalan kaki, parade sepeda ontel, ataupun pawai. Ada juga kegiatan yang lebih bersifat aksi semisal pameran, kegiatan bersama tanam pohon. Di samping itu tidak pula sedikit kegiatan yang lebih bersifat pendidikan sedarhana maupun lanjut semisal lomba antar anak-anak, lomba menulis ataupun membuat poster di sekolah, ceramah-ceramah, pengajian, seminar, simposium, secara formal maupun informal dalam bentuk tatap muka ataupun jarak jauh lewat jaringan internet. Jadi secara umum kegiatan ini semua dilakukan oleh pemerintah dengan seluruh jajarannya, dengan juga melibatkan masyarakat secara langsung maupun tidak lewat organisasi-organisasi massa umum, LSM, maupun pendidikan (sekolah, perguruan tinggi)
Pengajian dapat banyak mengetengahkan antara lain perlunya menyadari bahwa keseimbangan lingkungan (ecosystem) yang telah dibangun Allah tidak boleh dirusak (QS al-A’raf [7]: 56; QS al-Maidah [5]: 33. Namun nyatanya cukup banyak manusia serakah yang mengambil manfaat bumi ini dengan merusak, sepertinya lupa bahwa Allah melarang terjadinya perusakan sebagai akibat dari eksploitasinya, eksploitasi yang berlebihan dapat mengganggu kelestarian lingkungannya dengan segala akibatnya (QS an-Nisa’ [4]:79, QS asy-Syura [42]: 30, al-Qashash [28]:77, al-Maidah [5]: 33, ar-Rum [30]:41). Melihat gambaran ini maka ummat Islam tidak boleh tinggal diam. Terhadap keadaan yang tidak benar ini, mereka juga dituntut untuk berusaha mengatasi permasalahan yang mulai timbul ini, melakukan pencegahan awal untuk menghindari bahaya umum (QS al-Anfal [8]:25).
Lebih luas lagi, dalam bentuk terintegrasi pendidikan lingkungan seperti ini dapat disisipkan dalam berbagai materi pendidikan untuk menumbuhkan sikap “baru” terhadap komponen bumi seperti air, udara, hewan, dan tumbuhan, dalam pemikiran yang menyeluruh yaitu untuk menjaga keseimbangannya bukannya menguras atau merusakkannya. Dalam bentuk sederhananya upaya penghijauan dengan cara menugasi masing-masing anak menanam sebatang pohon dan merawatnya merupakan hal yang dapat dimulai sadar lingkungan pada masa-masa awal dalam kehidupan mereka ini.
Kegiatan lain yang bersifat kampanye kreatif dan bernilai pengembangan minat dan kreativitas anggota masyarakat muda dapat berupa lomba-lomba beregu, misalnya membuat poster, kaligrafi ataupun cerdas cermat tentang ayat-ayat serta hadits tentang pentingnya tanaman dalam menjaga kelestarian peran lingkungan. Dapat juga diadakan lomba menulis puisi, menyusunan yel-yel yang bertema memperbaiki perilaku buruk yang abai lingkungan. Untuk yang bergerak di bidang kepanduan (Pramuka, Hizbul Wathan) ataupun di kegiatan tadabur alam (outbound) ada kegiatan-kegiatan penanaman pohon yang dapat digabungkan dengan kegiatan perkemahan, yang untuk itu misalnya setiap regu dapat difasilitasi dengan tersedianya alat ataupun bibitnya.
Untuk nilai publikasi, secara menyeluruh dapatlah disebutkan bahwa kegiatan-kegiatan di atas maupun yang lain perlu dipilihkan yang sesuai dengan situasi, potensi lingkungan (alam) tempat kegiatan diselenggarakan, yaitu mengarah ke agar lebih tampak oleh masyarakat umum. Tempat umum (public space) yang dapat dipilih untuk berkegiatan yang meliputi misalnya taman ataupun hutan kota, bumi perkemahan, pantai, tempat wisata umum lainnya (kebun binatang, wisata alam, dan lain-lain), ruang terbuka yang menghijau seperti tanah lapang, bantaran sungai, dan sebagainya. Pemilihan tempat seperti ini berdasarkan pada harapan untuk banyaknya khalayak umum yang turut terlibat ataupun menyaksikan aksi dan kampanye yang dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran publik.

Penutup.
Mari kita berbuat yang berguna bukan untuk sesaat, untuk diri kita sendiri maupun masyarakat.

1). Ninil R. Miftahuljannah (ninil@lingkar.or.id), SKed, penerima penghargaan nasional penyelamat lingkungan tahun 2004, mahasiswa pascasarjana U.N. Yogyakarta, Executive Director Lingkar, anggota Steering Committee Nasional Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL), berdomisili di Kaliurang.
2). Rasyid M. Tauhid-al-Amien, (tauhid@telkom.net), dr., MSc., DiplHPEd., Ahli Ilmu Faal, Koordinator Litbang Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Ketua Kwartir Wilayah HW Jawa Timur, berdomisili di Surabaya

Mukaddimah AD-ART HW.

Persyarikatan Muhammadiyah merupakan Gerakan Islam dan Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, dan Tajdid, beraqidah Islam, bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah, bertujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, bergerak dalam segala bidang kehidupan, antara lain bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi.

Bahwa untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan harus diperjuangkan secara terus menerus antara lain dengan membina generasi muda yang memiliki aqidah, fisik dan mental kuat, berilmu dan berteknologi serta berakhlaqul karimah.

Allah berfirman yang artinya : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandaimya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mengucapkan perkataan yang benar.” [Q.S. An Nisaa' (4): 9]

Bahwa membina dan menggerakkan angkatan muda dengan cara memperteguh iman, mempergiat ibadah, mempertinggi akhlaq, dan meningkatkan semangat jihad sehingga menjadi manusia muslim yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa, merupakan bagian dari usaha Muhammadiyah untuk mencapai tujuannya.

Gerakan kepanduan Hizbul Wathan sebagai organisasi otonom, mempunyai visi dan mengemban misi Muhammadiyah dalam pendidikan anak, remaja, dan pemuda, sehingga mereka menjadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader Persyarikatan, Umat, dan Bangsa.

Kepanduan Hizbul Wathan adalah sistem pendidikan di luar keluarga dan sekolah untuk anak, remaja, dan pemuda dilakukan di alam terbuka dengan metode yang menarik, menyenangkan dan menantang, dalam rangka membentuk warga negara yang berguna dan mandiri.

Dalam mewujudkan cita-cita di atas, pada tanggal 10 Sya’ban 1420 H bertepatan dengan 18 November 1999 M, Persyarikatan Muhammadiyah membangkitkan kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, yang dalam seluruh kegiatannya bersemboyan fastabiqul khairat (berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan)

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadaNya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan! Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu“  [Q.S.Al-Baqarah (2):148].

Dakwah perlu dana!

Dakwah perlu dana.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

“SERULAH (MANUSIA) KEPADA JALAN TUHANMU DENGAN BIJAK DAN PELAJARAN YANG BAIK ….” (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

Sarana untuk seruan dakwah dapat berupa sarana sederhana maupun canggih, dari sekedar pengajian di masjid maupun, terbitan-terbitan buku dan sebagainya sampai penggunaan sarana elektronik maupun jaringan internet. Untuk lebih sukses para pelaku dakwah harus terdidik; kehidupan keluarga dan rumah tangganya perlu ditopang. Itu semua perlu dana. Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda:
“Nanti akan ada masanya bahwa dakwah hanya berlangsung dengan dirham (uang)”
Orang kaya dapat berinfaq. Orang miskin ataupun yang hidupnya pas-pasan dengan infaq yang kecil punya peran yang besar. Dana-dana besar-kecil itu ibarat butir-butir kerikil maupun pasir yang jika tersusun dapat membentuk gunung!!! Siapa yang akan mengumpulkan pasir dan kerikil itu? Harus ada orang ataupun lembaga yang amanah untuk mengelolanya.
Jika Anda mau, kami akan mengelola amanah “kerikil ataupun pasir” itu. Silakan bergabung untuk menggalang dana dengan kami di http://www.AsiaKita.com/Pandu-HW , ataupun langsung transfer dana Anda ke BCA RekNo 822 021 3791 (a/n RM Tauhid). Lebih lanjut silakan buka laporan saya di http://groups.yahoo.com/group/dana-dakwah.
Semoga Allah membalas infaq ataupun shadaqah Anda, dan melimpahkan taufiq dan hidayahNya kepada kita sekalian.

dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292

Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

90501 Pertanggungjawaban perbuatan

90501

Pertanggungjawaban perbuatan.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Tidak sedikit orang yang tidak takut akan ancaman siksa neraka, karena mereka itu tidak percaya akan adanya hari akhirat maupun hari kiamat yang lanjutannya adalah hari pembalasan. Mereka ini nanti akan menjumpai kenyataan yang mereka tak dapat ingkar lagi sebagaimana disebutkan oleh Allah SWT:

“INILAH JAHANNAM YANG DAHULU KAMU DIANCAM (DENGANNYA). MASUKLAH KE DALAMNYA PADA HARI INI, YANG KAMU DAHULU KAMU MENGINGKARINYA.” (Surah Ya Sin [36] ayat 63, 64)

Di samping itu Allah juga mengingatkan agar diri kita selalu terjaga dari berbuat yang salah, dengan ataupun tanpa adanya orang yang tahu, tak ada polisi yang mengamati. Di saat di pengadilan hari kiyamat itu nanti bagian-bagian tubuh kita sedirilah yang akan memberi persaksian atas apa yang kita lakukan. Beruntung kita jika yang dilaporkan perbuatan baik kita. Bagaimana jika yang dilaporkan itu perbuatan buruk kita?

“PADA HARI INI KAMI TUTUP MULUT MEREKA; DAN BERKATALAH TANGAN MEREKA KEPADA KAMI, DAN KAKI MEREKA MEMBERI KESAKSIAN TERHADAP APA YANG DAHULU MEREKA USAHAKAN.” (Surah Ya Sin [36] ayat 65)

Untuk menghapus kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu itu yang dapat kita lakukan hanya dengan tindakan lanjut yang benar secepatnya, yaitu bertaubat; jangan sampai terlambat! Batas keterlambatan itu adalah saat kematian yang kita tak tahu kapan menjemput kita. Untuk menghapus kesalahan itu adalah dengan bertaubat yang benar, dengan bersungguh-sungguh.

Semoga Allah menguatkan hati kita untuk dapat bertaubat sebelum ajal tiba.

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

SAW. = shalla ‘l-Lahu ‘alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad.)

SWT. = subhanahu wa ta-’ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: “Indeks Terjemah Qur’an”.

========================================

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat. Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah. Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhid@telkom.net

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486

==============
Dana kegiatan? http://www.asiakita.com/pandu-hw

Penggalangan dana

Penggalangan dana dakwah.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

“SERULAH (MANUSIA) KEPADA JALAN TUHANMU DENGAN BIJAK DAN PELAJARAN YANG BAIK ….” (Surah an-Nahl [16] ayat 125)

Dalam upaya memahami firman Allah SWT di atas kita dapat merenung lebih jauh, kita dapat merasakan lebih dalam apa yang seharusnya kita lakukan. Sarana dakwah secara menyeluruh dapat berupa semisal sarana sederhana untuk penyampaian ajakan secara lisan; ini meliputi ruangan dengan mimbar ataupun meja, tempat duduk yang berupa tikar aaupun kursi, sound system, ataupun lainnya. Untuk masa sekarang sarana dakwah dituntut untuk lebih maju lagi; sarana itu dapat berupa sarana elektronik, yang sederhana berupa radio, tape, VCD, maupun televisi yang melibatkan satelit maupun sarana pendukung lainnya di samping sarana lainnya yang berupa buku, leaflet, poster, film, dan semacamnya. Jaringan internet pun cukup banyak yang telah digunakan sebagai sarana dakwah. Pemilihan materi yang bijak sangatlah penting. Suatu ceritera semisal dalam sinetron dapat menampilkan contoh gambaran kehidupan manusia dan lingkungannya; ini dapat merupakan sarana pelajaran yang baik untuk mengajak orang menuju jalan Allah. Sayangnya sarana siaran radio, TV, maupun penerbitan masih banyak dikuasai oleh pemilik modal yang lebih mengejar keuntungan uang ketimbang sebagai media pendidikan. Namun harus kita syukuri bahwa masih ada saja peran sarana dakwah dasar yang berupa masjid, selain gedung sekolah, rumah sakit, panti asuhan, dan sebagainya yang dalam kendali ummat Islam.
Bagaimana proses penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dakwah itu juga perlu diperhatikan demi suksesnya kegiatan terkait. Mereka yang berkecimpung di sini seharusnya terdidik dengan benar. Tidak sedikit dari mereka itu yang juga perlu ditopang dalam hal kehidupan keluarga dan rumah tangganya. Itu semua perlu dana yang tidak kecil, yang terkelola dengan benar.
Rasulullah Muhammad SAW pernah menyebutkan:
“Nanti akan ada masanya bahwa dakwah hanya berlangsung dengan dirham (uang)”
Orang-orang kaya banyak yang terbuai oleh kekayaannya, lupa peran kekayaan yang harus disyukuri itu. Orang yang miskin ataupun yang hidupnya pas-pasan mungkin ada yang punya dana, tidak besar, yang telah diikhlaskan sebagai infaq untuk kegiatan dakwah; namun mereka merasa bahwa dana itu terlalu kecil untuk kegiatan dakwah yang mereka bayangkan besarnya. Mereka ini rupanya lupa bahwa butir-butir pasir maupun kerikil yang kecil-kecil itu jika tersusun dapat membentuk gunung yang tidak berkesan kecil lagi. Siapa yang akan mengumpulkan pasir dan kerikil itu? Untuk ini harus ada orang ataupun lembaga yang amanah untuk mengelolanya.
Jika Anda mau, kami akan mengelola amanah “kerikil ataupun pasir” itu, untuk itu silakan bergabung dengan kami di http://www.asiakita.com/pandu-hw.
Semoga Allah membalas infaq ataupun shadaqah Anda, dan melimpahkan taufiq dan hidayahNya kepada kita sekalian.

Wa ‘l-Lahu a’lamu bi ‘sh-shawwab

Menentukan pilihan untuk memimpin.

Menentukan pilihan untuk memimpin.

 

  

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

 

 

Ketika kita memilih seseorang untuk mewakili keperluan kita, sama halnya dengan memilih seseorang untuk mengurusi keperluan kita, tidak berbeda dengan menyerahkan pengarahan kepadanya tentang apa yang perlu kita lakukan, dengan kata lain bahwa pemilihan seperti itu sama dengan pemilihan pimpinan, pelindung, ataupun lainnya yang semakna. Oleh karena itulah kita perlu merenungkan kembali apa yang kepada kita sudah dibimbingkan Allah SWT, misalnya:

 

 

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU MENGAMBIL MUSUHKU DAN MUSUHMU  MENJADI PEMIMPIN, TEMAN SETIA,..” (Surah al-Mumtahannah [60] ayat 1)

 

Salah satu dari yang dihindarkan dari pertemanan ini antara lain pembocoran rahasia, seperti yang disebut Allah:

 

“..KAMU MEMBERITAHUKAN SECARA RAHASIA KEPADA MEREKA, KARENA RASA KASIH SAYANG ..” (Surah al-Mumtahannah [60] ayat 1)

 

Bahkan Allah SWT juga melarang kita memilih hanya berdasar kekerabatan atau kedekatan kalaulah orang itu masih cenderung ke pelanggaran,kerusakan, ataupun lainnya yang merupakan bentuk kekafiran atas ketentuan Allah.

 

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU JADIKAN BAPAK-BAPAK DAN  SAUDARA-SAUDARAMU MENJADI PEMIMPIN(MU), JIKA MEREKA LEBIH MENGUTAMAKAN KEKAFIRAN ATAS KEIMANAN. DAN SIAPA DI ANTARA KAMU YANG MENJADIKAN MEREKA PEMIMPIN, MAKA MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG ZALIM.” (Surah at-Taubah [9] ayat 23)

 

 

Untuk keselamtan diri dari hukuman Allah, maupun kebaikan kehidupan bersama dalam bermasyarakat, kita perhatikan benarlah apa yang juga diingatkan Allah:

 

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU MENGAMBIL ORANG-ORANG  YAHUDI DAN NASRANI (YANG BUKAN ORANG MUKMIN!) MENJADI WAKIL ATAU PEMIMPINMU; SEBAGIAN MEREKA ADALAH PEMIMPIN BAGI SEBAGIAN YANG LAIN. BARANG SIAPA DI ANTARA KAMU MENGAMBIL MEREKA MENJADI WALI, MAKA SESUNGGUHNYA ORANG ITU TERMASUK GOLONGAN MEREKA…” (Surah al-Maidah [5] ayat 51)

 

 

Mari kita tanamkan kesungguhan kita untuk hanya memilih calon-calon yang beriman kokoh dalam pemilihan di negara yang demokratis ini; jangan biarkan orang-orang yang memusuhi Allah maupun memusuhi kita berkuasa.

 

“DAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN, LELAKI DAN PEREMPUAN, SEBAGIAN MEREKA   (ADALAH)  MENJADI PENOLONG BAGI SEBAGIAN YANG LAIN. MEREKA  MENYURUH (MENGERJAKAN) YANG MAKRUF, MENCEGAH DARI YANG MUNGKAR, MENDIRIKAN SEMBAHYANG, MENUNAIKAN ZAKAT, DAN MEREKA TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA….” (Surah at-Taubah [9] ayat 71)

 

 

Wa l-Lahu a’lamu bi sh-shawwab

 

Menyerahkan kepemimpinan

Menyerahkan kepemimpinan.

Pemilihan umum pada hakikatnya adalah penyerahan amanah. Ummat Islam perlu jeli dalam memilih siapa-siapa yang nantinya akan diamanahi untuk memikirkan permasalahan ummat. Amanah tidak seharusnya diserahkan kepada orang yang memusuhi ummat, yang telahsecara jelas-jelas ataupun yang dapat berpeluang besar untuk melakukannya.

 

Dalam kenyataan keberagaman calon yang akan dipilih, dalam masyarakat demokratis, peran pemilih sangat menentukan; di masyarakat yang banyak penjahatnya, maka merekalah yang akan berkuasa menentukan masa depan masyarakat itu. Di sinilah perlu kita sadari bahwa jika ummat Islam banyak yang tak hendak memilih (jadi golput), maka masa depan ummat Islam di Indonesia akan lebih banyak dipengaruhi (baca: ditentukan) oleh mereka yang mungkin justru tidak nenyukai Islam. Di situlah akan berlaku yang diingatkan Rasulullah Muhammad SAW: “Apabila amanah disia-siakan, maka nantikanlah saat kehancuran”. Ketika seseorang bertanya apa yang dimaksud dengan disia-siakan itu, Rasulullah menjelaskan: “Bila urusan (baca:wewenang) diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran itu” (HSR Bukhary dari Abi Hurairah).

 

Akhir-akhir ini banyak terungkap bahwa cukup banyak mereka yang telah dipasrahi amanah untuk mengurusi masalah ummat ternyata berkhianat; yang diurusinya bukannya kepentingan ummat (baca: umum), tetapi lebih banyak yang bersifat untuk golongan, kelompok, partai, ataupun bahkan pribadinya sendiri.

 

Mungkin ada yang merasa bahwa calon-calon yang ada sekarang ini tidak ada yang sempurna, namun Rasulullah SAW mengajari kita bahwa dalam keadaan “tidak” adanya pilihan sempurna, maka pilihan harus ke arah menghindari keburukan, bukannya memilih yang sekedar berpeluang untuk baik. Dalam hal ini jika secara pribadi masih juga sulit untuk menentukan pilihan, masih ada tempat bertanya: Allah. Kita memohon arahan dengan istikharah.

 

Semoga masa depan ummat masih kian membaik.

 

90331 Memilih pemegang amanah.

90331

 

Memilih pemegang amanah.

Pemilihan umum pada hakikatnya adalah penyerahan amanah. Ummat Islam perlu jeli dalam memilih siapa-siapa yang nantinya akan diamanahi untuk memikirkan permasalahan ummat. Amanah tidak seharusnya diserahkan kepada orang yang memusuhi ummat, yang telahsecara jelas-jelas ataupun yang dapat berpeluang besar untuk melakukannya.

 

Dalam kenyataan keberagaman calon yang akan dipilih, dalam masyarakat demokratis, peran pemilih sangat menentukan; di masyarakat yang banyak penjahatnya, maka merekalah yang akan berkuasa menentukan masa depan masyarakat itu. Di sinilah perlu kita sadari bahwa jika ummat Islam banyak yang tak hendak memilih (jadi golput), maka masa depan ummat Islam di Indonesia akan lebih banyak dipengaruhi (baca: ditentukan) oleh mereka yang mungkin justru tidak nenyukai Islam. Di situlah akan berlaku yang diingatkan Rasulullah Muhammad SAW: “Apabila amanah disia-siakan, maka nantikanlah saat kehancuran”. Ketika seseorang bertanya apa yang dimaksud dengan disia-siakan itu, Rasulullah menjelaskan: “Bila urusan (baca:wewenang) diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran itu” (HSR Bukhary dari Abi Hurairah).

 

Akhir-akhir ini banyak terungkap bahwa banyak dari mereka yang telah dipasrahi amanah untuk mengurusi masalah ummat ternyata berkhianat; yang diurusinya bukannya kepentingan ummat (baca: umum), tetapi lebih banyak yang bersifat untuk golongan, kelompok, partai, ataupun bahkan pribadinya sendiri.

 

Mungkin ada yang merasa bahwa calon-calon yang ada sekarang ini tidak ada yang sempurna, namun Rasulullah SAW mengajari kita bahwa dalam keadaan “tidak” adanya pilihan sempurna, maka pilihan harus ke arah menghindari keburukan, bukannya memilih yang sekedar berpeluang untuk baik. Dalam hal ini jika secara pribadi masih juga sulit untuk menentukan pilihan, masih ada tempat bertanya: Allah. Kita memohon arahanNya dengan istikharah.

 

Semoga masa depan ummat masih kian membaik.

Wallahu a’lam.

 

Halaman Berikutnya »